Di saat dunia memilih memihak yang kuat, Seline hadir bersama Sistem Balas Dendam untuk menghukum mereka yang lolos dari hukum.
Ia akan merayu pria yang paling dicintai targetnya, meruntuhkan kepercayaan, mematahkan kesetiaan, lalu membiarkan para pelaku menyaksikan kebahagiaan yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain runtuh dengan tangan mereka sendiri.
Ia bukan malaikat. Bukan pula iblis.
Ia adalah keadilan yang gagal diberikan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucum_alattas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
“Jika Mama hanya ingin membujukku untuk tidak menceraikan Helena, Mama sebaiknya mengurungkan niat itu,” tegas Maxime pada mamanya lewat telfon.
Matanya melirik ke arah Selina yang baru saja tertidur.
Mama Maxime disebrang sana mengepalkan tangan kuat. Ada kemarahan jelas di matanya. Namun, ia mencoba tetap tenang.
Sebaliknya. Helena yang mendengar semua itu menunduk. Matanya memerah, kebencian disertai ketakutan jika maxime benar benar menceraikannya, dan ia kehilangan status sebagai nyonya maxime membuatnya benar benar ingin pingsan.
“Tidak bisakah kau berbicara baik baik dengan Mamamu, ini?” kesal mama Maxime yang sama sekali tak ditanggapi Maxime.
“Mama hanya ingin memintamu datang ke mansion. Bukankah kau ingin bercerai? Jika iya, kau tidak bisa bercerai begitu saja. Banyak hal yang harus dibahas. Papamu juga perlu tahu. Karena pernikahan kalian memiliki kesepakatan besar. Jadi, kau tidak bisa sembarangan bercerai,” tegas mama Maxime yang membuat Maxime menyipitkan mata tajam.
“Aku bisa mengurus semuanya. Masalah kesepakatan itu, jika semua gagal hanya karena perceraian ini, aku pikir, bukan hanya perusahaan kita yang gagal, tapi perusahaan mereka juga akan merugi,” jawabnya tenang namun benar adanya.
Memang, dia yang melakukan kesalahan dalam pernikahan ini. Tapi, keluarga Helena juga tidak bisa terlalu menuntut. Biar bagaimana pun, yang menjadi pihak ketiga dalam pernikahan putri sulung mereka adalah putri bungsu mereka sendiri.
Selain itu, jika mereka menuntut untuk memutuskan kerja sama, ya, mungkin perusahaan Maxime mengalami kerugian. Tapi, mengingat kekayaan keluarga Maxime, kerugian itu bukan apa apa.
Tapi, bagaimana dengan keluarga Helena? Sekali pun keluarga Helena terlihat memiliki kekayaan luar biasa. Hal itu bukan apa apa dibanding keluarga Maxime.
Pernikahan itu bahkan bisa terjadi karena campur tangan tetua. Janji tetua yang ingin mereka menjalin hubungan, tanpa menunjuk siapa yang harus dia nikahi.
Kebetulan sekali, umurnya dan umur Helena tidak terpaut jauh. Karena itu, terjadilah pernikahan yang sebenarnya sangat ia tentang.
“Max!” mama Maxime benar benar marah.
Helena yang mendengar itu juga menegang. Ia tahu artinya. Pembatalan kerja sama secara sepihak akan menghancurkan bisnis keluarganya.
Mengingat ambisi ayahnya, entah mengapa ia tiba tiba merasa keakutan.
“Bagaimana jika Maxime membuat kesepatan yang lebih menguntungkan hanya agar bisa menikahi Selina? Bukankah aku akan menjadi bahan tertawaan diseluruh ibu kota?” gumamnya dalam hati.
“Ma, apa yang aku katakan semua fakta. Jadi, jangan pernah menjadikan perusahaan sebagai ancaman. Aku jauh lebih mengenal perusahaan ini, dibanding mama,” tegas Maxime yang membuat mamanya benar benar marah.
“Baiklah, baiklah, kau sudah dewasa. Mama tidak bisa mengaturmu lagi. Kau juga sudah bisa mengurus perusahaan, mama tidak tahu apa pun. Karena itu, kau memandang remeh mamamu!” marah mama maxime yang membuat maxime memejamkan mata.
“Ma, aku tidak meremehkan Mama. Aku hanya ingin mama tidak lagi ikut campur dengan masalah pribadiku.”
Mata mama maxime memerah. “Baiklah, tapi kau harus tetap datang ke sini! Jika tidak, jangan pernah menganggap aku sebagai Mamamu,” ancam mama maxime sebelum mematikan sambungan telfon.
Maxime yang mendengar bunyi ‘tut’ panjang itu memejamkan mata kesal.
“Pergilah.”
Maxime yang mendengar suara Selina langsung menolehkan kepala. Ia tidak tahu sejak kapan Selina terbangun.
“Kau sudah bangun? Apa kau lapar, aku akan meminta pelayan menyiapkan makanan untukmu,” ucapnya lembut.
Namun, Selina menggelengkan kepala. “Pergilah, aku tidak ingin menjadi penghancur hubungan antara kau dan mamamu. Sudah cukup kakaku yang membenciku, aku tidak ingin ada orang lain lagi yang membenciku,” ucapnya dengan suara parau.
Maxime terdiam. Melihat kekasihnya kembali bersedih, ia langsung duduk di dekatnya.
“Jangan katakan seperti itu.”
“Pergilah, Max.”
Maxime menatap Selina yang bahkan tak berani menatapnya. Namun, ia bisa melihat, air mata wanitanya berjatuhan, membuat hatinya kembali sakit.
Ia yang membuat Selina berada di titik ini. Ia juga yang membuat Selina dibenci semua orang.
Tapi kenapa, semua orang hanya menuding Selina? Apa mereka tidak tahu, Selina sudah mencoba menjauhinya. Namun, ia yang terus terusan mencari alasan, dan memanfaatkan wanita itu.
“Maaf,” ucap Maxime akhirnya
Rasa bersalahnya karena membiarkan wanita yang ia cintai mendapatkan cemooh membuatnya benar benar tidak tahan.
Sementara itu, Selina yang mendengar itu menggigit bibir bawahnya kuat. Terlihat jelas jika wanita itu sedang menahan isak tangis.
“Kalau begitu, kau pergi temui mamamu. Jangan bertengkar hanya gara gara aku,” bisik Selina dengan suara serak.
Maxime yang mendengar itu menarik nafas panjang. “Baiklah, kalau itu bisa membuatmu lega, aku akan pergi.”
Selina akhirnya menatap Maxime, membuat Maxime yang melihat itu tak lagi menahan diri dan langsung menubruk Selina.
“Maaf, maaf, aku telah membuatmu berada di posisi sulit. Aku berjanji, aku akan memberikan keadilan untukmu. Aku akan memastikan, akan melindungimu, dan tak membiarkan orang lain menyakitimu,” janjinya sungguh sungguh.
Selina yang mendengar itu tak bisa menahan isak tangisnya. Ia memeluk Maxime, seolah sedang memeluk satu satunya pnyelmatanya saat ini.
Namun, hanya sistem yang tahu. Dalam hati, Selina benar benar puas melihat penampilan Maxime saat ini.
[“Tuan, bukankah saya sudah memberitahu Tuan jika ibu Maxime sedang merencanakan sesuatu untuk menjebak Maxime. Mereka bahkan sudah merencanakan agar Maxime tidak menceraikan Helena. Bahkan sudah merancang semuanya agar menjerat Maxime. Tapi, kenapa anda masih tetap membiarkan Maxime pergi. Bahkan memaksanya? Bukankah semua usaha anda akan sia sia?”]
Selina memutar matanya malas. “Justru itu, aku membutuhkan satu alasan lagi agar Maxime merasa jijik dengan Helena.”
[“Bukankah Maxime sudah merasa jijik?”]
“Tidak, dia tidak cukup jijik dengan Helena. Dia membencinya, tapi tidak sampai merasa jijik. Karena dia menyadari kesalahannya karena bermain api denganku. Aku ingin membuat perasaan terakhir yang dimiliki Maxime untuk Helena benar benar lenyap. Jadi, bagaimana aku bisa menolak kesempatan besar ini?”
Sistem benar benar terkejut. Tanpa sadar, sistem merasa bergidik ngeri. Terlebih, melihat seringai kejam di wajah Selina.
“Oh ya, bagaimana dengan tugas yang aku berikan padamu? Apa kau sudah berhasil membantu bawahan Maxime untuk meretas masa lalu buruk Helena?”
[“Anda tidak perlu khawatir. Masalah teknologi, tidak ada yang menandingiku, Tuan.”]
Selina mengangguk puas. “Bagus, kau harus pastikan, dalam dua puluh empat jam ini, kau harus memastikan bawahan Maxime mendapatkan semua kebusukan yang selama ini Helena sembunyikan.”
***
“Nyonya, Tuan sudah datang,” lapor kepala pelayan yang langsung dibalas helaan nafas lega oleh mama Maxime.
“Sudah aku katakan, setergila gilanya Maxime pada wanita itu, dia tidak akan berani melanggar perintahku,” ucap mama Maxime merasa sombong.
Ia menatap Helena yang juga tersenyum. Kegelisahan terlihat jelas di wajah wanita itu.
“Tapi, Ma, apa Maxime tidak akan membenciku setelah ini?”
“Apa yang perlu dia benci? Dia meniduri istrinya sendiri. Itu hal yang wajar. Sekarang, kau masuk ke kamar yang sudah mama siapkan. Tunggu sampai Mama membawa Maxime ke sana. Selanjutnya, kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?”
Helena mengangguk malu malu. Telinganya memerah. Namun, matanya berkilat tajam.
“Kau tidak akan lepas dariku, Max,” gumamnya dalam hati.