NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran Yang Menghancurkan

Begitu kembali ke akademi, Ze Kai langsung mencari segala informasi yang bisa ia dapatkan tentang para kultivator yang pernah mencelakainya di hutan. Ia menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari di perpustakaan akademi, mencari catatan tentang Klan Langit Hitam dan Klan Bumi, serta mencoba mengenali wajah-wajah yang pernah ia lihat dan bertanya kepada orang-orang terdekatnya. Namun informasi yang bisa ia temukan sangat terbatas. Seolah ada latar belakang kuat yang sengaja menyembunyikan jejak mereka.

-

-

-

Sore itu, ketika Ze Kai sedang duduk di taman belakang akademi dengan wajah gelisah. Ia tak menyadari, bahwa raut wajahnya itu mengundang rasa penasaran Master Li yang melintas di dekatnya. Dengan langkah yang pelan, wanita tua itu melihatnya dengan pandangan yang penuh perhatian. Sudah lama ia menyadari, bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikiran murid kesayangannya.

"Ze Kai, sudah berapa kali aku melihatmu seperti ini sejak kita kembali dari hutan," ujar Master Li dengan suara lembut, duduk bersamanya di bawah pohon besar yang rindang. "Ada apa yang sedang kau pikirkan? Jangan pernah merasa bahwa kau harus menyembunyikan sesuatu dariku, dan menanggungnya sendiri."

Ze Kai menghela napas dalam-dalam, menatap wajah gurunya yang selalu penuh kasih sayang. Setelah beberapa saat memikirkannya, ia akhirnya memutuskan untuk menceritakan. Mulai dari bagaimana ia bertemu para kultivator itu di hutan, bagaimana mereka mencoba membunuhnya, hingga mengejutkannya menemukan bahwa Guru Senior Wei adalah bagian dari kelompok itu.

Master Li mendengarkan dengan seksama, wajahnya semakin serius seiring dengan kelanjutan cerita Ze Kai. Ketika Ze Kai selesai bercerita, ia menghela napas panjang dengan ekspresi yang penuh kesedihan.

"Aku sudah curiga akan adanya hubungan antara beberapa orang di akademi dengan kelompok kultivator yang tidak bertanggung jawab itu," ujar Master Li dengan suara rendah. "Klan Langit Hitam dan Klan Bumi memang terkenal sering melakukan kejahatan. Pencurian artefak spiritual, pembunuhan kultivator muda berbakat, bahkan memperbudak binatang spiritual untuk kekuatan mereka. Namun mereka selalu terlindungi oleh kekuatan besar di belakangnya. Sebuah aliansi rahasia antara beberapa klan besar yang menginginkan kekuasaan tanpa batas."

Master Li menjelaskan, bahwa beberapa orang di dalam akademi juga terlibat dalam aliansi itu. Termasuk beberapa guru senior yang telah tergoda dengan janji kekayaan dan kekuatan yang besar. "Mereka melihat potensi yang luar biasa padamu, Ze Kai. Itu sebabnya mereka ingin menghilangkanmu sebelum kau menjadi ancaman bagi mereka."

Mendengar penjelasan itu, rasa kekecewaan yang dalam menghantui hati Ze Kai. Ia tidak bisa mempercayai bahwa tempat yang selama ini ia anggap sebagai rumah dan tempat belajar ternyata menyembunyikan begitu banyak kejanggalan dan kejahatan.

"Ze Kai," suara Genesis terdengar lembut di benaknya. "Jika akademi bukan tempat yang tepat untukmu, mungkin saatnya kau berkelana ke dunia luar. Hanya dengan menghadapi berbagai tantangan di alam bebas, kau bisa benar-benar meningkatkan kultivasimu dan menaikkan level semua elemen yang kau kuasai. Kau tidak bisa tumbuh dengan baik jika terus berada di tempat yang penuh dengan bahaya tersembunyi ini."

Ze Kai mengangguk perlahan, sudah merasakan bahwa nasihat Genesis benar. Ia berbalik kepada Master Li dengan wajah yang penuh kesedihan.

"Master, aku merasa aku tidak bisa tinggal di sini lagi. Aku perlu pergi jauh dari akademi, berkelana untuk mencari pengetahuan dan kekuatan yang lebih besar. Hanya dengan begitu, aku bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang yang kusayangi dari bahaya yang mengancam."

Master Li melihatnya dengan mata yang penuh kesedihan namun juga pengertian. Ia mengangguk perlahan, menyadari bahwa murid kesayangannya memang sudah siap untuk melangkah ke dunia yang lebih luas.

"Aku sudah tahu bahwa hari ini akan datang," ujarnya dengan suara yang sedikit bergetar. "Kau adalah murid paling genius yang pernah ku ajari dalam hidupku, Ze Kai. Hatiku sangat berat harus melihatmu pergi. Tapi aku tahu, bahwa ini adalah jalan yang harus kau tempuh."

Ia mengambil sebuah kotak kayu kecil dari saku bajunya, memberikannya kepada Ze Kai. Di dalamnya terdapat sebuah buku kuno dan sebuah batu spiritual berwarna hijau mengkilap.

"Ini adalah buku teknik kultivasi yang telah kumiliki sejak muda, dan batu ini akan membantu mu dalam mengendalikan energi baru yang kau miliki. Jangan pernah lupa bahwa akademi ini akan selalu menjadi rumah bagi mu kapan pun kau ingin kembali."

Namun sebelum mereka bisa berbicara lebih jauh, suara gaduh mulai terdengar dari arah pintu utama akademi. Zhang Wei muncul dengan wajah yang penuh kegembiraan dan kedengkian, diikuti oleh beberapa kultivator tinggi dengan seragam hitam yang sudah tidak asing lagi bagi Ze Kai.

"Ini dia! Ze Kai yang kalian cari!" teriak Zhang Wei dengan suara tinggi. "Aku sudah bilang kan kalau dia adalah orang yang kalian cari! Dia adalah kultivator muda yang telah menguasai dua elemen sekaligus!"

Ze Kai melihatnya dengan mata yang penuh kemarahan. Ternyata Zhang Wei telah menyadari siapa sebenarnya Ze Kai dan melaporkannya kepada para kultivator itu untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"Ze Kai, kau harus kabur sekarang juga!" bisik Master Li dengan cepat, sudah mulai mengumpulkan energi di tubuhnya. "Aku akan melindungimu sebisa mungkin!"

Para kultivator tinggi mulai mendekat dengan langkah yang lambat, namun penuh penekanan dan ancaman. Guru Senior Wei berada di tengah mereka dengan wajah yang dingin dan tanpa emosi.

"Aku sudah tahu bahwa kau akan menjadi masalah, Ze Kai. Sekarang serahkan diri saja, atau kita akan mengambil apa yang kau miliki dengan paksa."

Tanpa berlama-lama, Master Li menyerang dengan cepat, menggunakan seluruh kekuatan kultivasinya untuk menghalangi para kultivator itu. Pertarungan yang dahsyat pun terjadi. Energi berwarna-warni melesat ke segala arah, membuat bangunan sekitarnya bergoyang dan pepohonan tumbang. Master Li berjuang dengan gigih, ia harus menghadapi musuh yang lebih banyak dan lebih kuat darinya.

"ZE KAI, KABUR SEKARANG!" teriak Master Li dengan suara lantang. Dan ia juga sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia menggunakan jurus terakhirnya untuk membuat ledakan besar yang menjauhkan para kultivator sebentar, memberikan kesempatan bagi Ze Kai untuk melarikan diri.

Tanpa pilihan lain, Ze Kai berlari dengan cepat menjauh dari lokasi pertempuran, hatinya penuh kesedihan dan kemarahan. Ia tidak berani melihat ke belakang, takut dengan apa yang akan ia lihat. Ia berlari melewati lorong-lorong akademi, keluar melalui pintu belakang yang jarang digunakan, dan terus berlari hingga akademi dan suara pertempuran semakin hilang di kejauhan.

Hanya setelah ia mencapai hutan yang berada di luar kota, ia berhenti sejenak dan menoleh ke arah akademi. Di kejauhan, ia melihat nyala api menyala tinggi dan mendengar suara ledakan terakhir yang menggema. Rasanya seperti ada pisau yang menusuk hatinya ketika menyadari bahwa Master Li telah gugur dalam upaya melindunginya. Air mata mengalir deras di pipinya, dan ia mengangkat kepalanya ke langit dengan sumpah yang kuat di bibirnya.

"Aku akan kembali, Master. Dan aku akan memastikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam ini akan membayar untuk apa yang telah mereka lakukan!"

Dengan hati yang penuh rasa sakit, juga tekad untuk membalas, Ze Kai berbalik dan melanjutkan perjalanannya ke dalam hutan yang luas. Ia tak peduli ranting merobek bajunya dan duri menyayat kulitnya. Ze Kai terus berlari untuk menghindari kejaran mereka. Ia akan memulai babak baru dalam hidupnya sebagai seorang kultivator yang berkelana, dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatannya dan membawa keadilan bagi mereka yang telah tersakiti.

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!