Update 1 × 10 bab per 7 hari
*******************
Li Yu’er hanyalah seorang pekerja kantor biasa di dunia modern.
Hidupnya dipenuhi lembur, kopi pahit, dan rutinitas tanpa akhir… sampai sebuah kecelakaan merenggut nyawanya dan membuatnya terbangun di dunia Douluo Dalu.
Ia bereinkarnasi sepuluh tahun sebelum kelahiran Tang San.
Di dunia tempat kekuatan ditentukan oleh roh bela diri dan soul ring, Li Yu’er terlahir dengan bakat yang bahkan mampu mengguncang seluruh Spirit Hall
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mianno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Holy Spirit Training Ground
Pagi di Kota Suci terasa berbeda dibanding tempat lain.
Langit masih diselimuti cahaya fajar ketika lonceng suci Spirit Hall mulai bergema dari kejauhan.
DENTANG—
DENTANG—
Suara itu menyebar ke seluruh kota seperti gelombang.
Dan setiap kali dentang berbunyi—
Li Yu’er bisa merasakan soul power di udara ikut bergetar samar.
Ia berdiri di balkon kamarnya sambil memandang Holy Angel Hall yang terlihat jelas dari kejauhan.
Bangunan emas itu masih terasa menyesakkan.
Bahkan setelah semalaman, Freya di dalam tubuhnya belum benar-benar tenang.
Roh bela diri divine itu terus menunjukkan resonansi kecil ke arah Holy Angel Hall.
Seolah ada sesuatu di sana yang menariknya.
Li Yu’er perlahan mengepalkan tangan.
“Kalau terus seperti ini…”
Ia khawatir suatu saat Freya akan bereaksi di luar kendalinya.
Dan kalau itu terjadi di depan Qian Daoliu—
rahasianya mungkin langsung terbongkar.
Tok tok.
Suara ketukan pintu terdengar.
Li Yu’er segera menenangkan ekspresinya.
“Masuk.”
Pintu perlahan terbuka.
Seorang pelayan Spirit Hall masuk sambil membungkuk hormat.
“Tuan Muda Li Yu’er.”
“Lord Gu Yue meminta Anda menuju halaman utama.”
Li Yu’er langsung mengangguk.
“Aku mengerti.”
Setelah pelayan itu pergi, Li Yu’er segera mengenakan jubah putih Spirit Hall yang diberikan tadi malam.
Di bagian dada terdapat lambang busur bersayap.
Simbol murid langsung Gu Yue.
Begitu keluar dari kamar—
beberapa pelayan yang lewat langsung menundukkan kepala hormat.
Tatapan mereka dipenuhi rasa penasaran dan kagum.
Karena berita tentang Li Yu’er sudah mulai menyebar semalaman.
Seorang genius muda yang diterima langsung oleh Elder Gu Yue.
Dan bahkan diperhatikan Lord High Priest secara pribadi.
Status seperti itu cukup membuat banyak orang iri.
…
Halaman utama kediaman Gu Yue sangat luas.
Saat Li Yu’er tiba—
Gu Yue sudah berdiri di sana bersama beberapa orang lain.
Dan begitu melihat mereka—
Li Yu’er sedikit mengernyit.
Karena sebagian besar adalah anak muda seusianya.
Namun aura soul power mereka jelas tidak lemah.
Spirit Master. Spirit Grandmaster.
Bahkan salah satu dari mereka kemungkinan sudah mendekati Spirit Elder.
“Jadi ini para genius Spirit Hall…”
Tatapan Li Yu’er perlahan bergerak.
Tiga laki-laki. Dua perempuan.
Dan hampir semuanya memandangnya dengan rasa penasaran terang-terangan.
Gu Yue segera berkata tenang,
“Karena kalian semua akan memasuki Holy Spirit Training Ground hari ini…”
Tatapannya perlahan jatuh pada Li Yu’er.
“Mulai sekarang kalian akan saling mengenal.”
Seorang pemuda berambut merah langsung melangkah maju lebih dulu.
Aura api samar keluar dari tubuhnya.
“Aku Yan Luo.”
“Spirit rank 28.”
Tatapannya penuh percaya diri.
Li Yu’er sedikit mengangguk.
“Aku Li Yu’er.”
Begitu namanya disebut—
ekspresi beberapa orang langsung berubah tipis.
Jelas mereka sudah mendengar tentang dirinya.
Seorang gadis berambut biru muda kemudian tersenyum ramah.
“Aku Ning Xue.”
“Rank 26.”
Berbeda dari Yan Luo yang arogan, gadis ini tampak jauh lebih lembut.
Sementara pemuda lain hanya mengamati Li Yu’er diam-diam.
Namun Li Yu’er bisa merasakan satu hal—
mereka sedang menilai dirinya.
Karena di Spirit Hall, status murid Gu Yue jelas sangat tinggi.
Dan sekarang semua orang ingin tahu apakah Li Yu’er benar-benar layak.
Gu Yue tidak mempedulikan suasana itu.
Ia langsung berkata,
“Holy Spirit Training Ground bukan tempat bermain.”
Tatapannya menjadi tajam.
“Di sana kalian bisa terluka.”
“Bahkan mati.”
Suasana langsung sedikit berubah serius.
Namun tidak ada yang tampak takut.
Karena semua orang di sini adalah genius Spirit Hall.
Mereka sudah terbiasa dengan persaingan brutal.
Gu Yue melanjutkan,
“Training Ground memiliki tekanan spiritual alami.”
“Semakin jauh masuk, semakin besar tekanannya.”
Tatapannya menyapu semua murid.
“Dan tujuan kalian sederhana.”
“Bertahan selama tujuh hari.”
Yan Luo langsung tersenyum tipis.
“Hanya bertahan?”
Nada suaranya penuh percaya diri.
Gu Yue meliriknya dingin.
“Hanya?”
BOOM.
Tekanan soul power samar langsung turun.
Wajah Yan Luo langsung pucat.
“Kau pikir tempat itu taman bermain?”
Tatapan Gu Yue sangat tajam.
“Bahkan Spirit Elder bisa kehilangan kesadaran di area dalam.”
Yan Luo buru-buru menunduk.
“Saya salah bicara.”
Gu Yue mendengus pelan sebelum akhirnya berkata,
“Berangkat.”
…
Holy Spirit Training Ground berada di area khusus belakang Kota Suci.
Semakin dekat ke tempat itu—
Li Yu’er mulai merasakan aura spiritual di udara berubah.
Tekanan samar muncul dari kejauhan.
Dan ketika mereka akhirnya tiba—
semua orang sedikit terdiam.
Karena di depan mereka berdiri sebuah lembah raksasa.
Kabut putih keemasan memenuhi seluruh area.
Pilar-pilar batu besar berdiri di berbagai tempat.
Dan di tengah lembah—
terlihat sebuah gerbang cahaya raksasa.
Aura holy yang keluar dari tempat itu sangat padat.
Li Yu’er bahkan merasa soul power di tubuhnya bergerak lebih cepat.
Freya juga kembali bereaksi samar.
Namun kali ini tidak seintens saat berada dekat Holy Angel Hall.
Di depan gerbang, beberapa spirit master tua berjubah emas sudah menunggu.
Aura mereka sangat kuat.
Setidaknya Spirit Douluo.
Salah satu dari mereka langsung membungkuk pada Gu Yue.
“Lord Gu Yue.”
Gu Yue mengangguk tipis.
“Kami membawa peserta baru.”
Pria tua itu segera melihat ke arah Li Yu’er dan yang lainnya.
Tatapannya berhenti sedikit lebih lama pada Li Yu’er.
Jelas ia juga sudah mendengar rumor tentang anak ini.
Namun ia tidak berkata apa-apa.
Sebaliknya, ia langsung mengangkat tangan.
WHUSSH.
Gerbang cahaya perlahan terbuka.
Dan seketika—
tekanan spiritual besar langsung menyapu keluar.
Beberapa peserta langsung berubah ekspresi.
Bahkan Yan Luo yang tadi percaya diri ikut mengernyit.
Li Yu’er sendiri merasakan tekanan kuat menekan tubuhnya.
Namun yang mengejutkan—
Freya tiba-tiba mengeluarkan aura hangat samar.
Tekanan itu langsung berkurang drastis.
Li Yu’er sedikit terdiam.
“Freya melindungiku lagi…”
Gu Yue yang memperhatikan dari samping sedikit menyipitkan mata.
Ia jelas menyadari Li Yu’er tampak jauh lebih santai dibanding peserta lain.
Namun ia tidak mengatakan apa pun.
Pria tua penjaga gerbang akhirnya berkata,
“Aturan tetap sama.”
“Kalian boleh bekerja sama.”
“Tetapi area terdalam hanya bisa dimasuki dengan kekuatan sendiri.”
Tatapannya perlahan menjadi dingin.
“Dan jangan memaksa diri.”
“Tahun lalu ada dua peserta yang spiritual sea-nya hancur.”
Beberapa murid langsung berubah ekspresi.
Spiritual sea hancur berarti tamat sebagai spirit master.
Namun sebelum siapa pun sempat bicara—
Gu Yue tiba-tiba menatap Li Yu’er.
Tatapannya jauh lebih serius dibanding pada murid lain.
“Jangan masuk terlalu dalam.”
Li Yu’er sedikit terkejut.
Namun ia mengangguk.
“Saya mengerti.”
Meski begitu—
di dalam hati ia tahu satu hal.
Kalau Freya terus bereaksi seperti ini…
mungkin dirinya justru akan tertarik semakin dalam.
…
Tak lama kemudian semua peserta mulai memasuki gerbang.
Begitu melangkah masuk—
dunia langsung berubah.
Kabut putih keemasan memenuhi seluruh pandangan.
Tekanan spiritual berat langsung turun dari segala arah.
Beberapa peserta langsung mengaktifkan soul power mereka.
Yan Luo bahkan memanggil roh bela dirinya sejak awal.
Seekor singa api besar muncul di belakangnya.
Sementara Ning Xue memunculkan bunga kristal biru.
Li Yu’er tetap tenang.
Moonlit Arrow belum ia keluarkan.
Namun soul power-nya diam-diam mulai berputar menjaga tubuhnya.
Mereka mulai berjalan perlahan melewati lembah.
Awalnya semua masih cukup santai.
Namun setelah setengah jam—
beberapa peserta mulai menunjukkan kesulitan.
Keringat muncul di dahi mereka.
Tekanan spiritual di tempat ini memang luar biasa.
Namun Li Yu’er justru merasa semakin nyaman.
Aura holy di lembah ini membuat Freya menjadi tenang.
Bahkan soul power miliknya bergerak jauh lebih lancar dibanding biasanya.
“Tempat ini…”
Seolah sangat cocok untuk Freya.
Tiba-tiba—
DEG.
Freya kembali bereaksi.
Li Yu’er langsung mengernyit.
Karena kali ini ia merasakan sesuatu memanggil dari arah terdalam lembah.
Sangat samar.
Namun jelas ada.
Dan yang lebih aneh—
semakin jauh suara itu memanggil, semakin kuat resonansi Freya.
Langkah Li Yu’er tanpa sadar melambat.
Tatapannya tertuju ke arah kabut terdalam.
Di sana—
cahaya emas samar terlihat berkedip sesaat.
Namun sebelum ia sempat melihat lebih jelas—
suara Yan Luo tiba-tiba terdengar.
“Hmph.”
“Akhirnya mulai kesulitan juga?”
Li Yu’er sedikit menoleh.
Pemuda berambut merah itu sedang memandangnya sambil tersenyum tipis.
Jelas sejak tadi ia terus memperhatikan Li Yu’er.
Karena semua orang penasaran apakah murid Gu Yue benar-benar sehebat rumor.
Li Yu’er hanya menjawab tenang,
“Masih baik-baik saja.”
Yan Luo mendengus kecil.
“Kita lihat saja nanti.”
Ia kemudian mempercepat langkah menuju area lebih dalam.
Beberapa peserta lain ikut mengikutinya.
Namun Ning Xue tetap tinggal dekat Li Yu’er.
Gadis itu berkata pelan,
“Jangan pedulikan dia.”
“Yan Luo memang selalu seperti itu.”
Li Yu’er hanya tersenyum kecil.
Ia tidak terlalu memikirkan provokasi seperti itu.
Karena pikirannya sekarang justru tertuju pada suara misterius di dalam lembah.
Dan entah kenapa—
ia merasa sesuatu di tempat ini memiliki hubungan langsung dengan Freya.