NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Anak Genius
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: DafToon

Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎

Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.

Dulu dipuji, kini dihina.

Dulu didekati, kini dijauhi.

Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar yang Mengubah Segalanya

Empat hari berlalu sejak Xiao Ba mengalahkan para petarung Keluarga Yun di kawasan tebing enam dan tujuh.

Empat hari yang ia habiskan dengan ritme yang mulai terasa seperti kebiasaan. Pagi hari, ia menjelajahi celah-celah baru yang belum pernah ia masuki. Siang hari, ia memanen Kristal Roh Laut dari berbagai lokasi tersembunyi yang hanya bisa ditemukan berkat indra spiritualnya yang jauh melampaui siapa pun di kawasan ini. Sore hari, ia melatih Gerakan Kedua Pukulan Naga menggunakan binatang buas tingkat tinggi sebagai sasaran. Malam hari, ia berkultivasi di dalam gua yang menghadap laut.

Tas penyimpanannya sudah hampir penuh.

Bukan hampir penuh oleh hasil satu atau dua hari panen, melainkan oleh akumulasi dari seluruh tempat tersembunyi yang ia temukan. Tempat-tempat yang tidak akan pernah ditemukan kultivator lain, bahkan jika mereka menghabiskan satu bulan penuh di kawasan ini.

Pada pagi hari kelima, ia sedang duduk di tepi tebing tujuh, posisi tertinggi yang bisa ia capai di seluruh kawasan Tebing Tujuh Roh, ketika indra spiritualnya menangkap sesuatu yang tidak biasa.

Sebuah aura memasuki kawasan tebing dari arah gerbang utama.

Bukan aura kultivator muda.

Aura itu berasal dari seseorang yang usianya jauh melampaui seluruh peserta di kawasan ini. Seseorang dengan tingkat kultivasi yang membuat aura lain terasa seperti lilin kecil di hadapan matahari.

Prajurit Surgawi Tingkat 9.

Xiao Ba mengerutkan kening.

Hanya ada beberapa kemungkinan mengapa seseorang sekuat itu memasuki kawasan pertarungan yang seharusnya hanya diisi generasi muda. Dan tidak satu pun dari kemungkinan itu terdengar seperti kabar baik.

Ia bangkit, lalu bergerak menuju arah datangnya aura tersebut dengan kecepatan yang jauh melampaui manusia biasa.

Melewati celah-celah tebing, melompati formasi batu yang bagi orang lain membutuhkan waktu puluhan menit untuk didaki, Xiao Ba bergerak seperti bayangan yang mengikuti kontur medan tanpa terhalang sedikit pun.

Ia menemukan sumber aura itu di kawasan terbuka antara tebing dua dan tebing tiga.

Seorang pria tua berambut putih tersisir rapi berdiri di tengah area. Ia mengenakan jubah abu-abu dengan bordir perak yang tampak sederhana, namun dari bahan dan pengerjaannya jelas bukan milik orang biasa. Di belakangnya berdiri dua pria yang lebih muda, keduanya dalam posisi siaga penuh.

Di depan pria tua itu, Xiao Tian dan Xiao Xiyun berdiri dengan postur yang dipaksakan terlihat tenang, meski jelas gagal sepenuhnya.

Pria tua itu adalah Penatua Utama Keluarga Yun. Dari berbagai petunjuk kecil yang tertangkap indra Xiao Ba, pria itu baru saja tiba dari perjalanan panjang dengan tujuan yang tak lagi bisa disembunyikan.

Xiao Ba berhenti di balik formasi batu besar yang cukup untuk menutupi keberadaannya. Ia mempertajam indra spiritualnya untuk mendengar percakapan mereka.

“Keempat petarung kami dikalahkan?”

Suara Penatua Utama Keluarga Yun terdengar lebih seperti pernyataan daripada pertanyaan. Nadanya rendah, namun mengandung tekanan yang membuat tanah di sekitar mereka terasa sedikit bergetar.

Xiao Tian menelan ludah.

“Menurut laporan mereka sebelum meninggalkan kawasan... ya. Semua empat dikalahkan dalam waktu singkat.”

“Oleh seseorang yang tidak memiliki dantian.”

Keheningan singkat muncul.

“Itu yang mereka laporkan,” jawab Xiao Tian dengan suara lebih kecil dari biasanya.

Penatua Utama Keluarga Yun terdiam beberapa saat. Tatapannya menyapu kawasan tebing dengan mata yang tampak mampu membaca segala sesuatu tanpa melewatkan detail sekecil apa pun.

“Informasi tentang anak itu perlu ditinjau ulang,” katanya akhirnya. “Seseorang yang mampu mengalahkan empat petarung kami dalam waktu singkat bukanlah seseorang tanpa kemampuan. Apakah Keluarga Xiao menyembunyikan sesuatu?”

Xiao Tian tidak menjawab.

Karena ia sendiri telah menanyakan pertanyaan yang sama pada dirinya selama beberapa hari terakhir, dan belum menemukan jawaban yang memuaskan.

“Tidak masalah,” lanjut Penatua Utama. “Aku sendiri yang akan menyelesaikan ini.”

Di balik batu karang, Xiao Ba memproses informasi itu dengan cepat.

Seorang Prajurit Surgawi Tingkat 9 memasuki kawasan pertarungan hanya untuk membunuhnya secara langsung. Situasi ini sudah jauh melampaui rencana awal yang hanya melibatkan empat petarung bayaran.

Ini serius.

Namun yang lebih penting dari tingkat ancamannya adalah bagaimana ia akan menghadapinya.

Xiao Ba menatap kepalan tangannya sejenak.

Alam Pengumpulan Qi Tingkat 8 Menengah.

Melawan...

Prajurit Surgawi Tingkat 9.

Kesenjangan itu tidak bisa dijembatani hanya dengan teknik atau kekuatan fisik, bahkan dengan teknik setingkat langit sekalipun. Perbedaan antara Pengumpulan Qi dan Prajurit Surgawi adalah jurang yang sangat dalam, bukan sekadar selisih angka.

Namun Xiao Ba tidak merasa takut.

Yang ia rasakan justru kesadaran jernih tentang apa yang harus ia lakukan.

Ia belum bisa menghadapi Penatua Utama Keluarga Yun secara frontal.

Bukan karena takut.

Melainkan karena ia bukan tipe orang yang membuang nyawa demi membuktikan sesuatu yang belum waktunya dibuktikan.

Ia membutuhkan waktu.

Dan untuk mendapatkan waktu itu, ia harus bergerak dengan cara yang tidak mungkin diikuti siapa pun di kawasan ini.

Ia melangkah mundur dari balik batu karang secara perlahan, tanpa menimbulkan suara sekecil apa pun yang bisa ditangkap bahkan oleh indra seorang Prajurit Surgawi Tingkat 9.

Lalu ia berlari.

Bukan lari biasa, melainkan bergerak menggunakan penguasaan medan yang hanya bisa dimiliki seseorang yang telah menghabiskan lebih dari seminggu menjelajahi setiap sudut kawasan ini. Ia melewati celah-celah sempit yang bahkan kultivator dengan tingkat lebih tinggi pun tidak akan berani masuki karena tidak mengetahui jalan keluarnya.

Di belakangnya, Penatua Utama Keluarga Yun tiba-tiba berhenti berbicara.

Matanya menyipit.

“Ada seseorang yang baru saja pergi dari sana,” katanya sambil menunjuk ke arah formasi batu besar di sisi area. “Auranya sangat samar. Terlalu samar untuk seseorang yang seharusnya tidak bisa berkultivasi.”

Ia bergerak menuju arah tersebut.

Dua orang di belakangnya segera mengikuti.

Namun ketika mereka tiba di lokasi tempat Xiao Ba tadi berdiri, tidak ada apa pun selain permukaan batu karang yang lembap dan jejak kaki yang terlalu ringan untuk memberikan petunjuk berarti.

Penatua Utama Keluarga Yun berdiri diam di sana, merasakan sisa aura yang melayang di udara seperti asap tipis yang hampir menyatu dengan angin.

Namun aura itu berbeda dari yang ia perkirakan.

Bukan aura seseorang yang tidak bisa berkultivasi.

Dan bukan pula aura kultivator biasa.

Ada sesuatu dalam sisa tipis aura itu yang tidak bisa ia identifikasi. Sesuatu yang terasa asing, namun sekaligus sangat tua. Seolah berasal dari zaman jauh sebelum dirinya lahir.

Ia terdiam cukup lama.

“Menarik...” gumamnya akhirnya.

Nada suaranya bukan ancaman, melainkan nada seseorang yang baru saja menemukan sesuatu yang benar-benar mengguncang rasa penasarannya.

Sementara itu, jauh di kedalaman kawasan tebing, di dalam lorong angin sempit yang bahkan indra seorang Prajurit Surgawi Tingkat 9 tidak mampu menembus dengan akurat, Xiao Ba duduk bersila dengan punggung menempel pada dinding batu karang yang lembap.

Pikirannya bekerja cepat dan jernih.

Ia membuka lautan kesadarannya, menyusuri bintang-bintang yang tersimpan di sana dengan fokus tajam. Kali ini, bukan untuk mencari teknik pertarungan.

Bukan pula teknik kultivasi biasa.

Melainkan sesuatu yang lebih spesifik.

Cara meningkatkan alam kultivasi dalam waktu sangat singkat.

Ribuan bintang berkilauan di hadapan kesadarannya.

Ia mencari dengan sabar, melewati satu demi satu yang tidak relevan.

Dan kemudian...

Ia menemukannya.

Sebuah bintang dengan cahaya berbeda dari semua yang ada di sekitarnya. Warna keemasannya lebih hangat, lebih dalam, seperti cahaya matahari yang menembus dasar laut.

Ia memusatkan seluruh kekuatan jiwanya ke arah bintang itu.

Bintang tersebut jatuh ke tangannya.

Informasi yang mengalir masuk membuat napasnya tertahan sesaat.

Ini bukan teknik biasa.

Ini adalah metode percepatan kultivasi yang ditinggalkan oleh Kaisar Langit. Sebuah cara untuk memaksimalkan penyerapan energi dari lingkungan sekitar dalam kondisi tertentu, terutama di tempat dengan konsentrasi energi yang sangat tinggi.

Dan di seluruh kawasan Tebing Tujuh Roh, tidak ada tempat dengan konsentrasi energi lebih tinggi dari satu lokasi yang belum pernah ia masuki.

Lokasi yang sebenarnya sudah ia deteksi sejak hari pertama, namun belum ia kunjungi karena medannya terlalu sulit.

Sebuah gua di balik air terjun kecil, terletak di celah antara tebing enam dan tebing tujuh. Tempat di mana air laut dari retakan dasar tebing bertemu dengan air tawar dari lapisan batu di atasnya, menciptakan lingkungan dengan campuran energi paling unik dan paling kaya di seluruh kawasan.

Dari luar, gua itu tampak biasa saja.

Namun berdasarkan indra spiritual Xiao Ba, bagian dalamnya menyimpan konsentrasi energi yang bahkan membuatnya menarik napas panjang hanya dengan mengingatnya.

Xiao Ba membuka matanya.

Di luar lorong angin tempat ia bersembunyi, ia masih bisa mendeteksi aura Penatua Utama Keluarga Yun yang terus bergerak mencarinya secara sistematis dan sabar, menyisir kawasan satu demi satu.

Ia mulai menghitung.

Berapa lama waktu yang ia miliki sebelum pencarian itu mengarah ke tempat berbahaya baginya.

Berapa lama yang ia perlukan untuk mencapai gua di balik air terjun.

Dan berapa lama yang dibutuhkan untuk menjalankan metode percepatan kultivasi itu jika konsentrasi energi di sana memang setinggi yang ia perkirakan.

Jawaban dari ketiga pertanyaan itu tersusun jelas di benaknya.

Ia bangkit.

Lalu bergerak.

Dalam keheningan yang hanya dipecahkan oleh suara angin laut dan deburan ombak jauh di bawah sana, seorang pemuda berambut hitam melesat seperti bayangan di antara celah-celah tebing untuk Menuju sebuah tempat yang mungkin akan mengubah segalanya.

dan keberadaannya di balik air terjun yang sangat deras, menutupi sebuah tempat paling aman untuk berkelanjutan kultivasi Hao Yun.

 

1
sibaweh abduh
nice thor
Dafa Faiha Roshiq: Terima kasih bossku
total 1 replies
Jerry K-el
bagus ceritanya mengalir,tdk bertele-tele.
pertahankan👌
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Dafa Faiha Roshiq: done yahhh
total 1 replies
Dafa Faiha Roshiq
teman aku butuh penilaian mu
Dafa Faiha Roshiq
Gimana masih ada yang kurang tidak bro
Dafa Faiha Roshiq
gesss harap dibaca dengan hikmat dan kalo ada kesalahan tulis tolong kasih tau ya🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!