NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 : Area +++ (anak kecil harap minggir sebentar!!!)

Di ruangan Kaelric yang super luas itu. Akhirnya, menjadi medan tempur yang panas untuk mereka berdua.

Veliora jadi lupa diri. Sejatinya, dia yang tadinya agak segan pada Kaelric akhirnya ikut arus terbawa suasana yang diciptakan oleh dirinya sendiri.

Disini, Kaelric sebenarnya tahu. Bahwa yang terjadi ini adalah salah. Namun, dia tak bisa menghindari tiap sentuhan yang diberikan Veliora kepadanya.

"Daddy.. Aku... Aaasshhh... Kenapa???. Kenapa, Daddy menyentuh diriku seperti ini? "

"Aaahhh... Enak Dad! " Sembari menggeliat hanya karena sentuhan Kaelric di area sensitifnya.

Mata Veliora menatap Kaelric dengan tajam.

"Ssshhhttt.... " Telunjuk Kaelric menyentuh lembut bibir Veliora.

"Kamu yang memulainya, Veliora! "

Veliora mendelik tajam.

"Oooh, begitu??. Jadi, aku yang memulai semuanya? "

"Hmm.. Begitu, Dad? "

Veliora menarik kerah jas hitam yang dikenakan Kaelric. Hingga pria itu jatuh tertelungkup di dada Veliora.

"Malam pertama di rumah Daddy. Daddy sudah membuat aku panas-dingin tak karuan. "

"Lalu, sekarang Daddy bilang aku yang memulainya? "

"Diamlah, Veli. Kamu punya hutang padaku! "

"Hutang yang mana maksud Daddy? "

"Masih muda juga sudah pikun! "

Kaelric terus saja menyerang Veliora dengan sentuhan manja. Hinga Veliora mengerang tak karuan.

Di ruangan Kaelric adalah area kedap suara. Mau bicara keras, atau berteriak sekalipun tak akan ada orang yang mendengarnya.

Bagi Kaelric, ruang kerjanya adalah tempat yang sangat pribadi, tempat dimana segala pikiran dia kerahkan. Tempat ternyaman kedua setelah mansionnya sendiri.

"Suer, Dad. Aku gak tahu. Janji mana yang sudah kuberikan untuk Daddy. "

Kata Veliora ditengah kenikmatan yang dicurahkan oleh Kaelric. Bener juga kata Ravian, Daddy Kaelric adalah Daddy Hot. Hehehe....

"Kamu bilang, mau pijit aku, Vel. Nah, sekarang mana?. Aku menagih janjimu, nih! "

Kaelric kembali menyusuri kulit Veliora yang putih dan mulus. Jangan salah ya? Kaelric sebenarnya memendam perasaan untuk Veliora. Bahkan, sebelum menikah dengan Seraphina. Mami dari Veliora.

Dia waktu itu tidak berani mengatakan pada Kaeden. Karena, usia Veliora yang masih begitu muda.

Jika dia terang-terangan bicara pada Kaeden sewaktu masih hidup, bisa terjadi perang urat syaraf antara mereka berdua.

"Idiiiih.. Kayak anak kecil aja si Daddy ini! "

Kaelric tersenyum.. "Biar, biar seperti anak kecil juga. Yang penting, kamu nanti bisa jadi milikku, "

Ups!. Ada yang salah!. Kaelric diam, untuk menetralisir suasana.

"Maksud Daddy apa? "

Veliora jadi agak shock mendengar ucapan Kaelric barusan. Dia ingin mengulangi, tapi takut Veliora menolak dirinya. Ya, sebab Veliora hanya menganggap dirinya Ayah Tiri. Meski, Veliora sendiri tidak tahu. Kalau Kaelric dan Maminya menikah kontrak. Hanya sebatas hitam diatas putih. Tanpa ada ikatan apa-apa selain kertas putih yang ditandatangani atas kesepakatan bersama.

Makanya, tak heran lagi kalau sekarang Seraphina, Mami Veliora enggan tinggal di Mansion milik Kaelric. Dia lebih suka tinggal di rumahnya sendiri.

Dan, kini Seraphina bahkan tak pernah menghubungi Kaelric. Hanya untuk sekadar basa-basi menanyakan kabar anaknya sendiri.

Taulah, bagaimana sebenarnya sifat Seraphina. Dia adalah wanita karir, dia sibuk mengurus usahanya sendiri. Dan, sekarang ditambah lagi beban mengurus usaha mendiang suaminya.

Jadi, dia benar-benar tidak fokus pada Veliora.

Semenjak kecil Veliora di bawah asuhan seorang maid yang bernama Mbok Darmi.

Jadi, ya begitulah. Hanya saja, waktu itu. Kaeden sangat memanjakan Veliora. Hingga, Veliora lebih dekat dengan Kaeden daripada dengan Seraphina.

(NB: kita kembali ke medan tempur antara Kaelric dan Veliora. Hehehe....)

Setelah beberapa kali mereka melakukan perang panas. Mereka merasa letih sendiri.

Meski sudah berkali-kali melakukan olahraga dewasa, tapi Kaelric masih berusaha menjaga Veliora. Dia tak mau, gadis yang dicintainya itu harus menanggung beban malu. Sangat disayangkan, jika gadis itu menderita karena ulahnya.

"Sudah pukul lima, Veliora. Sudah sore. Kita pulang aja ya? "

"Oke, Dad!. Kita pulang. "

" Nanti malam, aku kasih servis buat Daddy. "

Eeeh... Nih anak. Servis apalagi?. Apa pijit plus plus yang dia tawarkan kemarin?  Kaelric geleng-geleng  kepala mendengar ucapan putri tirinya itu.

Ah, entahlah. Terserah anak itu saja. Begitu batin Kaelric.

Pukul lima sore. Akhirnya, mereka berdua kembali ke Mansion Kaelric.

*******

Pukul delapan, selesai makan malam. Kaelric duduk sendirian di sofa ruang tamu. Dia sedang membuka-buka ponsel miliknya. Dia membuka platform instagram. Iseng saja, dia mencari ID IG milik Veliora. Dengan ID : @veliora.aurelisse.

Dia melihat profil Veliora.  Dengan menampilkan ekpresi kalem, outfit elegan namun tidak vulgar. Caption : I crossed a line, I can't undo.

"Dad... "

Suara Veliora terdengar di telinga Kaelric. Hingga pria itu terkejut. Akhirnya, dia menutup aplikasi kotak warna pink itu.

"Daddy capek? "

Kaelric menoleh ke arah Veliora.

"Boleh aku pijit sekarang?. Papi dulu paling suka lho kalau aku pijit? "

Kaelric masih diam. Dia agak terpana melihat penampilan Veliora malam ini.

Bukan Veliora gadis yang manja di mata Kaelric. Tapi, seorang wanita dewasa yang sangat cantik. Hingga pria itu jadi terdiam dan mengerjapkan mata sebentar.

"Veliora.. Bikin kaget Daddy aja. "

Dilihatnya Veliora saat ini. Mengenakan dress berbahan satin tipis warna hitam, model simpel dengan tali tipis di bahu. Bentuk tubuh terlihat sempurna. Rambut tergerai natural, tanpa make up. Kulitnya terlihat glowing karena cahaya lampu malam.

Kaelric menelan ludah berkali-kali. Kalau tidak ingat bahwa gadis ini adalah anak sahabatnya sendiri, mungkin sedari tadi dia sudah melahapnya sampai habis (NB: memang makanan? Hehehe....).

"Dad.. Kok jadi bengong? Gimana, jadi gak? "

Akhirnya...

"Ya, sini Veliora. Pijit Daddy sekarang. "

Veliora meletakkan tangannya di bahu Kaelric. Bulu kuduk Kaelric meremang karena sentuhan Veliora. Bahkan, Bulu-bulu yang lain pun ikut berdiri tegak karena sentuhan itu.

Anjiiiir... Begini amat disentuh gadis cantik!. Kata batin Kaelric.

Wah, harus sampai kapan aku menahan godaan seperti ini?. Hati Kaelric berteriak histeris.

Pelan-pelan tangan Veliora bergerak di atas bahu Kaelric. Tak ayal, Kaelric pun memejamkan mata. Sambil menahan sesuatu.

Napasnya serasa berhenti.

"Aah.. Enak, Veliora. "

"Kamu rupanya pandai memijit ! "

"Papi, Dad. Dulu Papi suka sekali dipijit. Menurut aku, karena Daddy sebagai pengganti Papi, ya aku harus kasih Daddy servis kayak Papi juga. Daddy pasti juga capek. Ya kan? "

"Nanti, biar aku dapat uang saku banyak dari Daddy. "

Ucap Veliora dengan polosnya. Kaelric tersenyum mendengarnya.

"Oh, kamu mau uang saku dariku? "

"Emang boleh?? "

"Mmm... Pijit aja dulu, Veli! "

"Oke...! "

Tapi, makin lama sentuhan Veliora semakin membuat Kaelric tak dapat menahan gejolak hatinya.

Apalagi, dengan suara Veliora yang berbisik manja padanya. Ditambah pula lampu yang menyala redup. Suasana remang-remang. Membuat hasrat Kaelric bergejolak.

Belum lagi bau parfum yang dipakai Veliora.

Membuat jantung Kaelric berdegup kencang.

Kaelric, akhirnya meraih tangan Veliora.

Ditariknya Veliora ke pangkuan. Kebetulan, semua penghuni mansion sudah tertidur lelap, karena aktivitas seharian.

Tersentak Veliora.

"Dad...! "

Lagi, Veliora berbisik nyaris tak terdengar.

"Dad, apakah ini yang ketiga kalinya?. Aku bingung, Daddy! "

"Bingung?. Apa yang membuat kamu jadi bingung? "

"Ini akan menjadi kenyataan atau aku hanya mimpi belaka? "

Mereka saling berpandangan. Tatapan mata mereka sudah tak dapat dibohongi.

"Dad, Daddy mau aku pijit dimana?. Disini atau di kamar Daddy aja? "

Tanya Veliora tiba-tiba.

Shit! . Gadis ini bikin aku frustasi saja. Kata Kaelric dalam hati.

"Come on, Daddy. Just tell me! "

Kaelric mendesah. Lalu digendongnya Veliora ala bridal maid. Dibawanya gadis itu ke kamar pribadinya.

Sembari berbisik pelan.

"Kita ke kamar Daddy aja, baby! "

"Bagaimana?. Kamu suka aku panggil baby? "

Veliora hanya mengangguk. Sambil memejamkan mata. Hal itu membuat Kaelric tak dapat menunda lagi keinginannya. Yaitu, melahap gadis itu.

Pelan, dia letakkan Veliora di ranjang king size. Kemudian, Kaelric  menjatuhkan diri perlahan di atas tubuh gadis itu. Sangat pelan, Veliora masih memejamkan matanya.

Dia seolah berharap dan ingin sesuatu terjadi antara mereka malam ini.

"Tiga kali, Daddy. Mampukah Daddy menghentakkan diri, diatas tubuhku? "

Veliora berkata setengah berbisik ke telinga Kaelric.

Malam ini, adalah puncak rasa penasaran di antara mereka berdua.

"Jadi, kamu menantang ku? "

Veliora diam. Dia masih memejamkan mata. Berharap, Kaelric segera membawa dirinya terbang jauh ke awan.

Tangan Kaelric pun tak sabar lagi. Segera dia eksekusi gadis di bawah tubuhnya. Dengan posisi kaki mengungkung si gadis. Tangannya menyentuh bibir lalu turun ke kancing baju Veliora. Gadis itu tak mengenakan bra. Jadi, dengan mudah jari-jari Kaelric bergerak di sana.

Veliora menahan diri agar tidak mendesah. Kemudian, tangan Kaelric bergerak turun. Di area sensitif Veliora. Dia meraba bulu halus di bawah. Kemudian, turun lagi. Hingga menemukan satu titik kenikmatan.

Dia pun mencium bibir Veliora, agar Veliora tidak  mengeluarkan suara. Lidah Kaelric bertemu dengan lidah Veliora. Mereka saling bertukar saliva. Veliora mendesah panjang.

Kaelric bangun sebentar, dilepaskan celananya. Dibukanya kaki Veliora agak lebar.

Veliora ternganga mendapati benda panjang dan tumpul di bagian bawah Kaelric. Nyaris tegak berdiri.

"Aaah, Dad. Panjang banget! " Kata Veliora.

"Kamu pasti akan suka dengan benda ini, Veli. Dan akan ketagihan kalau sudah tahu rasanya."

"Mmm.. Benarkah? "

Kaelric pun jatuh diatas tubuh Veliora. Akhirnya.. Benda tumpul itu dia masukkan ke area inti milik Veliora. Lalu bergerak naik dan turun. Yang tadi ritmenya perlahan, akhirnya ditambah.

Kedua tangan Veliora bergetar mencari pegangan. Hingga akhirnya memeluk punggung Kaelric. Dan menciptakan guratan indah di punggung pria itu.

Veliora berteriak... Karena sensasi yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan.

Dah... Stopp! Nanti keenakan. Bikin gerah... Wkwkwk...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!