Perjodohan membuat kehidupan seorang gadis berumur 18 tahun, berubah 180 derajat.
Alfani Putri, gadis yang baru saja ditinggalkan oleh sang ibu untuk selama-lamanya itu, harus menerima kenyataan dalam hidupnya bahwa ia harus menikah dengan anak dari sahabat ibunya yang bahkan fani saja belum pernah mengenal ataupun melihat sosok lelaki yang akan dijodohkan olehnya.
lalu, bagaimana kehidupan fani setelah menikah dengan anak dari sahabat ibunya? apakah akan bahagia atau akan sebaliknya, disaat pernikahan baru akan dimulai fani harus menerima kenyataan bahwa sang suami ternyata sudah memiliki kekasih yang begitu cantik.
lalu, apakah sanggup gadis mudah itu menjalani hari-harinya dengan hadirnya orang ketiga dikehidupan rumah tangganya dengan sang suami?
orang ketiga? lalu siapakah disini orang ketiga! apakah fani yang notaben.nya adalah istri sah zeno.
atau salsa yang sebelumnya memang sudah hadir dikehidupan Zeno, Suami dari Fani.
siapakah disini yang pantas disebut orang ketiga?
Ikuti kisah mereka.
#ini hanyalah kisah antara dua hati diantara satu cinta yang saling bertautan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EviPTE123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Seusai Zeno dan Fani berbelanja kebutuhan dapur dan juga kebutuhan fani, sepasang suami istri itu kembali ke appartemennya.
Sebeneranya tadi fani ingin menolak semua apa saja yang dibelikan oleh zeno, pasalnya zeno membelikan begitu banyak baju, sepatu, tas dan juga alat make up. Sesungguhnya Fani tidak terlalu membutuhkan itu semua.
***
Fani membuatkan makan malam untuk sang suami, sedangkan zeno ia memilih untuk menonton acara diTv, sambil menunggu fani yang sedang menyelesaikaan acara memasaknya untuk malan malam mereka berdua.
Badan zeno memang berada diatas sofa duduk yang menghadap ke Tv, akan tetapi mata dan pikiran zeno melihat dan memikirkan fani.
Mata zeno fokus melihat kearah dapur untuk memperhatikan fani yang sedang mamasak, gadis itu begitu cekatan dan telaten saat sedang meracik masakannya, seperti tadi saat berbelanja fani begitu bahagia memilah memilih sayuran dan berbagai jenis bumbu untuk ia masukkan kedalam keranjang, padahal hanya sekedar berbelanja bahan sayuran tapi zeno melihat raut kebahagian disana, berbeda dengan salsa, wanita itu memang sering memasak untuk zeno, tapi hanya sekedar memasak masakan yang simple dan untuk pergi ke supermarket saja salsa tidak pernah, salsa selalu berbelanja bahan dapur dengan pesan dari aplikasi online, wanita itu tidak mau repot.
Zeno membanding-bandingkan salsa dengan fani
“ka makan malam sudah siap” ujar fani yang sudah berada disamping zeno, akan tetapi zeno tidak merespon ucapan fani dan hanya melihat fani dengan diam.
Fani yang tidak mendapatkan repson dari zeno, menyetuh pundak zeno dan mengguncangnya pelan.
“ka..”
“kaka..” ujar fani cukup keras
“Ehh…Hmmm..Kenapa” Tanya zeno yang kaget.
“kaka melamun?” Tanya fani
“Tidak.."
Fani menganggukkan kepala “itu makan malam sudah siap ayo kita ke meja makan” ujar fani
“oh iya ayo”
Zeno dan fani berjalan menuju meja makan, tepat saat sudah sampai dimeja makan zeno langsung duduk dikursi utama meja itu.
“Wahh.. sepertinya enak” ujar zeno dengan melihat menu masakan yang di hidangkan fani diatas meja makan.
Fani mengambil piring lalu menuangkan nasi kepiring itu “segini cukup” ujar fani dengan memperlihatkan piring yang sudah diisi dengan nasi satu sendok setengah.
“cukup” ujar zeno
Lalu, fani mengambilkan lauk pauk ke dalam piring zeno dan setelah selesai mengambil lauk pauk itu, fani memberikan piring itu ke hadapan zeno, dan jangan lupakan sendok dan garpunya, fani juga menuangkan segelas air putih kedalam gelas dan menaruknya disamping piring zeno.
Setelah usai melayani zeno dengan menyiapkan makanannya, fani duduk di samping sebelah kanan zeno sambil menunggu respon yang diberikan zeno terhadap masakannya itu.
Zeno yang melihat fani hanya menunggu dan melihat ia makan, itupun mengerti. Zeno tersenyum dan berkata “enak” sambil menyuapkan satu sendok nasi dan lauknya kedalam mulutnya.
Fani yang mendengar pujian dari zeno tersipu malu dan lega, pasalnya ia takut rasa makanan yang ia masak kurang pas dilidah suaminya itu. Akan tetapi untungnya zeno menyukai masakannya.
Fani pun ikut mengambil nasi serta lauk pauknya dan ikut makan disamping zeno dengan keheningan dan hanya suara dentingan sendok dan garpu yang menghinggapi suasana ruang makan itu.
***
Selesai makan malam zeno maupun fani kembali ke kamar masing-masing.
Fani yang akan mempersiapakan keperluannya untuk hari esok dengan memulai kembali kegaiatan sekolahnya.
Sedangkan zeno, lelaki tampan itu sudah berbaring diatas ranjang king sizenya dengan mata yang menatap keatas dinding kamarnya.
Zeno kembali tersenyum mengingat kejadian di meja makan tadi, dan membayangkan wajah manis fani yang sungguh sangat telaten melayaninya, padahal umur gadis itu masih sangat belia akan tetapi ia sungguh sudah tau bagaimana melayani dan memperlakukan seorang suami dengan tanda kutip seperti menyiapkan makanan.
Hingga kantuk pun menghinggapi zeno dan ia mulai tertidur dengan rasa bahagia yang menyelimuti hatinya.
TBC
cerita mu baguss😭😭