NovelToon NovelToon
Di Balik Senyum Anak Pertama

Di Balik Senyum Anak Pertama

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhikmatul Jannah

"Menjadi anak pertama berarti harus siap menjadi benteng, harus siap mengalah, dan harus terlihat kuat meski hati rapuh.

Di mata semua orang, Zhira adalah anak yang beruntung. Tapi siapa sangka, di balik senyumnya yang tulus, tersimpan luka mendalam karena perlakuan dingin sang Ibu dan rasa tidak dianggap di rumah sendiri.

Ini adalah kisah perjuangan seorang anak sulung untuk membuktikan dirinya berharga, meski harus berjalan sendirian meniti jalan yang penuh duri."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhikmatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cincin dan Janji Sehidup Semati

POV Zhira

Hari-hari setelah kunjungan ke rumah terasa seperti mimpi indah. Hubungan dengan keluarga kini jauh lebih baik. Ibu Zainal tidak lagi menuntut uang seenaknya, telepon pun isinya mulai berubah. Sekarang dia sering bertanya "Sudah makan belum?", "Hati-hati di jalan", atau sekadar cerita hal-hal kecil.

Rasa sakit di hati belum sepenuhnya hilang, bekas luka itu masih ada, tapi kini tertutup oleh rasa pengertian dan kebahagiaan yang baru. Aku belajar memaafkan, bukan karena mereka pantas, tapi karena aku ingin hatiku tenang.

Dan di tengah kebahagiaan itu, Arfan terus memperlakukan aku seperti seorang ratu. Dia tidak pernah lelah membuatku tersenyum, membuatku merasa aman, dan membuatku percaya bahwa masa depan akan indah.

Suatu hari, Arfan mengajakku pergi ke sebuah tempat yang sangat istimewa. Dia bilang ini reward buat aku yang sudah bekerja keras dan sudah kuat melewati segalanya.

Kami datang ke sebuah restoran mewah di lantai tertinggi sebuah gedung. Pemandangan kota dari atas sana sungguh memukau, lampu-lampu kota berkelap-kelip seperti bintang yang jatuh ke bumi.

"Wow... ini tempatnya mahal banget ya Fan? Kita beneran boleh makan di sini?" tanyaku tak percaya, sedikit gugup melihat interior yang sangat mewah dan tamu-tamu yang berpakaian elegan.

Arfan tertawa renyah, lalu menarik kursi untukku duduk. "Boleh dong Sayang. Kamu itu wanita hebat, kamu pantas dapat yang terbaik. Hari ini kita rayakan kebahagiaan kita ya."

Makan malam berjalan sangat romantis. Arfan sangat perhatian, dia menuangkan minuman, memotongkan daging steak, dan terus menatapku dengan mata yang penuh cinta.

Setelah hidangan penutup selesai, Arfan tiba-tiba menjadi lebih serius. Dia merapikan baju dan duduk lebih tegap menghadapku.

"Ra..."

"Iya, Fan?" hatiku mulai berdegup kencang, ada firasat indah yang mulai muncul.

"Selama ini kita jalan bareng, cerita bareng, nangis dan ketawa bareng. Aku lihat perjuangan kamu, aku lihat kebaikan kamu, dan aku jatuh cinta lebih dalam setiap harinya."

Arfan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna emas dari sakunya. Jantungku serasa berhenti berdetak. Dia membuka kotak itu perlahan.

Di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian yang tidak terlalu besar namun sangat cantik dan elegan. Cahayanya berkilau indah diterangi lampu restoran.

"Zhira Alvina..." Arfan menggenggam tanganku, suaranya terdengar sangat lembut namun tegas dan berwibawa.

"Aku nggak janjiin hidup yang selalu mulus tanpa masalah. Tapi aku janji, apapun badai yang datang, kita hadapin bareng-bareng. Aku janji akan selalu jadi pendengar terbaikmu, jadi pelindungmu, dan jadi suami yang bertanggung jawab. Aku janji akan selalu membuat kamu merasa berharga dan dicintai, selamanya."

Mataku sudah berkaca-kaca penuh air mata. Dunia di sekitarku seakan menghilang, yang terlihat hanya wajah tampan pria di depanku ini.

"Kamu mau nggak... jadi pendamping hidupku? Jadi istriku? Mau nggak melangkah ke depan bareng aku sampai tua nanti?" tanyanya dengan tatapan memohon yang sangat tulus.

Air mataku tak bisa lagi ditahan. Menetes deras membasahi pipi, tapi ini air mata bahagia yang paling meluap-luap yang pernah kurasakan seumur hidup.

Bertahun-tahun aku merasa tidak diinginkan, merasa tidak berharga, merasa tidak cukup baik. Dan hari ini, di tempat seindah ini, seorang pria sebaik Arfan memintaku untuk menjadi pendamping hidupnya.

"Iya... iya Fan!" jawabku terisak, mengangguk berkali-kali. "Aku mau! Aku mau banget jadi istri kamu! Makasih ya... makasih sudah memilih aku."

Arfan tersenyum lebar, senyum paling bahagia yang pernah kulihat. Dia mengambil cincin itu dan memakainya di jari manis tanganku dengan sangat hati-hati.

Cincin itu pas sekali. Dingin, berat, dan terasa sangat nyata.

"Terima kasih, Sayang. Mulai hari ini, kamu resmi calon istriku. Kita wujudkan mimpi-mimpi kita ya," bisiknya lalu menarikku ke dalam pelukannya. Di tengah restoran yang mewah itu, kami berpelukan hangat, merayakan janji suci yang baru saja terikat.

 

Malam itu, pulang ke kontrakanku, aku tidak bisa berhenti memandang jari tanganku. Cincin itu bersinar indah.

Aku mengambil ponsel, mengirim foto jari yang memakai cincin itu ke grup keluarga dan ke Bu Lestari serta Dinda.

Tidak butuh waktu lama, notifikasi balasan berdatangan.

Ayah Alvin: "Alhamdulillah, syukur ya Nak. Bahagia selalu ya. Ayah bangga." 😭❤️

Ibu Zainal: "Selamat ya Nak. Hati-hati menjaga hati suami. Ibu doakan kalian langgeng sampai surga." 🤲💍

Dinda: "YA ALLAH AKHIRNYA!!! CONGRATSSS BESTIE!!! 🎉💖😭 Gue nangis nih liatnya! Akhirnya bahagia!"

Bu Lestari: "Masya Allah Tabarakallah. Cantik sekali cincinnya. Ibu turut bahagia sekali Nak Zhira. Pantang menyerah pasti dapat yang terbaik. Sehat selalu ya calon pengantin." 👰✨

Membaca pesan-pesan itu, hatiku terasa sangat penuh dan hangat. Bahkan Ibu Zainal pun mengucapkan doa yang indah. Perubahan itu nyata. Mereka mulai melihatku sebagai wanita yang pantas bahagia, bukan lagi mesin uang atau pembantu di rumah.

"Lihat ini Tuhan... Hamba berhasil sampai di titik ini," bisikku sambil menatap langit malam dari jendela.

"Di balik senyum yang dulu sering menyembunyikan air mata, kini tersimpan senyum kebahagiaan yang sejati. Aku sudah dewasa, aku sudah kuat, dan aku siap melangkah ke babak baru kehidupan yang jauh lebih indah."

Malam itu aku tidur dengan memeluk lutut, tersenyum lebar, dan jari yang tak lepas dari pandangan. Masa depan terlihat begitu cerah dan menjanjikan.

POV End

 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Waduh, manis dan haru banget kan Bestie! 🥹💍 Cincinnya udah melingkar, siap buat persiapan pernikahan nih! Gimana Bab 23-nya? Bagus kan bahasanya? Lanjut Bab 24 lagi gas! Kita mau cerita persiapan nikah dan kejutan lainnya! 😍🔥📖

1
Mona
Bagus banget Thor, kalimat dan alurnya menarik dan membuat tertarik, keren 👍👍👍👍👍
Nurhikmatul Jannah
ya kak terimah kasih ya😍,iya kak nanti tak mampir
haniswity
ceritanya seruuu ,banyak banget plott twist nya suka banget ,walaupun pemula tapi cerita hebat banget 👋
Nurhikmatul Jannah: Terimah kasih sudah mampir
total 1 replies
haniswity
cerita nya bagus bangett,ngene banget banyak juga plot twist ny💪,semngat
Nurhikmatul Jannah: terimah kasih sudah mampir😍
total 1 replies
Nurhikmatul Jannah
bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!