NovelToon NovelToon
Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:61.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.

Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.


Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Betapa kagetnya Nadine ketika pria berseragam tiba-tiba berdiri di hadapannya. Yang lebih membuatnya bingung, pria yang profesinya sebagai satpam itu minta undangan. Namun, ketegangan itu tidak lama, karena Nadine merasa punya senjata untuk membuat satpam menyingkir.

"Bapak bekerja di Chandresh Grup belum lama ya, masa tidak kenal saya?" Nadine melempar pertanyaan. Jelas satpam itu tidak mengenalnya kerena berjaga di gedung dua.

"Maaf Non, saya hanya menjalankan tugas, tamu yang hadir di sini harus menujukkan undangan ketika masuk tadi," jawab satpam yang sudah memperhatikan gerak gerik Nadine saat masuk gedung tidak tanda tangan di meja penerima tamu. Nyelonong masuk dan membuat keributan dengan perawat kakek. Satpam itu tahu jika Kartini perawat tuan Chandresh karena ia menyambutnya saat keluarga bos turun dari kendaraan setengah jam yang lalu.

"Mari saya antar ke depan Non," satpam hendak menarik tangan Nadine, tapi wanita itu menjauh.

"Saya Nadine calon istri Arga, dia yang mengundang saya datang kesini. Jadi tidak perlu menunjukkan undangan," jawab Nadine bangga.

Satpam itu mengeryitkan dahi dalam hatinya bertanya. "Tuan Arga memilih calon istri model gini? Alah maaak... gue yang orang rendahan pun tidak tertarik."

"Bapak tidak percaya? Atau saya akan buktikan telepon Mas Arga sekarang juga?" Nadine tersenyum penuh kemenangan ketika satpam meninggalkan dirinya. Dia menoleh kanan kiri, ketika ingin duduk tidak ada kursi yang kosong. Jelas tidak ada karena kursinya di tempati Aknes.

"Sialan, perusahaan sebesar ini kenapa tidak menyiapkan kursi lebih sih!" monolog Nadine. Tidak mungkin ia minta sahabatnya untuk berdiri karena dia sendiri yang mengundang dan tidak konfirmasi dulu kepada Arga.

Sambil berdiri, Nadine mengetik pesan untuk Arga. "Mas, aku nggak kebagian kursi," tulisnya dengan emoji menangis. Namun, Nadine harus menerima kenyataan bahwa pesan yang ia kirim tidak Arga buka.

Jelas tidak dibuka, Nadine menatap calon suaminya yang sudah selesai memberi sambutan itu saat ini sedang berbicara kepada pria yang duduk di sebelahnya.

"Nes, geser dong, gue nggak dapat kursi nih," ucapnya dengan raut wajah cemberut.

Aknes yang tengah asik main handphone baru sadar jika sahabatnya berdiri. "Sini, kita duduk berdua," Aknes menggeser bokongnya.

Nadine terpaksa duduk tentu saja hanya separuh bokongnya yang nempel di kursi. Ia merasa marah, kesal dan kecewa, kenapa Arga seolah tidak peduli kepadanya.

Nadine akhirnya menatap ke panggung, acara makan malam belum juga dimulai padahal ia ingin segera bertemu Arga. Terpaksa menyaksikan acara demi acara. Termasuk potong tumpeng akan segera dilakukan. Dua orang pria tengah menggotong tumpeng tersebut meletakkan di atas meja yang sudah tersedia.

"Kami silakan keluarga besar Tuan Chandresh agar naik ke atas panggung," panggil MC, pandangannya tertuju ke arah keluarga Chandresh.

Keluarga Chandresh semua berdiri menunggu kakek berjalan terlebih dahulu.Tampak Kartini mendorong kursi roda kakek menuju panggung diikuti dua keluarga.

Panitia segera mengatur posisi agar keluarga besar Chandresh berdiri berjajar. Arga bersama ayah Ibunya berdiri di sebelah kanan Kartini, kakek di tengah-tengah. Sementara sebelah kiri kakek, Kenzo, Kakak perempuannya, dan juga mama papanya.

MC memberikan mikrofon kepada kakek agar memimpin doa sebelum Arga memotong tumpeng.

Arga ambil centong dan piring kecil yang sudah disediakan kemudian memotong pucuk tumpeng.

Hampir semua mata tertuju kepadanya dan ingin tahu potongan tumpeng tersebut akan diberikan kepada siapa.

Nadine yang awalnya uring-uringan pun tiba-tiba tersenyum lebar. "Pasti potongan tumpeng itu Arga berikan ke gue, Nes," ucapnya penuh harap.

Aknes hanya mengangguk tipis berharap mimpi Nadine akan terkabul. Walau di hati Aknes berkata tidak mungkin. Nadine sendiri yang bercerita kepadanya bahwa Arga mengizinkan hadir ke acara ini dengan satu syarat, pura-pura sudah tidak ada hubungan. Hingga akhirnya apa yang terjadi di atas panggung.

"Awalnya saya akan memberikan potongan tumpeng ini kepada kakek, tapi rupanya kakek hendak memberikan kepada orang yang paling berjasa dalam hidupnya," Arga melirik sekilas ke arah Kartini di sebelah kakek, tapi Kartini tidak menyadari.

"Orang paling berjasa?" Tanya Nadine kesal, begitu yakin potongan tumpeng bukan untuknya.

"Yakni cucu terakhir yang paling beliau sayangi," lanjut Arga.

Suasana menjadi hening dan saling pandang, termasuk Kenzo dan kakaknya. Selama ini mereka tahu cucu kesayangan Kakek adalah Arga sendiri.

 Dan para hadirin tercengang karena Kartini yang beruntung menerima potongan tumpeng tersebut. Wanita gemuk perawat kakek yang tidak mereka lirik selama di atas panggung kini menjadi pusat perhatian.

Kartini pun kaget, ia tidak segera menerima potongan tumpeng di piring kecil itu, justru mendongak menatap Arga.

"Ayo terima," ucap Arga.

Dengan tangan gemetar Kartini ambil tumpeng tersebut. Tidak menyangka ia akan menerima simbol perayaan kesuksesan perusahaan.

Selanjutnya diadakan sesi foto keluarga Chandresh. Nadine yang menyaksikan itu ingin rasanya berada di tengah-tengah mereka tapi mana mungkin?

Acara potong tumpeng selesai, dilanjutkan makan malam. Masing-masing ikut antri prasmanan. Hanya tinggal Kartini kakek dan Arga yang masih duduk.

"Kalian makan sana, biar kakek sendiri saja di sini," ucap Kakek.

"Baik Kek, tapi aku ambil makanan untuk kakek dulu ya," ucapnya segera menuju prasmanan tanpa menunggu jawaban kakek.

Kartini ambil piring hendak memilih makanan yang tidak mengandung banyak minyak dan tidak menyebabkan tensi naik.

"Heh! Sekarang loe sedang di awang-awang karena berada di tengah-tengah keluarga calon laki gue! Tapi tunggu lima bulan lagi. Loe akan segera angkat kaki dari rumah itu!" bisik Nadine. Ekspresi wajahnya diselimuti marah, benci, dan kecewa. Betapa tidak? Sudah di acara inti makan-makan pun Arga tidak menemuinya. Hatinya terasa gelap lalu menginjak kaki kiri Kartini dengan sekuat tenaga.

Tidak sulit bagi Kartini menarik kakinya cepat hingga membuat Nadine jatuh terduduk.

"Aagghhh..." Nadine berteriak hingga semua mata tertuju kepadanya. Arga yang hanya melihat kejadian itu dari jauh terpaksa mendekat.

"Mas... hiks hiks hiks, aku didorong si gendut!" Kartini menangis.

...~Bersambung`...

1
Ayu
anjing menggonggong
Lia siti marlia
akhirnya unboxing juga selamat yah arga tini OTW arga sama tini junior yahhh😍🤭🤭
Riska Baelah
otw junior arga klu gak mbul nih🤣😄🤣😄🤣🤭
Cah Dangsambuh
ya allah bu ternyata namamu mang pas priharin kalau orang lain pake nama itu pantas tapi mbok teguh itu otaknya yang lagi prihatin
Cah Dangsambuh
aduuuuuh tu pasti mboknya twguh nyari gara gara
Cah Dangsambuh
wkwkwk di tinggal tidur awas tar ngorok lagi
Dartihuti
Ih ...Tini paling,isengnya ttp aja Arga udah nyenut" lo...malah di isengi🤭🤭
Lia siti marlia
hadeh meskipun udah sewa vila masih aja gagal buat MP nya yah arga 🤭🤭 sabar yar belum waktunya unboxing 🤣🤣🤣
🌷💚SITI.R💚🌷
wah tini kamu kurang oaka sm kemauan suami jamu..jangan di tarik ulur lah tini tar dia putus asa 🤣🤣🤣😂😂😂😂
Rina
Aduh bu Prihatin kalo takut ketahuan jangan lakukan dong 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Blu Lovfres
🤣🤣🤣
Eka ELissa
udah malu perihatin pula...🤣🤣🤭udh kmrin di kasih uang sgpok ma mbul msih aj mulut lemez nya tu jual fitnah ke mana 2...🤣🤣🤭🤦🤦🤦
Suci Dava
perasaan baru baca kok sdh habis 🤭 crazy up donk thor 🙏
Lia siti marlia
lah lah malu sendirikan bu prihatin 🤭🤭 makanya jadi orang yang pinter dong
muhammad ihsan
👍👍👍👍
🌷💚SITI.R💚🌷
knp takut bu bilngin aja sm teguh klu tini abis di labrak krn bawa orang asing
Rarik Srihastuty
jgn2 itu emaknya si teguh 🤔
Rina
Itu pasti ibunya Teguh yang datang , hadeeehhh cari perkara aja kamu tuh bu , ntar malu sendiri loh 🫢🫢🫢
Eka ELissa
ini pasti emk nya teguh....😡😡😡sok tau bgt....🤦🤦🤦itu suami istri tau...
Lia siti marlia
yang sabarrr yah ayang arga masih ada malam malam selanjutnya 🤭🤭🤭duh siapa lagi yang bilang kartini kumpul kebo 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!