Ning Moza yang mendapatkan biasiswa sampai ke jenjang atas dan semuanya terasa tiba tiba ketika Gus Alvaro hadir mengkhitbahnya dan menghalalkan dalam ikatan sakral. Dan masalah seketika menjadi ombak dalam iktan sakral, dengan hadir nya masa lalu keduanya. Gus Alvaro dan Ning Moza.
Bagaimanakah kisah tentang Ning Moza dan Gus Alvaro?!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 dan 33
Gus Varo Pov
"Mas Alvaro" panggilnya seseorang dari belakang, aku tahu jelas itu suara siapa. Silla. Ya, Silla putra Om Adit
Seketika ku genggam tangan ning Moza dengan erat, Ning Moza menatapku dengan raut bingungnya. Namun seketika Ning Moza langsung paham maksudku
"Mas Alvaro" panggilnya lagi, karena tadi aku pura-pura tidak dengar
"Eh.waalaikumsalam" kataku
"Eh iya maap, lupa. Assalamu'alaikum "kata Silla dengan senyumnya yang lebar dengan mengulurkan tanganya ke depanku.
"Maaf Silla, "kata ku dengan menagkupkan kedua tanganku kedepan dengan tanganku yang masih setia menggenggam tangan Ning Moza
"Eh, maaf maaf. Masih sama kaya yang dulu ya kamu"kata Silla tersenyum menatap ku lalu menatap Ning Moza dengan tidak suka
"Ada apa Silla?" tanyaku
"Nggak ada apa-apa sih. oh ya, kamu baru dateng?" tanya Silla
"Dari tadi" jawabku
"Oh yaaa? Kenapa nggak bilang sihh kamuuu. Tau gitu kan aku langsung temenin kamu" hebohnya Silla membuat ku merasa risih
"Sayang, kamu laper?" tanyaku pada Ning Moza
"Mboten Yang" jawabnya Ning Moza membuat ku tertegun, karena baru pertama kali nya Ning Moza menggunakan kata "Yang".
"Beneran?" tanyaku lagi, Ning Moza hanya menganggukan kepalanya
"Oh ya Silla, ini istri saya. " kataku dengan memperkenalkan Ning Moza pada Silla
"Hai.moza" kata Ning Moza dengan memperkenalkan diri
"Silla" jutek nya Silla
"lagian dah tau"katanya dengan tak suka
"Saya kira belum tahu, soalnya waktu pernikahan saya, kamu nggak di Indonesia. Ya sudah kalo gitu saya langsung pulang dulu"
"Loh kan baru ketemu, masak main langsung pulang aja sihh?. Ngobrol dulu dong" kata Silla dengan menarik lenganku
Dengan cepat ku tangkis tangan Silla sebelum tambah berulah yang aneh aneh
"Maaf.kami harus pulang sekarang. Karena ada kepentingan yang harus kami urus. Assalamu'alaikum" pamit ku lalu dengan cepat segera ku bawa Ning Moza masuk mobil
*****
Sampainya didalam mobil ku tetap Ning Moza yang hanya diam.
"Sayang, kamu marah?" tanyaku pada Ning Moza
"Enggak"
"Beneran marah ya?" tanyaku lagi
"Enggak.ngapain aku marah?" kata Ning Moza dengan mengalihkan pandangan nya ke luar
"Kelihatan Yang"kataku
"Apanya yang kelihatan?" kata Ning Moza dengan menatap ku jengkel
"Kalo lagi marah"
"Nggak.perasaan njenengan mawon niku" kata Ning Moza
"Cemburu boleh yang, kan sampun halal Beda kalo belum halal" kataku
"Apa bedanya?"
"kalau sudah halal itu wajar jika cemburu namun jika belum halal kita belum berhak untuk cemburu. Kan belum tentu milik kita "kataku dengan tersenyum
"Njihh terserah e njenengan. "
"Lah ko malah gitu loh yang?"
"Ya makanya njenengan diam, aku ngantuk mau tidur"
"Yang, ih ko malah tidur."
"Ngantukk"
"Ya sudah ya sudah njenengan tidur "
"Nggak ko. Bercanda" kata Ning Moza dengan tertawa. Aku pura-pura diem tak menggubris Ning Moza yang tertawa
"Ih ngambek? Lah ko jadi Mas Varo yang ngambek sihh?. Tau ih"
"Nggak yang. Mana mungkin bisa kulo?"
"Beneran ih"
"Iya Sayang"
...---------------------...
Ning Moza Pov
"Assalamualaikum Abi Ummah" ucapku saat kuhampiri Abi dan Umah yang sedang duduk di ruang tamu
"Waalaikumsalam duduk sini nduk "balas Abi sama Ummah ramah
"Njihh Bi, Mah "kataku dengan duduk di samping Ummah
"Gimana kabarnya di Semarang? "Tanya Abi
"Alhamdulillah Sae Abi, pripun kabarnya Abi sama Ummah? "Tanyaku
"Alhamdulillah sehat kamu tahu Ummah itu paling takut kalau Alvaro itu suka manja sama kamu soalnya kalau sama Ummah itu manjanya wes lah Masya Allah "kata Ummah
"Maksude pripun Ummah?"
"loh berarti belum pernah manja ke kamu?
"aku hanya menggeleng tidak mengerti apa yang di maksud Ummah
"Kalau makan itu minta disuapin, Terus kalau mau tidur minta drusap usap kepalanya apalagi kalo sedang sakit. Pool nya sampean ojo kaget ya? Sama manjannya Alvaro. Ummah yakın kamu yang terbaik buat Alvaro sayang" kata Ummah
"Yang bener saja Mas Varo seperti itu?" bayinku dalam hati
"Njihh Ummah. Tapi Ummah beneran Mas Varo manja banget?"
"Kalo sama Ummah begitu, ndak tau kalo sama kamu nantinya malah manjanya banget, Ummah juga nggak ikut ikutan ya"godanya Ummah
"Apalagi kalo kamu nanti sudah punya momongan, biasanya gitu ndukk"kata Abi
"Serem juga ya Bi?" kataku
"Ndak ada yang serem kalo kamu ikhlas ndukk. Karena sesuatu yang di dasari dengan ikhlas itu pasti menjadi lebih mudah" nasihat nya Abi
"Njihh Bi. Leres "setujuku
"jadi kamu harus menjadi seorang istri yang sabar, dan ikhlas. Tidak hanya pintar memasak saja tapi juga luwes dalam kesabaran dan keikhlasan nduk tuturnya Abi
"Njihh Bi. InsyaAllah moza akan berusaha"
"Berusaha apa Yang?" tiba-tiba Mas Varo sudah duduk disampingku
"Ngakk kok" kataku
"Lagi ngomongin apa sih Mah? Ko Alvaro nggak di ajak loh" ujar nya Mas Varo
"Sudah sudah. Ndak ngomongin apa apa" kata Abi
*****
"Sayang" panggilnya Mas Varo
"Dalem"
"Kamu tahu nggak seorang filsuf Yunani yang bernama Plato?"
"Mboten"
"Beneran?"
"Nggih.memang nya kenapa?
"Jadi beliau itu adalah salah satu seorang filsuf dari Yunani berbicara tentang kekuatan yang sangat besar yang ada dalam pikiran manusia. Di jelaskan pula oleh beliau bahwa realisas atau keadaan di ciptakan oleh pikiran kita sendiri dan kita juga bisa mengubah keadaan kita dengan cara mengubah pemikiran kita yang ada di pikiran kita sendiri jelas nya Mas Varo
"maksudnya keadaan kita akan berubah ketika pemikiran kita terlintas sebuah ide atau pikiran untuk berubah gitu?"
"Ya.tapi bukan hanya lewat pikiran saja. Akan sama saja ketika kita tidak mempunyai usaha sama sekali. Jadi harus ada usaha nya juga"
"Terus?"
"Jadi pikiran kita itu adalah pelopor atau atau pemimpin dari segala hal atau tindakan kamu dan yang menguasai pikiran adalah diri kamu sendiri jika kamu berfikir hal-hal yang positif maka hidup ini akan positif begitu pula dengan sebaliknya "
"Dan jika kamu percaya kamu bisa mencintai seseorang maka kamu juga bisa mencintai seseorang itu dan ketika kamu percaya kamu bisa menerima kehadiran seseorang kamu juga pasti bisa menerima kehadirannya karena berpikir positif dan selalu mencoba itu sangat bagus" jelasnya Mas warung panjang lebar
Aku tahu maksudnya ujung-ujungnya Mas varo akan membawa hubungan kami masih
"Njenengan Percaya nggak dengan ungkapan ini?" Tanyaku dengan menatap senja yang akan menyapa langit
"Ungkapan apa?"
"Between a dream and reality Only Time that separates, antara impian dan kenyataan hanya dipisahkan oleh waktu Apakah Mas percaya ?"
"ya of course" jawabnya sangat tegas
why?"
Ya karena impian dan kenyataan itu hanya beda sedikit hampir sama kamu tahu impian itu sebuah mimpi-mimpi atau cita-cita jika kamu berusaha terus untuk mencapai impian Itu impian itu akan menjadi kenyataan maka cepat atau lambat impian kita akan terwujud Bukankah itu sebuah realistis terwujud atau tidaknya itu hanya masalah waktu dan usaha kita Bukankah seperti itu? "Ujarnya
"ya karena impian dan kenyataan itu salah satu dari dari keberhasilan kalau kita berfikir impianku harus menjadi kenyataan maka diri kita juga tahu bahwa kita harus selalu berusaha "jawabku dia tersenyum ke arahku.
aku hanya menatapnya
"Tapi kamu punya impian untuk menerima kenyataan ini nggak ?"tanyanya membuatku menatapnya ia tersenyum Kenapa tersenyum apa tidak ada ekspresi untuk menggantikan senyumnya
"Aku butuh waktu "kataku,lalu ku tinggalkan Mas Varo sendiri di balkon aku selalu mengerti kemana arah pembicaraan itu Kenapa Mas harus selalu menyudutkan diriku tak akan akan diriku yang tidak pernah berjuang untuk menerima kenyataan ini
*****
Mas Varo nggak ada keinginan untuk kembali ke Semarang?"tanya ku
Kami sedang duduk santai di balkon, Mas Varo menatapku sekilas
"Ada Yang. Tapi nunggu dulu ya soalnya ada keperluan yang harus Mas urus" katanya yang masih fokus dengan laptopnya
"Kita udah sepakat kan Mas? Kalo satu bulan di Jakarta?"
"Njihh Yang. Mas nggak lupa"
"Ya terus kapan? 2 hari lagi kan dah mau ganti bulan Mas ih"
"Iya bentaran Yang, nunggu ini selesai dulu ya? Mungkin telat 2 atau 3 harian"
"Emang nggak bisa dibawa ke Semarang?"
"Kan sekalian Sayang. Soalnya data2 nya ada di Jakarta semua"
"Ya udah, tapi janji ya Mas?"
"Iya Sayang"
*****