Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.
Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.
Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.
Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.
Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23.
Kampus yang didaftarkan Jack padanya, ternyata kampus dimana adik perempuan Williams kuliah.
Saat ini di dalam kelasnya, adik perempuan Williams bersama dua mahasiswi lainnya, tengah memandangnya dengan tatapan dingin.
"Ternyata kamu perempuan yang ceritakan kak Vera! perempuan perebut kak Jack dari kak Adriana! cih, kamu terlihat biasa saja! tidak sebanding dengan kak Adriana yang cantik dan berkelas!!" cibir adik Williams memandang penampilan Esther dari atas kepala sampai bawah kaki.
"Siapanya kak Vera dia, Melda?" tanya temannya.
"Teman yang mengkhianati kakak iparku, teman penipu yang melakukan segala cara, untuk mendapatkan apa yang diinginkannya! bahkan menjebak kak Jack dengan obat bius, agar dapat naik ke tempat tidur kakak Jack!!"
"Ohhh, ternyata seperti begitu!!"
"Banyak memang gadis tidak tahu malu, dengan mengandalkan sedikit kecantikan yang dimilikinya, dia bisa melakukan segala cara agar naik ke puncak!!"
Mendengar nada ketus tiga perempuan dalam kelasnya itu, Esther tetap bersikap tenang, tidak terprovokasi mendengar perkataan mereka mencibirnya.
"Dia tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan nya! cinta kak Jack pada kak Adriana tidak akan terpisahkan! mereka sudah saling mengenal sejak kecil, dan sudah saling berjanji sebelum kak Jack mendapat kecelakaan!!"
Esther tetap terlihat tenang mendengar apa yang dikatakan Melda, karena sebelumnya ia sudah menebak, kalau Jack pasti telah memiliki seseorang yang ia sukai.
"Menurutku juga melihat penampilannya, tidak mungkin kakak sepupumu menyukai gadis desa sepertinya!!"
"Kak Jack terpaksa menikahinya, hanya karena anak dalam perutnya saja! kalau tidak, kak Jack tidak sudi!!"
Ke dua teman Melda terkekeh lucu mendengar apa yang dikatakan Melda.
Esther tetap masih terlihat begitu tenang, karena ia juga telah memikirkan sebelumnya tentang apa, yang baru saja dikatakan adik ipar Vera itu.
Dan ia juga telah menebak, suatu saat ia akan pergi meninggalkan kediaman Sebastian.
"Perempuan desa sepertimu seharusnya sadar diri, sebelum pemilik aslinya datang, kamu itu seharusnya segera angkat kaki, sebelum diusir dengan cara yang memalukan!!"
Melda menaikkan sedikit nada suaranya, agar mahasiswi lainnya mendengar apa yang ia katakan.
Mahasiswi lainnya datang merapat, ingin mengetahui apa yang terjadi.
Mereka berbisik saling bertanya, merasa penasaran dengan perkataan Melda, yang tengah memandang sinis ke arah Esther.
"Haahh.. !" Melda menarik nafas panjang, sebelum ia kembali mencibir Esther, "Dan sepertinya bayi yang ia lahirkan itu, bukan benih kakak sepupuku! karena dia banyak dekat dengan lelaki!!"
"Hah?!!"
"Dasar perempuan murahan!!"
"Seharusnya pihak kampus tidak boleh menerima siswi dengan sembarangan!!"
"Iya! seharusnya diselidiki terlebih dahulu latar belakangnya, baru diterima!!"
"Ini namanya mencoreng nama baik kampus kita!!"
Kata-kata sarkas dari mahasiswi dan Mahasiswa yang merapat, terdengar riuh menunjuk Esther dengan pandangan tidak suka.
Esther yang hanyalah mahasiswi baru di kampus itu, tentu saja mendengarkan semua perkataan Melda.
Dengan sebisa mungkin Esther pun mencoba membela dirinya.
"Aku belum menganal siapa kamu! tapi kamu sudah begitu berani menjelekkan namaku! kakak iparmu yang bernama Vera itu, memang benar dia temanku! tapi kamu tidak bisa menuduhku begitu saja, hanya dengan mendengarkan apa yang dikatakan kakak iparmu itu!!!"
Semua terdiam mendengarkan apa yang dikatakan Esther, yang diam-diam membenarkan perkataan Esther.
Dan perlahan salah satu dari mereka buka suara, "Iya! benar! kalau memang ada buktinya, baru kamu bisa menuduhnya!!"
"Bukti? baiklah! lihat!!"
Melda memperlihatkan dalam ponselnya sebuah foto.
Foto Esther di ruang VIP club malam duduk di sofa, dan seorang pria tua berperut buncit duduk dekat pada Esther.
"Lihat baik-baik! ini buktinya! dia ini perempuan murahan! bagaimana?! apa kalian sekarang percaya?!!"
Semua terdiam melihat foto tersebut, dan mata mereka seketika memperlihatkan mencemooh pada Esther.
Esther tidak percaya melihat foto tersebut.
Vera ternyata diam-diam mengambil fotonya pada malam itu.
Ia yang begitu polos menuruti Vera datang ke club malam itu, dan membiarkan Vera mendandaninya dengan berpakaian seperti wanita murahan.
Siapa pun melihat fotonya itu, pasti akan berpikiran dia memang gadis murahan, yang mudahnya tidur dengan sembarang lelaki.
"Foto itu tidak seperti apa yang kalian pikirkan! aku dijebak Vera malam itu!!"
Esther pun bangkit berdiri dari duduknya, dengan nada lantang mencoba menjelaskan tentang foto yang diperlihatkan Melda.
"Kamu masih saja mencoba berdalih! dasar jalang! sebaiknya kamu tinggalkan kak Jack, sebelum aku memberikan foto ini untuk dilihat kak Jack!!!" kata Melda dengan rasa penuh benci.
"Iya! benar! sebaiknya kamu jangan kuliah di kampus kami! cepat sana angkat kaki!!"
"Dasar murahan!!"
"Enyah sana!!!"
Semua menjadi ricuh, dan mulai melempar Esther dengan makanan yang mereka pegang.
Esther merasakan tubuhnya sakit, saat botol minuman mineral di lemparkan padanya.
"Hentikan!!"
Tiba-tiba seorang mahasiswa berseru lantang, dan seketika mereka pun menghentikan apa yang mereka lakukan pada Esther.
Raut wajah Melda terlihat kaget melihat mahasiswa itu, dan ia dengan cepat merubah wajahnya terlihat ramah.
"Siapa yang mengajari kalian berbuat kasar seperti ini pada mahasiswi baru?! sungguh keterlaluan!!!"
Mahasiswa itu berdiri di hadapan Esther, dan bersiap melindungi Esther.
Mahasiswa berprestasi, yang sangat disegani di kampus tersebut, menjabat sebagai Asisten Dosen.
Asdos yang diam-diam dikagumi Melda, dan menyukainya sejak satu tahun yang lalu.
Melda diam-diam mengepalkan tangannya erat, melihat Esther dengan tatapan semakin tidak suka pada Esther.
"Asdos Michael, dia memiliki latar belakang tidak baik! dia tidak pantas kuliah di kampus kita!!" jawab salah satu mahasiswi.
"Dari mana kamu bisa mengatakan, kalau dia memiliki latar belakang yang tidak baik! apa kamu sudah mengenalnya sebelumnya?!" tanya Asdos Michael dengan lantang.
Mahasiswi yang ditanya tidak dapat menjawab, tapi ia seketika teringat dengan bukti yang diperlihatkan Melda.
"Oh! itu, Melda punya buktinya! dia punya foto perempuan itu dengan seorang lelaki mesum di club malam!!"
"Iya, benar! cepat Melda, tunjukkan pada Asdos! kalau perempuan itu memang perempuan liar!!"
Melda menggenggam ponselnya erat, lalu tanpa ragu memperlihatkannya kepada Asdos Michael.
Dengan wajah datar, dan tidak begitu berminat Asdos Michael menerima ponsel Melda.
Ia hanya melihat sekilas saja foto itu, lalu memberikannya kembali kepada Melda, tanpa menunjukkan adanya perubahan pada raut wajahnya.
"Jangan hanya karena foto ini, kamu langsung menuduhnya begitu saja! jangan bermain-main dengan status orang, hanya dengan satu bukti yang belum tentu benar!!"
Melda merasa shock mendengar jawaban Asdos Michael, setelah melihat foto tersebut.
Orang lain langsung percaya sekali melihat saja, tapi Asdos Michael tidak sama sekali.
Melda merasa Esther memiliki pemanis, yang membuat seseorang terpikat padanya, seperti kakak sepupunya Jack.
Ia melirik Esther dengan perasaan yang semakin tidak suka pada Esther.
"Bubar! bubar! jangan membuat keributan di kelas! kalian tidak memberi contoh yang baik pada mahasiswi baru!!!"
Asdos Michael berseru lantang dengan aura memimpinnya.
"Dan jangan lupa! bersihkan semua kekacauan yang kalian buat ini!!!"
Mereka yang hendak melangkah pergi, mundur kembali untuk membersihkan kerusuhan yang mereka lakukan.
Bersambung.........
cari penyakit aja kamu.....😡
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭