NovelToon NovelToon
Istri Gendut Kesayangan

Istri Gendut Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Harem / Ruang Ajaib
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.

"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Lemari Ruang Penyimpanan

"Liya, apa benar kau ingin memutuskan kontrak?" Pidi juga masuk dan langsung bertanya. Wajahnya sedih.

"Bukannya yang mau putus kontrak itu kalian? Kenapa bertanya padaku, aku hanya mengabulkan keinginan kalian, agar tidak susah-susah menyakiti aku sampai mati!" Liya mengerutkan alisnya. Kenangan pemilik tubuh ini begitu, mereka sengaja mengabaikan agar pemilik tubuh mati sendiri, jadi mereka bisa bercerai, karena cerai ada di tangan betina, sementara pemilik tubuh tidak ingin bercerai sedikit pun.

"Itu mereka, bukan aku Liya!" Pidi berkata sambil mendekat, lalu menggesekkan kepalanya ditangan Liya. Lalu ekor harimaunya melilit kaki Liya hingga sampai betis. "Jangan usir aku." Memeluk erat tangan Liya.

"Baiklah, aku tidak mengusir kamu. Lepaskan dulu!" sahut Liya menatap kedua kakinya di lilit ekor rubah dan ekor harimau.

Wajah Pidi langsung berseri, melepaskan lilitan kaki Liya tapi melanjutkan ucapannya lagi. "Aku boleh menemani kamu tidur, Liya? Boleh, ya." Memasang wajah memelas.

Liya menatap tiga suaminya bergiliran. Bayu yang masih berdiri bodoh di sana, Pidi yang memelas, sementara Loki masih melilitkan ekornya di kaki Liya, tak mau lepas.

"Terserah kalian. Tidur di sana, sana dan sana!" Liya menunjuk setiap sudut kamarnya di dalam gua itu.

"Baik."

Awalnya mereka memang tidur di tempat yang di tunjuk Liya, tapi satu persatu mencuri celah dan diam-diam mendekati Liya yang tertidur. Yang jelas, saat Liya bangun, semua tubuhnya terasa pegal. Tiga suami sudah naik ke atas ranjangnya, saling menempel padanya. Memegang kaki dan memegang tangan.

"Astaga! Apa yang kalian lakukan! Keluar sana!" Liya menendang tiga suaminya turun dari ranjang.

"Liya, ini hadiah untuk kamu. Hadiah bulan purnama merah. Sebentar lagi akan ada festival itu." Pidi menyerahkan sesuatu. Menatap Liya penuh harap

Liya menerimanya dan terkejut. "Ini? Ini inti jiwa kan?" Menatap Pidi tak percaya.

Di dunia hewan ini, Liya menyadari dari ingatan pemilik tubuh, inti jiwa adalah lambang kesetiaan. Butuh kepercayaan sangat tinggi untuk memberikan hadiah ini pada pasangan kontrak Binye. Tak semua pasangan memberikan hadiah inti jiwa ini.

"Pidi? Kau yakin memberikan aku hadiah inti jiwa kamu kepada aku?" Liya bertanya.

"Ya, aku yakin. Aku memilih kamu. Aku percaya pada kamu Liya." Pidi menjawab tegas.

Deg! Jantung Liya berdebar. Seperti yang di ingat pemilik tubuh, Pidi pendiam, penurut dan tidak pernah berkata kasar. Sekarang, dia memberikan inti jiwanya. Benar-benar jantan yang baik.

Liya tersenyum, menerimanya dengan senang hati. Lalu mendekati Pidi dan berinjit. "Muah!" Tepat di pipi kanan Pidi. "Balasan hadiah," kata Liya.

Pipi Liya memerah, dia langsung kabur ke arah pohon mangga karena malu telah mencium Pidi. Pidi pun juga bersemu merah, hatinya berbunga-bunga.

Bayu mencolek bahu Liya yang duduk terengah di bawah pohon mangga. Di bawahnya itu sudah di buat tempat duduk santai oleh Pidi kemarin.

Liya menoleh, langsung di suguhkan inti jiwa oleh Bayu. Dan langsung diselipkan ke tangannya. "Hadiah festival bulan purnama merah," katanya.

Liya terbengong. Masih berpikir, bukankah tadi dia baru dapat dari Pidi, apakah Bayu juga ikut-ikutan. Ceroboh sekali, inti jiwa kok ikut-ikutan, ini berkait dengan nyawa sendiri. Kening Liya bahkan berkerut, tangan kanan memegang inti jiwa Pidi, tangan kiri memegang inti jiwa Bayu.

"Kedatangan aku terlambat ya." Bayu berdiri diam sejak tadi, bahkan setelah berkata, Liya tak menyahut. Sunyi total.

Wajah Bayu masam, detik demi detik menjadi menggelap. Dia pun akhirnya membalikkan badan dengan kesal, lalu pergi.

Empat suami Liya sekarang sering sekali menemuinya, memberikan hewan buruan dan membantu. Sekarang, Bayu dan Pidi baru saja selesai membantunya membuat kandang dan kolam yang tak jauh dari gua dan sumur.

Dia memasakkan makanan yang menggugah selera. Setelah terhidang, dia memanggil Pidi dan Bayu.

Pidi tersenyum cerah, sementara Bayu wajah di tekuk masam, tampak marah. Liya pun merasa tak nyaman.

Liya mengeluarkan kembali inti jiwa Bayu. "Kamu tak perlu ikut-ikutan memberikan aku inti jiwa. Jika gak memberikan aku hadiah, tidak apa-apa kok."

Krak! Sudut meja yang disentuh Bayu langsung retak lebar, menjalar hampir setengah meja makan.

"Kamu ini kenapa sih? Kok dari tadi marah-marah? Gak ikhlas ya bantuin aku!" Liya bingung dan ikutan kesal.

Pidi yang tahu dan paham, langsung menyahut. "Bayu tidak marah, bukan karena ikut-ikutan memberikan hadiah inti jiwa, tapi karena kamu menerima inti jiwa nya, kamu tidak memberikan balasan!"

"Heh?" Liya melongo. 'Jangan bilang Bayu juga mau aku cium?' pikir Liya dalam hati. Kemudian segera menggeleng sendiri, menepis pikiran itu. 'Tidak mungkin, Bayu itu jijik dengan aku, dia mau karena makanan, jadi apa ya balasannya? Sebaiknya makanan!' gumam Liya.

Liya segera ke dapur. Memasak menu baru, jemur goreng dan ayam bakar hutan madu.

"Balasan!" Liya tersenyum lebar. Menyuguhkan banyak makanan pada Bayu. Wajah Bayu bukannya senang, tapi semakin menggelap. Dia menerima makanan itu dan langsung pergi begitu saja tanpa kata.

Pidi merasa kasihan sekali pada Bayu. Sesama jantan, dia paham. Bukan balasan makanan yang diinginkan, tapi balasan lebih ke bentuk fisik. Karena inti jiwa artinya kesetiaan, selamanya selalu terikat kontrak, yang artinya membutuhkan kedekatan dan keintiman fisik lebih dari sekedar makan untuk mengenyangkan perut.

Abyysal tak pernah datang selama tiga hari ini, sepertinya sibuk sekali, hanya tiga suaminya yang selalu ribut. Ada saja yang mereka ributkan. Dan Liya pun tidak peduli. Seperti biasa, siapa yang bisa membantu, dia dapat jatah masakan Liya, sehingga ketiganya sibuk dan dapat tugas masing-masing.

Setelah Liya naik tingkat, dirinya bisa masuk ke dalam ruang penyimpanan. Ruang penyimpanan semakin luas setelah dia naik tingkat.

"Eh, apa ini?" Di dalam ruang penyimpanan ada ruangan besar sekali, itu milik Liya. Ruang elemen air, ruang elemen kayu dan tanah telah terbuka, bahkan ada lemarinya dengan kotak-kotak tersusun rapi seperti lemari perpustakaan. Ada banyak barang di sana, ada yang sudah terbuka, ada yang masih terkunci belum bisa di ambil.

Liya mengambil sesuatu dari lemari elemen tanah. "Eh, ini kan bibit tanaman?" Lalu meraih dari elemen air. "Akar? Akar apa ini?" Lalu dari elemen kayu terlihat sesuatu dalam botol kaca. Liya menciumnya. "Obat demam! Luar biasa, ruang penyimpanan sangat serbaguna!"

Liya berjalan kembali, banyak makanan yang dia simpan di dalam ruang, sudah tersimpan otomatis. Liya tersenyum senang. 'benar-benar hebat!'

Lalu, dia melihat ke-empat nama suaminya.

Pidi Baiqor, sudah level 14 puncak, memiliki elemen tanah dan elemen gerak, ada juga lemarinya, baru ada satu barang yang terbuka, selebihnya terkunci. Liya mengambil barang itu.

"Gelang dengan kepala harimau?" Sambil berkata, Liya melihat bahkan mengetuk dan menggigit gelang itu, memeriksa jenis bahannya. "Sepertinya dari emas putih! Baiklah, aku ambil saja."

Kemudian melihat lemari yang bertuliskan nama Bayu Mortis. Liya terkejut. "Wah?"

1
Musdalifa Ifa
semangat semangat dan semangat up Thor💪
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
semangat up nya lagi akak, di tunggu
Lestari Ami'ne Zia
🥰🥰🥰uupp yg bnyk thorrr..... pidi sudah suka liya dari kecillll
Shakila🪼
Ceritanya mirip dengan PF Ta-pon judul nya "Istri Gendut Yang Dibenci" disana sudah banyak cm beda nama-nama tokohnya aja semuanya mirip
Lestari Ami'ne Zia
kirain hari ini up😌
Musdalifa Ifa
penasaran lanjutannya 🤔
Lestari Ami'ne Zia
Alhamdulillah up up up💪💪💪💪
sasa adzka
🤣🤣🤣 belum tau aja jiwa liya yg sekarang agak bar bar😂😂😂 ayooo liya program diet🤭
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
jadi gak sabar nunggu perubahan Liya menjadi cantik lagi 😁
Lestari Ami'ne Zia
semoga up LG
Lestari Ami'ne Zia
hahaha.....dasar Loki akal bulusss
Lestari Ami'ne Zia
takoballahu minba wa mingkum thor Alhamdulillah up jg😍😍
Musdalifa Ifa
selamat hari raya idul Fitri juga Thor, mohon maaf lahir dan batin bila ada komentar ku yg menyinggung perasaan atau menyakiti hati author 🙏
Rozh: mohon maaf lahir dan batin 🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
selalu di tunggu kehadiran nya akak
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
Selamat hari raya idul fitri juga ya kak, maafkan lahir dan bathin
Rozh: mohon maaf lahir dan batin 🥰
total 1 replies
Yani
semangat Thorr, lanjut lagi crita nya 🫰🏻🥰🥰
Yani
wah makacih Thorr sdh double upadate 🥰🥰🥰🥰
Yani: sorry typo
total 1 replies
Musdalifa Ifa
Thor kok tidak up" kami nunggu up dari mu jangan lama" yah😔
Rozh: mulai hari ini up ya kak. kmrin sibuk menyambut lebaran🥰
total 1 replies
★Xia★
thor seru banget aduhh semangat ya
★Xia★: sama²
total 2 replies
Lestari Ami'ne Zia
kok g up up
Rozh: nanti kak, kmrin masih sibuk lebaran
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!