NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Bertemu

Kara sudah berada di JLN MANGGA, tapi dia bingung apa yang harus dia katakan jika Caca bertanya siapa dirinya? Mereka belum saling kenal di kehidupan ini.

"Hm itu urusan nanti, yang penting aku bertemu dengannya terlebih dulu!" Kara turun dari mobil, dan berjalan menelusuri jalan berbatu itu.

Jalannya kecil hanya muat untuk satu kendaraan, Kara juga tidak ingin bingung sendiri untuk cari parkiran.

Di simpang jalan, Kara bertemu dengan seorang bocah laki-laki yang menenteng kresek kecil, bajunya terlihat sangat lusuh dan beberapa robekan kecil.

Kara memanggilnya dengan isyarat tangan, agar bocah itu mendekat. Kara baru bisa melihatnya dengan jelas, ternyata anak kecil itu sedang terluka dibagian telapak kakinya.

"Kakak ada apa?" tanyanya dengan sedikit takut.

"Kakimu terluka!" sentak kara yang mengabaikan pertanyaannya. "Ikut aku, ada obat merah di mobil!"

"Tidak perlu, ini cuman luka kecil!" katanya dengan takut.

Kara yang melihat reaksinya seperti itu langsung sadar, jika dirinya sudah membuat kesalahan. Tidak ada orang yang baru bertemu, lalu sok kenal dan mengajaknya ke mobil.

Mungkin bocah itu sudah mengira Kara adalah penculik anak, yang berkedok membantu.

"Oh itu, ya baiklah." Kata Kara dengan sedikit canggung, dia sangat malu dan ingin melarikan diri, tapi dia belum bertemu dengan Caca.

"Apa yang kakak lakukan di sini?" tanya si bocah, karena dia sudah mengenal semua orang di tinggal di Jalan itu.

Dan Kara terlihat sangat modis, biasanya orang kaya seperti itu datang untuk menanyakan Panti Asuhan.

"Aku...!"

"Kakak cari Panti Asuhan?" Bocah itu bertanya lagi melihat Kara yang terlihat bingung.

"Ya itu, aku dengar ada Panti Asuhan di sekitar sini." Kara hanya bisa mengikuti alur bocah itu. "Siapa namamu?"

Sebenarnya dia bukan bocah, Anak itu sudah SMA kelas 1. Tapi Karena tubuhnya kecil, dia masih terlihat seperti Anak usia 10 tahun.

"Kakak bisa panggil aku Kano!" Dia tersenyum saat menyebut namanya.

"Oh Kano salam kenal! Namaku Kara!"

Keduanya saling berkenalan sehingga suasananya tidak terlihat canggung lagi. Untuk sementara Kara akan berkunjung ke Panti Asuhan, jika dia tidak bertemu Caca hari ini, dia bisa datang lain hari sebagai donatur tetap.

Kano mengajak Kara pergi ke Panti Asuhan, dia berjalan dengan pincang. Dia tidak terlihat kesakitan, mungkin luka kecil seperti itu sudah biasa baginya.

Tiba di sebuah rumah minimalis dengan halaman yang lumayan luas. Rumahnya sudah tua tapi masih terawat dengan baik, halamannya juga sangat bersih.

Kara Melihat sebuah papan kayu yang menggantung di atas pagar, dengan tulisan Panti Asuhan Jelita.

Kara terlihat bingung saat Kano mengajaknya masuk begitu saja. Dan ternyata, Kano salah satu anak yang tinggal di Panti tersebut.

Beberapa anak yang sedang bermain langsung melihat ke arah Kara. Mereka sangat jarang bertemu dengan orang asing.

Kano mengajaknya masuk, dan meminta Kara untuk duduk di ruang tamu, dan dia ke belakang untuk memanggil Ibu panti.

Kara yang sedang duduk melihat sekitar ruangan yang tertata dengan rapi, ada beberapa foto yang tergantung di dinding, salah satunya sepasang suami-istri, mungkin mereka pendiri Panti nya.

Selang beberapa menit, Kano kembali dengan seorang wanita paruh baya. Wajahnya penuh senyum, terlihat sangat ramah dan tulus. Sehingga orang-orang yang melihatnya meraskan ketenangan.

"Nona maaf menunggu lama!" katanya dengan ramah setelah duduk di depan Kara.

"Tidak apa-apa. Aku yang seharusnya minta maaf karena datang tiba-tiba!"

"Perkenalkan nama saya Ibu Seruni. Tapi orang-orang memanggilku Ibu Jelita!" jelasnya memperkenalkan diri.

Kara akhirnya tau dari mana asal nama Panti itu. "Ibu bisa panggil aku Kara! Tadi aku bertemu dengan Kano di jalan. Jadi kami sekalian jalan bersama!"

Ibu Jelita mengangguk sambil tersenyum. "Ya. Kano tadi sempat cerita di belakang!"

Tiba-tiba seorang anak perempuan datang membawa segelas air putih, dan meletakkannya di depan Kara.

"Nak Kara silahkan diminum! Maaf ya, adanya cuman air putih!" Kata Ibu Jelita dengan sedikit malu, untuk menyuguhkan tamu saja dia tidak mampu.

Kara terkejut melihat anak perempuan itu. Terlihat tidak asing, seperti wajah Caca, tapi wajahnya masih Kanak-kanakan.

Kara makin yakin jika anak itu adalah Caca setelah melihat lesung pipi di sudah bibirnya. apa jangan-jangan dia tinggal di panti ini juga?

"Nak Kara ada apa?" tanya Ibu Jelita dengan heran, karena Kara hanya terdiam.

Kara tersadar dan menatap Ibu Jelita. "Eh maaf Bu, aku hanya teringat dengan seseorang saat melihat gadis cantik yang membawa air minum tadi!"

Ibu Jelita mengangguk paham. "Oh, dia bernama Salsa Bila. Dia sudah berumur 16 tahun, dia yang paling tua diantara adik-adik yang lainnya!"

Setelah mendengar namanya, Kara menghela nafas lega. Akhirnya dia bertemu dengan penyelamatnya, tak disangka mereka dipertemukan begitu mudah.

Ibu Jelita menjelaskan kondisi panti asuhan yang sangat sulit beberapa tahun terakhir. Suaminya hanya bekerja sebagai ojol.

Pendapatan yang tidak seberapa tentu tidak cukup untuk keperluan sehari-hari, tapi mereka tetap bersyukur, setidaknya masih bisa makan, meski hanya sekali dalam sehari

Jumlah anak ada sekitar 10 orang, Mereka semua tetap sekolah yang telah dibiayai sampai tamat oleh seorang Donatur dua tahun yang lalu.

Tapi setelahnya, orang itu tidak pernah muncul. Karena penasaran, Ibu Jelita pergi ke sekolah untuk bertanya kepada pihak sekolah.

Dan Dia begitu terkejut saat mengetahui bahwa Donatur itu mengalami kecelakaan, dan mereka tidak selamat.

Mata Kara berkaca-kaca, dia teringat dengan kedua orang tuanya yang juga mengalami hal yang sama.

"Nak ada apa?" Tanya Ibu Jelita sedikit panik melihat Kara yang hampir menangis.

"Maaf ya bu.. Aku cuman teringat dengan orang tuaku. Mereka juga meninggal karena kecelakaan!"

Ibu Jelita merasa bersalah, dia beranjak dan pindah duduk di samping Kara. "Aduhh Nak Kara.. Ibu yang minta maaf, sudah membuatmu bersedih!" ucapanya sambil mengusap bahu Kara dengan pelan.

"Tidak Bu, jangan bahas itu lagi." Ujar Kara sambil tersenyum. "Oh iya bu, sekitar satu minggu lagi aku ulang tahun. Dan aku ingin berbagi sedikit kepada adik-adik yang ada di panti!"

Ibu Jelita sangat senang mendengarnya, dia segera mengucapkan terima kasih dengan tulus.

Tiba-tiba seseorang datang mengantar makanan, Kara sudah memesan sebelum dia masuk ke halaman panti, karena dia datangnya tanpa rencana sehingga tidak membawa apa-apa.

Kara dan Anak-anak makan bersama, penuh canda dan tawa. Ibu Jelita tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

Ronde kedua, yang datang kali ini kebutuhan dapur dan keperluan sehari-hari. Mungkin ada sekitar lima tukang ojol yang berdatangan ke panti.

Kara berpamitan setelah hari mulai sore, dia juga sudah mengobrol berdua dengan Caca. Ternyata dia menjual gorengan di sekolah, entah apa yang terjadi di masa lalu, sehingga dia harus mencari rongsokan.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo langsung komen yaa 🙏🙏

Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
Sulati Cus
typo mulu😅
Fii: Hai kk. maksih sudah komen😍🙏
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Fii
maksih kk sudah komen..
sering2 yaa kalau ada typo😍😍
neni onet
typo ini heii, Sisil lah, koq Sarah 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
penasaran banget, seberapa jahat duo pasangan Sarah dimasa lalu sampai Kara begitu banyak melakukan kesalahan dimasa lalu 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mamta Okta Okta
lanjut thor
Fii
aahh typo.. makasih sudah komen😍🙏
neni onet
siapakah Aruna /Bye-Bye/
Fii: Aruna PU di novel LINTAS DIMENSI. jangan lupa mampir yaa🙏😍
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjit up lagi thor
Mamta Okta Okta
lanjut thor 💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!