Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Paginya ketika acara akad dimulai. Semua orang terkejut jika Bayu akan mengantikan Nizam. Lantaran Nizam sakit demam yang sengaja dibuat Andra. Agar kakaknya itu tak jadi menikah dengan Lara.
Namun Lara yang merasa keberatan akhirnya memilih menunda pernikahan mereka. Dan ingin menunggu sampai Nizam sembuh dulu. Baru mereka melanjutkan akad yang tertunda
" Bikin malu saja, akhirnya batal nikah" omel ibu Lara yang urung uringan lantaran tamu datang hanya untuk mengambil nasi kotak dan snack . Namun akad tidak berjalan lancar.
" Kenapa ibu sewot kan semuanya sudah ditanggung kak Nizam" celetuk Bayu yang tak senang jika ibu Lara mengomel
" Kau ini, tapi kan akadnya batal. Jadi mereka tak memberi sumbangan untuk acara ini " kata ibu Lara.
" Astaga dia...sudah untung ngak keluar duit. Tapi masih merasa rugi. Pantas saja kak Nizam keberatan" guman Andra sambil menatap ibunya yang ikut malu melihat kelakuan calon besanya itu
" Tuh calon besan ibu kan, bikin malu keluarga kita. Mereka hanya berpikir untuk menipu kak Nizam." bisik Andra
" Huh....sudah diam." kata ibu Nizam yang merasa bersalah pada putra sulungnya itu.
Sedangkan Nizam yang berada dikamar. Merasa lega jika akad nikahnya batal. Namun ia masih terbebani karna harus mengulur waktu lagi untuk mencari waktu lain.
" Aku harus pulang, dan ini kesempatanku mencari Nurul" batin Nizam yang merasa sedikit pusing. Karna Andra memberinya obat tak jelas tadi malam. Karna ketika hendak kabur ia tertangkap. Akhirnya Andra memberi ide lain.
" Tapi kenapa badanku masih terasa panas ya. Apa yang berikan anak berandalan itu padaku. Hampir saja aku tak bisa bangun tadi pagi" kata Nizam yang merasa badannya semua terasa demam.
" Obat mujarab, biar kak Nizam bisa waras ingat sah " celetuk Andra yang sudah berdiri di depan pintu.
" Kau ini, kenapa efeknya sangat kuat?" kata Nizam yang berusaha bangkit untuk duduk dan bersandar
" Ya iyalah, ini obat penenang buat orang yang mabuk cinta. Makanya sadar diri jika sudah punya istri. Untung Andra kasih obat, jika tidak kak Nizam sudah menikah sama tuh nenek sihir" sahut Andra sembari mendekati Nizam.
" Kau ini, tapi kan hanya mengulur waktu bukan batal menikah. Pasti keluarga Lara akan mengaturnya lagi besok sama ibu" kata Nizam
" Biarkan saja, yang penting tidak untuk saat ini. Jadi kak Nizam bisa pulang dan mencari kak Nurul dulu Lagian ngapain sih kak mau aja di suruh nikah lagi. Padahal kak Nurul sudah cantik dan baik juga sopan orangnya. Eh ini malah cari penyakit sendiri. Ingat menyakiti istri itu dosa apalagi di bulan ramadhan" kata Andra yang duduk di sisi tempat tidur.
" Itu salah kak Nizam. Karna waktu itu sudah mengiyakan saja pemintaan ibu tanpa berpikir panjang. Sehingga membuat kakak ipar mu itu marah besar. Entah dimana mereka sekarang. Kak Nizam tak bisa menghubungi mereka" kata Nizam
" Masalah itu tak usah kak Nizam pikirkan. Nanti Andra bantu" kata anak kelas dua SMK itu yang merupakan adik bungsu Nizam. Namun ia paling perduli pada Nizam. Karna Nizam lah yang selalu memberinya uang jika Andra butuh sesuatu.
" Ya sudah kak Nizam mau bersiap siap dulu. Karna nanti sore harus pulang" kata Nizam menghela nafas dalam. Lalu melangkah kepintu keluar
**************
Sorenya selama perjalanan pulang kekota A. Lara hanya memasang wajah jutek. Karna kecewa lantaran belum bisa mengikat Nizam seutuhnya. Bahkan mereka harus menunda waktu lagi. Mencari waktu yang tempat untuk mengambil cuti pulang.
" Apa kak Nizam sudah baikan?" tanya Lara menoleh menatap wajah Nizam yang masih memerah karna demam.
" Hmm...." jawab Nizam yang hanya fokus menyetir.
" Pasti Nurul sangat senang. Tahu kita batal menikah hari ini" kata Lara. " Apa kak Nizam sudah memberitahunya?"
Nizam tak menjawab. Diam hanya melihat jalan di depannya. Karna Lara tidak tahu jika sebenarnya Nurul sudah pergi dari rumah. Bahkan sampai detik ini ia belum bisa menghubungi istri dan anaknya.
" Kak.. Kak Nizam...." panggil Lara
" Apa ...diamlah !! Aku sedang fokus menyetir. Omelan mu itu membuatku tidak bisa konsentrasi menyetir. Aku masih demam. Atau kau mau menyetir, biar aku bisa tidur" kata Nizam.
" Ih ....apaan sih kak, lagian siapa suruh kak Nizam tidur dikamar Andra yang jorok dan berantakan itu. Hingga menularkan penyakit. Apalagi anak berandalan itu seenaknya saja sama aku. Padahal aku ini kakak iparnya." protes Lara
" Hmm....dasar perempuan aneh, senangnya asal ngomong" umpat Nizam yang mulai kesal Karna Lara banyak bicara.
" Aish ....apaan sih kak, kok sekarang kak Nizam berubah sih akhir akhir ini" omel Lara yang membuat Nizam makin berdecak kesal Sebab Lara makin bertingkah.
Sehngga Nizam pun menambah kecepatan laju mobilnya makin cepat. Yang membuat Lara ketakutan.
" Kak....kenapa pake ngebut sih. Santai aja Lara jadi takut!! Teriak Lara
" Makanya diam!! " kata Nizam yang kembali memelankan kecepatan mobilnya.
Membuat Lara tak bersuara lagi. Sebab ia tahu Nizam sedang kesal. Entah karna apa, mungkin suasana hati Nizam yang memang lagi kacau saat ini.
Sedangkan Nizam terus menyetir Tanpa bersuara. Karna dikepalanya hanya berharap bisa bertemu Nurul dan putrinya saat ia tiba dirumah.
" Mudahan Nurul dan Aliya kembali pulang kerumah" harap Nizam dalam hati.
Disisi lain Nurul sedang membuat lamaran kerja. Besok ia berniat melamar kerja diperusahaan. Sebab ia ingin berkarier sesuai keahliannya. Karna selama ini ia hanya fokus mengurus rumah tangga. Sehingga Nizam menganggap dirinya hanya wanita rumahan. Padahal Nurul merupakan seorang wanita berprestasi semasa kuliah. Bahkan ia lulusan sebagai siswa terbaik dari kampusnya. Hanya saja saat bertemu Nizam ia baru lulus dan ingin bekerja..Tapi saat bertemu Nizam pria itu langsung jatuh hati dan melamarnya. Sehingga Ia menunda kariernya demi sang suami. Namun pada akhirnya Nurul sadar ia dianggap sebagai wanita yang hanya mengandalkan suaminya bagi keluarga Nizam. Padahal selama ini Nurul juga ikut berkontribusi dalam keuangan rumah tangga. Hanya saja ia tak pernah menghitung pengeluarannya.
" Akhirnya selesai, aku bisa belajar magang dulu diluar sebagai karyawan " kata Nurul yang tak mau masuk perusahaan Milik keluarganya. Takut dianggap aji mumpung oleh orang orang kepercayaan abangnya.
" Tinggal aku kirim besok. Mudahan aku bisa kerja di perusahaan bonafit" ucap Nurul lega setelah menulis 2 lembar lamaran ke perusahaan berbeda.
" Nona apa nona masih sibuk ?" tegur seorang kepala pelayan yang masuk kamar sembari membawakan susu dan cemilan untuk Nurul
" Sudah selesai bi, apa Aliya masih main diluar ?" Nurul balik bertanya.
" Sudah tidur dikamarnya non, apa nona ingin bekerja dikota ini" tanya kepala pelayan lagi saat melihat surat lamaran di atas meja.
" Tidak bi, tapi juga untuk dikota A dan kota B. Hanya saja surat lamaran Alin. Alin kirim dari sini besok" jawab Nurul sembari menyesap susu yang pelayan berikan.
" Kenapa ngak dikota ini saja non. Kan lebih baik ada yang tinggal dirumah ini. Biar rumah ini ngak kosong terus menerus" kata bibi
" Kita lihat saja nanti bi, kan perusahaanya punya cabang dikota ini. Jika Alin diterima dan ditempatkan di kantor cabang kota ini. Itu lebih baik. Dan Alin juga senang bisa tinggal dan menetap lagi disini" kata Nurul yang berharap bisa menempati rumah lama kedua orang tuanya.
" Ya non, mudah mudahan saja begitu" kata bibi
" Tapi apa nona benaran mau bercerai ?" tanya bibi sedikit gugup.
Deg.......
Aku nunggu kapan update kisah berikutnya
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍