NovelToon NovelToon
BUNGLON (SEMUA NYA AKAN AKU BALASKAN

BUNGLON (SEMUA NYA AKAN AKU BALASKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / TimeTravel / Balas Dendam
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Makmisshalu

Callista terkejut bukan main, kala dirinya mendapati kembali jika dirinya telah kembali ke lima tahun lalu..

Dimana dia kembali pada awal pernikahan dengan Darius suami yang di di cintai secara ugal-ugalan.

Namun kini cinta itu telah berubah menjadi kebencian, segala perbuatan Darius di kehidupan lalu selalu di ingat nya.

Kini hanya akan hidup untuk membalas kan dendam nya di masa lalu.

Akan kah Callista mampu membalas dendam nya, yuk kita simak aja cerita nya sama-sama.

Warning, mungkin akan terdapat beberapa typo dan flashback di cerita Mak ini, jadi jangan heran ya😅.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makmisshalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegelapan di Balik Pintu yang Terkunci

Di ruang keluarga kediaman mewah milik Darma Atmaja, suasana terasa lengang dan sunyi.

Darma duduk di sofa besarnya dengan kening berkerut dalam.

Di tangannya, sebatang cerutu yang hampir habis terus mengepulkan asap pekat.

Tatapan matanya tertuju pada jam dinding yang terus berdetak, menunjukkan waktu yang kian berlarut-larut malam.

​Ada rasa ganjil yang mulai mengusik ketenangan hatinya.

Baru saja sore tadi istrinya, Rose, pulang ke rumah dari negara P, namun belum sempat mereka duduk bersama untuk makan malam, wanita itu sudah merias diri kembali, menyemprotkan parfum mahalnya yang menyengat, dan melangkah pergi lagi dengan alasan ada urusan sosialita yang mendesak.

​Darma mengembuskan asap cerutunya dengan kasar.

Ia merasa heran dan mulai terusik akan kepergian istrinya yang belakangan ini tampak begitu bebas tanpa hambatan, seolah-olah rumah ini hanyalah tempat persinggahan sementara.

​Darma menoleh ke arah Caroline yang duduk tak jauh darinya, sedang menyandarkan tubuh ringkihnya pada bantalan sofa sembari menggenggam secangkir teh hangat.

​"Caroline," panggil Darma, suaranya berat dan sarat akan keheranan.

"Kamu tahu ke mana Mamih usilmu itu pergi malam-malam begini? Dia baru saja menginjakkan kaki di rumah ini beberapa jam yang lalu, tapi sekarang sudah kelayapan lagi keluar. Ke mana sebenarnya dia pergi?" Caroline menatap ayahnya dengan seulas senyum tipis yang dipaksakan.

Wajahnya yang pucat tampak tenang, menutupi rahasia busuk yang ia simpan rapat-rapat.

Tentu saja Caroline tidak tahu secara pasti ke mana ibunya pergi malam ini, karena ia tidak peduli.

Tapi di dalam hatinya yang paling dalam, Caroline bisa menebak ke mana arah langkah kaki ibunya.

'Pasti menemui pria simpanannya,' batin Caroline sinis.

​Namun, di hadapan ayahnya, Caroline tetap memasang topeng anak perempuan yang polos dan berbakti.

"Aku tidak tahu, Papih. Mamih hanya bilang ada janji temu dengan teman-teman arisannya untuk membahas proyek amal. Ayah tahu sendiri kan bagaimana Mamih kalau sudah urusan berkumpul dengan gengnya?" ​Darma hanya mendengus, menerima alasan itu meski hatinya tetap merasa tidak nyaman.

Pria tua yang serakah itu sama sekali tidak sadar bahwa harga dirinya sebagai seorang suami telah diinjak-injak habis oleh istrinya sendiri di belakang punggungnya.

​Darma memajukan tubuhnya, menaruh sisa cerutunya ke asbak, lalu merubah topik pembicaraan ke hal yang jauh lebih krusial bagi mereka.

"Lupakan soal mamihmu. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kondisi tubuhmu? Dan bagaimana kelanjutan rencana kita?" ​Mendengar hal itu, tatapan mata Caroline yang semula sayu mendadak berkilat tajam oleh keserakahannya sendiri.

Ia meletakkan cangkir tehnya dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Jantungku makin tidak bisa berkompromi, Papih. Setiap malam dada ini rasanya sesak dan sakit sekali. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Rencana pengambilan jantung Callista harus segera dieksekusi sebelum semuanya terlambat." ​Darma mengangguk setuju dengan raut wajah kejam.

"Benar. Darius harus bergerak lebih cepat di rumah itu. Kita harus membuat Callista menandatangani surat penyerahan seluruh asetnya terlebih dahulu, lalu setelah itu... kita akan mengatur skenario kecelakaan atau apa pun yang rapi, agar tubuhnya bisa segera dibawa ke meja operasi untuk diambil jantungnya demi keselamatanmu. Harta peninggalan kakak ku dan jantung Callista... semuanya harus menjadi milik kita." ​Ayah dan anak itu mulai merencanakan kembali detail-detail keji pembalasan yang akan mereka lakukan pada Callista, tanpa pernah menyadari bahwa setiap kata yang mereka ucapkan malam itu seolah menjadi benang yang mengikat leher mereka sendiri menuju tiang gantungan takdir.

………………………………………………

​Sementara itu, di kediaman utama Callista, suasana kamar terasa tenang dan sunyi.

Callista sedang berdiri di dekat jendela besar kamarnya, menatap ke arah kegelapan malam di luar sana dengan ekspresi yang sulit ditebak.

Di balik lensa kacamata tebal yang sengaja tidak ia lepas, sepasang matanya berkilat dingin.

​Di tangannya, sebuah ponsel pintar menampilkan sebuah pesan singkat berkode dari Nico, yang kemudian disusul oleh laporan koordinat GPS dari Liz dan Lily.

​Callista tahu.

Melalui jaringan informasi rahasia yang kini mengepung Darius, ia tahu persis bahwa saat ini suaminya yang brengsek itu telah kembali memacu mobilnya untuk menemui Rose di apartemen mewahnya.

​Seulas senyum sinis yang sarat akan kejijikan terukir di bibir Callista.

Di kehidupan pertamanya, fakta perselingkuhan ini mungkin akan menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping.

Namun sekarang, di kehidupan keduanya, pemandangan menjijikkan ini justru menjadi hiburan tersendiri baginya.

​"Bermainlah sepuasmu, Darius," gumam Callista sangat pelan, suaranya mengalun dingin membelah keheningan kamar.

"Nikmati setiap detik kebahagiaan palsu yang kamu miliki bersama Rose dan Caroline. Karena semakin tinggi kamu merasa terbang, maka akan semakin hancur tubuhmu saat aku menjatuhkanmu ke dasar bumi." ​Callista menutup tirai jendelanya dengan gerakan anggun, lalu melangkah menuju meja kerjanya untuk memeriksa berkas yang diberikan oleh Nico sebelumnya.

Baginya, perselingkuhan Darius hanyalah bumbu pelengkap yang akan mempermudah jalannya untuk menghancurkan mental pria itu kelak.

……………………………………………

​Di lain tempat, di dalam kamar tidur utama apartemen mewah milik Rose, atmosfer ruangan terasa sangat kontras.

Aroma parfum yang menyengat dan pencahayaan lampu yang temaram menyelimuti ruangan tersebut.

​Setelah selesai menceritakan tentang keanehan sikap Callista sore tadi dan menumpahkan segala kekesalannya, Darius kini tidak lagi memikirkan rasa canggungnya.

Ego dan gairah mudanya yang meledak-ledak telah sepenuhnya mengambil alih akal sehatnya.

Di hadapannya, Rose tersenyum menggoda dengan pakaian kurang bahannya, sengaja memancing pria yang jauh lebih muda darinya itu ke dalam perangkap pesonanya.

​"Sudahlah, Darius... lupakan dulu soal wanita culun dan membosankan itu di rumah. Malam ini, kamu hanya milikku," bisik Rose manja, melingkarkan kedua lengannya di leher Darius sembari menarik pria itu mendekat ke arah tempat tidur.

​Darius menyeringai, matanya menggelap oleh kabut nafsu yang membutakan.

Rasa muak yang ia rasakan saat melihat penampilan culun Callista sore tadi seolah terlampiaskan sepenuhnya malam ini di tempat tidur Rose.

Pria brengsek itu mulai bermain gila lagi dengan bibinya sendiri, mengabaikan segala moral dan batasan yang ada.

​Mereka berdua melakukan adegan panas seperti biasanya, saling membelit dalam gairah terlarang yang dipenuhi kepalsuan dan pengkhianatan.

Di sela-sela desahan dan sentuhan panas itu, Darius merasa bahwa dialah pemenang utama di dunia ini.

Dia merasa begitu hebat karena bisa mempermainkan Callista, membohongi Darma, dan meniduri Rose serta Caroline bergantian demi tujuannya.

​Darius dan Rose terus tenggelam dalam dosa malam itu, sama sekali tidak menyadari bahwa di sudut ruangan yang gelap, sebuah lensa kamera kecil yang dipasang dengan sangat rapi oleh anak buah Julian terus berkedip samar, merekam setiap jengkal adegan menjijikkan yang mereka lakukan sebagai bukti kuat yang siap meledakkan hidup mereka kapan saja Callista menginginkannya.

1
aristi
obat apa yg masih panas?? jamu kah???
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😅🤣🤣 Hhiii jijay ya, penyakitan pula
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ga bakal bisa nemu lah 😏 mo nyari ampe akaran juga bakal ketemu /Facepalm/
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝ мαкmiss ꪻ꛰͜⃟ዛ༉: kadian tau🤣😅
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Surat cerai kah yg ditandatangani
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Mimpi apa si Julian
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Mimpi dikejar hantuuu 👻
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣 Hadeeuhh sabar ya kalian para pengawal /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣 Gelo kabeh eta mah mak /Facepalm/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Darma na ga ikut main gila juga kah 🤣 biar sekalian
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣 Ho'oh ning 😅 ampun da ah /Facepalm/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Wah bersatu /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ayo Chalista mainkak /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Calista beraksi /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Cepet hempaskan eta kadal burik
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😅 Diam2 mereka ngoleksi vidio si Darius
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ga dikasih obat ge udah kaya binatang, ini lagi di tambah obat 😅 hadeeuh /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣 Paraahh /Facepalm/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Pengawal na pada gereget 🤣
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣 Karungan mak trus alungken kacitarum 🤣 tuman
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Niko ampe huek hueekk
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝ мαкmiss ꪻ꛰͜⃟ዛ༉: kan pasti huek, orang sehari pun tak terlrwatkan
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pokona mah tiada hari tanpa ngadon 🤣/Facepalm//Puke/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Halaahh siah bucin 🤣/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Gulet wae cigana 🤣/Facepalm/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Dasar oray kadut
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Ho'oh meni hyng ngubur idup2 da /Facepalm/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Siap2 menghancurkan hama wereng 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣 Ho'oh mak hayu lah geuraa /Determined//Determined/
total 2 replies
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 kok gak capek" ya Darius🤣🤣🤭🤭🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝ мαкmiss ꪻ꛰͜⃟ዛ༉: dia anuu sa... 🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!