NovelToon NovelToon
Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Supernatural / Dokter Genius / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Harem
Popularitas:87.5k
Nilai: 5
Nama Author: Novi

Selama lima tahun, Arka Pradana hidup sebagai suami miskin yang dianggap gagal. Ia bekerja siang malam demi membayar utang keluarga istrinya, Hana. Namun semuanya hancur ketika Arka menemukan kenyataan pahit: Hana dan selingkuhannya diam-diam meracuninya selama bertahun-tahun.
Saat pernikahannya runtuh, sebuah liontin tua justru membangkitkan Warisan Hantala dalam tubuh Arka. Ilmu pengobatan, feng shui, tenaga dalam, dan kemampuan melihat rahasia manusia mengalir ke dalam dirinya.
Dari pelayan klub malam yang diremehkan, Arka berubah menjadi pria berbahaya yang ditakuti dunia bawah Jakarta. Di sisinya muncul Maya Santoso, wanita matang pemilik klub malam; Bianca Lestari, CEO cantik yang dingin dan penuh rahasia; serta wanita-wanita lain yang terseret oleh kekuatan dan pesonanya.
Dulu ia diinjak. Sekarang, siapa pun yang berani mengkhianati, menghina, atau menyentuh orang-orangnya harus siap berlutut di hadapannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Bab 11

Di apartemen mewahnya, Raka menatap layar ponsel yang sudah terputus. Ia mencoba menelepon lagi, tetapi nomornya diblokir.

Diblokir.

Yulia yang dulu bahkan tidak berani menutup teleponnya, sekarang berani memblokirnya. Tidak perlu berpikir lama untuk tahu siapa yang melakukannya.

"Arka," desis Raka.

Ia membanting ponsel ke dinding. Perangkat itu pecah, serpihannya berhamburan di lantai marmer. Raka berdiri dengan dada naik turun, matanya merah oleh marah dan malu.

"Kalian berdua tunggu saja."

Pagi berikutnya, Arka terbangun di kamar tamu apartemen Yulia. Ponselnya berdering. Di layar, nama Maya muncul.

Ia menerima panggilan sambil duduk.

"Pahlawan kecilku sudah bangun?" suara Maya terdengar manis, tetapi Arka tahu manisnya wanita itu selalu punya duri. "Kemarin di rumah sakit, menendang Bima, melempar uang ke wajah Raka, lalu dilindungi Bianca. Seru?"

"Berita cepat sampai ke Bu Maya."

"Bima anak angkat Jaya. Kalau dia jatuh di kamar mandi saja, kabarnya bisa sampai ke vila sebelum lantainya kering."

"Jadi?"

"Malam ini datang ke Vila Bukit Menteng. Jaya ingin bertemu."

Arka sudah menduganya, tetapi tetap merasa udara kamar mendadak lebih berat.

Maya tertawa pelan. "Jangan tegang. Aku akan bicara baik-baik. Bahkan kalau kamu patuh, aku bisa membantu membersihkan sisa utangmu."

"Syaratnya?"

"Hari ini urusan Bianca jangan kacau. Dia mengundangmu ke kantor, kan? Datang. Kalau dia menyuruhmu melihat sesuatu, lihat. Kalau dia menatapmu terlalu lama, biarkan."

Telepon terputus.

Arka mengusap wajah. Jaya akhirnya memanggil. Itu berarti permainannya sudah masuk papan yang lebih besar.

Ketukan pelan terdengar di pintu. Saat Arka membuka, Yulia berdiri dengan wajah canggung.

"Aku bangun dan sadar kamu benar-benar tidur di sini," katanya.

"Menyesal?"

"Belum." Ia melihat tas kecil Arka di sudut kamar. "Kamu jadi pindah?"

"Nanti ambil barang. Tidak banyak."

Memang tidak banyak. Setelah sarapan, Arka pulang ke kontrakan Tebet. Semua hartanya masuk ke satu tas: beberapa pakaian, dokumen, dan baskom plastik tua yang sudah terlalu lama menemaninya. Satu benda itu pernah dipakai untuk mencuci muka, mencuci rambut, bahkan merendam kaki. Hidup miskin memang kreatif dengan cara yang memalukan.

Menjelang pukul sebelas, ia sudah kembali ke apartemen Yulia dan menaruh barang di kamar tamu.

"Ini saja?" Yulia bertanya.

"Sisanya utang."

Yulia ingin tertawa, tetapi matanya justru melembut.

Setelah memastikan Pak Mahendra baik-baik saja, Arka pergi ke alamat di kartu nama Bianca. Gedung Lestari Intimates berdiri di kawasan Sudirman, tinggi dan dingin, dengan logo perak besar yang memantulkan matahari. Lobi marmernya membuat orang otomatis merapikan pakaian sebelum melangkah masuk.

Seorang wanita berambut cokelat melambaikan tangan dari dekat lift.

"Sepupu!"

Liana Putri berjalan mendekat dengan senyum cerah. Hari ini ia memakai blazer pendek dan rok kerja, terlihat profesional sampai mulutnya mulai bergerak.

"Bu Bianca sedang rapat. Aku disuruh jemput kamu. Jangan panggil aku Bu Liana, nanti aku merasa tua. Panggil Liana atau Kak Liana kalau kamu ingin aku senang."

"Liana saja."

"Wah, mulai berani."

Ia membawa Arka ke lift khusus. "Aku ajak kamu ke lantai dua belas dulu. Itu pusat desain dan area pamer terbatas. Kalau kamu masih bisa berjalan lurus setelah melihatnya, aku hormat."

Pintu lift terbuka.

Arka langsung mengerti.

Lantai itu dipenuhi manekin, desainer, dan model yang mencoba koleksi terbaru. Satin, renda, warna kulit, hitam, merah anggur, potongan klasik sampai yang hampir membuat Arka tidak tahu harus melihat ke mana. Para model berdiri santai, sebagian hanya mengenakan produk baru yang sedang diukur ulang oleh tim desain.

Liana memperhatikan telinga Arka yang memerah dan tertawa puas.

"Wajahmu seperti anak pesantren salah masuk backstage fashion show."

"Perusahaan kalian terlalu serius soal produk."

"Kalau pakaian dalam tidak serius, yang bahaya bukan cuma penjualan."

Arka hendak membalas, tetapi langkahnya berhenti di depan akuarium besar yang tertanam di dinding. Empat ikan arwana merah berenang di dalam air biru. Indah, mahal, tetapi qi di sekitarnya terasa dingin dan berat.

"Siapa yang menaruh ini?"

Liana mengikuti arah pandangnya. "Master feng shui yang direkomendasikan konsultan. Katanya empat arah mengumpulkan rezeki, naga merah membawa keberuntungan."

"Ini bukan mengumpulkan rezeki. Ini mengunci hawa buruk."

Senyum Liana hilang. "Kamu serius?"

Arka melihat ke ujung koridor. "Di lantai ini ada ruang koleksi benda antik?"

Liana terdiam. "Kamu tahu dari mana?"

"Bawa aku ke sana."

Liana menggesek kartu akses di pintu kayu besar bertuliskan `Ruang Koleksi Terbatas`. Namun pintu baru terbuka sedikit, suara napas dan bisikan aneh sudah keluar dari dalam.

Arka dan Liana saling menatap.

"Jangan bilang..." Liana berbisik.

Mereka mengintip dari celah pintu.

Di tengah ruang koleksi, seorang wanita berusia lima puluhan dengan seragam administrasi setengah berantakan sedang bersama pria muda. Pemandangan itu sudah cukup buruk. Yang lebih buruk, wanita itu tampak tidak takut tempatnya adalah ruang penting perusahaan.

Liana menutup mulut. "Mira Surya."

"Siapa?"

"Kepala salah satu tim desain. Istri kepala sekolah lama di Jakarta Selatan. Anaknya bernama Raka Surya."

Wajah Arka menjadi aneh. "Aku baru melempar uang ke wajah anaknya."

Liana hampir tertawa, tetapi suara dari dalam membuat mereka kembali diam.

Pria muda itu menyebut desain akhir seri baru, imbalan delapan digit, dan nama perusahaan pesaing. Semua terdengar terlalu jelas.

Arka mengeluarkan ponsel dan mulai merekam.

"Kamu ngapain?" bisik Liana.

"Mengumpulkan alasan agar seseorang tidak bisa pura-pura bersih."

Di dalam, Mira akhirnya setuju membawa rancangan final keluar besok. Pria muda itu tertawa puas.

Arka baru hendak menarik Liana pergi untuk melapor rapi, tetapi perempuan itu sudah mendorong pintu lebar-lebar.

"Mira Surya!" bentaknya. "Kamu benar-benar menjijikkan!"

Dua orang di dalam menjerit panik.

Arka menatap punggung Liana dan menghela napas.

Di sekitar Bianca, rupanya tidak ada satu pun wanita yang benar-benar bisa menunggu dengan tenang.

1
Sampe Batara
bagus menarik untuk dibaca
Don Juan
Lanjut Thor
Sampe Batara
👍 menarik untuk dibaca
Ismed Aidil
sudah 3 hari gak bisa lanjutan cerita, ya saya hapus aja aplikasi ini ! kecewa banget !
Jefry Maarebia
kalau di baca enak alur ceritanya ,aku puas membacanya ,lanjut..bosku.......
Ismed Aidil
mantap...lanjut thor !
Ismed Aidil
wau seru banget
Don Juan
Mantap thor👍
Ismed Aidil
lanjut cerita
Eva Rosita
up yg banyak and tiap hari ya thor💪
Ismed Aidil
seru sekali cerita nya
Don Juan
Good job Thor
Ismed Aidil
tambah seru !
Dian Purnomo
lanjut thor
Dian Purnomo
tnkyu thor
Don Juan
Terima kasih updatenya thor👍
Don Juan
Ditunggu kelanjutan ceritanya thor👍
Don Juan
Good job
Ismed Aidil
seru, lanjut !
Ismed Aidil
seru banget ! lanjut !
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!