NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Dalang penculik Kakek

"Maksud Kakek?" beliak Edgar saat mendengar perkataan kakeknya, karena tiba-tiba ingat kejadian yang menimpanya. Ingatan kakeknya sering timbul tenggelam karena sudah pikun.

Kemarin saat ditanya apakah ada yang membawanya pergi, beliau tidak ingat sama sekali. Kakeknya malah menyuruhnya mencari perempuan yang telah menolongnya. Kakeknya bisa ingat kalau yang menolongnya adalah seorang perempuan.

Permintaan kakeknya belum bisa dia penuhi karena tidak adanya informasi yang akurat untuk menemukan perempuan itu. Tiba-tiba saja muncul tanpa sengaja menolong putrinya yang kesasar di rumah sakit. Lebih anehnya lagi dia sudah bertemu berkali-kali dengan perempuan itu dalam situasi dan kondisi yang tidak baik.

Seolah ada kekuatan yang membuat mereka saling terkait, karena kakeknya ingat betul wajah orang yang menolongnya dan ingat pula siapa yang telah menelantarkannya di jalan.

"Kakek benar-benar ingat wajah orang yang membawa kakek dari rumah?" ucap Edgar hati-hati. Ada keraguan dihatinya mengingat penyakit yang diderita kakeknya.

"Iya Kakek ingat betul siapa dia." Kakek Lukas balas menatap cucunya.

"Siapa Kek?"

"Kamu! Hahaha ...." Kakek Lukas tertawa keras melihat ekspresi Edgar kesal. Edgar mengusap dagunya saat sadar kalau kakeknya mengerjainya. Sudah dia duga kalau kakeknya akan asal bicara.

"Kakek hanya bercanda.  Ivan  yang mengajak kakek jalan-jalan lalu ditinggal begitu saja." Kali ini wajah si kakek menatap serius pada Edgar.

"Huh!" Edgar merasakan suhu dalam kamar mendadak panas begitu mendengar ucapan kakeknya. Edgar melonggarkan dasinya. Ameera yang menyimak pembicaraan antara kakek dan cucunya itu sedikit bingung.

Ameera tidak ingin terlibat dalam urusan keluarga itu. Ameera sengaja berdehem beberapa kali agar dia bisa kembali ke kamar anaknya. Aksinya itu berhasil menarik perhatian, Edgar.

"Maaf, saya harus kembali ke kamar anak saya. Kakek, semoga kakek lekas sembuh ya." ucap Ameera grogi di

bawah tatapan Edgar yang dingin.

"Tante pamit ya, lain kali jangan suka main sendiri." Pesan Ameera pada Clara, Clara menggangguk.

"Iya Tante, makasih telah mengantar, Clara."

"Iya, sama-sama. Permisi." Ameera bergegas keluar. Meski didalam ruangan memakai AC tapi terasa pengap karena sikap angkuh dan dingin dari lelaki itu. Ameera menghela napas lega begitu menghirup udara di lorong rumah sakit.

Sepeninggal Ameera, Kakek Lukas memarahi sikap Edgar yang menurutnya tidak etis. Bahkan tidak mau berterima kasih padahal Ameera yang telah menolong  sang kakek.

"Maafkan saya Kek. Pertemuan kami selalu dalam kondisi yang tidak tepat. Terus terang susah bagi saya untuk bersikap." Edgar membela diri. Ya, entah kenapa tiga kali mereka bertemu selalu dalam kondisi buruk.

"Jadi, Kakek ingat betul kalau Ivan yang membawa Kakek dari rumah dan menelantarkan di jalan." Edgar kembali ke topik semula. Ternyata cucu kakeknya sendirilah yang membawanya dari rumah, dengan alasan jalan-jalan lalu meninggalkannya. Diangguki sang kakek dengan spontan. Itu pertanda ingatannya memang lagi segar.

Emosi Edgar kembali memuncak. Apa tujuan Ivan melakukan itu. Mempercepat kematian kakeknya kah. Supaya bisa segera berbagi warisan? Ivan adalah saudara sepupunya. Anak dari Bibi Cindy adik almarhum papanya.

Dari dulu keluar bibinya memang selalu buat masalah. Namun, apa yang terjadi pada kakeknya  kemarin sungguh tidak bisa dia terima. Jika menyangkut soal nyawa dan keselamatan kakeknya itu sudah sangat keterlaluan hanya demi harta warisan.

Mereka hendak memanfaatkan keadaan kakeknya yang pikun untuk mencelakakannya. Kurang apa perlakuan kakek pada keluarga bibinya. Sampai perusahaan kakeknya mau bangkrut adalah karena ulah dan keserakahan mereka.

Kakeknya memanggilnya pulang untuk mengelola perusahaan yang sekarat karena ulah Ivan yang suka berfoya-foya. Itulah sebabnya, dirinya mengantikan posisi sepupunya itu sebagai CEO di perusahaan kakeknya.

Hal itu berubah menjadi masalah besar waktu itu. Ivan berusaha mempertahankan posisinya. Tapi bukti-bukti yang berhasil dia kumpulkan akan kecurangan Ivan membuatnya bungkam dan nyaris hendak masuk penjara.

Namun, Bibi Cindy memohon padanya agar membatalkan tuntutannya tapi dengan syarat, sejak hari itu keluarga bibinya keluar dari rumah besar. Digantikan oleh Edgar.

Selama ini keluarga bibinya menumpang tinggal bersama kakeknya meskipun mereka sudah memiliki rumah sendiri. Karena punya niat hendak menguasai harta sang kakek.

Kesehatan kakek yang semakin menurun juga ternyata adalah atas ulah mereka. Hal tersebut diketahui setelah Edgar mengganti dokter keluarga yang selama ini menangani kesehatan kakeknya.

Mereka bekerja sama dengan dokter. Memberi kakeknya obat justru yang memicu penyakitnya semakin parah.

Ketika kakeknya diberitahu menghilang, Edgar sengaja tidak memberi keluarga bibinya. Ternyata justru merekalah dalangnya.

"Kakek, kami pulang dulu ya. Ada urusan di kantor yang harus segera aku selesaikan. Kakek akan aman disini." Bujuk Edgar pada kakeknya.

"Kakek juga mau pulang."

"Dokter harus memberi izin dulu, Kakek. Nanti aku akan tanyakan sama dokter kapan Kakek bisa pulang, oke."

"Eyang 'kan masih sakit. Eyang harus sembuh dulu baru boleh pulang." Clara ikutan membujuk kakeknya.

"Begitu ya? Eyang sakit apa kok sampai masuk rumah sakit?"

"Kakek gak sakit. Cuma harus banyak istirahat. Sekarang Kakek tidur ya." Edgar menyelimuti tubuh kakeknya dengan selimut. Menepuk kakinya beberapa saat supaya segera tertidur.

Edgar hendak membuat perhitungan dengan Ivan. Jadi, dia harus menjumpai lelaki bejad itu.

Setelah kakeknya benar-benar pulas, keduanya keluar dari kamar sang kakek dan berpesan pada perawat untuk mengawasi kakeknya.

Sesampai di rumah kediaman kakeknya, Edgar melihat mobil bibinya sudah parkir di garasi. Kening Edgar mengernyit buat apa bibinya datang ke rumah setelah sekian waktu. Apakah kepergian kakek sudah sampai ke telinga beliau.

Mendengar ada suara mobil datang  Cindy yang menunggu kedatangan ponakannya langsung keluar. Dengan angkuh berdiri di teras bersidekap dada.

"Mana Kakek? Ternyata, kamu tidak becus merawat kakekmu!" suara Cindy langsung ngegas. Karena tidak melihat ayahnya di rumah juga tidak ada bersama dengan keponakannya.

"Tumben ngurusin soal kakek." sahut Edgar acuh. Dia melewati tubuh bibinya dengan santai masuk ke dalam rumah.

Cindy jadi bingung sendiri melihat sikap santai, Edgar. Tadinya dia berharap keponakannya itu akan panik dan kalang kabut mencari sang kakek. Karena dia sudah tau kejadian yang sebenarnya dari putranya.

"Beliau ayah Bibi. Jadi, Bibi berhak menanyakan kabar kakek." teriak Cindy mengejar langkah besar Edgar. Edgar melepas jasnya juga dasinya yang seolah menjerat lehernya.

"Jangan-jangan kamu telah mencelakai, kakek." tuduh Cindy lekat menatap Edgar.

"Oh, ya? Buat apa aku lakukan itu. Menuntut warisan?" tohok Edgar menyindir bibi. "Mana Ivan, Bi. Tolong sampaikan sebaiknya dia sembunyi  ke ujung dunia karena aku mencarinya. Jangan sampai aku menemukannya," ucap Edgar seraya menaiki tangga menuju kamarnya di lantai atas. ***

1
Sunaryati
Rumah dan harta yang terbakar emak syukurin namun kedua orang tua Zita kasihan. Tapi lebih baik begitu, dari pada hidup melihat berbagai kejahatan Zita putrinya
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!