kamu tidak melihatku, tapi aku melihatmu, dari banyaknya manusia kamu yang aku lihat, tetap lah bersinar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kuciang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
"ethan" panggil el pelan namun masih bisa di dengar oleh ethan
"hmm"
"tumben udah bangun, masak?" heran el melihat pria dingin ini sudah membuka matanya
"zayn"
"ngidam" ethan hanya membalas dengan deheman sebagai jawaban
"anda" tanya balik ethan yang juga heran karna membawa bayi di tangannya "ingin bawa kabur bayinya"
"konyol. Aku mau buat susu" el.berjalan membuat sebotol susu langsung memberikan ke eleazar "masih enak repot ngurus ngidam, daripada ngurus bayi"
"aku tidak seperti kamu, suka bikin tapi malas mengurus" mendengar ucapan ethan yang langsung terasa ke hati el
"aku mana tau kalo ervan hamil, kalo tau ogah urus anak orang"
"jadi kelanjutannya mau kaya gimana" el terdiam sesaat, benar mau gimana, kaga selamanya dia di sini
"aku akan bercerai dengannya, aku juga akan menjelaskan ke mommyku" el terdiam sesaat "aku mohon bantuannya"
Ethan terdiam, dia hanya menatap mata el sebentar sebelum menjawab "iya"
Ethan langsung pergi dengan membawa nampan berisi sayur yang sudah matang dan nasi di tangannya, tidak memikirkan el yang sedikit kaget.
"wahhh udah matang" senang zayn melihat nampan di tangan ethan "makasih bapak"
"kenapa bapak" zayn terdiam sesaat
"terimakasih kakek" ethan hanya tersenyum dengan sikap zayn yang sekarang
"daddy" ujar ethan
"belagu bangat mau di panggil daddy, emang kamu orang kaya, yang punya banyak perusahaan, dan juga CEO di perusahaan terbesar" zayn langsung makan sampai otaknya mencerna ucapannya "lah emang iya. ya"
Zayn hanya bisa tertawa mengingat calon bapak dari anaknya yang memang kaya raya, dan menjanjikan
"iya daddy, makasih daddy" ujar zayn langsung mengukir tawa di bibir ethan 'tampan' batin zayn
"sama-sama mommy" jawab ethan yang mengelus rambut zayn
"jangan mommy, mmm.....ibun atau buna aja atau momu aja, samarin"
"iya nanti tanya bayinya aja mau panggil kamu apa"
"oh iya aku harus ngasih tau alex tentang ervan nih" semangat zayn
"jangan, biar ervan yang bilang ke alex, ngga enak kalo tau dari mulut orang lain" zayn berfikir sebentar sebelum mengangguk
Pagi hari semua keluarga kumpul, termasuk anggota baru, yaitu ervan dan eleazar, eleazar yang masih berada dalam gendongan elvano, dengan sedikit tawa di bibirnya
"tante nanti aku titip eleazar ya" ragu ervan tentu di sambut hangat dengan olivia
"ngga usah ngomong, pasti mommy jagain, apalagi eleazar anaknya anteng lagi" ujar olivia
Eleazar menangis padasaat tubuh bayi itu di berikan ke olivia, namun masih di tenangkan oleh ervan
"tan nanti kalo udah ngga liat juga lupa ko, maaf repotin ya"
"ngga apa-apa udah sana berangkat"
Akhirnya mereka semua berangkat, dan ervan lebih memilih duduk bersama zayn dan ethan walaupun terjadi perdebatan sedikit
"gua bingung mau ngomong apa" ujar zayn memecahkan kehening "mau heran tapi gua juga ngalamin"
"gua apa lagi kaget dikit tapi kaga ngaruh" hanya helaan nafas dari mereka berdua
"luh keren bisa ngurus bayi, apalagi dari bayi merah" diam zayn sesaat "ehh tapi luh kaga mau ngomong sama temen kita satu lagi"
"entar kalo dia main ke masion luh gua kasih tau" jawab ervan "gua ge bingung mau mulai dari mana ceritanya"
"hah..pengen liat mommy ngelakuin operasi deh" ethan yang dari tadi diam hanya bisa mengerutkan kening ketikan mendengarnya "biar tau nanti pas gua lahiran bakal kaya gimana"
Sekarang mobil ethan sudah sampai di pekarangan sekolah, bahkan teman ethan dan alex sudah menghampirin mobil ethan
"loh ko luh naik mobil bareng zayn van" tanya alex penasaran
"panjang kalo di ceritain, setahun kaga cukup, intinya sih ervan nginep di gua" terkar zayn yang males basa basi
"wiss santai pamil, emosi mulu nanti lahiran di sini gawat" ledek liam
"gua lempar kelaut juga ya luh"kesel zayn yang berjalan terlebih dahulu, tidak lupa menginjak kaki liam sebelum benar-benar pergi
"aduh..aduh kaki gua" kesakitan liam
"kualat luh" ejek daniel yang berjalan mengikutin yang lain
zayn sudah duduk di bangkunya di sebelahnya sudah ada ethan, dengan membawa tas dan juga botol minum berisi susu
"gua kekelas ya, luh istirahat tungguin kita" ujar alex "udah luh jangan cemberut mulu, kata emak gua kalo luh benci orang lagi bunting nanti anaknya mirip tuh orang yang luh benc"
Belum sempat alex menyelesaikan ucapannya, bibirnya sudah di tabok terlebih dahulu dengan pemuda yang tengah hamil
"mulut luh ya, gua aja lagi takut anak gua mirip ethan, masa gua yang bawa-bawa taunya mukannya mirip bapaknya" kesel zayn
"bagus mirip ethan, ganteng, sempurna lagi" ujar daniel yang dari tadi memperhatikan percakapan para boti
"gua ge ganteng ya" bangga zayn tapi yang lain memutar matanya malas
"aku berharap anaknya mirip kamu" ujar ethan membuka suara
"bagus" bangga zayn "dah sono luh mantok"
Kedua teman zayn sudah pergi meninggalkan mereka berempat yang sedang menatap zayn, yang tengah menikmatin minumannya
"enak" penasaran daniel
"cobain kalo mau tau" jawab liam
"ogah nanti gua hamil gimana" zayn yang mendengar hanya memutar matanya malas
"heh bego, mana ada orang minum susu ibu hamil langsung bisa hamil, itu mah ibu-ibu yang mandul ge bakal beli kali"
"ethann~" semua orang menatap wanita yang tengah merengek ke ethan, padahal yang di rengek in sedang asik mengelus rambut zayn
"siapa luh" kesal zayn, mungkin kalo dulu, jika ada wanita cantik yang dia lihat, langsung dia dekatin tapi sekarang entah lah
"ethan masa kamu lepas jabatan begitu aja, padahal ini masih banyak tugas, dikit lagi pemilihan osis, sama acara study tour juga, kamu jangan tinggalin tanggung jawab gitu aja"
"saya sudah mengundurkan diri" jawab ethan tanpa mengalihkan pandangannya
"ethann.." rengek wanita itu dengan sedikit menghentakan kakinya
"pagi anak-anak" ujar pak guru yang masuk kekelas "aleta kamu ngapain di situ, balik kebangkumu"
aleta yang kesal balik kebangkunya, dengan tatapan yang tajam mengarah ke zayn yang tengah tersenyum kemenangan
"kenapa" tanya ethan yang melihat tingkah zayn yang aneh
"kaga apa-apa daddy" mendengar ucapan zayn ethan hanya bisa tersenyum kecil, sangat kecil jika tidak terlalu di lihat dengan teliti
Setelah sesi belajar yanh cukup membosankan mereka semua sudah berada di kantin sekolah, dengan zayn yang masih menikmatin makanannya
"eh tan katanya bakal ada acara pergantian osis, emang bakal seribet itu ya, cuman pergantian doang kan" tanya zayn karna dia pikir hanya pemilihan osis bukan presiden
"wahh itu keren cok, setiap pergantian osis, seleksinya ketat, trus juga bakal ada pensi, dan berpakaian bebas juga, jadi kita bakal nujukin outfit kita" jawab liam dengan semangat
"gua mau ajak kakak gua, dia suka bangat nih kalo ada acara di sekolah gua" timpa daniel