NovelToon NovelToon
Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Akademi Sihir
Popularitas:310
Nilai: 5
Nama Author: Benhard Ayub Simanjuntak

Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.

Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].

Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!

Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 7 Hari Neraka di Dungeon Tulang

Bulan di luar jendela sudah memerah separuh.

6 hari 23 jam.

Itu waktu yang tersisa sebelum Ritual Bulan Darah.

Kael berdiri di depan gerbang Dungeon Tulang. Gerbang batu setinggi 20 meter dengan ukiran tengkorak.

"Aturan sederhana." Kata penjaga dungeon. "Masuk, bertahan hidup, keluar. Tidak ada tim penyelamat. Mati di dalam \= mati beneran."

Kael mengangguk. "Cukup."

Luna menggenggam tongkatnya erat. "Kita bisa."

Grom mengetukkan tombaknya ke tanah. "Grom siap mati."

"Kalau begitu..." Kael melangkah masuk. "Mulai neraka."

_BRAK_

Gerbang tertutup.

*Hari 1: Lantai 1-10 - Pemanasan*

Dungeon Tulang adalah labirin bawah tanah. Setiap lantai punya bos.

Lantai 1-5: Tengkorak prajurit. Lemah.

Kael menghabisi 200 dalam 1 jam. Latihan kontrol sihir.

Lantai 6-10: Tengkorak ksatria + Penyihir Tulang.

Luna hampir mati 2x. Grom kehilangan 1 tanduk.

Malam hari 1.

Mereka mendirikan kemah di zona aman.

Kael duduk diam. Di depannya 4 pecahan batu.

"Kael..." Panggil Luna. "Kau belum makan."

"Aku tidak lapar."

"Kau harus makan kalau mau kuat!" Bentak Luna.

Kael menatap Luna. "Aku punya 6 hari lagi. Aku tidak punya waktu untuk makan."

Grom melempar daging panggang ke Kael. "Makan."

Kael diam 10 detik. Lalu makan.

[Notifikasi Sistem]

[Level Naik: 23 -> 25]

[Skill Baru: Regenerasi Api - Luka bakar sembuh 2x lebih cepat]

*Hari 2-3: Lantai 11-20 - Neraka Dimulai*

Lantai 11: Bos "Raja Tengkorak". Tinggi 5 meter.

Pertarungan 2 jam.

Kael patah 3 tulang rusuk.

Luna pingsan karena kehabisan mana.

Grom kehilangan 1 mata.

Tapi mereka menang.

Di dalam dada Raja Tengkorak... ada pecahan batu mata ke-5.

Kael mengambilnya. Begitu disentuh, visi muncul.

_Visi: Sang Tuan sedang duduk di altar. Dia berbicara pada bayangan. "Dia hampir siap. 2 hari lagi."_

Visi selesai.

"Dia tahu kita di sini." Kata Kael.

Lantai 15: Jebakan. Lantai berduri.

Luna jatuh. Kakinya tertusuk.

Kael menggendong Luna 3 lantai sambil bertarung.

Malam hari 3.

Luna demam. Luka infeksi.

Kael tidak tidur. Dia menjaga Luna sambil melatih sihir. Satu tangan melatih api, satu tangan menyentuh dahi Luna.

"Jangan mati." Bisik Kael. "Aku butuh kau."

Luna membuka mata. "Aku... tidak akan..."

Dia pingsan lagi.

[Notifikasi Sistem]

[Level Naik: 25 -> 28]

[Debuff: Kelelahan Ekstrim - Stat -20%]

[Buff: Tekad Pelindung - Pertahanan +40% saat melindungi tim]

*Hari 4: Lantai 21 - Flashback Elara*

Lantai 21 berbeda. Tidak ada monster.

Hanya satu ruangan. Dan di tengah ruangan... ada cermin.

Begitu Kael mendekat, cermin itu menampilkan gambar.

Seorang wanita. Rambut pirang. Mata biru. Tersenyum.

Elara. Ibunya.

_Flashback tanpa suara_

_Rumah kecil di salju.

Elara menggendong Kael kecil. Menyanyikan lagu pengantar tidur.

Malam itu, bayangan hitam datang.

Elara mendorong Kael ke bawah tempat tidur.

Dia berdiri di depan pintu dengan pisau dapur.

Pintu jebol.

Layar menjadi hitam._

Cermin pecah.

Kael berlutut. Dia tidak menangis. Tapi tubuhnya gemetar.

"Maaf... Ibu... aku terlambat..."

Grom meletakkan tangan di punggung Kael. "Tuan... balas dendam."

Kael mengangguk. Dia berdiri.

Matanya sudah tidak merah karena marah. Tapi merah karena tekad.

[Notifikasi Sistem]

[Memori Terkunci Terbuka: 20%]

[Skill Baru: Warisan Elara - Perisai Cahaya Lv.1]

*Hari 5-6: Lantai 22-29 - Gila*

Mereka tidak tidur 48 jam.

Lantai 22-25: Labirin racun.

Lantai 26-28: Monster gabungan.

Lantai 29: Bos "Lich Tulang".

Lich ini bisa menggunakan sihir waktu. Dia membuat Kael mengulang kematian 10x di dalam ilusi.

Setiap kali mati di ilusi, rasa sakitnya nyata.

Hari ke 6 malam.

Kael tergeletak. Seluruh tubuhnya luka.

"Berhenti..." Bisik Luna. "Kau akan mati..."

Kael tertawa. Darah keluar dari mulutnya. "Belum... 1 hari lagi..."

Dia berdiri.

[Skill: Tekad Archmage AKTIF]

[HP: 15% -> Semua Stat +100%]

Pertarungan terakhir 3 jam.

Kael menang. Dengan menusukkan tangannya sendiri ke dada Lich.

Di dalam dada Lich... pecahan batu ke-6.

Begitu Kael mengambilnya, seluruh dungeon bergetar.

[Notifikasi Sistem]

[Level Naik: 28 -> 32]

[Rank Naik: C -> B]

[Skill Baru: Dominasi Archmage - Bisa mengendalikan api orang lain]

[Peringatan: Tubuh mencapai batas. Istirahat diperlukan]

*Hari 7: Lantai 30 - Bos Terakhir*

Zona Bos.

Ruangan besar. Di tengah ada altar. Dan di atas altar... pecahan batu ke-7.

Tapi ada yang menjaganya.

Bayangan Kael.

Tingginya sama. Wajahnya sama. Bajunya sama. Hanya matanya merah.

"Akhirnya kau sampai." Kata Bayangan Kael. Suaranya sama persis. "Aku bagian dari dia. Aku dikirim untuk menghentikanmu."

Pertarungan cermin.

Setiap jurus Kael, Bayangan itu tiru.

Setiap luka Kael, Bayangan itu juga dapat.

1 jam. Imbang.

Luna berteriak dari jauh. "Kael! Dia meniru semua yang kau lakukan! Jangan pikirkan apa2!"

Kael mengerti.

Dia membuang senjatanya. Dia berdiri diam.

Bayangan itu bingung. Ikut diam.

Kael tersenyum. "Aku bukan kau."

Lalu dia meninju dirinya sendiri.

Bayangan itu tidak bereaksi. Karena "Kael" tidak akan pernah melukai diri sendiri.

_DUAR_

Tinju Kael menghantam wajah Bayangan. Bayangan itu hancur.

Kael mengambil pecahan ke-7.

Begitu disentuh, seluruh dungeon runtuh.

_Visi Terakhir_

_Sang Tuan berdiri di altar. Bulan sudah 90% merah.

"Bagus. Kau sudah kumpulkan 7. Besok malam... kita jadi satu."_

Visi selesai.

*Keluar dari Dungeon*

Gerbang terbuka.

Kael keluar dengan digendong Grom. Luna berjalan tertatih.

Level 32. Rank B. 7 pecahan.

Tapi tubuhnya hancur.

Mereka langsung ke Guild.

Guild Master melihat mereka dan langsung panggil 10 penyembuh.

3 hari mereka tidak sadar.

*Hari ke 10 - Malam Sebelum Ritual*

Kael terbangun.

Luka sudah sembuh 80%. Tapi di dadanya ada bekas luka baru. Bentuknya sama dengan simbol di batu mata.

Luna duduk di samping. Mata bengkak. "Kau gila. Kau hampir mati."

Kael tersenyum lemah. "Tapi kita berhasil."

Dia menunjukkan 7 pecahan yang sudah menyatu jadi satu batu besar.

"Bulan darah besok malam." Kata Kael. "Waktunya mengakhiri ini."

Grom masuk. Dia membawa baju zirah baru untuk Kael.

"Untuk Tuan."

Kael berdiri. Dia melihat ke jendela. Bulan sudah 99% merah.

"Besok." Kata Kael. "Kita ke Menara Hitam. Untuk terakhir kalinya."

[Notifikasi Sistem]

[Quest Utama: Ritual Bulan Darah - 23 Jam 59 Menit]

[Status: Siap]

[Catatan: Jika gagal, dunia akan berakhir]

Di luar, angin bertiup kencang. Membawa aroma darah.

Pertarungan terakhir... besok.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!