NovelToon NovelToon
Love Comes From Allah

Love Comes From Allah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Yushang-manis

Laki-laki muda yang menikah karena perjodohan dengan wanita yang tak ia kenali dan wanita yang sedang sakit akibat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yushang-manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Sorenya khaulah dan Yasmine pergi keliling kampung, melihat pemandangan sore kala itu. Fatih tidak ikut menemani karena ia harus pergi mengantarkan kedua orang tuanya pulang. Yasmine pamit untuk membeli minum, sedangkan khaulah masih setia berjalan kecil menikmati pemandangan. Tanpa sadar ada mobil yang melaju kencang mengarah padanya. Kejadian naas itu disaksikan Yasmine usai membeli minum dan berniat menyusul khaulah, namun naasnya ia harus menyaksikan kejadian khaulah tertabrak mobil.

"SALMAAAA...."

Mobil hitam legam itu pergi begitu saja tidak bertanggungjawab. Khaulah terguling jauh, tubuhnya terkulai lemah, dan bau anyir tercium oleh Yasmine. Dengan tangan gemetar Yasmine mengangkat kepala khaulah untuk ia pangku.

"Sal..., sal, bangun... Bangun sal... Jangan tinggalin gue.. plis.." Yasmine menepuk-nepuk pipi khaulah mencoba membangunkan namun usahanya nihil, khaulah sama sekali tak berkutik. "AKHHHH BANGSAT LO MOBIL SIALAN!" umpatnya.

"TOLONG... TOLONG... Sal bertahan yah.."

Beberapa ibu-ibu yang barusan saja pulang dari pengajian berkerumun mendekati Yasmine. "Ya Allah neng kenapa?" Tanya dari salah satu ibu-ibu.

"Ibu-ibu tolong, tolongin sahabat saya. Dia ditabrak lari. Tolong bantu saya..."

"Ya Allah, kasian banget neng. Yaudah saya telepon ambulance dulu neng."

"Iyah bu, makasih, tolong cepat yah Bu." Yasmine menahan darah yang terus keluar dari kepala khaulah. "Sal, Lo harus bertahan..., pliss."

Tak butuh waktu lama mobil ambulance datang, Yasmine dibantu ibu-ibu mengangkat khaulah.

"Terimakasih yah ibu-ibu sudah membantu saya. Terimakasih banyak, sama pamit dulu. Assalamu'alaikum."

Sampainya dirumah sakit Yasmine diminta perawat untuk menunggu diluar. Dia bingung, kalut, khawatir, kecewa, marah, jadi satu. Ia teringat jika ia belum mengabari keluarga nya di rumah apalagi ini sudah menjelang magrib. Yasmine memutuskan untuk menghubungi Fatih lebih dulu.

"Al, Salma.. al."

"Salma kenapa Yasmine, kenapa kamu menangis?"

"Salma..., di tabrak mobil dan sekarang ada dirumah sakit."

"Apa?" Fatih menghentikan mobilnya mendadak hampir ia bertabrakan dengan mobil lain. "Rumah sakit mana?"

"Yogya Medika."

"Saya ke sana."

Yasmine memutuskan sambungan teleponnya. Kini ia harus menghubungi para orang tua.

"Abi ke sana sekarang!"

"Iyah abi, Yasmine tunggu."

Setelah itu Yasmine menyandarkan dirinya pada dinding rumah sakit, kakinya tak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Jantungnya berpacu cepat, khawatir jika khaulah tak selamat.

"Lo pasti bisa sal, gue yakin Lo pasti bertahan." Ia memukul kepalanya sendiri karena merasa bersalah sudah meninggalkan khaulah tadi. "Harusnya gue gak ninggalin dia tadi. Ini semua salah gue..., maafin gue sal."

Fatih datang dan melihat Yasmine yang tengah meringkuk di samping kursi tunggu lantas ia menghampiri nya. Karena ia mendengar racauan Yasmine yang tengah menyalahkan dirinya sendiri.

"Yasmine..." Panggilnya. Membuat Yasmine mendongak menatap dirinya dengan tatapan sendu dan rasa bersalah.

"Al, maafin aku..., ini.. salah aku al." Ucapnya terbata.

Fatih merengkuh tubuh yang bergetar itu. Meskipun dirinya sama hancurnya.

"Bukan salah kamu, ini takdir." bisik nya

Yasmine menggeleng keras. "Nggak ini bukan takdir al, aku liat dengan kepala mata aku sendiri. Salma sengaja di tabrak al..."

"Salah aku karena aku ninggalin dia sendiri di jalan." Sesalnya. Tak lama Alie, fatemah, Ahmed dan Hafshah datang. Fatemah lari dan memeluk Yasmine.

"Kamu gapapa nak?" Tanya fatemah.

"Aku gapapa umi, tapi Salma..., dia parah umi. Dan ini semua karena Yasmine!"

Alie mendekat mengusap punggung Fatih. Menatap sendu Yasmine. "Nak, dengar. Ini bukan salah kamu. Ini takdir."

Yasmine kembali menggeleng. "Nggak.. ini bukan takdir abi. Ini rencana manusia bajingan itu!"

"Astaghfirullahal'adzim." Ucap mereka semua. "Maksud kamu siapa hm?"

"Yang bawa mobil nabrak Salma. Dia bajingan, bangsat!"

"Astaghfirullah, istighfar nak. Kamu boleh marah tapi jangan keluarkan kata-kata kotor seperti itu." Nasihat fatemah. Fatemah memeluk Yasmine erat memberikan ketenangan yang bahkan hatinya sendiri sedang tidak tenang. Fatih mondar-mandir cemas karena pintu ruang UGD sama sekali belum ada yang keluar sedari tadi mereka sudah lama menunggu.

"Yasmine ikut saya." Titah Fatih. Yasmine tidak menolak kali ini ia menurut. Sampainya di parkiran Yasmine merasa heran, Fatih akan pergi ke mana?.

"Kita mau kemana al? Kamu gak nungguin Salma?"

"Kantor polisi." Singkatnya dan bergegas masuk ke mobil diikuti Yasmine. "Nanti saya jelaskan di sana."

Yasmine mengangguk, ia tak banyak berkomentar karena saat ini pikiran nya dipenuhi ke khawatiran terkait kondisi khaulah.

Di rumah sakit, para orang tua masih menunggu kabar dari dokter, karena hingga malam ini dokter belum juga keluar dari ruang UGD. Dering handphone membuat Alie tersadar dari lamunannya.

"Angkat saja mas, siapa tahu penting." Ujar fatemah.

"Assalamu'alaikum..., ada apa ustadz?" Tanya Alie.

"Kyai, rumah kyai kebakaran."

"Innalillahi ya Allah, para santri gimana ustadz? Kondisi mereka aman?" Panik Alie. Ia sama sekali tidak memikirkan nasib rumahnya ia hanya khawatir dengan kondisi anak didiknya.

"Alhamdulillah mereka semua selamat kyai, karena yang terbakar hanya rumah kyai dan dapur santri, beruntungnya tidak ada santri maupun santriwati di sana."

Alie bernapas lega mendengarnya. "Alhamdulillah ustadz, tolong jaga mereka ustadz bawa mereka ke tempat yang aman."

"Na'am kyai, tapi rumah kyai.."

"Gapapa ustadz yang terpenting para santri selamat. Pastikan lagi ustadz, jaga mereka. Sebentar lagi saya ke sana."

"Baik kyai, assalamu'alaikum."

"Kenapa mas?" Alie merangkul istrinya. "Rumah kita kebakaran sayang.."

"Innalillahi, mas, gimana keadaan anak-anak..., keadaan mereka mas.."

"Alhamdulillah anak-anak aman. Tidak ada yang kena korban."

"Alhamdulillah..., mas."

"Alie ada apa?" Tanya Ahmed .

"Saya titip fatemah. Kabarin saya kalau ada kabar dari dokter. Saya pamit dulu assalamu'alaikum."

Alie meninggalkan mereka dengan langkah berat. Hafshah menghampiri fatemah yang tengah duduk.

"Fatemah, ada apa?" Tanya Hafshah. "Kenapa Alie buru-buru sekali?"

"Rumah kami kebakaran Hafshah, mas Alie pergi ke sana untuk memastikan kondisi anak-anak takutnya ada yang luka."

"Ya Allah fatemah.., yang sabar yah yang tabah."

"Makasih yah.."

1
Zenny_ Jason
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Yu shang-manis: thank you 😍 @
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!