NovelToon NovelToon
DEBU ORBIT Sang Bintang

DEBU ORBIT Sang Bintang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Polos / Tamat
Popularitas:90.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deputi g rahma

🖐❤JANGAN LUPA UBAH KE FAVORITE KALIAN YA, biar ngga ketinggalan update setiap harinya.

like dan vote biar authorr nya semangat nulis🔥🔥

...

Menceritakan kisah Raya. Gadis flat dengan persahabatannya bersama Alula gadis polos.

Entah apa yang membuat Raya selalu dihantui kisah persahabatannya yang kian mirip dengan cerita Debu dan Bintang. persahabatnnya mulai merenggang, namun Alula tetap lah bintang yang bersinar berbeda dengan Raya yang hanya menetap dalam zonanya.
Semakin dalam, sosok misterius membuka awal kisah romantis remaja SMA.


“Motor sialan !!! apes banget sih. Gerutu Raya dalam hati. Gara-gara motor sport merah yang barusan lewat headsetnya menjadi korban tabrak lari.
Bagaimana persahabatan mereka akan di uji dari sini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deputi g rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. bagaimana caranya...

...hay......aku up kembali...

...semoga selalu terhibur ya,,, jika ada saran boleh kok membantu aku biar aku bisa belajar juga hehe...

...enjoy... jangan lupa tinggalkan jejarnya.🤩🤩...

.

.

...Aku tahu, aku mundur karena sadar. Bukan tak sanggup berjuang. Hanya saja aku terlalu sayang dengan rasa sakit yang ku ingat....

^^^ Rayana gadis debu_-^^^

...______

...

Raya keluar, membuka pintu bilik toilet dengan sangat kencang. Kemunculan Raya yang tiba-tiba disela perbincangan ketiga gadis itu membuat mereka panik sendiri. Raya memasang wajah sinisnya dan berjalan menuju wastafel disamping mereka. Seakan hanya ingin melanjutkan aktifitasnya yang tertunda tadi.

Ketiga gadir itu, Lessa, Xela dan Rere menahan napas gugupnya, sambil memperhatikan Raya yang tengah membasuh wajahnya. Walau sudah jelas terlihat raut keterkejutan, ketakutan, gugup, mereka tetap mempertahankan wajah yang serius untuk mengelabui.

Tanpa kata-kata lebih yang keluar dari mulut, Raya beranjak dari sana dan pergi keluar toilet. Ada kelegaan dari ketiga gadis, mereka akhirnya kembali bernafas, untung saja Raya tidak memaki mereka saat itu juga.

Namun, didalam hati Lessa masih tidak tenang. Bagaimana pun ia harus hati-hati, menyusun rencana jikalau Raya memang mendengar dan mengatakan hal itu kepada Lula.

Tepat sekali, memang benar jika Raya mendengar semuanya. Pikirannya campur aduk. Raya tidak habis pikir, pertemanan bukanlah hal untuk saling memanfaatkan seperti itu, apalagi objek yang mereka tuju adalah sahabatnya. Kesal? Marah? Tentu saja, kuku-kukunya sudah memutih arti jika ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.

Ingin sekali dirinya mengatakan semua itu langsung kepada Lula. Tapi bodohnya Raya mungkin ia tidak akan dipercayai begitu saja. Ia tidak mempunya bukti apapun.

“Akkhh...kenapa juga gue ngga rekam pembicaraan mereka tadi,,, bohoh,,Sial!!”

Geram sendiri Raya, merutuki kebodohannya. Sekarang bagaimana caranya agar dirinya bisa melindungi Lula dan menyadarkannya secepat mungkin.

***

“Woi.. diem-diem bae neng kagak mau pulang apa gimana nih”

Alisha mengagetkan Raya. Raya tersadar jika saat ini sudah waktunya untuk pulang. Ujian hari pertama ini telah usai sekitar 20 menit yang lalu. Namun karena ada keperluan wali kelasnya untuk memberikan sedikit pengunguman makanya semua masih berada didalam kelas.

“Bu Sarah udah keluar?”

Raya bertanya tanpa sadar.

“Astaga Raya, lo ngga berubah lemot kayak gue kan?” tanya Bele bangga.

“Bu Sarah udah keluar sejak 5 menit yang lalu. Lo lagi kenapa sih Raya? Penyakit melamun lo kambuh lagi ya?”

Alisha mulai curiga pada Raya, Alisha yakin pasti ada yang mengganggu pikirannya lagi. Alisha menimbang-nimbang sesuatu sebelum ia mencoba menebak pikiran Raya.

“Ray,, Lo lagi mikirin Tama ya?”

Mata Raya terlihat bingung mendengar pertanyaan Alisha.

“sejak kapan gue mikirin kak Tama?”

Alisha berubah menjadi bungung pula. Apa ia salah menebak pikiran Raya. Tapi Apa boleh buat karena sudah menyinggung Tama, ia penasaran bagaimana perasaan temannya saat ini.

“Gue pikir lo lagi mikirin perubahan sikap Tama yang aneh!” ucap Alisha menggaruk tengkuknya tak gatal.

“Kalau soal kak Tama.... kayaknya Lo bener deh Sha, gue ngga bisa nebak seperti apa dia sebenarnya”

Alisha paling tidak suka melihat temannya itu sedih. Lagi-lagi semua ini karena Tama. Tidak lagi, jangan sampai Raya bernasib seperti seseorang yang ia kenal.

“kalian lagi ngomongin kak Tama ya.. iya sih aneh banget, kenapa dia tiba-tiba deketin Lula, mana serasi banget lagi, apa kak Tama ngga tau kalau Lula itu sa—mmmmp mmp”

Cepat-cepat Alisha membekap mulut polos Bele. Nih anak main nyerocos aja, mana jujur banget lagi. Batin Alisha. Alisha tidak enak dengan Raya, jika langsung membicarakan hal sedalam itu mungkin Raya akan menjadi sedih berkepanjangan.

Raya menghela napas berat, kemudian berdiri mengambil tas dari bangkunya.

“Ya udah gue duluan kalau gitu, Bye Sha bye Bel”

Alisah maupun Bele hanya menatap prihatin punggung Raya.

.

.

.

Sesampainya dirumah, Raya segerah membersihkan tubuhnya dan bersiap fokus dimeja belajarnya lagi. 1 jam tepat Raya merasa cukup untuk mempelajari semua materi untuk ujian besok.

Asik membereskan buku-bukunya, Raya tiba-tiba mengingat jika ia belum membuka pesan Tama di Hpnya. Tangannya bergerak mengambil Hp dan membuka pesan itu.

Kak Tama

Apa yang lo lihat ngga seperti apa yang lo pikirin Ray.. gue mohon lo bersedia dengerin alasan gue.

Raya tidak yakin dirinya akan bisa untuk mendengar semua omong kosong Tama nantinya. Apa gue terlalu berlebihan ya nanggapinnya? Kalau emang Tama sukannya ama Lula ya harusnya nggak apa-apa dong toh gue sama dia ngga punya status apa-apa.

Raya menggelengkan kepalanya mengusir semua hal tentang Tama. Tanpa sadar ia mengacak-acak rambutnya masalah Tama hanya masalah sepele ia harus fokus pada masalah Lula.

Raya berdiri dan mulai gelisah. Bergerak mondar mandir tidak jelas mencari cara agar ia bisa berbicara dengan sahabatnya setidaknya hanya dalam empat mata. Tapi ia dilema, kondisinya saja sedang tidak baik dengan Lula bagaimana mau berbicara.

“Raya!!”

“AAaaaa!!, ih....... ayah ketuk dulu pintunya”

Raya menggeram ketika ia harus di kagetkan dengan sang Ayah yang masuk tiba-tiba. Genta dengan tatapan datar maju mendekati Raya.

“AAA..aduh aduh ayah ih...ampun ampun..”

Raya mengaduh kesakitan saat tangan Ayah nya bergerak menjewer telinganya. “Salah siapa hmm udah berapa kali di panggil ngga nyahut-nyahut”

“Ih..iya maaf Raya ngga denger” ucap Raya menyun.

“Nih..titipan tante Karin, kakak anter kerumah tante Luna, dengan selamat okey”

“ayah pikir Raya kurir apa” tanpa sadar Raya berbisik pelan.

“Kamu ngomong apa??”

“ngga-ngga.. iya deh sini Raya-anter-dengan-selamat-sampai-tujuan” ucapnya dengan penuh penekanan.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya. Kalau begitu dengan titipan ditangannya, kini ia punya alasan untuk bertemu Lula kan. Ia tersenyum dan bersiap-siap mengganti pakaiannya. Semoga saja harapannya berhasil sempurna.

Raya begitu ceria, mengegas motornya menuju rumah Lula.

Baru saja ia menyimpan Helmnya, senyumnya seketika luntur. Sepertinya harapan hanya akan menjadi harapan. Matanya menangkap sebuah Motor merah dan satu Mobil yang ia hafal jika mobil itu adalah mobil Lessa.

Kesempatannya sia-sia. Raya akhirnya hanya berjalan menuju ke arah pak Dadang yang telihat di pos satpam.

“Sore Pak”

“Eh neng Raya, ngga langsung masuk aja atuh”

Raya menggelengkan kepalanya dan menyerahkan titipan ditangannya. “Ini pak ada titipan buat Mami, bilangin aja itu dari Tante Karin. Kalau begitu Raya langsung pulang ya Pak”

Pak dadang tampak heran menerima titipan itu dan menatap Raya yang telah bersiap dimotornya.

Raya memakai helmnya kembali namun matanya masih tertuju kearah Rumah Lula. Sebelum ia pergi, ia jelas melihat jika disana Angkasa juga baru keluar dan berpamitan kepada Lula.

Raya membatin sedikit iri. “ Lo beruntung La, Lo baik, cantik, makanya bisa dekat dengan kak Tama maupun Angkasa. Lo pun banyak berubah, lo pasti ngga butuh sahabat kayak gue lagi yang ngga ada apa-apanya. Gue harap perubahan lo bisa ngajarin lo juga untuk tambah dewasa.”

.

.

.

.

...sampai disini dulu ya......

...like...

...coment...

...vote jika ingin, ngga maksa kok. tapi dalam hati hmmm😂😂😂...

1
Nita Sari
kak. knp ceritanya menggantung gini
ChocoMUffin
Haiii aku mampir nih. maaf baru bisa mampir sekarang. Ceritamu bagus. semangat yaaa. bikin karya baru dong
Dhea Sukma
Semangat...
Mampir ya ke Novelku, WITHOUT YOU dan MENGENANG JEJAK MASA LALU
slv
kok tamat sih kk..... upp dong kk
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir salken dari Mama muda 😊💜💜😊
R_armylove ❤❤❤❤
semangat ya
R_armylove ❤❤❤❤
hay.. mampir
RN
5 like datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung kk
Neti Jalia
nyicil boom like lagi🤗🙏
R_armylove ❤❤❤❤
jejak, nyicil baca
R_armylove ❤❤❤❤
mampir kaka
im_ha
5 like untukmu ya Thor. mampir juga di karyaku DOAKU BERBEDA DENGAN DOAMU 💪
Mikayla
Ayo donk kak d terusin,,,
★Merepotkan~
like like like ~🌳🎉
★Merepotkan~
Semangat terus thor, dah mampir nih ane tuk dukung ente 🌲✌️
Neti Jalia
boom lik dari.
*hujan dibalik punggung
*suamiku cek ganas
Neti Jalia
10 likedm dari
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Fira Ummu Arfi
sukaaaaaaa
Fira Ummu Arfi
likeeeee mendarat kakkk
Fira Ummu Arfi
pembaca setiaaa hadirrr 💃💃💃💃

tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!