"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23.
Flo yang sudah sampai di lantai dua terlihat bingung karena ada dua kamar lain di lantai dua ini.
“kamarnya dia yang mana ya, “ bingungnya dengan letak kamar Ares.
“Apa sebelah sini, fix sih kayaknya sebelah sini” ucapnya lalu belok ke kiri ke kamar yang bersebelahan dengan balkon atas ruang Tengah di lantai dua. Flo lalu mengetuk kamar itu, ia tak bersuara hanya mengetuk saja.
“masuk,” terdengar ada yang menyuruh masuk, Flo mendengar itu tersenyum. Ia hafal betul itu suara siapa.
“benar dugaanku, ini kamarnya” Flo langsung memutar knop pintu, dia lalu masuk kedalam kamar yang bernuansa abu-abu tersebut.
“Kalau mama mau bicara sesuatu nanti saja ma, aku mau istirahat” ucap Ares dari ruang wardrobe.
“Aku ingin bicara sekarang nggak mau nanti” ucap Flo,
Ares langsung menyembulkan kepalanya dari balik lemari, ia kaget melihat Flo yang masuk kedalam kamarnya.
“mau apa kau ke kamarku, pergi dari sini” usirnya sambil memakai baju dan berjalan kearah Flo.
“pengen lihat aja kamar calon suamiku bagaimana, ternyata besar juga” ucap Flo sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar Ares yang di dominasi warna abu-abu.
“jangan terlalu mengkhayal Flo, kau tidak dengar tadi saya sudah punya pacar. Ayo keluar dari kamar ku” ucap Ares lalu menarik tangan Flo agar keluar. Tapi Flo melepaskannya, dia malah berjalan keranjang Ares dan langsung mejatuhkan dirinya di sana.
“Flo, jangan menguji kesabaran saya”
“Punya pacar? Tapi bisa mencium Perempuan lain, dan tergoda sampai bangun karena Perempuan lain. Wow..” cibir Flo yang merebahkan dirinya di Kasur Ares.
Ares mati kutu dengan ucapan Flo barusan, dia dengan cepat mendekat lalu kembali menarik Flo yang berbaring di kasurnya.
“keluar dari sini, dan apa yang terjadi waktu itu hanya kesalahan. Keluar..” tegas Ares sambil menarik Flo agar keluar dari kamarnya.
“kesalahan tapi sampai berkali-kali, yakin hanya kesalahan?” sindir Flo, dia masih bersih keras berbaring. Flo menatap mata Ares yang juga menatapnya, pria itu masih berdiri di depannya sambil memegang tangannya.
Ares langsung melepaskan tangan Flo saat jantungnya berdebar kembali melihat mata indah Perempuan di depannya.
Ares langsung menjauh,
“Terserah dirimu mau beranggapan apa” ucap Ares lalu berjalan kearah meja kerjanya.
“oke kalau terserah diriku, aku mau tidur disini denganmu” ucap Flo lalu semakin nyaman merebahkan diri di Kasur itu.
“kau anak orang kaya, kenapa jadi tentara? Bukannya tidak ada uangnya?”
“kaya? Kaya darimana. Kau tidak lihat rumahku biasa saja daripada rumah”
“ya iya sih, tapi ini sudah cukup mewah bagi pekerja negara sepertimu. Aku pikir..aku pikir rumahmu biasa saja. Nyatanya tidak” ucap Flo lalu menatap Ares yang ada di meja kerja.
“hemm, Hp ku Dimana ya” ucap Flo mencari Hpnya di tempat tidur Ares.
“bodoh, bodoh, bisa-bisanya aku meninggalkan tasku di bawah. Aishh bodo” Flo lalu buru-buru bangun.
“nanti aku kesini lagi, karena aku mau tidur denganmu” ucapnya lalu berlari keluar mengambil tasnya yang tertinggal di lantai bawah.
“dasar bodoh” ucap Ares, dia malah tersenyum melihat kegilaan Flo barusan. Tapi dia langsung tersadar.
“Dia tadi bilang apa? Mau tidur disini” gumam Ares, ia lalu buru-buru berjalan kearah pintu dan langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya.
…………………
Malam hari Flo kesal sendiri karena gagal tidur di kamar Ares, pria itu tadi saat makan malam langsung kekamar dan mengunci pintu kamarnya sehingga ia tak bisa masuk. Di makan malam tadi ia juga jadi tahu soal keluarga Ares Dimana ayahnya adalah seorang pejabat keuangan. Tapi sebelum menjadi pejabat sempat menjadi seorang pengusaha.
“keluarga yang hampir sama, tapi disini penuh kehangatan” gumam Flo. Flo terdiam, dia kembali ingat soal Foto yang ia temukan di dashboar mobil Ares tadi. Ia buru-buru membuka tasnya mengambil foto yang sudah lusuh. Dia menatap foto itu seorang Perempuan cantik tersenyum manis.
“Cih, dia ternyata suka daun muda” sinis Flo.
“Kau tidak akan ku biarkan merebut kebahagianku lagi, kau sudah memiliki kebahagianmu sedangkan aku belum. Tidak akan ku biarkan Ares menjadi milikmu Dia milikku Farah” ucap Flo menatap foto Perempuan Bernama Farah itu. Flo lalu menyobek-menyobeknya,
“Kau sudah mendapatkan mamaku, jadi tidak akan ku biarkan kau mendapatkan orang yang perduli padaku” ucapnya penuh benci. Farah adalah adik tirinya, anak dari mamanya dan suami sang mama. Farah hanya terpaut dua tahun darinya.
Kenapa ia tahu kalau itu anak mamanya, karena ia pernah melihat mamanya dengan Perempuan itu dan keluarga mereka.
Kini foto itu tak berbentuk lagi dan hanya sepihan kecil saja, Flo lalu memasukkan kedalam vas bunga yang ada di kamar itu.
…………..
“Ada apa Marco? Untuk apa menghubungiku lagi?” sinis Flo saat mengangkat telponn dari pria itu. Ia yang ada di dekat kamar Ares langsung berjalan ke sofa yang ada di ruang Tengah atas itu.
“Aku minta maaf denganmu, kau sekarang Dimana? Kita bisa bertemu?”
“untuk apa menemuiku? Aku tidak mau lagi berurusan denganmu”
Cklek..
Terdengar suara pintu kamar yang terbuka Flo langsung melihat kearah kamar Ares, pria itu keluar dari dalam kamar.
“Serius Marco, kau mau mengajakku bertemu. Aku di kota B…, katanya kau mau menimuiku” ucap Flo dan sedikit mengeraskan suaranya.
Ares yang mendengar Flo Tengah bicara dengan seseorang langsung berhenti.
“Ya, nanti aku kesana dengan Tifanka, dia juga ingin bertemu denganmu”
“Kau dengan Tifanka? Kenapa Tifanka denganmu”
“Nanti ku jelaskan, ya sudah nanti kalau kita sudah sampai di sana ku kabari lagi” ucap Marco.
“Oke Marco sampai ketemu, nggak sabar pengen ketemu kamu” ucap Flo sesekali melihat Ares yang pura-pura tidak melihatnya.
Dan panggilan berakhir, Flo memegang ponselnya dan berjalan kearah Ares yang diam saja di tempat.
“Kenapa kau disini? Menguping pembicaraanku?”
“Siapa yang menguping pembicaraanmu” elak Ares.
“Oh, nggak nguping ya. Ya sudah, aku mau kebawah dulu, mau Ganti baju seteleh itu ketemu Marco” ucap Flo di depan Ares, lalu ia berbalik dan akan berjalan pergi tapi tangannya di tahan oleh Ares.
“Siapa tadi? Marco? Bukannya dia yang pernah melecehkanmu waktu itu kan? Kenapa kau menemuinya? Jangan temui dia” tegas Ares.
“Kau siapa melarangku, terserah aku mau bertemu siapa. Kenapa kau melarang” ucap Flo dan melepaskan tangan Ares. Tapi Ares kembali menahan tangannya.
“jangan bodoh, kau mau di lecehkan lagi olehnya” ucap Ares suaranya sedikit meninggi.
“Perduli sekali denganku, perduli atau cemburu?”
Ares diam terpaku, dia sendiri juga bingung kenapa ia tidak senang Flo akan bertemu dengan pria itu.
“kenapa diam?” tanya Flo.
“pokoknya saya tidak mengijinkanmu pergi menemuinya” tegas Ares menatap serius Flo. Flo lalu mendorong Ares ketembok, dia langsung mengalungkan tangannya di leher Ares.
“Apa yang mau kau lakukan?”
Tak menjawab, Flo malah mencium Ares, ciuamannya kali ini biasa saja. Tapi siapa sangka Ares malah membalasnya, Ares balas mencium Flo. Bukan ciuman biasa tapi lumatan, pria itu menyesab bibir Flo dan memainkan lidahnya di dalam mulut Flo..
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔