NovelToon NovelToon
Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:639k
Nilai: 5
Nama Author: Ayzani01

Laura Scarlett adalah seorang gadis yang tidak diinginkan oleh keluarganya, sehingga mereka membuangnya begitu saja sejak kecil, Laura scarlett tumbuh menjadi seorang gadis cantik ceria dan lembut dia di asuh oleh suami istri Johanson yang berasal dari estonia meskipun dia berasal dari British Utara yang kental.

Suatu hari ayahnya di serang sekelompok perompak, ketakutannya semakin nyata dan dia begitu benci dengan perompak, tetapi sayangnya nasib mempertemukannya dengan seorang perompak bernama Sean Nicholas Hoult bermata safir yang terang, seorang perompak yang membuat hatinya dan tubuhnya hanyut dalam gairah dan kesengsaraan.

Kisah perjalanan hidup dan cinta laura Scarlett bersama dengan pria yang membuat hidupnya sengsara tetapi juga mencintainya

Whisper of the Sea 2

Leona Lewstin adalah seorang gadis yang hidup di sebuah pulau hilang atau di sebut pulau berhantu oleh para bajak laut. Suatu ketika dia melihat seorang pria yang tidak sadarkan diri berada di bibir pantai, dia lantas menolong pria bernama Edmund Alexander, yang tidak sadarkan diri setelah ombak menggulungnya, apakah menolongnya adalah pilihan yang tepat bagi Leona?






Bijak dalam membaca, Warning !!! bukan bacaan untuk di bawah umur ya!!!

~Vote Coment and like di tunggu ya tmn2 readers, so author lebih semangat nulisnya☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vol 23

Entah berapa lama Laura tertidur dipelukan Edmund, dia tertidur sambil sesekali terisak, Edmund sama sekali tidak tidur dia hanya berbaring sambil menghapus air mata Laura lalu mengecup rambutnya, Laura meringkuk dan merasakan tubuh hangat yang memeluknya.

Beberapa jam telah terlewati mungkin saja pesta sudah usai di sana, Edmund tidak meninggalkan Laura ketika dia tertidur, entah mengapa gadis ini sangat berpengaruh padanya.

Laura perlahan membuka matanya menatap dengan samar kemeja putih dan separuh kancing kemejanya terlepas sehingga memperlihatkan dada bidang seorang pria, dia kini menyadari napas hangat menerpa wajahnya, Edmund masih memeluknya erat, Edmund menatap Laura dan menarik dagunya.

"Kau sudah bangun? tanyanya. Laura tidak berani bergerak tubuhnya begitu kaku. Edmund merekatkan pelukannya dan mengangkat tubuh Laura sehingga posisi Laura berada di atasnya.

"Kau takut padaku?" bisiknya, Laura memalingkan wajahnya, tetapi Edmund kembali menarik dagunya agar Laura menatapnya.

"Jawab aku Laura." Laura merasa tidak nyaman ketika tubuhnya menempel erat dan bergesekan di tubuh Edmund, dengan perlahan Laura mengangguk, "Sedikit." Gumamnya pelan.

Edmund tertawa pelan, dia membelai wajah Laura dan menarik wajahnya agar dia bisa menciumnya, kelembutan yang Laura rasakan membuatnya hanyut dalam ciuman mesra yang diberikan Edmund padanya. Ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman kasar dan menuntut, dia menekan tubuh Laura padanya, seketika tubuh Laura sudah berada dibawah tubuh Edmund menciumnya hingga Laura kesulitan bernapas.

Edmund melepas ciumannya beralih ke leher Laura, tangannya mulai membelai dan menjelajahi setiap inci tubuhnya, Laura merintih, desahan panas membuatnya hilang kesadaran, Edmund menatap Laura dengan pandangan lapar, sekali tarikan kasar dari Edmund tubuh polos Laura terlihat begitu jelas dihadapan Edmund membuatnya panas dingin begitu menginginkan Laura.

Edmund mulai memainkan tangannya, bibirnya dan lidahnya di tubuh Laura sehingga dengan cepat Laura merasakan gelenyar panas ditubuhnya, sehingga untuk kedua kalinya Laura mendapatkan pelepasannya dia bergetar hebat. Napasnya memburu, mereka saling menatap, Laura merasakan sesuatu yang keras mendesak diantara pahanya dan menempelkan di tempat sensitifnya.

Terdengar suara pintu yang diketuk-ketuk, lalu seseorang memegang engsel pintu kamar itu dan mencoba membukanya.

Gerakan Edmund yang siap menerjang Laura terhenti, dia menggeram dan terbangun dari posisinya yang berada diatas tubuh Laura. Dia mengintip dari jendela, seseorang berusaha mencoba masuk di ruangan ini. Laura dengan cepat mengenakan kembali pakaiannya lalu menghindar dari edmund, ruangan itu begitu temaram hanya pelita kecil sebagai penerangan di ruangan itu.

Edmund menarik Laura kedalam pelukannya, dia mengecup bibirnya dengan kasar, lalu menatap Laura dengan tersenyum tipis, "Kita akan bertemu lagi Laura sayang, dan melanjutkan percintaan kita, aku harus pergi."

Edmund membuka kunci pintu itu perlahan dan segera keluar dari kamar itu. Tubuh Laura merosot di lantai yang dingin. "Mengapa tubuhku terasa hampa?" gumamnya, dia bergegas berdiri dan keluar dari ruangan itu.

~

Malam itu Laura begitu gelisah di tempat tidurnya terbayang wajah Edmund yang menatapnya seakan ingin menerkamnya, dia tidak akan sanggup hidup dengan ketakutan seperti ini. Dia mengingat wajah Sean yang dicintainya tetapi pria itu sama sekali tidak memiliki perasaan padaku, dengan mudahnya dia bercinta dengan wanita lain selain diriku.

Laura memukul-mukul bantalnya, dia tidak mau memikirkannya, Sean sudah menghilang dari kehidupanku, aku harus melupakannya.

Dia akhirnya tertidur, dia begitu letih dan tegang menghadapi Edmund, apa yang akan dia lakukan esok hari jika dia kembali bertemu pria itu.

~

Suasana pagi itu begitu dingin, kabut masih menghalangi pandangan, wangi pepohonan terasa segar dan sejuk yang masuk dari jendela yang dibiarkan terbuka oleh Laura, dia sudah terbangun dan menghirup udara segar, setelah mentari menyinari pepohonan dengan terangnya, orang-orang mulai beraktivitas mengerjakan rutinitas mereka.

Laura kembali menatapnya, seorang wanita cantik yang duduk di antara kebun-kebun bunga dengan selimut yang mengitari tubuh pucatnya. Pancaran matanya menyiratkan kepedihan yang dalam ketika memandang wanita itu, entah mengapa perasaan seperti ini muncul kepermukaan.

"Siapakah wanita itu? gumam Laura. Hari ini Laura membiarkan Rossie menata rambutnya yang dikepang memanjang dengan memakai celemek putih di pakaiannya, dia tersenyum senang, baru kali ini rambutnya ditata oleh seseorang setelah ibunya wafat.

~

"Kau sudah datang sepagi ini?" tanya Kenan melipat tangannya dihadapan Edmund yang baru saja turun dari kereta, dia mengacuhkan Kenan dan menyuruh pelayan mengangkat tasnya yang cukup besar.

"Aku akan menginap di sini untuk semantara, aku harus menghilang dari penglihatan nenek di rumah." Kata edmund mengangkat bahunya.

"Antarkan barang tuan Edmund ke kamarnya." Kata Kenan pada pelayan yang bergegas membawa barangnya.

"Kau belum sarapan kan? kau datang sepagi ini." Tawa Kenan bergema di aula selama percakapannya dengan Edmund, pelayan-pelayan wanita nampak mengintip dari kejauhan dua pria tampan dengan tinggi yang hampir sama tetapi tubuh Edmund lebih berotot dibandingkan Kenan yang tinggi tetapi tentu saja tubuh mereka berdua sama seksinya.

"Mengapa mereka berdua begitu tampan?" kata seorang pelayan wanita dengan mata berkilat senang, "Jangan besarkan suaramu bodoh, nanti kita akan ketahuan Rossie." Kata seorang pelayan yang masih berdiri di samping temannya. Laura melihat dari kejauhan, para pelayan wanita berkumpul dan berbisik-bisik, dia menghampiri mereka.

"Apa yang mereka lihat?" Matanya tertuju pada dua orang pria yang sedang bercakap-cakap di aula utama sambil duduk menikmati sarapan mereka.

Dengan cepat Laura bersembunyi, sepagi ini dia ada di sini? untuk apa, pesta kan sudah usai, Pikir Laura. Seorang pelayan berbalik melirik Laura yang membelakangi mereka.

"Jangan melaporkan yang kau lihat hari ini Laura, atau kau akan berhadapan dengan kami." Kata salah satu pelayan dengan bintik coklat di wajahnya.

Laura tersenyum tipis, "Aku tidak akan mengatakan apapun kalian tenang saja." Dia mengatur napasnya lalu menarik tangan Laura, "Bawa ini ke ruang penyimpanan, kami lagi sibuk." Kata wanita itu memberikan alat pembersih kepada laura, dengan senang hati Laura mengambilnya dan berjalan menjauh dari mereka.

"Ugh, untung saja dia tidak melihatku, dia memang tampan tapi sungguh mengerikan." Gumam Laura yang menyimpan alat bersih-bersih di dalam lemari. Dia berjalan melewati kebun bunga dan kembali menatap wanita itu, tetapi dia tidak sendirian kali ini, seorang pria dengan wajah tampan duduk di sebelahnya, menyandarkan kepala wanita itu dibahunya.

George mengerling sebentar gadis yang melintas di hadapannya seketika mata mereka bertemu, wajah cantik Laura sangat mirip dengan Scarlett ketika umurnya masih sekitar 20 tahunan. Dia kini duduk tegak memandang gadis itu berjalan menjauh. "Siapa gadis itu? mengapa wajahnya sangat mirip dengan Scarlett?" gumam george.

~

Siang hari meskipun begitu terik tetapi hawa dingin di musim gugur sangat terasa, Laura bersama ethan cucu dari rossie membawa beberapa ekor kuda ke sungai untuk memberi makan dan memandikan mereka, semua itu pekerjaan Ethan tapi kali ini Laura turut membantunya, Ethan sangat baik kepada laura, dia suka bercanda dengannya, Ethan lebih muda setahun dari Laura, mereka terlihat dekat, Laura menganggapnya seperti adik begitupun Ethan dengan tulus selalu membantu Laura, dan meminta tolong kepada Laura membukakan pintu jika sudah terkunci, dia keluar kastil dimalam hari dan bertemu kekasihnya Bertha, dan Laura lah menjadi penjaga pintu untuknya.

"Kau yakin ingin memandikan kuda-kuda ini?" Ethan berjongkok di pinggir sungai.

"tentu, memangnya kenapa Ethan?" Tanya Laura sambil mengelus bulu pada tengkuk kuda.

"Baiklah, tapi kau yang tanggung sendiri jika kau kedinginan nantinya, dan kau harus bicara kepada nenek."

Laura tertawa dan mengangkat bahunya tanda bukan masalah baginya. Matanya tajam memandang pemandangan yang tidak jauh darinya, dia melihat Laura sedang berbincang-bincang sambil tertawa kepada seorang pemuda.

"Dia memang berbeda, sangat cantik bukan?" kata Kenan yang menatap Laura tanpa berkedip. Edmund menatap kenan seperti terhipnotis dengan kecantikan Laura.

"Kau tertarik padanya?" tanya Edmund kepada Kenan.

"Setiap pria yang menatapnya pasti akan tertarik kepadanya, jadi jangan salahkan aku jika mataku tidak mau berpaling." Gumamnya. Edmund menyilangkan kedua tangannya memperhatikan Laura yang disinari matahari pagi dan tertawa dengan lepas. Ethan memercikkan air kearah Laura sehingga bajunya sedikit basah.

"Ethan ! hentikan." teriak Laura membalas Ethan yang kini menyirami air dengan sekuat tenaga.

"Katakan pada nenek kau terjatuh." Ethan menyiram air ke wajah Laura lalu berlari ke arah sungai.

"Kelihatannya kalian sedang bersenang-senang." Suaranya cukup tajam hingga Laura berbalik, dua orang pria telah menghampirinya. Seketika Laura berhenti tertawa. Mata tosca cerahnya menatap kedua pria tampan yang berdiri dihadapannya, Laura memegang erat roknya yang basah akibat siraman Ethan. Senyum miring terpampang di wajah Edmund. Aku ingin lihat apakah kau masih bisa tersenyum malam ini, pikir Edmund memiringkan kepalanya menatap tajam Laura.

1
Noviza Tehuayo
Dan cerita ini ku baca ulang lagi😄😍
Besse Sulfiani
sy baca tahun 2020. balik lagi bacany THN 2024. alurnya menarik. Karakter pembawaan luar negeri. Semoga banyak yang baca nantinya. sukses selalu thorr.
Tri Nurhalimah
berulang kali pun tak pernah bosan
Tri Nurhalimah
kemana sean
Faradita
srmoga laura dan sean bisa bersatu demi max
Simon
the best
ponyey 48
lanjut thor
Yani Cuhayanih
Aku suka lannjuut....
Rose_Ni
bahagianya bisa mengetahui rahasia orang lain
Dilaras Laras
😕😕😒😒😒
COOL_I4N
Alur cerita, narasi & karakter Edmund dan Leona lebih bagus dari kisah Sean & Laura. Plot cerita kisah Sean dan Laura sebenarnya bagus, tapi karakter Sean terkadang kurang match atau tdk berkembang, secara dia Perompak tapi di bbrp adegan terlihat lemah ketika berhadapan dg Edmund yg mau merebut Laura. Pengecut, tdk gentleman dan yg di tonjolkan hanya cerita ketika nafsu di ranjang nya saja. Semoga Author terus mengembangkan karya nya lebih bagus lagi. Semangat
@Dior_bna
aduh .kasar skali kasian Laura,knp dia TDK berjumpa dng laki2 yg lebih lembut dan berperasaan.
GK suka juga sosok Sean klo kasar dng Laura ..dan gak suka dng kelakuannya yg setiap saat memakan Laura..hanya nafsu yg dikedepankan,apakah Krn dia laki2 pelaut Krn kalau pelaut rata2 wataknya kasar dan libidonya kuat harus ada pelepasan setia waktu
@Dior_bna
ah mudah skali Laura jatuh terlena dlm pelukan si mut2 itu.
padahal cintanya buat Sean
seharusnya dia meronta jng terlena hampir sja si mut2 melancarkan rudalnya.
alah Laura kurang percaya pada cinta sendiri..sdh ditidurin Sean berkali2 masih sja mau dibuai si mut2..
seharusnya pastikan dulu klo Sean benar2. TDK mencintainya juga baru cari cinta yg lain.
Nurie
author luar biasa
Ai Yeni
mampir di mariii...novel ke 2 karya mu yg ku baca author
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧ
aaahhh bagus banget ceritanya.. terimakasih thor sudah memberikan salah satu karya yang bisa bikin melek mata.. semangat dan sukses selalu dengan karya karya selanjutnya ya
Ran Aulia
👍👍😍😍
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧ
bagus.. ternyata masih mengalir darah bangsawan.. kisahnya seperti Laura tapi dengan kemasan yang sedikit berbeda tapi sama sama bagus
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧ
astaga 😂😂 desa n warganya ga ada akhlak..ini namanya maling teriak maling
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧ
terkadang takdir seperti itu..apa yang tidak kita sukai bisa jadi adalah suatu hal yang terbaik untuk kita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!