Baru kali ini Devan terpesona oleh tubuh seksi seorang wanita, dan wanita itu adalah istrinya.
Ini juga pertama kalinya Devan bisa kalah dihadapan seorang wanita.
Devan yang terkenal dingin dan cuek entah mengapa bisa benar-benar terpukau saat melihat badan seksi Prima. Dia ingin memiliki Prima, namun ia juga tetap ingin setia pada gadis yang disukainya sejak 5 tahun yang lalu. Devan ingin memiliki 2 wanita itu, tidakkah Devan terlalu serakah?
Pernikahan paksa ini benar-benar menyiksa Prima!
...
Setelah terjebak oleh temannya sendiri, kini Reyhan harus mencari siapa wanita malam itu. Dia juga harus menyingkirkan wanita yang hendak memanfaatkannya, ia juga harus waspada karena temannya akan membalas dendam kepada Reyhan akibat kematian seorang wanita.
#My Second Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Remehkan Devan
"kalo aku rawat inap kuliah aku gimana?" tanya Prima
"gampang, nanti aku minta surat dokter buat ijin kamu" ucap Devan
"nggak ah, nanti nilai aku jelek sering ijin. Aku mau pulang" ucap Prima sambil beranjak turun dari ranjang
"jangan, aku bilang jangan. Kamu disini aja, nanti kalo sembuh baru pulang. Kamu disini dulu ya istriku, aku kerja cari uang buat kamu dan calon anak-anak kita" goda Devan
"bodo!" kesal Prima
"aku pergi, kalo ada apa-apa telfon aku. Butuh apa-apa telfon Tio" ucap Devan
"bodo" kesal Prima
Devan keluar untuk pergi ke perusahaan lagi. Sementara Prima mendapat pesan dari Aldo.
Aldo💖
Prim, sibuk nggak?
Prima
nggak kak, ada apa?
Aldo💖
Ini mau bahas masalah pertandingan, sama kumpulin persyaratan pendaftaran
Prima
oke aku kesana, tolong fotoin ya kak apa aja yang harus dibawa
Aldo💖
oke Prim...
Prima bergegas keluar dan mencari Andre untuk mengurus kepulangannya. Prima juga sibuk mencari-cari nomor Devan.
"mana sih nomer si Devan" kesal Prima
Prima sibuk scroll sana sini mencari nomer Devan.
Apa aku lupa tidak save nomornya ya, makanya nggak ada. Oh liat pesan, eh dia nggak pernah sms atau WA. Log panggilan.. Yah kehapus, gimana dong, nomer asisten Tio juga nggak punya - Batin Prima
Prima pergi menemui Andre.
"dok urusin semuanya, biaya nanti minta suami saya ya" ucap Prima
"tapi apa Devan mengetahuinya?" tanya Andre
"nanti saya kasih tau, saya ada urusan mendadak. Kalo dia malah kesini duluan, bilangin aja saya udah pulang ya" ucap Prima
"i iya iya" jawab Andre
"makasih dok, saya pergi dulu" ucap Prima
Dengan pelan-pelan, Prima berjalan dan memesan taksi online. Prima pulang lalu mengambil dokumen dan pergi kerumah Om Pram.
///***///
Di Rumah Om Pram
"akhirnya dateng, sini" panggil Aldo
"iya kak" jawab Prima
"kakimu kenapa Prim? Jalan kok nggak bener" tanya Om Pram
"lecet dikit om" ucap Prima
"sini liat" ucap Om Pram
Om Pram melihat luka kaki Prima, lalu pergi kedalam mengambil sebuah salep.
"udah dikasih obat?" tanya Om Pram
"udah tadi om" jawab Prima
"ini ada obat, diolesin tiap sebelum tidur. Luka gini doang 3 hari sembuh asal gak kebanyakan jalan. Jangan cengeng" ledek om Pram
"yee Prima nggak cengeng ya" ucap Prima
"halah" gurau Om Pram
"jadi gimana? Tanding kelas A?" tanya Aldo
"seni peluangnya gimana om?" tanya Prima
"keliatannya malah besar Seni sih peluangnya" ucap Om Pram
"yaudah, aku main 2. Seni sama Tanding" ucap Prima
"yaudah ok" jawab Aldo
"om goloknya ada? Mau pinjem latihan dirumah" ucap Prima
"ada didalem, Do ambilin goloknya" ucap Om Pram
"ok, toya nya sekalian nggak?" ucap Aldo
Aldo masuk kedalam dan mengambil senjata silat itu.
"nih senjata nya" ucap Aldo sambil memberikan Prima senjatanya
"makasih kak" ucap Prima
"sama-sama" jawab Aldo
"yaudah, Prima pulang dulu ya om kak, takut nanti dicariin" ucap Prima
"tunggu, biar dianter Aldo. Kakimu kan sakit" ucap om Pram
"nggak usah om, pulang sendiri aja. Juga mau mampir dulu kok, kasian kak Aldo" ucap Prima
"nggak papa kok Prim, nanti kaki kamu tambah sakit" ucap Aldo
"halah nggak papa kak, Prima pulang dulu" ucap Prima
Memang Aldo dan Pram belum tahu masalah pernikahan Prima. Prima masih belum siap memberitahu mereka tentang hal ini.
///***///
Di Rumah Devan
Sore Hari
"Primaa...Primaa kamu dimana" teriak Devan
Devan kaget saat mendengar berita Dari Andre bahwa Prima sudah pulang. Sekarang Devan mencari-cari Prima kseluruh ruangan.
///***///
Di Kamar
"Primaa... Kamu dimana?" panggil Devan
"oii disini" teriak Prima
"dimana?" tanya Devan
"aku masih mandi" teriak Prima dari kamar mandi
"aku masuk ya" ucap Devan
"berani masuk satu langkah, aku cincang kamu pake golok!" ancam Prima
"lagian kamu pulang kok nggak bilang-bilang!" kesal Devan
"jelasinnya nanti, biarin aku mandi dulu" teriak Prima dari dalam kamar mandi
Setelah keluar dari kamar mandi, Prima ganti baju dan terlihat Devan menunggunya di sofa didalam kamar.
Gila, beneran bawa golok ni cewek - Batin Devan
Di tangan Prima terdapat golok yang dipinjamnya dari om Pram tadi, padahal kenyataannya Prima tidak sengaja membawanya ke kamar mandi setelah berlatih.
"ka kamu ngapaim bawa golok?" tanya Devan
"oh ini?" tanya Prima sambil mengancukan golok kearah Devan
"ja jangan deket-deket goloknya, nanti kena aku" ucap Devan
"hehe maaf" ucap Prima sambil menarik goloknya
Prima duduk diatas kasur dengan celana selutut dan kaos berwarna biru dongker.
"kenapa kamu pulang duluan?" tanya Devan
"aku nggak suka tidur dirumah sakit, makanya pulang. Kan aku udah bilang" ucap Prima
"tapi kan.." ucap Devan terputus
Kruyukkk....
Suara dari perut Prima benar-benar merusak suasana.
"eh aku laper ternyata, mau makan ah" ucap Prima
"tunggu" ucap Devan
"apa lagi?" tanya Prima
"kamu disini aja, biar aku yang masak" ucap Devan
"kamu bisa masak?" tanya Prima
"jangan remehin seorang Devan" ucap Devan
"ok yaudah sana masak, aku udah laper" ucap Prima
*****
45 Menit kemudian
"gila tu orang masak apa ngapain, sampe perih perutku rasanya" ucap Prima
Ceklek...
Devan datang dengan membawa nampan berisi makanan. Aromanya benar-benar enak sampai membuat Prima tergoda. Devan menaruh meja kecil untuk Prima makan, Prima tidak dibolehkan turun, jadi makannya diatas kasur.
"wuah nggak sia-sia aku nunggu" ucap Prima sambil melihat makanan
"iya dong, coba rasain masakan Devan" ucap Devan berbangga diri
"hmm.. Nasinya pas, nggak kurang air ataupun kebanyakan air" ucap Prima
"cobain yang lain dong" ucap Devan
Prima mencoba sayur entah apa itu, seperti cap cay tapi sedikit beda. Prima kaget dan buru-buru cari air.
"minum... minum.." ucap Prima
Devan langsung memberikan air minum pada Prima.
"kenapa?" tanya Devan
"ini sayur apa cabe? pedes banget" ucap Prima
"masa sih?" kaget Devan
Apa aku kebanyakan masukin bubuk cabenya - Batin Devan
Prima mencoba semua masakan Devan. Dan zonk semua rasanya. Sayurnya kepedesan, telurnya keasinan dan tumis kangkung nya pun kemanisan.
Astaga sia-sia aku menunggu 45 menit - Batin Prima
"minggir, aku mau masak sendiri" kesal Prima
"jangan, kamu kan sakit" ucap Devan
"mau apa lagi? Dari semua masakan kamu yang bisa aku cerna cuma nasi sama airnya doang" jengkel Prima
"Hehe maaf, dari dulu emang aku nggak pernah masak. Aku tadi liat tutorialnya di youtube" ucap Devan
Prima mengusap wajahnya sendiri karena jengkel.
"ayo ikut aku" ucap Prima
"kemana?" tanya Devan
"belajar masak" ucap Prima
Devan menggendong Prima ala bridal style dan menurunkan Prima diatas kursi didapur. Prima memandu Devan dalam memasak semua, Prima hanya duduk dan memandu Devan. Devan yang melakukan semuanya.
*****
Setelah Selesai
Semua masakan sudah dihidangkan diatas meja makan. Terdapat cap cay, fuyunghai dan chicken crispy. Prima mencicipi rasanya satu persatu.
"gimana rasanya?" tanya Devan
Prima mengerutkan dahinya.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
udah tau pacar adiknya Mala dekat dekat dang ngajak nonton