NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:503
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Welcome kehidupan baru

Sudah sebulan sejak kejadian itu, kini Ana bisa sedikit bernafas lega, karena ganguan dari Roy berkurang, atau bisa di katakan hilang.

Obrolan nya dengan mbak Asih terakhir hanya mengatakan orang tua Roy yang menelfon menanyakan kabar Aidar, sedang Roy sendiri tidak ada kabar nya setelah keberangkatan nya Ke Surabaya 2 hari setelah Aidar keluar dari rumah sakit.

Ana sendiri tidak peduli akan hal itu, ia memilih menikmati hari-hari bersama onderdil bodol yang semakin hari semakin menguji kesabaran.

Kondisi kaki Ama semakin parah membuat orang tua itu berteriak kesakitan setiap hari. Ana sendiri tidak tau harus bagaimana, setiap kali laporan ke majikan, jawaban nya hanya di suruh memberi obat yang di resep kan dokter, namun tetap saja tidak ada perubahan.

Tak ayal setiap hari nya Ana harus berdebat dengan sang pasien karena merasa obat yang di berikan Ana tidak manjur. Dan itu terjadi hampir setiap hari, membuat Ana nyaris menyerah. Belum lagi onderdil nya yang semakin hari semakin bodol.

Hari ini Ama di jadual kan untuk cek up dokter, sudah sedari pagi Ama sibuk minta berganti pakaian, padahal mereka baru akan berangkat setelah makan siang.

"Ana ...."suara Ama yang sengau mengejutkan Ana yang sedang memasak di dapur.

"Kenapa?" Jawab Ana sembari menghampiri.

"Kaki ku sakit," seru ama sembari meringis memegang pangkal paha nya.

Ana menghela nafas berat, lalu?" Tanya Ana menggantung, yang sebenar nya dia paham, apa maksut dari ama. Dia bukan tidak mau memberikan, tapi baru satu jam yang lalu nenek nya itu minum obat.

"Sabar sebentar, setelah makan siang kita ke dokter, nanti dokter kasih kamu obat yang bagus." Rayu Ana. Dan untung nya ama mau mendengarkan, meski mulut mungil nya

Tidak berhenti berteriak-teriak kesakitan.

Tidak ada yang berubah dari diagnosa dokter obat nya pun masih sama sekembali nya mereka pulang, membuat Ana semakin pusing tujuh keliling, karena pasien nya itu semakin kesurupan. Nyaris semalaman Ana tidak tidur karena ama terus saja berteriak, membuat nya terpaksa memberikan obat pereda nyeri lebih dari dosis yang di berikan dokter. Bukan atas inisiatif Ana, tapi atas perintah majikan nya.

*

*

Sore itu Ana tampak berseri mendengar kabar kelulusan Danu, itu arti nya si sulung nya itu akan segera menjadi pelajar SMA. "Beneran lulus mas?" Tanya Ana antusias.

"Lulus lah bu, anak ibu kan cerdas." Sahut Danu sembari menunjukkan kertas pengumuman kelulusan nya.

"Terus mas mau daftar di SMA mana atau jadi ke STM ?" Tanya Ana yang sedang sibuk dengan masakan nya

"STM Adidaya ya bu,boleh?" Rajuk Danu

Sedari awal Ana memang kurang setuju saat Danu mengatakan ingin melanjutkan

 Pendidikan nya di sekolah itu, murid-murid nya terkenal urakan, bukan berarti Danu tidak urakan.

Ana sebenar nya ingin Danu melanjutkan SMA saja, tapi si sulung nya itu sedari kecil

Memang suka sekali berkutat dengan mesin, bahkan menjadikan tukang bengkel sebagai cita-cita nya. Bukan keinginan yang buruk tapi jika ada pilihan yang lebih baik Ana berharap Danu mendapatkan nya. Tapi yaa..... senyaman nya Danu saja lah.

"Selain STM itu nggak ada mas ?' Maksut ibu, keluar dari zona daerah juga nggak apa-apa." Tawar Ana.

"Kalo keluar zona, Danu harus ngekos bu, jauh dari adek sama mbah.'' Rajuk Danu kembali.

Ana tersenyum simpul, dia tau Danu pasti memikirkan adik-adik nya juga mbah nya.

Karena sebenar nya, ada sekolah yang di ingin kan Danu, namun sekolahan itu berada

Di pusat kota, cukup jauh dari rumah Ana, tapi si sulung nya itu dengan berbesar hati

Memilih sekolah yang sedikit lebih dekat dengan rumah nya. Hanya karena tidak tega

Meninggalkan adik-adik nya, dengan dalih jauh.

"Yaa sudah kalau mas yakin sekolah di situ, yang penting mas Danu nyaman, terus

Sekolah yang bener." Tutur Ana.

"Siap bu," jawab Danu dengan senyum kepuasaan yang mengembang.

*

*

Kehidupan Ana benar-benar terasa hidup saat ini, meski pekerjaan nya semakin hari

Semakin menguras emosi, tapi justru Ana semakin menikmati.

Ternyata benar, melepaskan belati di genggaman jauh lebih melegakan meski meninggalkan bekas sayatan yang entah kapan sembuh nya ketimbang tetap menggenggamnya hanya untuk menyembunyikan luka.

Ana pernah pecah satu kali, dan kini menghadapi nya lagi, tapi entah mengapa hancur nya kali ini justru memberikan kelegaan dan kepuasaan, ibarat retakan nya seperti mahakarya terbaik yang sengaja tuhan persiapkan untuk nya.

Jika dulu saat perceraian pertama Ana sempat down dan bersedih hingga beberapa hari, tapi kali ini ia malah terlihat semakin bersemangat, seolah baru saja terlepas dari sangkar.

Terlebih saat melihat Aidar, busa tumbuh bebas tanpa ancaman-ancaman yang sudah

Seperti penculikan untuk nya.

Kejadian terakhir satu-satu nya yang membuat Ana trauma saat Aidar jauh dari mbak Asih.

Tapi sekarang semua itu tidak perlu lagi di khawatirkan, karena satu-satu nya ancaman untuk Aidar sudah pergi. Benar kah sudah pergi ? Atau hanya bersembunyi? .

______Bersambung.

Agak tidak jelazzzzz........

Write block hampir menyerang.

See you ...

__IbuAnna.

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!