NovelToon NovelToon
Pendekar Dewa Siluman

Pendekar Dewa Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: kemal costa

Jaka Sakti, seorang anak yang terlahir dari desa kecil, namun ia dilahirkan dengan takdir yang kuat.

Ia dipilih oleh Dewa Suci untuk meneruskan warisannya. Jaka berkelana ke seluruh dunia untuk menemukan 10 Siluman Dewa Suci yang akan menjadi gurunya dan memberikannya kekuatan yang tiada tara.

Aku, Jaka Sakti, Seseorang yang akan berada di puncak, bukan hanya tanah kelahiranku, melainkan mendominasi seluruh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kemal costa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 22 - Misi Melindungi Desa.

Perayaan pun telah selesai, sehabis beres-beres, para warga kembali ke rumah masing-masing. Jaka belum kembali ke rumah tabib desa, ia tampak masih ingin menikmati suasana desa, dikarenakan besok ia akan kembali melanjutkan perjalanannya.

Kini Jaka telah pulih sepenuhnya dan ia berencana untuk melanjutkan perjalananya. Ia sudah memberitahu para warga bahwa ia akan meninggalkan desa.

Banyak warga yang menyayangkan keputusan Jaka karena merasa Jaka terlalu cepat meninggalkan desa, tetapi Kepala Desa memberi pengertian dan penjelasan kepada para warga dan mereka pun akhirnya mengerti.

Jaka berjanji pada dirinya sendiri akan menghabisi setiap siluman yang berada di area sekitar desa hingga radius satu kilometer. Terlebih Siluman-siluman yang berada di Hutan Hulu Sungai. Jaka tak ingin jika ada siluman yang kembali menyerang desa kelahirannya.

Setelah Jaka selesai menikmati sisa waktu di Desa, kemudian ia pun pulang ke rumah tabib dan segera beristirahat.

**

Ke esokan Harinya, Jaka berpamitan kepada Penduduk desa, ia berniat melanjutkan perjalanannya ketika hari masih pagi.

" Jaka, ini, bekal untuk perjalananmu, para warga membuatkannya untukmu," ucap Yoga, lalu memberikan buntalan kain berisi bekal.

"Jaka, ini obat minum herbal, minumlah ketika kau kelelahan saat berjalan, ini akan mengembalikan staminamu," ucap tabib desa memberikan beberapa botol minuman herbal.

Jaka kemudian menenteng bekal dan minuman herbal di pundaknya. "Terima kasih Pak Yoga, terima kasih Nenek Tabib."

"Kau berhati-hatilah di jalan dan berjanjilah kau akan datang kemari lagi," ucap Yoga.

"Aku berjanji," ucap Jaka lalu mencium punggung tangan Kepala Desa dan Tabib secara bergantian.

"Terima kasih semuanya, telah memperlakukan ku dengan baik dan mengganggapku seperti keluarga, suatu saat aku pasti akan kembali!" ucap Jaka sambil melambaikan tangan.

Jaka melangkahkan kaki memulai misinya untuk melindungi desa. Jaka mengangkat lengan bajunya dan melihat warna kompas permata pada gelang galaksi bewarna coklat cerah. Ia tak menyadari itu sebelumnya, kini ia yakin bahwa salah satu Roh Siluman Suci Putih berada di Hutan Hulu Sungai.

Saat posisi Jaka sudah berada cukup jauh dari desa, ia kemudian menyimpan bekal dan minuman herbal ke dalam gelang galaksi. Jaka menggunakan Teknik Meringankan Badan, lalu menyisir daerah sekitar desa sejauh satu kilometer sebelum ia memasuki hutan.

Sejauh mata memandang ia tak menemukan satu pun siluman di area tersebut, hanya terdapat padang rumput yang luas dengan beberapa pohon berdiri tegak di area tersebut, kemudian ia mencoba mengelilingi area itu sekali lagi untuk sekedar memastikan. Jaka sudah mengelilingi area sekitar pemukiman esa selama berjam-jam lamanya.

Ketika Jaka sudah yakin tidak ada satupun Siluman di area tersebut, ia kemudian berhenti untuk makan dan meminum obat herbalnya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Hutan Hulu Sungai.

Energi Jaka sudah terisi kembali, kini ia melanjutkan perjalanannya dengan tetap berlari menggunakan Teknik Meringankan Badan menuju Hutan.

Sesampainya di bibir Hutan ia kembali menyisir area tersebut, ia menyisir area itu dengan teliti, tak ingin melewatkan satupun siluman yang ada.

Tetapi sama halnya seperti sebelumnya, di area tersebut tidak terlihat satupun siluman sejauh mata memandang.

"Kemana perginya semua Siluman ini? Mengapa tidak ada satupun yang ku jumpai?" tanya Jaka dalam hati.

Jaka kemudian berinisiatif untuk masuk ke Hutan yang lebih dalam. Jaka melihat cahaya pada permata gelang galaksinya berubah menjadi warna abu-abu. "Hmm ... Sepertinya aku sudah dekat dengan salah satu Roh itu."

"Aku akan menyelesaikan misiku dulu, lalu barulah aku menemuinya." Jaka sebenarnya penasaran dengan sosok Roh tersebut, tapi ia memiliki prioritas yang harus lebih dulu diutamakan, yaitu misinya melindungi Desa.

Jaka berlari lagi menggunakan Teknik Meringankan Badan. Ia memasuki Hutan lebih dalam, namun masih tak ada satu pun siluman yang tampak. Jaka lalu memutuskan untuk beristirahat dan makan.

Saat sedang asik makan, ia merasakan adanya Hawa Jahat di sekitarnya. Ia menyelesaikan makannya dan kemudian berjalan ke arah Hawa Jahat tersebut.

"Akhirnya aku dapat bertemu salah satu Siluman di sini." Jaka terlihat antusias.

Jaka mengikuti arah Hawa Jahat tersebut dan melihat seekor Siluman yang sedang memakan Kelinci Hutan.

"Oh ... Ho ... Akhirnya aku bertemu denganmu, sudah lama aku ingin bertemu denganmu dan kali ini aku yang akan menghabisi kalian," ucap Jaka pada Siluman itu, lalu menghunuskan pedangnya.

Siluman yang ditemui Jaka, tak lain adalah Siluman Srigala Merah Darah yang pernah menyerang Desa Delapan Tahun silam dan juga jenis siluman tersebutlah yang membunuh Ayah serta Ibu Jaka.

Siluman itu menjadi waspada ketika melihat Jaka datang dan mengarahkan pedang padanya, ia menggeram ke arah Jaka, kemudian melolong dengan keras.

" Aauuuuuuu...!! "

"Hey! Kau sangat berisik! Ah ... Aku tahu, itu adalah kata-kata terakhirmu sebelum kematianmu kan? Maka bersiaplah...! " ucap Jaka lalu mengangkat tinggi pedangnya, ia berniat membunuh siluman itu.

Jaka berlari ke arah Siluman itu, namun langkahnya terhenti saat melihat satu per satu Siluman Srigala Merah Darah muncul dari balik Semak dan Pepohonan, kemudian mereka berkumpul dan mengepung Jaka. Jumlah mereka diperkiran mencapai ratusan lebih.

"Ternyata kau memanggil teman-temanmu ya, dasar pengecut...!" seru Jaka, lalu mengenggam erat pedangnya dengan mata yang berkilat, "Baiklah, akan kuladeni kalian semua, lebih banyak lebih bagus, akan kumusnahkan kalian semua, sehingga tak ada satu pun dari kalian yang bisa menyerang desa."

Jaka memperhatikan satu per satu siluman yang berada di barisan terdepan dan mulai menganalisa kekuatan dari para siluman srigala tersebut. "Walaupun mereka ada seratus ekor tetapi kekuatan mereka hanya pada tingkat pendekar langit awal dan banyak dari mereka yang masih seekor Siluman Srigala Remaja yang berusia lima puluh tahun, ini tidak akan sulit bagiku."

Melihat kepercayaan diri Jaka membuat Siluman-siluman tersebut menjadi ragu untuk menyerang Jaka. Meskipun jarak antara mereka dan Jaka hanya beberapa langkah saja.

"Ohh ... Jadi tidak ada satupun dari kalian yang mau menyerang? Baiklah, aku yang akan menyerang terlebih dahulu." Jaka menggenggam erat pedangnya, lalu membuat kuda-kuda.

"Teknik Pedang Bumi! Putaran Angin Naga!"

Jaka berputar sambil menebaskan pedangnya ke udara, membuat sebuah putaran angin tajam melingkari tubuhnya dan menebas siluman yang ada di sekitarnya. Serangan tersebut membuat belasan siluman seketika tewas tersayat pusaran angin tajam milik Jaka.

Siluman yang tersisa melihat kawanannya mati begitu saja menjadi geram, lalu menyerang Jaka secara bersamaan.

"Oh Ho ... Akhirnya kalian semua menyerang secara bersama, ayo kita mulai pestanya!"

"Teknik Pedang Bumi! Teknik Banteng Besi! "

Jaka memasang posisi bertahan menggunakan Teknik Banteng Besi, yang sangat efisien digunakan saat terkepung.

Jaka menangkis dan menghindari setiap serangan yang datang, kemudian melakukan serangan balik dengan menebas kepala Siluman itu menggunakan sedikit tenaga dalam.

Satu per satu siluman itu tewas oleh pedang Jaka, mayat-mayat Siluman itu berjatuhan di tanah, darahnya membasahi area pertarungan, rumput yang sebelumnya hijau menjadi merah akibat tersiram darah. Begitu juga dengan Jaka tubuhnya kini bermandikan darah.

Jaka menikmati membunuh setiap Siluman Srigala Merah Darah yang ada, entah dendam atau ambisi yang ada di dalam fikirannya. Ia menghabisi siluman-siluman itu dengan mudahnya, hingga hanya tersisa belasan Siluman Srigala.

Siluman yang tersisa mencoba melarikan diri, mereka sadar tidak akan bisa mengalahkan Jaka.

"Oh Ho ho ... Ingin melarikan diri? Siapa yang mengizinkan kalian lari?" ucap Jaka lalu berlari mengejar siluman yang tersisa menggunakan Teknik Meringankan Badan, kemudian menebas satu per satu kepala siluman yang tersisa.

Sampai pada akhirnya, ia berhasil menebas kepala siluman yang terakhir.

1
merah putih
menurut riwayat zuhrong, mestinya dia tidak ada rasa takut menghadapi apapun. tp knp masih takut kpd siluman yg lbh kuat.
Sang M
Host sampah payah. criita sampah.
Sang M
mmemalukan dancok Host cecurut sampah kok banyak omong. langsung bantaii. haddeh payaj Thor imi
Sang M
skip lewat
Sang M
skip
Sang M
haddeh bosan proses host u/ raih puncakvterlalu lama dan momen gak penting ditampilkan
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Jak 09
Luar biasa
Andi Lala
kerennn,,
Pedang neraka
Zhilong ??? ANAK NAGA dari Qing Ruo ? 🤔🤔
Pedang neraka
Pastinya kota BUKIT TINGGI dan restoran Padang :: SALERO BASAMO 🤣🤣
nina hariah
cerita nya bagus dan menarik
Tauhid
tinggal ikuti alur aja
Hadian Purnama
Kecewa
~•Insan Biasa•~
Satria jingga perkasa atau logo 99🤭😂
dewa_curhat
ok
dewa_curhat
sue, sambil beriklan hahahaha
dewa_curhat
zhia apa zahra.
zhia kan umi kepala suku bintang
Djohan Andrea
nama nya dulu gunung kembar....identik dg masyarakat nya yg cewek semua .....Lanjutkan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!