NovelToon NovelToon
Terjebak Diantara Cinta Dan Dendam

Terjebak Diantara Cinta Dan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fajar Riyanti

Finn kembali untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya. Dengan bantuan ayah angkatnya, Finn meminta dijodohkan dengan putri dari pembunuh kedua orang tuanya, yaitu Selena.

Ditengah rencana perjodohan, seorang gadis bernama Giselle muncul dan mulai mengganggu hidup Finn.

"Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin terlahir menjadi keturunan keluarga Milano. Aku ingin melihat dunia luar, Finn... Merasakan hidup layaknya manusia pada umumnya," ~ Giselle.

"Aku akan membawamu keluar dan melihat dunia. Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apa kamu mau?" ~ Finn.

Cinta yang mulai tumbuh diantara keduanya akankah mampu meluluhkan dendam yang sudah mendarah daging?

100% fiksi, bagi yang tidak suka boleh langsung skip tanpa meninggalkan rating atau komentar jelek. Selamat membaca dan salam dunia perhaluan, Terimakasih 🙏 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : TDCDD

"Setiap air mata yang keluar dari matanya, akan dibayar dengan nyawa," Finn mendudukkan dirinya di atas sofa, lalu meneguk wine ditangannya.

Malam ini Finn memutuskan untuk menginap di mansion ayahnya. Tuan Mark sudah terbang ke Singapura sejak siang tadi.

Riyan menggeleng-gelengkan kepalanya, "Demi satu wanita, kamu sampai mati-matian seperti ini. Hampir setiap malam kamu datang menemuinya, apa kalian sudah sering tidur bersama?"

Finn menyenderkan tubuhnya pada punggung sofa, mengingat kembali setiap pertemuan-pertemuannya dengan Giselle. Bagaimana gadis itu bertingkah aneh diawal-awal pertemuan mereka, bahkan Finn sampai mengira jika Giselle adalah wanita malam.

"Terkadang dia terlihat begitu kuat, terkadang juga terlihat sangat rapuh. Dia cukup unik, berbeda dari wanita kebanyakan. Bahkan aku sendiri yang dengan begitu agresif membawanya naik ke atas ranjangku, tanpa aku mencari tahu dulu siapa dia sebenarnya," ungkap Finn.

"Tapi dia juga keturunan Tuan Andreas Milano, musuh besarmu. Apa kamu tidak berniat untuk memanfaatkannya juga, sama seperti kamu memanfaatkan Selena?" tanya Riyan.

Finn mencondongkan tubuhnya ke depan, merenung sesaat, "Dia sudah cukup menderita tanpa aku harus menyakitinya. Hanya dia satu-satunya pengecualian, aku ingin melindunginya."

Ekspresi seperti ini belum pernah Riyan lihat sebelumnya dari seorang Finn, harusnya tanpa bertanya dia sudah bisa menebaknya. Tapi Riyan tetap saja penasaran ingin bertanya langsung.

"Sepertinya kamu sudah benar-benar jatuh cinta padanya,"

"Sepertinya iya," jawab Finn singkat.

💛

💛

💛

Dikediaman utama keluarga Milano, Tuan Andreas terlihat begitu marah setelah mendapatkan telefon dari orang kepercayaannya. Dia sampai melemparkan vas bunga ke lemari, pecahan-pecahan vas itu berserakan di atas lantai.

Sonia membuka pintu ruangan kerja suaminya dan terkejut saat melihat ruangan itu sangat berantakan, dia segera menghampiri suaminya yang sedang berdiri di depan meja kerjanya.

"Mas! Kamu ini kenapa sih! Pagi-pagi buta sudah membuat keributan seperti ini. Kalau Selena dengar bagaimana?"

Tuan Andreas mengembuskan nafas berat, "Ada penyusup yang berani masuk ke dalam wilayahku dan menembak orang-orangku. Ini tidak bisa dibiarkan, keberadaannya sangat mengancam!!"

Sonia begitu terkejut mendengar cerita dari suaminya, dia sampai membulatkan kedua bola matanya, "Ta-tapi siapa yang berani melawan kamu, Mas? Bukankah selama ini bisnis ilegal kamu itu aman-aman saja?"

"Aku tidak tahu siapa orang misterius itu, beberapa waktu lalu dia juga mengirimkan bungkusan kado padaku, bungkusan itu berisi tikus mati dan surat ancaman. Ada nama Bram tertera di dalam surat itu,"

"B-Bram...???" Sonia menutup mulutnya dengan satu tangannya, nafasnya mulai tidak teratur.

Dulu Sonia sering sekali merayu Bram dan mengajaknya naik ke atas ranjangnya, namun sayangnya laki-laki itu selalu menolak dan memilih setia pada istri dan tuannya. Meskipun sudah diiming-imingi uang yang banyak, Bram sama sekali tidak tertarik padanya.

Wajah Bram yang rupawan dan tubuhnya yang atletis membuat Sonia tertarik. Apalagi setelah suaminya memilih menikah lagi dengan Giana, Sonia merasa sangat frustasi dan ingin melampiaskan kemarahannya pada laki-laki lain. Hingga ide-ide gila selalu muncul di benaknya, bahkan dia selalu membayangkan wajah Bram setiap kali sedang berhubungan dengan suaminya. Sayang sekali laki-laki itu harus mati terbunuh ditangan suaminya karena menolak diajak bekerjasama, padahal dia belum sempat mewujudkan mimpinya untuk bisa satu ranjang dengan Bram.

"Bukankah Bram sudah mati, bahkan kita menguburnya di makam pribadi keluarga kita. Bagaimana bisa Bram yang mengirimkan surat itu, Mas?" ada rasa terkejut sekaligus rasa bahagia, bagaimana jika memang Bram masih hidup dan belum benar-benar mati.

"Dia memang sudah mati, dan yang mengirimkan surat itu aku yakin bukan dia." ucap Tuan Andreas, suaranya mulai terdengar berat.

"Maksud kamu setan, Mas?" Sonia langsung menundukkan wajahnya saat mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.

"Putra Bram, dia kembali untuk membalas dendam. Aku yakin dia yang melakukan semua ini. Dimulai dari membakar kapalku yang akan mengirimkan barang, mengirimkan surat ancaman, dan sekarang mendatangi markasku dan menembak orang-orangku." Tuan Andreas mengepalkan tangannya, tatapannya begitu tajam.

"Persiapkan acara untuk pertemuan Giselle dengan Glenn besok malam. Kamu atur semuanya, selebihnya aku yang akan mengurus,"

"Ba-baik Mas," jawab Sonia begitu patuh.

Tuan Andreas pergi meninggalkan ruangan kerjanya, dia tidak kembali ke kamarnya melainkan pergi dengan mobilnya menuju ke markasnya untuk melihat keadaan disana. Didepan markas Reno sudah menunggu, laki-laki itu langsung menghampiri begitu tuannya turun dari dalam mobil.

"Saya sudah mencari tau tentang identitas anak Bram, Tuan. Namanya adalah Alan Pratama, dan anak itu sudah dinyatakan meninggal tepat satu bulan setelah Anda membunuh ayahnya. Mayatnya ditemukan di tepian jurang dalam keadaan mengenaskan, kemungkinan dia terjatuh saat orang-orang kita mengejarnya dulu," Reno menunjukkan bukti surat kematian anak Bram yang dia dapatkan dari pihak rumah sakit yang dulu mengurus jenazah anak berusia delapan tahun itu.

Saat itu anak buah Tuan Andreas memang kehilangan jejak anak itu, dan Tuan Andreas memutuskan untuk berhenti mencari. Dia berfikir jika anak sekecil itu tidak akan mungkin bisa bertahan hidup diluar sendirian. Tuan Andreas memutuskan untuk memakamkan jenazah Bram dan istrinya di pemakaman pribadi keluarganya untuk berjaga-jaga saja jika sewaktu-waktu anak itu akan datang untuk membalas dendam.

"Kematian anak itu sengaja tidak dipublikasikan setelah polisi mengetahui jika kedua orang tua anak itu juga sudah meninggal. Polisi memakamkan anak itu ditempat pemakaman umum. Saya sudah mengecek dan melihat sendiri makamnya kesana, Tuan. Dan itu memang benar adalah makam anak Bram, karena di nisannya tertulis nama Alan Pratama." terang Reno panjang lebar, dia juga menunjukkan foto makam yang dia simpan dilayar ponselnya. Reno mengambil foto itu saat mengunjungi makam anak Bram kemarin bersama beberapa anak buahnya.

"Jika itu memang benar makam anak Bram, lalu siapa yang membuat kekacauan ini?" Tuan Andreas menghela nafas panjang, musibah beruntun yang dialaminya tidak mungkin karena kebetulan kan? Pasti ada orang yang sengaja melakukannya dan ingin menghancurkannya.

"Perketat penjagaan di area makam pribadi keluarga Milano, jangan biarkan siapapun termasuk istri dan anakku menginjakkan kakinya kedalam sana untuk sementara ini. Pastikan tidak ada yang menginjakkan kakinya di area makam itu!!" titah Tuan Andreas.

Reno menganggukkan kepalanya, "Baik, Tuan."

💛

💛

💛

"Papa senang akhirnya kamu memilih setuju untuk menerima perjodohan ini,"

Siang ini Tuan Andreas mengunjungi rumah pengasingan setelah mendapatkan kabar dari salah satu anak buahnya jika Giselle ingin bicara dengannya.

"Tapi Papa masih memiliki syarat untuk kamu. Kamu tidak akan keluar sebagai putri keluarga Milano, tapi kamu akan menunjukkan identitas kamu sebagai putri dari kepala pelayan keluarga Milano, yaitu Bi Nilam, wanita yang sudah merawat kamu sejak kecil. Papa harap kamu bisa bekerjasama dengannya."

Tuan Andreas tidak mau mengambil resiko, anaknya sudah dianggap mati oleh dunia, tidak mungkin jika dirinya tiba-tiba mengumumkan anaknya hidup kembali. Akan sulit untuk menjawab pertanyaan para wartawan satu persatu, belum lagi tanggapan dari keluarga Edison. Tuan Andreas tidak mau pernikahan Selena dan Finn sampai dibatalkan hanya karena hal sepele seperti ini.

Darahnya dibuat kembali mendidih, tapi Giselle berusaha untuk tetap bersikap tenang. Dia tidak boleh sampai tersulut emosi ataupun melawan papanya. Giselle memejamkan matanya sejenak, mengingat kembali setiap ucapan-ucapan Finn padanya. Selain Finn, Giselle tidak memiliki tempat lain untuk bersandar saat ini, hanya pria itu yang bisa memahaminya dan mampu membuatnya merasa nyaman.

"Oke baiklah, aku akan keluar dengan identitas baru sebagai anak kepala pelayan keluarga Milano. Apa sekarang Papa puas?"

...✨✨✨...

1
Mrs.Riozelino Fernandez
candu...candu...
finn udah ketagihan ya...
Zhu Yun💫: Udah ngebet dia kak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
pandai bela diri kan gak harus jadi orang jahat...
kk ku 3 orang pandai bela diri tapi gak pernah buat masalah😅
Zhu Yun💫: Mungkin Tuan Hendra tidak ingin anaknya ikut terjerumus dalam dunia hitam seperti dirinya /Grin/
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
pasti orang orangnya Finn ini...
arsyila quinza amalia
semangat ngetik kaka
Zhu Yun💫: Siap kakak 🙏🥰
total 1 replies
arsyila quinza amalia
next
dewidewie
ehemmmm/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
dewidewie
terus pelayannya dibiarkan tak pakai apa apa atau gimana nih
Zhu Yun💫: Pakai daleman doang /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
dewidewie
persiapan yang matang/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
dewidewie
Beneran ntar nyesel lo Finn
dewidewie
dah dig dug der ya Finn
F.T Zira
ternyata nyalimu bagaikan kerupuk kadaluarsa🤧🤧🤧
F.T Zira
bakat main kuda kudaan maksudnyaaa.. ehhh🤣🤣😆😆
Zhu Yun💫: Ya emang itu yang dimaksud /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
F.T Zira
berani dong sayang.. apa sih yang gak buat cantikku ini.. eaaaaa😝😝💃💃💃
Zhu Yun💫: Yang penting ada imbalan ngadonnya ya /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
F.T Zira
dihh kang modus mulai beraksi.. sekertaris atau sekertaris😏😏
Zhu Yun💫: Biar bisa ngadon tiap hari /Joyful//Joyful/
total 1 replies
F.T Zira
Glenn seneng, tapi Finn kebakaran jenggot/Joyful//Joyful/
F.T Zira
selena seketika kalah saing/Joyful//Joyful/
arsyila quinza amalia
extra part ka
arsyila quinza amalia
next author
F.T Zira
aku berharap si aki keselek/Tongue//Tongue//Tongue/
Zhu Yun💫: Bara api menunggu 🔥🔥🔥🔥
F.T Zira: auto log in ke akhirat klo keselek dongkrak/Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
F.T Zira
pemalunya dikit doang kalo Giselle mah.. mana ada pemalu nyosor laki laki yg gak di kenak/Tongue//Tongue/
Zhu Yun💫: anak rumahan yang satu ini emang beda /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
F.T Zira: yg anak di depan aja kalah/Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!