Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.
Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.
Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.
Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulah Ellen
Malam hari Ken seusai makan malam bersama papa nya sedang asik bermain ponsel nya di atas sofa tiba-tiba ponselnya berdering
"Tante Siska Calling" tertera pada layar ponselnya
Ken pun langsung memencet tombol answer
"Hallo Tan ada apa?"
"Hallo Ken kamu sedang apa?"
"Tidak ada tante lagi santai aja. Kenapa Tan"
"Ken wedding Organizer teman tante itu ingin bertemu sama kamu dan Rara membahas soal konsep nya mau seperti apa. Kapan kamu dan Rara senggang?"
"Apa gak bisa tante aja yang tentuin konsep nya ya?"
"Gak bisa dong Ken, ini kan pernikahan kamu dan Rara jadi kalian yang harus tentuin konsep nya kamu kan udah janji sama Papa buat urus bersama Rara. Tante cuman bisa bantu cari WO yang terbaik aja dan tante juga udah kenal sama mereka jadi kamu bisa lebih leluasa aja"
"Yaudah Tan nanti Ken tanya Rara dulu dia kapan bisa senggang"
"Yaudah kalo gitu , udah ya tante cuma mau bilang itu aja"
"Eh tan tunggu dulu"
"Kenapa lagi Ken?"
"Tante ada nomer ponsel Rara kan? Tolong kirim ke akunya tan"
"Ya ampun kamu nomer ponsel calon istri sendiri sampai gak punya gimana sih Ken, yaudah nanti tante kirim"
Telpon pun di matikan
Triling.. bunyi pesan masuk di ponsel Ken
"Kontak : Rara Menantu"
"Apa apaan ini namanya Rara menantu? menikah saja belum" ucap Ken mengerenyitkan dahi nya
Lalu Ken menyimpan nomer nya dengan nama "Gadis penguping"
Setelah menyimpan nomer ponsel Rara lalu Ken menelpon nomer nya
Tuut.. tuut.. tuut.. Lalu tersambung
"Hallo.. "
"Hallo ini Ken, besok kuliah mu jam berapa"
"Eh ternyata Kak Ken, emm besok aku kuliah pagi"
"Pulang nya jam?"
"Pulang jam 2 siang"
"Yasudah besok aku jemput di kampus pihak WO mau ketemu ngebahas soal konsep pernikahan"
"Oh oke tap.. "
Tuut.. tuut.. tuut..
Ken tanpa basa basi langsung menutup telpon nya tanpa mendengar kalimat Rara selanjutnya
"Tan kabarin sama WO nya ketemu jam 3 di cafe XX di mall XX"
Laly Ken mengirim pesan singkat itu pada Tante nya
***
Di dalam kamar Rara sedang duduk di meja belajarnya tampak kesal setelah menerima telpon dari Ken
"Kasar sekali nelpon tanpa basa-basi sudah gitu belum sempat ngomong udah di matiin duluan" decak Rara kesal
"Apa aku harus membahas konsep pernikahan sama dia? Mana mungkin yang ada nanti aku berpendapat malah di anggap anggin lalu" gerutu Rara yang masih Kesal
Lalu kembali mengerjakan tugas kuliahnya
***
Keesokan pagi di univesitas kedokteran Rara, Dinda dan Bayu masuk mata kuliah seperti biasa jam kuliah berkahir jam 2 siang
Ken sudah ada di depan gerbang kampus menunggu Rara pulang mengajaknya untuk bertemu WO
"Udah jam 2 mana sih lama banget keluarnya" gerutu Ken yang sudah menunggu 10 menit di dalam mobil
Lalu Ken mengambil ponselnya di dalam saku hendak menghubungi Rara
Tuutt.. tuutt.. tuutt..
Rara sedang berjalan di koridor kampus bersama Dinda dan Bayu lalu terdengar suara dering dari ponselnya lalu Rara meraih ponsel di dalam tas nya
"Dokter Kendra Calling" tertera pada layar ponselnya
"Ya ampun aku lupa" teriak Rara setelah melihat nama Ken di layar ponselnya
"Kenapa Ra?" tanya Dinda
Rara langsung menerima panggilan Ken
"Hallo dimana kenapa lama sekali" ketus Ken kesal
"Iya ini baru keluar kelas masih di jalan" jawab Rara
"Jalan nya yang cepat jangan kaya keong" ucap Ken ketus
"Iya iya ini juga sudah buru-buru" jawab Rara
"Yasudah cepat" ucap Ken lalu menutup telpon nya
Rara berjalan dengan tergesa-gesa menuju gerbang depan
"Ra kenapa sih buru-buru gini" tanya Dinda yang mengikuti juga Bayu
"Iya Ra emang siapa yang nelpon?" tanya Bayu
"Aku lupa kalau ada janji sama Kak Ken ketemu WO pulang kuliah" jawab Rara sambil mempercepat langkahnya
"Dia udah di depan?" tanya Dinda
Rara pun hanya menganggukan kepala nya tiba-tiba
Bruuuukkkk...
"Aduh aw panas" teriak Rara sambil mengibas ngibaskan tangan dan baju nya
"Hey jalan pake mata" teriak Bayu
"Elo pasti sengaja kan" teriak Dinda sambil mendorong tubuh Reta
"Hey gue gak sengaja main tangan aja lo" teriak balik Reta juga mendorong tubuh Dinda
"Aw.. aw.. panas fuhh.. fuhh.. " Rara meringis sambil terus mengibaskan tangan dan baju nya
"Rara" teriak Dinda langsung mendekati Rara mengelap baju nya dengan tangan nya
"Ra kamu gak papa?" tanya Bayu meniup-niup tangan Rara
Reta tersenyum licik sambil memandang mereka
"Itulah akibatnya kalo berani gangguin tunangan orang" celetuk Ellen yang tiba-tiba datang bersama satu sahabatnya Gita
Mereka bertiga pun tertawa jahat bersama
"Sialan lo ya" teriak Dinda hendak menarik Ellen tapi langsung di tahan Rara
"Udah Din biarin aja aku udah telat" ucap Rara sambil meringis menahan sakit
"Tapi Ra.. " ucap Dinda lagi keburu di potong Bayu
"Udah Din manusia kaya mereka jangan di ladenin, ayo kita obatin Rara" tarik Bayu
Mereka pun melewatkan tiga orang perempuan jahat itu yang sedang tertawa licik
"Rasain makanya jangan pernah main-main sama Ellen" ucap Ellen di setujui anggukan kedua temannya
Rara, Dinda dan Bayu terus berjalan sambil mencoba membersihkan baju Rara dengan tissu
"Ra kamu bener gak mau ke toilet dulu bersih-bersih?" tanya Dinda
"Enggak deh Din soalnya Kak Ken udah nungguin aku nanti dia bisa marah kalo lama lagi" jawab Rara
"Yaudah deh" ucap Dinda
Ketika sudah mereka sudah dekat gerbang kampus mereka melihat Ken yang sudah berdiri di depan mobil nya sambil melipat kedua tangannya di dada dengan muka kesal
"Maaf kak lama" ucap Rara
"Baju mu kenapa kotor begitu?" tanya Ken melihat baju Rara yang kotor terkena tumpahan kopi
"Ini ulahnya si nenek lampir Ellen dokter Ken" celetuk Dinda masih kesal
"Nenek lampir Ellen?" Ken menaikan satu alis nya
"Hey" tegur Bayu langsung mencubit lengan Dinda juga Rara langsung menepuk lengan Dinda
"Aduh sakit tau" omel Dinda
"Jaga omongan kamu, Dokter Ken kan temannya Kak Rey" bisik Bayu
"Biarin aja , emang bener kok gara-gara nenek lampir itu baju Rara jadi kotor tangannya juga jadi melepuh tuh" suara Dinda terdengar meninggi
"Udah Din aku gak papa kok , yaudah kak Ken ayo kita jalan nanti terlambat" ajak Rara pada Ken
"Temen-temen aku duluan ya" pamit Rara Bayu pun mengangguk sedangkan Dinda terlihat masih kesal
Rara dan Ken oun masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan mobilnya
"Ngapain sih tadi kamu ngelarang aku ngadu sama dokter Ken" seru Dinda dengan kesal
"Udahlah jangan di perpanjang Rara kan gak suka kalo kita memperpanjang masalah" ucap Bayu
"Yaudah ayok kita pulang" ajak Bayu menarik lengan Dinda yang terlihat masih kesal itu
****
Di dalam mobil Rara dan Ken pun hanya saling terdiam satu sama lain
Rara sedang membersihkan baju nya menggunakan tissu sedangkan Ken tampak fokus menyetir sambil sesekali melirik ke arah Rara
Sesampai nya mereka tiba di sebuah parkiran mall Rara yang hendak turun di tahan oleh Ken
"Tunggu" ucap Ken sambil memegang lengan Rara yang hendak membuka pintu
"Kenapa?" tanya Rara menoleh ke arah Ken
"Tunggu di sini sebentar" ucap Ken singkat
Rara pun hanya diam mengikuti kata Ken sedangkan Ken keluar mobil ke arah bagasi lalu mengambil kotak obat yang ada di dalam bagasi mobilnya dan kembali duduk di kursi kemudi nya
"Kemarikan tangan mu" ucap Ken yang bermaksud tangan kiri Rara yang terluka
Rara pun mengulurkan tangannya kepada Ken lalu Ken membersihkan tangan Rara menggukan tissu basah dan tissu kering hingga bersih
Ken kemudian mengoleskan salep pada tangan Rara
"Aw.. aw.. " ringis Rara
"Tahan sedikit begitu saja cengeng" ucap Ken
Rara hanya bisa mengigit bibir bawahnya menahan rasa perih dari lukanya
Ken terus meratakan salep pada tangan Rara sambil meniup-niup kecil pada luka Rara
Rara terus memperhatikan Ken yang sedang mengobati luka nya
"Ternyata dia baik juga" batin Rara
"Kenapa kau melihat ku seperti itu?" ketus Ken yang sudah selesai mengobati Rara
"Ti.. tidak papa" jawab Rara gugup
"Sudah selesai , ayo keluar" ucap Ken lalu keluar mobil lebih dulu
"Baru aku puji dia baik huh aku tarik kembali ucapan ku barusan" gumam Rara kesal
"Ayo keluar sedang apa kau di sana" teriak Ken melihat Rara masih diam di dalam mobil
"Iya iya ini mau keluar" ucap Rara lalu keluar mobil
"Dasar manusia es menyebalkan" batin Rara
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya hari ini upload 1 episode dulu karna author gak sempat ngetik ini pun hasil ngetik di hp
Tapi besok di usahakan upload 3 episode buat bayar episode hari ini yang kurang 1
Jangan lupa dukungannya setiap habis baca di coment dan like tambahkan juga ke favorite biar langsung tau kalo author baru update hehehe , semoga suka maaaf kalo masih banyak typo nya 🤗
ibaratnya ga praktis panjang lebar
mau nikah aja sama orang asing
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂