NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Meminta Izin

Dimalam harinya, Dazhi berbaring dikasur-nya sembari menatap langit-langit. Hari sudah sangat larut malam, seharusnya Dazhi sudah tertidur sejak tadi, tapi anak itu tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu.

Hari pertamanya kembali ke masa lalu benar-benar menyenangkan, ia bisa merasakan lagi bagaimana mempunyai seorang keluarga. Hal yang sangat Dazhi impikan selama ia hidup dahulu.

Kini dirinya bisa mendapatkannya, namun ada hal yang membuatnya cukup was-was, ia takut kalau keluarganya akan mati seperti di kehidupan-nya dahulu.

Meskipun Dazhi dulunya seorang pengembara yang berhasil mencapai ranah kultivasi ke-10. Tetapi sekarang semua kekuatannya itu telah hilang, ia kini hanya seorang anak kecil biasa. Bahkan untuk melawan satu orang sekte aliran hitam pun rasanya akan sulit.

"Sepertinya aku harus mulai membuat rencana untuk mencegah kematian keluargaku."

Dazhi bangkit dari tidurnya, ia lalu duduk dengan posisi bersila. Dazhi mulai memikirkan semuanya, ia sudah mengorek beberapa informasi berharga tadi ketika makan malam bersama keluarganya.

Saat ini dirinya berumur 8 tahun, dan lima bulan lagi barulah Dazhi berumur 9 tahun. Itu artinya kematian orangtuanya akan terjadi 4 tahun 5 bulan. Masih cukup lama, tapi dirinya tak boleh bersantai. Waktu berjalan dengan cepat.

Sebenarnya Dazhi kepikiran untuk langsung meminta izin kepada orangtuanya agar bisa mengikuti pamannya berdagang. Daripada harus menunggu ketika berumur 10 tahun, lebih baik ia meminta sekarang saja.

Setelah itu, ia bisa menggunakan informasi yang diperoleh dari kehidupan dahulu untuk melakukan perdagangan yang menguntungkan, jadi Dazhi bisa mendapatkan uang. Lalu uangnya akan digunakan untuk menyewa dua atau tiga pendekar aliran putih yang kuat untuk menjaga keluarganya dari orang-orang sekte aliran hitam.

Disela-sela waktu luangnya, Dazhi tidak akan bermain-main. Ia akan menggunakannya untuk meningkatkan kekuatannya agar setidaknya kalau pendekar yang ia sewa tidak cukup kuat, dirinya bisa membantu mengalahkan orang-orang dari sekte aliran hitam.

Sebenarnya sih, ia berharap sang paman akan melewati jalan ketika dulu dirinya bertemu Pedang Suci Wan. Tetapi sepertinya hal itu cukup mustahil karena tempat itu cukup jauh.

"Nah! Rencana yang bagus!! Sekarang aku harus tidur agar bisa menjalankan rencananya mulai dari besok!!"

Dazhi naik keatas kasurnya. Ia merapatkan kain tipis yang menjadi selimutnya agar tidurnya menjadi lebih nyaman. Dirinya bertekad akan bangun pagi agar rencananya semakin cepat terlaksana.

***

Keesokkan harinya, tidak seperti apa yang direncanakan, matahari sudah cukup tinggi, setidaknya sudah jam 8 pagi. Tapi, Dazhi masih terlelap dalam mimpinya.

Yunhe menatap kakaknya dengan malas. Lagi-lagi dirinya disuruh oleh sang ibu untuk membangunkan Dazhi yang tidurnya sudah mirip orang mati.

"Kak Zhi!!" Yunhe berteriak sembari mengguncang tubuh Dazhi.

Sayangnya Dazhi tak bangun-bangun. Akhirnya Yunhe yang sebal memutuskan untuk menggunakan rencananya yang kemarin, "Sepertinya aku harus menyiram kakak lagi."

Yunhe keluar dari kamar Dazhi untuk mengambil seember air. Bersamaan dengan perginya Yunhe, barulah Dazhi terbangun.

"Loh? Sudah sangat siang?!!" Teriak Dazhi kebingungan saat melihat sinar matahari yang sudah sangat terang melewati sela-sela atap bocornya.

Dazhi segera bangun dan keluar dari kamarnya, ia berpapasan dengan Xiao Xinyue yang sedang memanaskan ikan sisa kemarin di kuali.

"Selamat pagi ibu!"

"Selamat pagi Zhizhi. Pergilah mandi dulu, lalu kita akan sarapan bersama."

Dazhi mengangguk paham, ia segera pergi ke sungai dibelakang rumah mereka. Dijalan, ia berpapasan dengan Yunhe yang membawa seember air penuh.

"Kenapa Yunyun membawa air?" Tanya Dazhi heran.

Yunyun memutar bola matanya malas. Padahal ia sudah membawa seember air yang berat demi membangunkan sang kakak. Tapi kakaknya ini malah sudah bangun dan usahanya jadi sia-sia saja.

"Bukan urusan Kak zhi!! Ngomong-ngomong kak zhi pergi ke sungai untuk mandi bukan?"

Dazhi mengangkat satu alisnya bingung, kenapa Yunhe menanyakan hal yang sudah jelas?

"Iya."

Byurr!!!

Tiba-tiba Yunhe menyiram Dazhi dengan seember airnya. Yunhe cekikikan kecil, sementara Dazhi yang tidak siap hanya bisa berdiri terpaku dengan air membasahi seluruh baju dan tubuhnya.

"Apa yang kau lakukan Yunyun!" Dazhi memprotes tingkah laku adiknya.

"Hehehe... Lagian nanti kakak juga akan mandi. Jadi tidka perlu terlalu marah." Yunhe menjawab dengan ringan.

Dazhi mendekati Yunhe untuk menarik rambut adiknya, tetapi refleks Yunhe lebih cepat. Ia sudah lebih dulu melarikan diri masuk kerumah setelah menyadari apa yang akan kakaknya lakukan.

Dazhi menghela nafas sembari tersenyum, "huft... Sudahlah. Namanya juga anak-anak."

Akhirnya setelah drama guyuran air. Dazhi kini pergi ke sungai untuk mandi. Anak itu masih mengingat tujuan utamanya untuk meminta persetujuan dari orangtuanya agar bisa pergi bersama sang paman.

***

Sarapan pagi hari ini berjalan dengan lancar seperti kemarin. Yunhe terkadang berceloteh mengenai apapun yang menurutnya menarik, dan hal ini membuat Dazhi kesusahan menemukan momen untuk bicara pada kedua orangtuanya.

Sampai akhirnya, Yunhe berhenti berbicara. Ruang makan menjadi hening sejenak, ini adalah kesempatan yang bagus untuk dirinya berbicara.

"Ayah... Ibu..." Panggil Dazhi ragu-ragu.

"Ada apa Zhizhi?" Xiao Xinyue menoleh kearah Dazhi.

"Itu... Jadi paman Xiao Qingxuan adalah seorang pedagang bukan? Dan dia sering pergi keberbagai tempat. Aku penasaran, kira-kira bisakah aku ikut Paman Qingxuan untuk pergi berdagang?"

Dazhi menatap kedua orang tuanya. Diluar harapannya, sang ayah dan ibu malah menunjukkan ekspresi kebingungan dan keberatan.

"Kenapa kau ingin ikut dengan pamanmu?" Shen Guowei bertanya dengan dingin.

Untungnya Dazhi sudah memperkirakan ini. Ia sudah menyiapkan jawaban jika kedua orangtuanya bertanya kepadanya.

"Apa ayah Ingat dengan buku yang selalu dibacakan ibu ketika usiaku 7 tahun? Yah judulnya 'Sang Pegembara'. Aku merasa kalau diriku juga ingin menjadi pengembara juga! Menjelajahi banyak kota dan melihat ujung dunia!!"

Shen Guowei menatap kearah istrinya dengan datar seolah berkata, "ini salahmu karena membacakan buku itu pada anak kita."

Xiao Xinyue menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dirinya tak menyangka kalau sang anak ingin menjadi seorag pengembara seperti yang ada dibuku. Padahal ia membaca buku itu karena itu satu-satunya buku yang bisa ia beli dengan harga diskon.

"Zhizhi. Dunia luar itu sangat berbahaya. Kau bahkan belum berumur 10 tahun. Kalau ditengah perjalanan kau bertemu beruang, kau bisa dimakan oleh beruang itu loh!" Xiao Xinyue berusaha menakut-nakuti Dazhi agar anak itu mengurungkan niatnya untuk pergi bersama sang Paman.

"Aku tidak akan dimakan beruang." Dazhi tetap kekeh dengan pendiriannya.

"Kenapa kau sangat yakin sekali? Beruang itu sangat besar loh! Ibu tak mau Zhizhi dimakan beruang!!"

Dazhi menunduk kecewa. Sepertinya akan susah untuk meyakinkan kedua orangtuanya. Tetapi, entah mengapa tiba-tiba dirinya kepikiran sesuatu.

"Ibu... Bagaimana kalau... Eh, bagaimana kalau aku bisa mengalahkan beruang? Apa aku boleh pergi bersama Paman?"

Xiao Xinyue menatap kearah suaminya seolah meminta bantuan. Dirinya benar-benar tak menyangka kalau sang anak akan meminta hal seperti ini.

"Pliss... Boleh ya. Begini saja, lima bulan lagi umurku 9 tahun. Kalau aku tak bisa menangkap beruang sebelum umurku 9 tahun, maka aku tak akan meminta untuk pergi bersama Paman lagi."

Dazhi terus berusaha membujuk kedua orangtuanya. Xiao Xinyue tetap menatap kearah sang suami seolah menunggu apa yang akan suaminya katakan.

Dazhi tahu, semuanya bergantung pada apa yang akan ayahnya ucapkan. Jika dia berkata iya, maka rencananya bisa berjalan lancar. Tetapi jika pria itu berkata tidak, maka mungkin Dazhi harus menunggu sampai usianya 10 tahun seperti di kehidupan pertamanya.

Shen Guowei membuka mulutnya seolah siap mengatakan sesuatu. Dazhi menunggu dengan dada berdetak kencang, suasana diruang maka jadi terasa menegangkan baginya.

"Baiklah. Tapi kalau kau tidak bisa melakukannya sebelum berusia 9 tahun, maka kau tidak harus mengubur keinginanmu itu."

Dazhi tersenyum senang mendengar ucapan ayahnya. Ia terlihat sangat gembira, "terimakasih ayah! Aku pasti akan menangkap beruang itu!!"

Shen Guowei kembali menyeruput tehnya. Disisi lain, sang istri malah menatap jengkel kearahnya, "kenapa kau menyetujui nya?"

"Tenang saja. Dia tak akan mungkin bisa menangkap beruang."

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!