Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia, lalu Satu Malam di tahun Baru, terlebih dahulu. Supaya alurnya nyambung.
Daniella Katherina tidak pernah menyangka kalau dia hanyalah anak kandung seorang pembantu yang bekerja di kediaman orang tua angkatnya. Orang tua angkat yang selama ini Daniella anggap sebagai orang tua kandungnya.
Daniella merasa tidak pantas menikah dengan sang kekasih yang notabenenya adalah salah satu pewaris Gultom group. Daniella memutuskan pertunangan mereka dan pergi keluar negeri meninggalkan sejuta luka di hati Prince Ocean Arnold. Putra pertama Karina Fransiska Arnold.
Bertahun-tahun berpisah membuat api dendam tumbuh membara di hati Sean. Hingga pertemuan pertama mereka di acara reunian kampus membuat Sean tanpa berperasaan mempermalukan Daniella hingga menjadi bahan olok-olokan banyak orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Flashback Off
"Austin tidak mungkin membohongiku." gumam Ocean mengeluarkan ponselnya.
"Aku ingin bertemu denganmu! Temui aku di markas!" kata Ocean sebelum mematikan ponselnya.
Ocean buru-buru melangkah keluar mansion. Namun, kedatangan Oscar menghentikan langkahnya.
"Padre mau kemana?" tanya Oscar menghampiri ayahnya.
"Padre mau ke markas menemui Austin." jawab Ocean menghela napas panjang. Ia yakin menantunya yang menghubungi Oscar.
"Apa Kimberly yang menghubungi mu?" tanya Ocean menatap wajah cemas putranya.
Oscar mengangguk mendengar pertanyaan ayahnya.
"Kim takut mendengar pertengkaran kalian. Apa lagi anak-anak juga berada di rumah dan ikut mendengar pertengkaran kalian. Mengapa kalian bertengkar?" tanya Oscar menatap tajam ayahnya.
"Ikut Padre ke markas." kata Ocean melewati putranya begitu saja.
Meskipun belum mengerti dengan masalah yang dialami ibu dan ayahnya. Oscar menurut saja dan mengikuti ayahnya ke markas.
Tak beberapa lama mereka tiba di sebuah mansion di tengah hutan. Beberapa pria berpakaian serba hitam membungkuk hormat saat melihat kedatangan mobil Ocean.
Ocean dan Oscar masuk ke dalam mansion dengan aura membunuh yang kuat.
"Panggil Austin!" perintah Ocean dengan suara menggema membuat beberapa anggota Black Mamba yang berjaga disana merinding.
Tak beberapa lama seorang pemuda melangkah menuju ruangan tamu.
Ocean menatap kedatangan Austin dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang kental.
"Apa kau tahu apa kesalahan mu lima tahun lalu?" tanya Ocean mengeluarkan pistol yang tersembunyi di belakang punggungnya.
Austin dengan cepat berlutut di depan Ocean dengan wajah panik.
"Tuan, maafkan saya. Saya lalai menjaga Tuan muda lima tahun lalu." kata Austin dengan suara bergetar karena ketakutan.
"Katakan! Apa yang terjadi lima tahun lalu! Bukankah aku bilang awasi putraku jangan sampai bertemu dengan wanita itu! Lalu mengapa wanita itu bisa hamil anak Sean! Jelaskan padaku! Mengapa kau menutupi semuanya dariku!"
"Lima tahun lalu Tuan muda tidak tidur dengan nona Daniella, Tuan. Saya melihat sendiri Tuan muda tidur di samping seorang wanita yang bekerja sebagai pela©ur di bar tersebut." cicit Austin kembali flashback mengingat kejadian lima tahun lalu.
"Saya takut Anda marah besar setelah lalai menjaga Tuan muda pertama. Jadi, saya mengantarkan Tuan muda ke rumah dalam keadaan pingsan dan memanipulasi CCTV sekitar kediaman Tuan muda pada hari yang sama." lanjut Austin memejamkan kedua matanya. Ia yakin Ocean tidak main-main dengan tindakannya kali ini.
"Maksud kalian apa? Apa Sean menghamili Daniella lima tahun lalu?" tanya Oscar mulai mengerti dengan ucapan ayahnya.
Ocean merasa kesulitan menjawab pertanyaan putranya. Ia juga tidak tahu mengapa Daniella bisa hamil anak Sean.
"Tapi istriku sudah menyelidiki semuanya, Austin. Kedua anak kembar Daniella 99.99% memiliki kecocokan hubungan ayah dan anak." geram Ocean dengan rahang mengeras.
"Jangan-jangan...."
"Jangan-jangan apa! Cepat katakan padaku!"cecar Ocean menatap wajah pucat Austin.
"Tuan, saat itu saya sedang mengawasi Tuan muda dari kejauhan. Seorang pria tiba-tiba datang dan duduk di sebelah saya. Karena terlalu serius mengawasi Tuan muda. Tanpa saya sadari pria itu menambahkan obat perangsang di minuman saya."
"Lalu?"
Ocean dan Oscar menatap Austin dengan wajah penasaran.
"Setelah itu saya buru-buru pergi ke toilet. Mungkin saat saya di toilet nona Daniella datang ke bar dan bertemu dengan pria yang sama." lanjut Austin dengan wajah pasrah. Pasrah jika Ocean akan menembaknya saat itu juga.
"Tapi setelah saya sadar. Saya kembali mencari keberadaan Tuan muda. Saat saya membuka salah satu kamar pelanggan yang ada di bar itu. Saya melihat Tuan muda sedang bercumbu dengan seorang pela©ur. Saya takut membuat Tuan muda marah karena mengganggu kesenangannya. Saya putuskan kembali ke meja bartender sembari menunggu Tuan muda selesai berolahraga."
Perkataan Austin membuat darah Oscar dan Ocean mendidih.
"Kau biarkan putraku dinodai oleh seorang pela©ur!"kata Ocean dengan tatapan membunuh.
"Padre. Kendalikan emosi Padre." kata Oscar menenangkan perasaan marah di hati ayahnya. Ia tidak mau emosi sesaat itu mempengaruhi kesehatan Ocean.
"Sepertinya ada yang mau bermain-main dengan kita, Padre." gumam Oscar tersenyum menyeringai.
"Aku akan mengirim mu kembali ke China dan mencari CCTV disekitar lokasi bar lima tahun yang lalu. Segera temukan jawaban dari kejadian lima tahun yang lalu." timpal Oscar menatap Austin dengan tajam.
Austin langsung bernapas lega mendengar perkataan Oscar.
"Terima kasih sudah memberikan saya kesempatan, Tuan. Saya akan mencari informasi mengenai kejadian lima tahun." ujar Austin membungkuk hormat sebelum berlalu dari sana. Oscar memberikan kode kepada semua anggota Black Mamba agar keluar dari mansion.
"Padre takut Sean akan marah besar setelah mengetahui kejadian ini. Padre tidak ingin putra Padre membenci Padre." lirih Ocean dengan suara bergetar.
Oscar menepuk pundak ayahnya dengan lembut.
"Sean tidak akan membenci Padre setelah kita menemukan dalang dibalik kejadian lima tahun lalu." kata Oscar dengan penuh keyakinan.
"Lalu bagaimana dengan Madre? Madre sudah terlanjur kecewa dan marah setelah mengetahui tindakan Padre lima tahun lalu." balas Ocean memijat pelipisnya dengan lembut.
"Sembunyikan masalah ini terlebih dahulu dari Sean dan yang lainnya. Cukup Padre, Madre dan Oscar yang tahu mengenai kejadian ini." kata Oscar sebelum berdiri dari duduknya.
"Tapi--"
"Sebaiknya kita kembali ke mansion utama, Padre. Oscar takut Kimberly menunggu kepulangan Oscar setelah menghubungi Oscar beberapa saat lalu." sela Oscar menatap wajah ayahnya yang semakin keriput dimakan usia.
"Tenang saja. Madre akan mengerti setelah Padre menjelaskan kejadian ini secara rinci."tambah Oscar membuat Ocean menghela napas berat.
andreas kapan tobat?
sukses dan sehat selalu Thor