NovelToon NovelToon
Krisan Merah Muda

Krisan Merah Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mizzly

Seruni adalah seorang gadis tuna wicara yang harus menghadapi kerasnya hidup. Sejak lahir, keberadaannya sudah ditolak kedua orang tuanya. Ia dibuang ke panti asuhan sederhana. Tak ada yang mau mengadopsinya.

Seruni tumbuh menjadi gadis cantik namun akibat kelalaiannya, panti asuhan tempatnya tinggal terbakar. Seruni harus berjuang hidup meski hidup terus mengujinya. Akankah ada yang sungguh mencintai Seruni?

"Aku memang tak bisa bersuara, namun aku bisa membuat dunia bersuara untukku." - Seruni.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bidadari Di Depan Mata

Januari 20xx

POV Author

Kavi Anugerah Akbar, pemuda tampan yang kini sudah berusia 20 tahun. Kavi tumbuh menjadi anak yang pintar, sopan dan baik hati. Kavi begitu menyayangi Runi, ibu hebat yang memiliki keterbatasan fisik namun tak pernah menyerah dalam menghidupinya.

Melihat pengorbanan Ibu Runi selama ini untuk membesarkan dan menyekolahkannya, membuat Kavi tahu diri. Ia tidak mau pengorbanan sang Ibu sia-sia, ia rajin belajar sampai akhirnya Kavi berhasil lulus dari SMA dengan penghargaan sebagai siswa terbaik.

Sayangnya, keterbatasan uang membuat Runi tidak mampu menyekolahkan Kavi ke bangku kuliah. Runi sudah tidak banyak mengambil pekerjaan sebagai buruh cuci dan setrika, Runi kalah saing dengan usaha laundry kiloan yang semakin menjamur. Runi memutuskan untuk membuka warung kecil-kecilan di depan rumah kontrakannya, hasilnya lumayan untuk menyambung biaya hidup namun tidak cukup jika harus membayar biaya kuliah Kavi. Terpaksa Kavi tidak melanjutkan kuliahnya meski otaknya pintar.

Kavi tidak patah semangat, ia rajin mengirim surat lamaran ke berbagai perusahaan namun belum ada satu perusahaan pun yang mau menerimanya. Persaingan dunia kerja yang ketat membuat Kavi kalah saing dengan para sarjana yang baru lulus kuliah.

Kavi tak mau terus-menerus menjadi beban ibunya. Ia pun memutuskan untuk mencari pekerjaan apapun itu asalkan halal, sampai nanti ia akan menemukan pekerjaan yang lain yang lebih baik.

Kavi berjalan kaki dengan lesu sambil menendang batu krikil di depannya. Secara tak sengaja Kavi melihat papan pengumuman di depan sebuah tempat cuci steam.

Dibutuhkan karyawan laki-laki, jujur, ulet dan rajin.

Tanpa pikir panjang, Kavi melamar di tempat tersebut dan diterima bekerja. Ia masih berdandan rapi, memakai kemeja dan celana bahan sehabis melamar bekerja di salah satu perusahaan dan langsung ditolak karena tidak punya ijazah kuliah. Kavi langsung bekerja hari itu juga. Dengan rajin ia mencuci beberapa motor dan mobil dan mendapatkan bayaran yang lumayan.

Kavi tersenyum puas dan senang atas hasil pekerjaannya. Ia pun membelikan sebungkus nasi padang untuk dimakan berdua bersama Runi.

"Ibu! Ibu! Aku pulang!" panggil Kavi dengan riang.

Runi keluar dari dalam kamar dengan tersenyum namun langsung menegur Kavi dengan bahasa isyarat. "Mana salamnya yang benar?"*

"Oh iya, lupa. Assalamualaikum Ibu Runi yang cantik?" sapa Kavi sambil tersenyum. Kavi mengulurkan tangannya untuk salim.

Runi membalas salam Kavi dengan bahasa isyarat. Tatapan mata Runi tertuju pada kemeja Kavi yang agak kotor. "Kamu habis dari mana?"*

Kavi tak langsung menjawab pertanyaan Runi. Ia mengajak Runi duduk dan menjelaskan semuanya. "Bu, tadi aku sudah mencari pekerjaan tapi tidak ada yang mau menerima lulusan SMA sepertiku yang tidak punya pengalaman bekerja. Aku sudah memasukkan banyak lamaran ke perusahaan tapi sama sekali tak ada yang menerimaku, sementara Ibu terus keluar uang untuk ongkosku mencari pekerjaan. Aku tak mau menyusahkan Ibu terus menerus. Bu, selama belum dapat panggilan dari perusahaan, apa boleh aku bekerja di cuci steam motor dan mobil?"

Hati Runi rasanya sakit mendengar kalau anaknya bekerja di cuci steam. Ia ingin anaknya bisa bekerja lebih layak namun apa daya, Runi bukan orang kaya yang bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang kuliah dan memodalinya untuk usaha. Runi hanya orang susah dengan keterbatasan fisik, penghasilan Runi sekarang sudah mulai berkurang, tak seperti dulu saat banyak orang menggunakan jasanya untuk cuci dan setrika pakaian.

Runi menatap mata Kavi yang terlihat seperti memohon izin darinya. Runi mengerti perasaan Kavi, pasti ia merasa terbebani karena terus menyusahkan Runi. Runi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Serius Bu, aku boleh kerja di cuci steam?" tanya Kavi dengan mata yang berbinar.

Runi kembali menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Kavi langsung memeluk Runi seraya mengucapkan terima kasih berkali-kali padanya. "Kavi janji, akan menabung uang hasil bekerja Kavi untuk biaya masuk kuliah agar Kavi bisa bekerja di tempat yang lebih baik lagi. Ibu percaya sama Kavi 'kan?"

Runi kembali menganggukkan kepalanya. "Ibu percaya sama kamu. Ibu yakin kamu akan sukses."*

"Terima kasih, Ibu. Oh iya, aku beli nasi Padang dari upah bekerjaku hari ini. Kita makan berdua ya! Aku suapi Ibu." Kavi masuk ke dalam untuk cuci tangan lalu keluar dengan membawa piring.

Sebungkus nasi Padang dimakan Kavi berdua Runi dengan lahap. Kavi dengan semangat menceritakan hari pertamanya bekerja pada Runi. Melihat anaknya bahagia, Runi ikut senang. Ia hanya bisa mendoakan agar anaknya selalu dilindungi oleh Allah dimana pun ia berada.

****

Kavi selalu semangat bekerja di cuci steam. Pemilik cuci steam bersyukur memiliki karyawan rajin seperti Kavi. Setiap hari ia datang pagi sekali dan baru pulang di malam hari.

Di sela waktu senggangnya mencuci motor dan mobil, Kavi rajin membaca buku yang ia pinjam di perpustakaan. Kavi tidak mau karena fokus bekerja, ia akan tertinggal pelajaran. Kavi berniat menjadi seorang pemimpin perusahaan. Cita-cita yang menurut Kavi agak gila namun ia merasa kalau cita-cita itu memang harus tinggi agar punya semangat untuk menggapainya.

Saat sedang asyik belajar, Kavi sesekali melihat berita di infotainment tentang seorang artis yang dikabarkan telah menikah secara diam-diam. Berita tersebut sangat ramai bahkan sampai membuat para wartawan rela menginap di depan rumah artis tersebut hanya demi mendapatkan konfirmasi dari sang artis secara langsung.

"Kenapa pernikahan harus disembunyikan sih? Apakah pernikahan adalah hal yang salah?" batin Kavi mengomentari berita di infotainment.

Kavi kembali melanjutkan membaca buku sampai ada pengendara motor yang ingin mencuci motornya. Kavi menaruh bukunya lalu mencuci motor orang tersebut. Setelah selesai mencuci, Kavi dikejutkan oleh suara kencang di depan tempat cuci steam.

Bruk!

Kavi cepat-cepat berlari keluar dari tempat cuci steam dan melihat sebuah mobil sedan menabrak tempat sampah. Tanpa pikir panjang Kavi berusaha menyelamatkan orang yang ada di dalam mobil tersebut. Nampak seorang bapak-bapak sedang kejang-kejang dengan mulut yang berbusa. Kavi panik, tanpa pikir panjang Kavi langsung menghubungi ambulans.

Kavi berusaha mengeluarkan bapak tersebut dari dalam mobil dan terpaksa ia harus memecahkan kaca mobil agar bisa mengeluarkan bapak tersebut dan menolongnya agar tidak menggigit lidahnya sendiri. Bapak-bapak tersebut tidak sadarkan diri saat Kavi membawanya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Kavi yang memegang ponsel, dompet berisi identitas dan uang milik bapak-bapak tersebut memutuskan untuk menghubungi keluarganya. Keluarga bapak tersebut kaget saat Kavi hubungi.

Hari sudah malam saat Kavi menunggu keluarga orang yang ditolongnya di ruang tunggu UGD. Terlalu lama menunggu membuat Kavi mengantuk. Ia kurang tidur karena rajin membaca dan ia juga harus bekerja keras seharian. Kavi tertidur sambil duduk.

Betapa terkejutnya Kavi ketika tubuhnya ada yang menyentuh dan ketika Kavi membuka mata, Kavi melihat seorang bidadari cantik di depan matanya. Siapa dia?

****

Note: *) percakapan dilakukan dalam bahasa isyarat.

1
eka perwita
ak balik lg ksni trnyta cinta nya radit buat tasya tmn sekolah nya dl
Eli sulastri
semangat Thor ceritanya bagus banget ditunggu karya2 lainya
Eli sulastri
sampai tidak bisa berkomentar dari bab ke bab sesek ikutan nangis
Eli sulastri
Runi moga kuat bahagia pasti ada untukmu
Eli sulastri
Aruni😭😭😭
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
😍😍🥰🥰
Fatimah Ajja
bukannya di awal disebutkan kalau mertuanya Bu Rika itu juga tuna wicara y,makanya Bu Rika lgsg bisa menilai kalau Runi itu mirip dengan ibu mertuanya
ardan
keren
Santunah Darlis
ya Allah krluar sendiri bayinya...
Santunah Darlis
ya Allsh...seandainya di kehidupan nyata....
Yeni Fitriani
ngeriiiii hidup sm laki2 modelan pak perdana....
Nene Juan
Ijin numpang baca Thor, aku suka .
Rindi Risty
ceritanya matapppppp/Good//Good//Heart//Heart/
Margono M. Amir
Bagus ceritanya
elly fitriyatun
Good job kak... congratulation I like it
elly fitriyatun
Ikut mewek thoor /Sob/
Margono M. Amir
Sejak kapan Runi bisa bicara?
elly fitriyatun
Bhahaaha sepolos itukah kam kavi/Angry//Facepalm/
elly fitriyatun
waah mm rose kereen abiizzz top bgt/Good/
Ponco Martoyo
good writer
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!