NovelToon NovelToon
Pelakor Berkerudung

Pelakor Berkerudung

Status: tamat
Genre:Poligami / Konflik etika / Pelakor / Tamat
Popularitas:272k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi wahyuningsih

Kebahagiaan ku membuatku buta hingga mengabaikan kenyataan yang sesungguhnya, dan itu amat menyakitkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sulit Dimengerti

Pertanyaan begitu banyak di kepalaku setelah mendengar apa yang diucapkan oleh ibu mertuaku dengan begitu emosinya.

“Bahkan, aku yang cuma pulang kampung untuk mengeluh kepada kedua orang tuaku tentang kepedihan yang diberikan oleh suamiku juga adalah sebuah kesalahan?” tanyaku di dalam hati dengan begitu pilu.

Cara ibu mertuaku menatap, menuntut seolah-olah sudah pasti benar apa yang dia tuduhkan padaku barusan, bohong saja kalau hatiku tidak sakit.

Tadi, apa yang diucapkan oleh ibu mertuaku?

Bayinya Rena meninggal? Kenapa?

“Kau mau terus diam, dan berpura-pura polos sampai kapan, Leora?!” tanyanya membentak.

Aku tersentak kaget, untungnya Gozel tidak kaget padahal jarak ruang tamu dan kamar juga cukup dekat.

Ku tatap kedua bola mata ibu mertuaku dengan berani, kali ini aku tidak akan membiarkan siapapun asal menuduhku apalagi menuduhku bermain dukun hanya untuk menyingkirkan janin yang ada di dalam perutnya Rena. Walaupun aku tidak bohong aku membenci Rena setengah mati, aku juga membenci adanya bayi yang ada di dalam perut Rena, tapi aku tidak pernah memiliki niat untuk membunuh siapapun apalagi hanya janin yang bahkan belum dilahirkan.

“Masalahnya, ibu mertua ini sedang menuduh apa? Siapa yang mau bermain dukun? Bukankah ibu mertua bahkan sudah pergi haji dua kali, umroh juga sudah berkali-kali, tapi kenapa ibu mertua masih saja mempercayai dukun?” tanyaku menahan kesal.

kedua bola mata ibu mertuaku nampak memancarkan kemarahan, mungkin dia tidak mengira bahwa aku akan mengeluarkan kalimat-kalimat yang sangat menyakiti egonya. Namun, Aku benar-benar muak dan juga lelah sekali jadi untuk kali ini aku benar-benar tidak ingin menerima penghinaan apapun dalam bentuk apapun juga.

“Jangan pura-pura kau, Leora! Bulan lalu saat pemeriksaan kehamilan Rena, bayinya dalam keadaan baik-baik saja tapi sekarang dinyatakan melemah bahkan detak jantungnya hampir tidak ada! Itu pasti kau dukuni, iya kan?! Orang dari daerahmu itu suka sekali pergi ke dukun!” ucapnya semakin kesal.

Aku putuskan untuk tidak mengatakan apapun lagi. Bukan karena aku ingin mengalah dan membiarkan saja ibu mertuaku menuduh sesuka hatinya, hanya saja aku tersadar bahwa berbicara kepada Ibu mertuanya untuk menunjukkan kebenaran sama sulitnya seperti menjelaskan kepada lalat bahwa bunga lebih harum daripada sampah.

Ibu mertuaku terus mengoceh ke sana kemari, dan aku hanya berpura-pura saja mendengarkannya padahal hatiku sedang bergerundel sendiri sampai-sampai Aku tidak tahu apa yang dibicarakan oleh ibu mertuaku sejak tadi. Sampai pada akhirnya, ada satu kalimat yang keluar dari mulut ibu mertuaku yang membuat jantungku berdebar dengan sangat cepat,

“Ini adalah salah satu alasan Aku benar-benar tidak menyukaimu sejak awal, Kalian pasti sangat suka menggunakan dukun! Kalau tidak menggunakan dukun, anakku mana mau menikah denganmu?” ujar Ibu mertuaku, dan ekspresi wajahnya benar-benar sinis sekali.

Aku benar-benar seperti mimpi mendengar ucapan ibu mertuaku. Selama ini aku terus bertanya-tanya, kenapa ibu mertuaku begitu tidak menyukaiku, dan ternyata ini adalah jawabannya.

Aku hanya bisa terdiam menanggapi ucapan ibu mertuaku, bibirku tersenyum tapi aku masih malas menjawab pertanyaan ibu mertuaku.

Manusia kalau yang ada di dalam otaknya sudah semua tentang yang negatif, maka sampai akhir pun akan tetap seperti itu dan mati juga harus membawa hal negatif.

“Kalau sampai malam nanti janin yang ada di dalam perut Rena harus diangkat keluar, aku benar-benar akan membuat perhitungan denganmu!” ancam ibu mertuaku.

Aku menghela nafas, “Ibu mertua,” panggilku dengan nada bicara yang keheranan, “ibu mertua datang ke tempat ini lalu tiba-tiba saja menuduhku bermain dukun, lalu memintaku untuk mengatakan kepada dukun agar tidak menyakiti anaknya Rena, bahkan juga mengancamku jika sampai anaknya Rena harus dikeluarkan dari perutnya? Kenapa kehidupan wanita yang sudah merusak Rumah tanggaku harus menjadi beban hidupku?” tanya ku.

Ibu mertuaku masih saja terlihat sangat kesal, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena dia bingung. tuduhan soal bermain dukun itu kan tidak memiliki bukti sama sekali.

“Bu, Tolong jangan terlalu berlebihan dalam mengekspresikan kemarahan dan juga jangan terlalu frontal dalam menuduh orang lain. Sekarang, ibu mertua masih agak muda jadi gampang jika ingin melakukan aktivitas keseharian. Hanya saja, jika nanti Ibu sudah tua dan kesulitan bergerak, aku sendiri pasti akan berpikir berkali-kali jika dimintai tolong untuk merawat ibu,” Ujarku jujur.

Ibu mertuaku menatap ke arahku dengan tatapan marah. Namun, aku tidak terlalu menganggapnya karena aku tahu benar sampai mati pun aku jelas tidak ada benarnya bagi Ibu mertuaku.

Aku juga masih agak kebingungan, perhatian Ibu mertuaku terhadap janinnya Rena sangat luar biasa, tapi dari pertama datang sampai dengan sekarang ini, menanyakan kabar tentang Gozel saja tidak.

“Apakah Gozel cucu tiri baginya?” tanyaku kesal, namun masihlah di dalam hati.

Tapi, Aku tidak pernah mengingatkan hal itu dan mengemis kasih sayang seorang nenek dari ibu mertuaku untuk Gozel. Kenapa? karena aku akan memberikan kasih sayang yang begitu banyak untuk putriku agar putriku tidak merasa kekurangan kasih sayang. Jadi, Walaupun dia menginginkan kasih sayang dari nenek dan juga kakeknya, itu akan dia dapatkan dari kedua orang tuaku.

Mungkin, cara berpikirku barusan ini benar-benar jahat dan egois. Tapi, aku benar-benar tidak ingin mengemis perhatian hanya untuk putriku padahal putriku juga belum tentu membutuhkan perhatian dari ibu mertuaku.

Jika suatu hari nanti putriku tidak bisa dekat dengan ibu mertuaku, tidak bisa bercanda dan saling menyayangi seperti kebanyakan cucu dan juga neneknya, Tentu saja itu adalah resiko yang harus diterima oleh ibu mertuaku karena dia sendirilah yang telah membuat batasan diantara kami semua.

Ibu mertuaku langsung bangkit dari duduknya, tanpa mengatakan apapun lagi dan bahkan tanpa menanyakan bagaimana keadaan Gozel, dia langsung pergi begitu saja tanpa pamit.

“Ya ampun, mencoba mengerti orang yang sudah tua ternyata memang sulit sekali untuk di lakukan,” gumamku.

Tidak lama, suamiku menghubungiku dan dengan segala aku menerima panggilan telepon dari. Entah mengapa, aku tiba-tiba saja merasa sangat penasaran dengan apa yang ingin diucapkan oleh suamiku setelah beberapa saat ibu mertuaku pergi.

“Halo, sayang?” ucapnya begitu sambungan telepon di antara kami terhubung.

“Ada apa, Bang?” tanyanya tho the point.

“Ibu datang ke kontrakan ya, sayang?”

“Iya, sudah pulang juga barusan saja perginya,” jawabku.

“Apa Ibuku ada mengatakan sesuatu yang aneh padamu?” tanyanya.

Aku tersenyum kesal, “memangnya kalau tidak bukanya itu baru aneh?”

“Iya, Abang tahu. Sebentar lagi Abang pulang, bersiap dari sekarang.” perintahnya.

“Loh, tidak mau dibatalkan saja? Aku dengar, Rena sedang sakit dan bayinya juga dalam bahaya,” Sindir ku.

1
wlychr
prestasi💪
Sulati Cus
bsgus
sukensri hardiati
kok malah kayaknya rena yg jadi korban yg perlu dikasihani sih..
sukensri hardiati
blokir tu no. mertua
Endang Supriati
hampir semua penulis selalu menggambarkan bahwa surga snak laki ditelapak ibunya. benar begitu, tetapi konsep dlm ajaran islam tdk begitu anak hrs menuruti semua perintah ibunya. klu perintah nya tdk sesuai dgn syariat islam juga bisa masuk nerala. krn anak laki ketika menikah hrs tanggung jawab dunia akherat terhadap istrinya. org tua menyuruh anaknya bercerai dan menikah lagi itu adalah zholim dan dosa besar. krn setelah menikah yg diutamskan adalah istri dan anak2nya baru orgtuanya. tanys ustad !! jd klu setelah menikah hrs turutin perintah orang tuanya salah besar! apalagi perintah yg mendorong dia masuk neraka. anak laki bertanggung jawab ke pada org tua nya adalah tentang sandang dan pangan hingga mereka mati. bukan menuruti perintah yg zholim. buat ates juga bukan laki2 sejati, klu sdh menikah msh mendengarkan dan ikuti perintah ibunya sdh salah apalagi perintah yg menghancurkan tanggung jawabnya.
Endang Oke
sy ngalamin seperti gozel.bpk ku menikah lagi dan menceraikan ibuku.sy msh umur 2 thn.
sama ibuku di bawah pergi ke Jakarta dr Jogjakarta. sampai lulus sma sy baru nyari bpkku, bukan apa2 minta tabggung jawab utk kuliah thn 80 an. ketemu minta niayackuliah.dia sfh bahagia dgn pelakor dan anak2nya.
sakit hati dan dendam, sy tdk pernah menyalahkan ibunsy. sy juga perempuan bisa merasakan sakit hati ibu. setelah lulus kuliah sy kerja diperusahaan besar. dan sy sdhbtdk pernah liat dan datang lg kerumah bpk saya . tdk sudi banget..dpt kabar bpk koma pemhulih darah pecah 3 bln di rscm. sy tdk pernah datang utk liat.najissssssss. di hubungi oleh kakaknya bpk.klu bpk sy mau ketemu. udh sakratul maut. dg terpaksa sy datang. sy bisikin apa coba.. cepat matilah kau pejaga neraka sdh nunggu. bpk sy menangis dlm koma. emang gw fikirin!!! 2 hr kemudian mampus tuh org tua. dikabarin. sy tdk datang..sudi amat sampai skrg saya tdk pernah ziarah.
Husna Farahdiba
maap kak author tp ttp gak masuk akal sih punya 13 toko baju gak mampu bli rumah cash secara pasti omsetnya bnyk,klopun omset sedikit pasti hnya punya 1 atau 2 toko klo sudah lebih dr 5 dipastikan usaha tsb maju...
Dewi: aku mantan pegawai toko fashion, mantan bosku pun gak punya rumah/sewa tahunan 😂
total 1 replies
Husna Farahdiba
Thor kok punya 13 toko baju di 3 mol tp tinggal di Kontrakan sepertinya kurang masuk akal, walaupun hnya rumah sederhana pasti punya sendiri,masa punya toko baju bnyk tp gak mikirin rumah,untuk kehidupan anak istrinya
Yulia Hariyono
Luar biasa
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
otw lah aq🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Dewi: ditunggu kak ❤️
total 1 replies
elindha azzahra
sebenarnya nama suaminya arthes atau arshen se
elindha azzahra
dih biarin aja si arshen gila sukurin
elindha azzahra
dasar laki lemes mulutnya, apa2 bilang ke emaknya amit2
elindha azzahra
nyesek bgt rasanya
elindha azzahra
memang tidak ada larangan poligami, tp ya sebelumnya izin dulu sama istri pertama lah ne mah merebut namanya
elindha azzahra
Luar biasa
elindha azzahra
asli nyesek bgt😭😭
Rahmawati
bagus ceritanya
Seven8
boleh juga usulnya.. tinggal survey lapangan /CoolGuy/
Tri Lani
greget sama yang namanya pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!