Cladi terpaksa menerima perjodohan antara dirinya dan kakak iparnya, setelah sang kakak meninggal dunia akibat sakit. Karena kedua orang tua mereka tidak ingin cucu-cucu mereka tidak kehilangan kasih sayang seorang Ibu. Akhirnya perjodohan itu dilakukan demi menjaga mental anak-anak yang baru saja ditinggalkan ibunya. Terlebih kedua keponakan Cladi begitu dekat dengan Cladi.
Sementara kakak ipar yang akan dijodohkannya merupakan orang yang dingin dan datar sejak istrinya meninggal. Tidak jarang perlakuan tidak ramah sering Karan berikan pada Cladi karena menganggap Cladi menerima begitu saja perjodohan mereka.
Mampukah Cladi bertahan dalam hubungan pernikahan naik ranjang ini dengan sikap suami yang dingin dan datar serta tidak ramah. Yuk nantikan kisah naik ranjang antara Cladi dan Karan si kutub utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Kesedihan Cladi
Setelah mengirim pesan WA kepada Candy, sepupu Cladi. Karan segera menjalankan mobilnya kembali menuju kantornya, karena bakal ada klien yang akan memesan mobil keluaran baru di showroomnya.
Sementara itu di Rutik Candy, Cladi yang baru masuk setelah mengantar kepergian Syamsir yang tadi keluar dari rutik sepupunya, merasa ingin tahu hal apa yang mengantarkan mantan kekasihnya itu ke rutik Candy.
"Hai, adik sepupuku yang semakin hari semakin cantik. Ada hal apa gerangan mengantarkan kaki Anda ke rutik saya?" sapa Candy berusaha menggoda Cladi yang dari sejak di pintu masuk butiknya sudah bermuram durja.
"Tadi Mas Syamsir ke sini mau apa?" tanya Cladi tanpa basa-basi. Sejenak Candy diam dan hanya mengerutkan keningnya heran. Tapi tidak lama dari itu dia paham sepertinya saudara sepupunya itu melihat mantan kekasihnya dari rutik ini.
"Mas Syamsir? Iya, tadi dia ke sini. Bahkan bukan cuma tadi, tapi seminggu yang lalu dia datang juga ke rutik ini," jawab Candy santai.
Cladi mengerutkan keningnya atas jawaban Candy sepupunya. "Minggu yang lalu Mas Syamsir ke sini juga, ngapain?" telisiknya.
"Jelas pesan gaunlah dan ...."
"Ga~gaun? Gaun apa, dan untuk siapa?" Cladi mendadak gagap dan penasaran seraya memegangi bahu Candy. Candy geleng-geleng kepala melihat adik sepupunya sepenasaran itu.
"Dengarkan Mbak dulu, tadi Mbak belum selesai bicara," sanggah Candy sembari melepaskan tangan Cladi perlahan. Cladi patuh dan bersiap mendengarkan apa yang akan Candy ceritakan.
"Mas Syamsir minggu kemarin datang ke sini bersama adik sepupunya ke rutik Mbak, dia hanya mengantar saja. Saudara sepupunya pesan gaun dan jas untuk menikah."
"Lalu barusan Mas Syamsir datang ke sini, untuk apa?" telisik Cladi lagi masih belum puas.
"Dia menyampaikan titipan uang panjer sepupunya ke Mbak. Karena rumah Mas Syamsir searah dengan rutik milik Mbak, jadi saudara sepupunya sekalian menitipkan uang itu ke Mas Syamsir," jawab Candy. Cladi manggut-manggut mencerna apa yang Candy ceritakan barusan.
"Kirain Mas Syamsir pesan gaun untuknya. Lalu berapa lama dia di rutik Mbak?" tanya Cladi lagi masih penasaran.
"Lumayan lama, ada satu jam-an lebih.'
"Apa? Satu jam lebih?" Candy mengangguk seraya berjalan menuju sebuah gaun yang dipajang di manekin.
"Heeh, satu jam lebih."
"Ngapain? Tumben lama amat? Apakah ada yang kalian bicarakan?" Cladi menghampiri Candy menatap dalam mata Candy penuh penasaran.
"Mas Syamsir bercerita tentang kamu dan hubungan kalian yang kandas." Candy diam lalu berjalan menuju lemari es dekat pintu penghubung menuju dalam rumahnya. Candy mengambil dua buah minuman botol merek terkenal buatan dalam negeri lalu disodorkan ke arah Cladi satu botol.
"Terimakasih," ucap Cladi seraya membuka tutup botol minuman kemasan itu. "Apa yang dibicarakannya?" lanjut Cladi mendesak.
"Mas Syamsir sedih dengan hubungan kalian yang berakhir begitu saja karena pernikahan kamu dan Mas Karan. Dia sangat kecewa dan tidak menduga bahwa kamu akan dijodohkan dengan pria pilihan orang tuamu."
"Lalu?" Cladi sangat menyesal ketika mendengar Syamsir sangat kecewa ketika tahu dirinya menikah karena perjodohan.
"Walaupun Mas Syamsir kecewa, Mas Syamsir akan berusaha ikhlas dan mengubur dalam-dalam kenangan bersama kamu. Dia berharap pernikahan kamu dengan Mas Karan bisa bahagia." Candy berusaha menceritakan kembali curhatan Syamsir tentang isi hatinya saat ini.
Keakraban Candy dan Syamsir terjadi ketika Cladi membina hubungan dengan Syamsir. Syamsir yang notabene kakak tingkatnya di kampus memang sudah kenal dengan Candy. Namun, kenal biasa, bahkan di kampus saja mereka jarang berinteraksi.
Cladi terhenyak mendengar cerita Syamsir yang diceritakan kembali oleh kakak sepupunya itu. Wajah Cladi semakin mendung menjadi dua kali lipat melebihi tadi.
"Benarkah yang dikatakan Mas Syamsir?" Cladi belum sepenuhnya yakin apa yang diceritakan Candy barusan.
Candy menghampiri Cladi dan merengkuh lengan adik sepupunya itu iba. "Mbak tidak bohong. Mas Syamsir bahkan bercerita sembari berkaca-kaca. Dia rela melepaskanmu asal kamu bahagia. Dan ada hal penting lainnya yang Mas Syamsir katakan, seminggu lagi dia akan ke Singapura. Mas Syamsir akan diperbantukan oleh perusahaannya ke perusahaan cabang Singapura selama enam bulan."
"Diperbantukan ke Singapura? Apakah mungkin Mas Syamsir ingin menghindari aku sehingga dia pergi ke Singapura?" kaget Cladi menduga-duga.
"Mbak kurang tahu alasan Mas Syamsir yang sebenarnya, yang jelas dia bercerita seperti itu ke Mbak, sepertinya supaya Mbak bisa menyampaikan kembali sama kamu," balas Candy.
"Aku harus bertemu dengan Mas Syamsir, Mbak. Aku akan halangi dia untuk ke Singapura. Aku akan kembali pada Mas Syamsir dan mengakhiri hubungan rumah tangga bersama Mas Karan laki-laki menyebalkan itu," dengus Cladi seraya menatap keluar butik dengan penuh ambisi.
"Jangan gegabah ambil sikap atau berucap. Kamu sudah berdosa ingin mengakhiri pernikahan dengan alasan ingin kembali dengan lelaki lain."
"Tapi dia bukan lelaki lain, Mbak. Mas Syamsir kekasih aku," balas Cladi sedikit menyentak.
"Tidak, dia tetap lelaki lain karena kalian bukan mahrom. Lagipula pernikahan kamu dan Mas Karan baru beberapa minggu dan belum seumur jagung. Jika kamu meminta berpisah dengan Mas Karan, lantas apa yang akan kamu katakan pada kedua anak sambungmu sekaligus keponakan kamu, Kappa dan Khalia?" sergah Candy berusaha membujuk Cladi yang saat ini putus asa karena patah hati oleh cerita Syamsir
Ketika Cladi mendengar nama Kappa dan Khalia disebut, Cladi merasa bersalah dan menyadari ucapannya barusan bisa menyakiti Kappa dan Khalia jika semua itu didengar mereka.
"Sudah, jangan terlalu dibawa sedih atas pernikahan kamu dengan Mas Karan. Mbak bisa menebak kedatangan kamu kemari pastinya mau curhat tentang pernikahan kamu dengan Mas Karan, kan?" hibur Candy seraya menebak apa yang saat ini sedang dirasakan Cladi.
Tiba-tiba Cladi merangkul Candy, lalu menangis di sana. Candy membiarkan Cladi menangis di bahunya sepuasnya, sampai rasa sesak di dada Cladi berkurang.
Beberapa saat kemudian tangisan Cladi reda, dia mulai menegarkan diri lalu menatap lelap ke arah Candy.
"Bahkan kami telah melakukan hubungan itu Mbak," ungkap Cladi tiba-tiba tapi lemah. Sejenak Candy menganga. Namun beberapa detik kemudian dia tersenyum seraya menatap kembali adik sepupunya itu.
"Jangan sesali yang sudah terjadi hanya karena kamu belum bisa move on dari seseorang. Hubungan yang kalian lakukan adalah hubungan yang sah, jadi kenapa harus disesali?" ujar Candy berusaha bijak.
Cladi nampak menghela nafas dalam, niatnya curhat mendatangi rutik sepupunya itu, tapi kini malah diberi kalimat-kalimat bijak supaya Cladi bisa menerima pernikahannya dengan Karan.
"Aku harus bertemu Mas Syamsir sebelum dia ke Singapura" tekadnya membuat Candy geleng kepala seraya cepat-cepat menghubungi Karan memberitahu bahwa Cladi harus segera dijemput.