Vanya Mentari, gadis yang memulai peruntungan bekerja di ibu kota menjadi kupu-kupu malam, terpaksa harus terlibat pernikahan kontrak dengan pria yang terkenal sangat dingin.
Pernikahan yang membawa penderitaan pada Vanya di setiap harinya. Bukan hanya luka fisik, melainkan luka batin. Tiap hari, perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menikahinya begitu sangat pedis, dan tanjam hingga mampu menusuk rongga jantung dan membuat luka yang teramat mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKM 23
"Bagaimana? Apa semua sudah berjalan dengan lancar?" Tanya Rossa pada asisten barunya yang di berikan langsung oleh Zam.
"Iya nyonya." Jawab Kai sepupu Zam.
"Baiklah sekarang kita ke sana."
Kini Rossa dalam perjalanan menuju tempat di mana sekelompok ibu sosialita sedang menunggu dirinya. Rossa tersenyum, ia tidak sabaran untuk bertemu langsung dengan Novianti, ibu dari Neysia yang dulu sempat memanfaatkan kebaikan Bian.
••••
"Lah dari mana? Masih pagi kok muka kamu udah..?" Ucap Mia terheti kala menyadari sudut bibir Vanya terluka. "Van apa yang terjadi, sini duduk biar aku obati."
Mia menarik lengan Vanya lalu membawanya duduk ke tepi tempat tidur, lalu Mia berdiri mengambil kotak p3k.
Vanya merentangkan kedua tangannya, lalu dengan sigap Mia langsung memeluk tubuh Vanya.
"Menangislah, jika itu bisa membuat mu lebih baik." Kata Mia sambil mengusap pundak belakang Vanya dengan lembut nan penuh kasih sayang.
Bagi Vanya pelukan dari orang yang perduli adalah obat dari segala obat. Mia benar-benar selalu ada untuknya dan selalu memberikan pelukan hangat saat Vanya membutuhkan.
"Aku rindu ibu. Aku rindu adikku." Lirih Vanya.
"Ibu? Adik?" Tanya Mia tapi hanya di dalam hati saja. Karena sejauh ini, meskipun Mia berteman dengan Vanya tapi Mia sama sekali tidak tahu menahu tentang keluarga Vanya.
Vanya melerai pelukannya.
"Sudah cukup?" Tanya Mia dan Vanya menganggukkan kepalanya.
"Katakan kenapa bisa sampai terluka?" Tanya Mia saat memberikan salep ke bibir Vanya. "Jangan bilang pria itu melakukan ini?" Lagi dan lagi Vanya menganggukkan kepalanya.
"Dasar pria laknat. Tega sekali dia bermain kasar." Omel Mia.
"Sudah biarkan. Oh yah mana rokokmu."
Kini Vanya menikmati setiap isapan rokok yang ia hisap.
"Mau bersenang-senang?" Tanya Mia,
"Tentu."
"Baiklah kalau begitu nanti malam kita ke club."
••••
Novianti, Ismi dan para sosialita lainnya kini sudah duduk di salah satu cafe sambil bercerita tentang banyak hal.
"Jadi penasaran siapa yang mau bergabung dengan kita. Apa dia memiliki perusahaan juga?" Tanya Novianti membuat Ismi tersenyum.
"Jeng yakin, jika dia benar-benar orang kaya?" Tanya salah satu ibu ibu itu.
"Lihat saja nanti. Kalian pasti mengenalinya." Jawab Ismi membuat mereka kembali bertanya-tanya siapakah sosok yang akan ikut bergabung dengan kelompok sosialita mereka.
Saat mereka tertawa, tiba-tiba terdengar suara hak sepatu yang berjalan sehingga membuat mereka menoleh dan tawa mereka pun terhenti.
Novianti benar-benar kaget saat melihat dan menyadari jika tamu yang mereka tunggu-tunggu adalah Rossa ibu dan Bian mantan kekasih anaknya.
"Rossa." Ucap Novianti dengan ekspresi tidak percaya.
"Perkenalkan dia Rossa, ibu dari Bian Rayansya pemilik perusahaan properti nomer satu di negara kita." Ucap Ismi memperkenalkan Rossa.
Rossa tersenyum sambil melirik ke arah Novianti.
"Terima kasih, saya rasa mungkin kalian sudah mengenal perusahaan dan anak saya." Kata Rossa lalu duduk.
"Oh ya, bagaimana kabar pernikahan anak anda?" Tanya salah satu ibu di sana.
"Seperti yang kalian tahu. Selama masih belum ada berita maka semua baik-baik saja." Jawab Rossa.
"Oh ya jeng Novi, bagaimana kabar putri anda? Dan bagaimana kabar pernikahan putri anda?" Tanya Rossa.
Bisikan bisikan mulai terdengar. Ada yang mengatakan jika rumah tangga anaknya sudah retak, dan ada juga yang mengatakan jika mereka hampir menjadi besan.
"Tentu saja baik, bahkan sangat baik. Anakku sampai melakukan promil biar cepat mendapat keturunan." Jawan Novi sambil tersenyum mengejek, karena yakin jika Bian tidak bisa memberika keturunan berbeda dengan menantunya saat ini yang sangat sempurna. "Oh ya, bagaimana dengan anakmu? Apa sudah ada tanda akan memiliki keturunan?" Tanya Novianti membuat Rossa terdiam sesaat.
"Oh ya aku lupa jika Bian anakmu..." Ucapan Novia terpotong
"Aku tidak membebani mereka tentang cucu. Aku memberikan leluasa pada anak dan menantuku. Biarkan mereka menikmati masa pernikahan yang indah, soal keturunan biar yang di atas yang mengaturnya." Jawab Rossa.
"Oh ya, to the poin saja. Aku datang untuk memberikan sumbangan pada kelompok kalian dengan satu syarat."
"Apa itu jeng?" Tanya Ismi.
"Jangan biarkan ibu Novi bergabung lagi dengan kelompok ini. Karena aku tidak sudi bersama dengan orang yang lupa akan tempatnya." Jelas Rossa membuat Novianti marah hingga menggebrak meja.
saking banyaknya dosis obat lerangsang sampe lupa gawang yg udah loss doll atau masih tersegel rapi😅
Apa Bian jg gak liat bekas darah d sprei🤔
mereka sekarang saling mencintai lho Tor ....
beruntung sekali nasibmu Zam...
bertaubat lah ZAM...😂
apa sudah menyadari klo dia satu²nya pria yang tidur sama Vanya...??
lihat aja...