NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi

Status: tamat
Genre:Tamat / Fantasi Timur
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mr. Lim's

NOVEL LUAR BIASA

🏆 Juara Harapan Baru Novel Pria YAAW 10🏆





Perjalanan seorang pemuda bernama Lei Tian, ia adalah pewaris Klan Lei di Ibukota Provinsi Sinchuan. Ketika masih bayi ia dibawa pergi ke sebuah Desa yang sangat jauh dari Ibukota, setelah ia tumbuh menjadi anak-anak ia mengalami penghinaan dan penindasan. Hingga Ia dewasa dan menemukan sebuah rahasia besar di dalam tubuhnya, barulah ia mulai mendapatkan titik terang tentang jati dirinya.
Pada saat usia delapan belas Tahun barulah ia menuju Ibukota untuk berpetualang sekaligus untuk mencari tahu tentang asal usulnya.
Namun setelah ia mengetahui tentang keluarganya, berbagai peristiwa pembunuhan dan pengkhianatan mulai terkuak.
Hingga suatu hari ia membawa Klan Lei sebagai Klan yang disegani di Dunia Biru dan mencatatkan namanya sebagai Legenda Abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memilih Teknik Beladiri

"Terimakasih atas petunjuknya" ucap Lei Tian dengan sopan.

Lei Tian mengerti dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Diaken tersebut, sebelumnya ia juga sudah membaca peraturan di perpustakaan tersebut melalui buku pedoman yang ia dapatkan.

"Aku akan menunggumu di luar, jadi kau santai saja memilih buku yang akan kau pelajari sesuai dengan bakatmu" ujar Yun Zixin kemudian.

Lei Tian mengangguk pelan, tanpa membuang waktu ia segera menuju lantai pertama. Sebagai murid baru, tentu saja ia merasa kagum dengan banyaknya kitab beladiri yang tersusun rapi di setiap rak buku.

"Buku apa yang harus aku pilih?" gumam Lei Tian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Berdasarkan peraturan ia hanya memiliki waktu sekitar satu jam, selama batas waktu tersebut ia harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

"Hai.. Kau murid baru ya?" tanya seseorang yang menggunakan pakaian yang sama dengan Lei Tian.

Lei Tian menoleh ke arah pusat suara, sejenak pandangannya jatuh kepada seorang pemuda yang terlihat lebih tua satu atau dua tahun darinya.

"Iya benar senior" ucap Lei Tian dengan sopan.

"Jangan seperti itu, kita hanya memanggil senior kepada murid dalam saja" ucap pemuda tersebut.

"Baiklah jika begitu, perkenalkan nama saya adalah Lei Tian" ujar Lei Tian dengan sopan.

"Namaku adalah Li Chin, sepertinya kamu bukan berasal dari wilayah Jiangxi?" ucap Li Chin sambil bertanya.

Mendengar pertanyaan dari Li Chin membuat Lei Tian sedikit kebingungan terhadap identitasnya. Namun dengan cepat ia berkata.

"Aku berasal dari Desa Gunung Batu di Kota Yushan" jawab Lei Tian.

"Benarkah? Kupikir kamu berasal dari Kota Chengdu karena nama margamu sedikit familiar" ujar Li Chin kemudian.

Lei Tian sangat penasaran dengan ucapan dari Li Chin barusan, mendengar tentang informasi keluarga ayahnya tentu membuat dirinya semakin penasaran.

"Aku tidak mengetahui jika ada hal seperti itu" ucap Lei Tian dengan tenang.

"Sudah lah, tidak terlalu penting juga membicarakan mereka. Ngomong-ngomong apakah kau sudah mendapatkan kitab yang akan kau pilih?" tanya Li Chin sambil mengubah topik pembicaraan.

"Belum, aku masih membutuhkan waktu untuk mencarinya" ucap Lei Tian.

"Sebaiknya kau memilih sesuai dengan tingkatan mu agar kelak tidak menyulitkan" ujar Li Chin memberi nasihat.

"Terimakasih atas nasihatmu" ujar Lei Tian sambil melanjutkan pencarian kitab beladiri yang ia butuhkan. Ia juga tidak bisa berlama-lama jika hanya mengobrol dengan orang lain, waktu sangat berharga saat berada di dalam perpustakaan.

Lei Tian memperhatikan barisan kitab yang tersusun rapi. Setelah beberapa kali memperhatikan, ia akhirnya tertarik dengan sebuah kitab yang berjudul "Teknik Tinju Api". Selain itu untuk menunjang gerakannya ia juga memilih "Teknik Tubuh Ilusi".

"Sepertinya dua teknik ini sangat bagus dan saling melengkapi" gumam Lei Tian dengan senang.

"Selamat ya kau sudah menemukan apa yang kau cari" ucap Li Chin yang sedari tadi memperhatikan Lei Tian.

"Terimakasih, ini hanya dua kitab dasar" ucap Lei Tian sambil memperlihatkan dua kitab yang baru saja ia pilih.

Li Chin tersentak kaget dengan kitab yang dipilih oleh Lei Tian, dua kitab yang berada di tangannya merupakan dua kitab yang tidak sederhana. Bahkan di antara murid luar belum ada yang mampu menguasai teknik tersebut. Dua teknik tersebut memerlukan dua atribut yang berbeda-beda, sangat mustahil bisa dikuasai oleh murid luar.

"Bagus sekali, kamu benar-benar beruntung" puji Li Chin.

"Terimakasih" jawab Lei Tian dengan polos.

Di dalam hati Li Chin tengah tertawa puas menyaksikan kebodohan yang baru saja dilakukan oleh Lei Tian.

"Bertambah lagi satu murid sampah" gumam Li Chin dalam hati.

"Senang berkenalan denganmu, aku akan undur diri" ucap Lei Tian dengan sopan.

"Baiklah, aku juga akan segera kembali pulang" ujar Li Chin.

Setelah memilih dua buah kitab, Lei Tian segera melapor kepada petugas pencatatan.

"Senior aku ingin melapor" ucap Lei Tian sambil menyerahkan dua buah kitab beladiri yang baru saja ia pilih.

Melihat dua buah kitab beladiri, Diaken tersebut bergeming. Ia memandang lekat ke arah Lei Tian lalu berkata.

"Apakah kamu sudah yakin dengan apa yang kau pilih?" tanya Diaken tersebut sambil menatap serius Ke arah Lei Tian.

"Tentu saja" jawab Lei Tian dengan mantap.

"Baiklah, semoga kau beruntung" ujar Diaken tersebut sambil membuat catatan.

Setelah mendapatkan kitab yang ia kehendaki, kini Lei Tian berjalan dengan santai keluar dari perpustakaan Sekte.

"Bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan kitab beladiri yang akan kau pelajari?" tanya Yun Zixin dengan antusias sesaat setelah melihat Lei Tian keluar dari dalam perpustakaan.

"Ya tentu saja" jawab Lei Tian sambil tersenyum menunjukkan dua buah kitab beladiri.

Yun Zixin kemudian memeriksa kitab beladiri yang baru saja di pilih oleh Lei Tian. Dengan seksama ia memperhatikannya sambil beberapa kali mengernyitkan dahinya.

"Kurasa kamu harus segera menukarnya, mumpung masih di sini dan aku akan memohon kepada Diaken tersebut" ucap Yun Zixin.

"Tidak perlu, aku merasa sangat ingin mempelajarinya" ujar Lei Tian dengan penuh keinginan.

"Tapi apa yang kau pilih adalah kitab atas, kitab ini setara dengan kitab yang berada di perpustakaan murid dalam. Hanya murid yang sudah berhasil membangkitkan karekteristik api yang bisa menggunakan teknik tersebut" ucap Yun Zixin memberi tahu.

Bukannya menyerah tetapi Lei Tian justru semakin tertarik, meskipun ia tidak memiliki hal yang dikatakan oleh sahabatnya tersebut tetapi entah mengapa ia memiliki keyakinan kuat untuk mempelajarinya.

"Aku akan tetap melatihnya" ucap Lei Tian tak tergoyahkan.

Mendengar perkataan Lei Tian yang keras kepala tersebut membuat Yun Zixin menahan kecewa, namun ia tidak bisa melarang apa yang sudah menjadi pilihan Lei Tian.

"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan akhirmu, aku tetap akan mendukung mu" ujar Yun Zixin dengan senyum terpaksa.

"Terimakasih atas kepedulian mu, aku tidak akan mengecewakan mu dengan keputusan ku" ucap Lei Tian dengan sungguh-sungguh.

"Baiklah aku percaya kepadamu" sahut Yun Zixin sambil menepuk bahu Lei Tian.

"Mari kita segera kembali" ucap Yun Zixin kemudian.

Sambil melangkah ringan ked

Jarak antara Perpustakaan dengan tempat mereka tinggal tidak terlalu jauh, sehingga dalam tempo yang singkat mereka tiba di dalam ruang tengah tempat dimana mereka tinggal.

"Dimana Shan Yuze?" tanya Lei Tian.

"Dia sepertinya sedang berkultivasi di dalam kamarnya" jawab Yun Zixin.

"Dia selalu seperti itu, makanya aku senang ada teman bicara seperti dirimu" sambung Yun Zixin kemudian.

"Pantas saja ia terlihat tertutup" ucap Lei Tian.

"Ya begitulah, meski begitu dia adalah orang yang peduli" ucap Yun Zixin kemudian.

1
Johny Ngara
Lumayan
Ferdi Laoh
Banyak karya tapi putus di tengah jalan beginilah kalo autor yg hanya suka copas karya orang lain yg dirubah sedikit trus ngaku karya sendiri ........ parah
🌠Galih Tinarbuko👁
Lumayan
Rahmat Atoung
hampir 10 bab ....mol ceritanya
Rahmat Atoung
bukan tulus itu your.zho yuzhi seperti krena tau lintian punya kekuatan
Rahmat Atoung
knapa ngak berangkat barengan kan ada 4 token debagai kuota masuk akedemi kekaisaram.yg penting ngak diceritain tour niii nanti tiba tiba ke cerita zhou yuzhi.
Ferdi Laoh
Awalnya ditulis pendekar raja, kenapa ini berubah jadi pendekar bumi?
Rahmat Atoung
bbabi betina ini lagi muncul......loncatin aja
Rahmat Atoung
babi fukus cerita MCNYA
Rahmat Atoung
kan sdh masuk tingkat raja sekarang tingkat praja ahir
Rahmat Atoung
babi ini knapa ceritain zhao yusi
Rahmat Atoung
sdh punya cincin dan liontin giok dan benda benda yg sangat baik mestinya pendekar tingkat raja bukan tamdingannya skalipum masih berada ditingkat praja
Rahmat Atoung
babi kamu tour kebagus awalnya dan menarik sekali judulnya...sampai bab ini sdh sangat membosankan.terkesan Mcnya tdk serius kejar keinginan orang tuanya busyeeeeet
Rahmat Atoung
ngerepotin aja slalu aja wanits sebgai penghalang.pukus aja utk kekuatan demi balas dendam ayah
Chaca Sunday
gunanya cincin penyimpanan buat apaan jir katanya didalam nya ada warisan tapi,aneh
Chaca Sunday
author bocah
Chaca Sunday
jurus apa teknik thor
Boygank Gank
Biasa
Brown Tags
Luar biasa
Iwa Kakap
hdjcmfkkdlaksks
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!