King Jayden Wiratama, seorang mafia berdarah dingin yang memiliki wajah tampan bak malaikat. Namun, di balik ketampanan nya itu tersimpan sesuatu yang tak di ketahui orang.
Ayyara Marshka Anggita, seorang gadis yang tak sengaja masuk dan terjebak dalam kehidupan seorang Jayden, membuat nyawa nya terancam bahaya karena musuh menjadikan Ayyara sebagai target untuk membalaskan dendam pada Jayden.
Bisakah Jayden melindungi gadis yang dia cintai itu dengan aman?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sendi andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - Kenangan Menyakitkan
"Apa kamu, punya pria lain di belakang ku, sayang?" Tanya Rendy, dia menatap intens wajah cantik sang kekasih.
Deg..
Jantung Ayyara terasa berhenti berdetak seketika. Apa yang harus dia jawab? Dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Jayden, tapi pria itu sudah beberapa kali meniduri nya, menjamah tubuh nya. Padahal, Rendy saja belum pernah menyentuh nya lebih dari sekedar ciuman atau pelukan.
"Tidak." Jawaban nya benar bukan? Dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Jayden, itu artinya dia tidak memiliki pria lain di belakang Rendy? Iya kan? Anggap saja iya.
"Lalu, kenapa kamu berubah, Ayya?"
"Berubah? Berubah seperti apa?" Tanya Ayyara, dia sendiri tidak menyadari perubahan nya, tapi Rendy menyadari nya.
"Biasa nya kamu tidak pernah menolak saat aku mencium mu, sayang."
"H-ahh? Begitu ya, maafkan aku." Ucap Ayyara.
"Ya sudah, syukurlah kalau kamu tidak memiliki pria lain." Jawab Rendy, dia memang menyadari perubahan sang kekasih. Tapi, dia akan mencoba percaya pada nya, karena tiang sebuah hubungan adalah kepercayaan bukan?
"Hmm.."
"Sayang.."
"Iya, kenapa Ren?" Tanya Ayyara, dia melingkarkan kedua tangan nya di leher pria tampan itu.
"Tidak, sejak kapan kamu suka berpakaian seperti ini?" Tanya Rendy sambil menurunkan tali spaghetti yang ada di pundak Ayyara.
"Entahlah, tapi sekarang aku menyukai pakaian seperti ini." Jawab Ayyara.
"Ya, selama itu masih batas wajar tak masalah, tapi jangan terlalu terbuka. Aku tak suka aset ku di lihat orang lain." Ucap Rendy, dia kembali mendekatkan wajah nya dan mengecup singkat pipi kanan Ayyara.
"Aku merindukan mu, Ayya."
"Ya, aku juga merindukan mu, Ren." Jawab Ayyara. Rendy mendongak, lalu kemudian mendekatkan wajah nya. Lagi-lagi, Rendy mencium bibir Ayyara. Dia melumaat nya seperti yang dia lakukan tadi, Ayyara juga menikmati nya hingga beberapa menit. Tapi, tiba-tiba bayangan Jayden muncul kembali.
Tapi, kali ini Ayyara tidak buru-buru melepaskan ciuman nya, dia tak mau membuat Rendy curiga padanya.
"Emmphhh…" Ayyara menepuk-nepuk dada Rendy, memberi kode kalau dia kehabisan nafas. Pria itu melepaskan ciuman nya, lalu mengusap bibir Ayyara yang basah karena ulah nya. Bibir gadis itu sedikit bertambah volume nya karena tadi pria itu menggigit-gigit kecil bibir gadis itu.
"Sayang.."
"Iya, kenapa?" Tanya Ayyara, dia membenarkan posisi duduk nya di pangkuan Rendy.
"Dia bangun, jangan terlalu banyak bergerak."
"Ohh, maaf. Pasti sakit ya?" Tanya Ayyara lagi.
"Sedikit, tapi tidak apa-apa." Rendy mengusap wajah gadis itu dengan lembut dan keduanya kembali berciuman mesra.
Sedangkan di tempat lain, Jayden tengah menatap lurus ke depan dengan fokus. Saat ini, dia tengah mengawasi pemindahan barang, pria berjas hitam itu berdecak saat anak buah nya tak sengaja menjatuhkan barang yang cukup mahal.
"Jangan ceroboh! Bereskan cepat atau nyawa mu aku hilangkan!" Tegas Jayden, membuat pria itu ketakutan. Dia langsung membereskan nya dan pergi dari hadapan Jay. Ya, meskipun Jack sangat garang tapi Jayden jauh lebih garang dari Jack.
Aura pimpinan dan wakil nya sama-sama dingin dan menakutkan, tapi mungkin Jack lebih tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan Jayden. Sang Alpha.
Jayden menatap tajam ke seluruh isi ruangan, kini dirinya sedang berada di markas. Tentu nya bersama Jack, kaki tangan plus wakil ketua di klan mafia ini.
"Jack.."
"Iya, ketua."
"Awasi semua nya, kalau ada yang mencurigakan tembak saja kepala nya. Aku akan pergi sebentar."
"Kemana? Jangan bilang kau akan bertemu dengan gadis mu itu, Jay?" Tanya Jack.
"Tidak, aku sedang tidak ingin di ganggu saat ini, Jack."
"Baiklah, hati-hati di jalan Jay." Jawab Jack, dia pun membiarkan Jayden pergi dengan mengendarai mobil sport mahal nya. Tatapan mata pria itu selalu seperti itu, tajam seperti pedang yang siap mengoyak mangsa nya.
"Astaga, aku lupa hari ini hari apa." Gumam Jack, pantas saja sedari tadi Jay terlihat sedikit murung. Dia melupakan kalau hari ini adalah hari peringatan kematian sang ibu.
Biasa nya, Jayden akan pergi menyendiri. Dia tak ingin di ganggu, satu hari full untuk memperingati kepergian sang ibu yang meninggalkan luka besar di dada nya. Setelah belasan tahun berlalu, luka itu masih menganga dan terasa sakit. Tentu saja, di tinggalkan oleh orang terkasih sangat menyakitkan. Itu juga yang di rasakan oleh Jayden.
Dia memang di kenal sebagai mafia terkejam di negara ini, tapi hati nya masih lembut jika pada orang yang dia sayangi. Termasuk Ayyara, gadis itu adalah satu-satunya orang asing yang di perlakukan bak bidadari oleh seorang Jayden.
Apakah semua itu cinta? Entahlah, tapi Jayden merasakan kenyamanan yang selama ini tidak pernah dia rasakan saat bersama gadis cantik itu. Dia juga merasa berbangga diri karena dia adalah pria pertama bagi gadis cantik itu, dia yang telah merenggut kesucian nya.
Jayden pergi ke taman, dia merenung disana. Di kursi panjang yang terletak di sisi taman, cukup sunyi. Jika seperti ini Jayden akan betah, karena biasa nya dia akan menyendiri untuk merenungkan semua nya. Meskipun itu bukanlah kesalahan nya, tapi tetap saja ibu nya tewas karena melindungi nya.
Kenangan yang menyakitkan harus nya gak perlu di ingat lagi bukan? Tapi Jayden selalu mengingat nya setiap saat, dan setiap tanggal ini dia akan merenung sendirian tanpa ingin di ganggu siapapun.
.....
🌻🌻🌻🌻