NovelToon NovelToon
Sistem Reinkarnasi Lucia

Sistem Reinkarnasi Lucia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Masuk ke dalam novel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Chicklit
Popularitas:103.1k
Nilai: 5
Nama Author: Indirani

🏆 Juaranya 2 Lomba Tema Chiklit - Wanita Kuat S3

Aku Lucia. Seorang agent peringkat SSS di sebuah organisasi yang mengembangkan Sistem Reinkarnasi dunia modern di masa depan.

Masalah muncul pada dunia kecil yang terus bermunculan akibat manusia terus membuat novel dan komik.

Aku sebagai salah satu agent menjalankan reinkarnasi dan memainkan peran untuk mengubah isi novel atau komik karena permintaan dan ketidakpuasan pemeran pendukung pada bagian akhir cerita.

Aku bersama Momo si pendamping sistem menjelajahi berbagai dunia kecil dan dengan cepat meraih peringkat tinggi di organisasi.

"Nona, ada misi lagi. Wah, hadiahnya besar sekali kalau bisa menyelesaikan dengan peringkat sss."
Aku mendorong Momo ke pinggir hingga dia terjatuh karena kucing gemuk itu menutupi layar.

"Menjelajahi dunia kecil dan membersihkan sampah-sampah ini. Misi yang begitu mudah dengan hadiah yang besar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Kia Lee sangat kesakitan karena wajahnya memerah. Add Lee dan Jerry Lee buru-buru membawanya ke ruang kesehatan tapi malah dicegah oleh Lion.

Hantaman keras di wajah Kia Lee membuatnya langsung pingsan di tempat.

"Kau tunggu saja. Aku tidak akan diam, aku akan membalas perlakuanmu hari ini." Jerry Lee yang bicara menatap marah Lion dan segera membawa adiknya itu ke ruang kesehatan.

"Aku akan menunggu balasanmu, heh," ucap Lion meremehkan Jerry Lee yang dengan sigap membopong Kia Lee.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Edith sembari melihat-lihat wajah Lucia takut dia terluka. Lucia pun berkata bahwa dia baik-baik saja dan berharap agar semua orang tidak khawatir padanya.

"Nona, kau memang jagonya membuat keributan." Suara imut menggema di pikiran Lucia. Seekor kucing gemuk yang ada di pelukan Danny segera melompat dan menggosok-gosokkan tubuhnya pada lengan Lucia.

Lion, Edith, dan Danny duduk di kursi yang telah diduduki oleh Lee bersaudara sebelumnya.Lion duduk tepat di sebelah Lucia. Wanita muda itu merasa agak terjepit karena di sebelahnya juga ada Edith dan Danny duduk bersebelahan dengan Evan. Kini kursi yang kosong berada di antara Pangeran Damian dan Clair.

Lion dan Clair saling membenci. Begitu juga Danny dan Damian. Kebencian itu karena kedua Pangeran tidak bisa mengungguli kedua beradik Lamboerge itu baik akademis mau pun aktivitas fisik dan pertarungan.

Tidak ada tegur sapa atau basa-basi. Lion malah menyuruh Lucia dan teman-temannya untuk naik ke atas. "Lucia, melihat keadaan Pangeran Evan sebaiknya kalian pergi ke atas saja. Ada ruangan yang lebih pribadi di sana sehingga kalian tidak akan diganggu."

Penekanan pada kata ganggu yang dilontarkan oleh Lion juga diekspresikan dengan tatapan tajam pada Clair dan Damian.

Benar. Memang itu adalah keputusan yang terbaik melihat situasi yang tidak kondusif. Semua bangsawan ada yang berbisik-bisik dan menatap aneh meja mereka. Ada pula tatapan kebencian dari wanita-wanita bangsawan lain pada Lucia dan teman-temannya.

"Baiklah, kami akan ke atas. Ayo teman-teman, akan aku perlihatkan suasana tenang dan indah di atas balkon, pemandangannya juga cukup bagus."

Lucia berjalan lebih dahulu kemudian diikuti oleh teman-temannya. Perhatian orang-orang masih tertuju pada mereka. Suasana yang ramai membuat mereka tidak bisa mendengarkan hal-hal yang sedang didiskusikan orang-orang.

Saat Pangeran Clair, Damian, dan Selvinaa beranjak dari tempat duduk mereka. Lion, Edith, dan Danny menghalangi.

"Apa yang Tuan Muda lakukan?" Tentu saja wanita berambut coklat itu yang bicara dengan ketus.

"Jangan pikir kalian bisa mengikuti Lucia ke atas. Orang luar tidak bisa naik ke atas." Jawaban Lion lagi-lagi membuat ketiga orang itu kesal. Mereka tentu berpikir memangnya siapa teman-teman Lucia itu? Bukankah mereka juga orang luar?

Pangeran Clair maju dan berhadapan dengan Lion. Saking dekatnya 5cm lagi hidung mereka akan bersentuhan. "Minggir, aku ingin pulang. Bukan ingin menemui Lucia."

Mendengar itu Lion pun tidak lagi menghalangi Clair dan menepi untuk membiarkan mereka lewat. Pandangan sinis Lion bersaudara bersatu padu dengan dengusan tajam Clair yang merasa kesal. Dia menghentakkan jubah merah yang dikenakannya dan pulang ke istana tanpa pamit pada Duke.

Raja Salvavor yang melihat itu tak berdaya dan meminta maaf pada Duke Lamboerge. "Afsan, aku minta maaf atas perlakuan anak sulungku."

Duke Lamboerge menanggapinya dengan santai dan berkata bahwa itu tidak masalah. Pangeran Damian dan Selviana masuk kembali setelah kepulangan Clair.

"Sial!" Umpat kesal Pangeran Clair pada Lion. Dia adalah calon putra mahkota yang sombong tapi selalu ada si Lion itu yang menjadi baru penghalang paling besar dalam kesuksesannya.

Setelah keributan tadi siapa yang mau berada di satu atap yang sama dengan putra sulung Duke Lamboerge itu. Rasa malu dan amarah menyatu dalam darahnya. Jika dia tidak pulang tadi bisa dipastikan akan terjadi keributan antara Lion dan Clair.

Hal yang lebih memalukan lagi jika keributan itu terjadi dan Clair jatuh kalah di depan semua bangsawan. Maka posisi calon putra mahkota bisa saja goyah dan direbut adiknya.

Sementara itu di balkon atas kediaman duke,Lucia dan teman-temannya masih bercengkrama sembari Frans dan Lucia mengobati luka yang diakibatkan oleh pecahan teko yang dijatuhkan Evan saat di aula tadi.

"Keluarga Lee itu memang serampangan. Mereka itu antek-antek dari Pangeran Clair," ucap Bella dengan kesal. Tapi mereka semua menatap heran pada Bella.

"Kamu tahu dari mana kalau Keluarga Lee itu antek-antek dari Pangeran Clair?" Micella yang penasaran segera beralih tempat duduk. Yang awalnya dia duduk di dekat balkon dan berhadapan dengan kakaknya kini dia duduk di sebuah sofa bersama Bella karena penasaran.

"Kakakku Barnard yang bicara. Saat itu aku tidak sengaja mendengar ucapan mereka," ucap Bella lagi tanpa perasaan bersalah.

"Bella, ingat ya. Kamu tidak boleh menceritakan hal ini kepada siapapun. Hal ini akan menggiring opini rakyat dan kalangan bangsawan. Kamu mengerti kan?"

Emillia berkata dengan cukup serius karena permasalahan Keluarga Lee yang jadi antek-antek Pangeran Clair tidak perlu dibahas dan diperjelas karena itu adalah rahasia umum yang hampir diketahui semua orang. Hanya saja orang tidak ingin membicarakannya karena takut terlibat dengan Pangeran Clair yang kejam.

Jika sudah terlibat dengan Pangeran Clair dan membuatnya sakit hati. Orang yang bersangkutan tidak akan pernah hidup tenang.

"Menurutku ini adalah hal yang cukup penting. Keluarga Foster dan Keluarga Lee sudah berpihak pada Pangeran Clair. "

"Keluargaku untuk sementara masih netral tapi sepertinya nenek lebih suka kalau Damian yang menjadi Putra Mahkota."

"Sementara ini yang masih netral adalah Keluarga Lamboerge dan Keluarga Elliot."

"Eh, tunggu sebentar. Bukankah Frans tidak ada? Kemana dia? Apa dia tidak ikut rapat kali ini?"

Seorang pria muda berusia 18 tahunan dengan rambut biru tuanya memalingkan kepala ke kiri dan ke kanan serta melihat orang-orang dan masih tidak menemukan keberadaan Frans.

Pria bermata merah dengan rambut seputih perak memasuki ruangan dan berkata, "tidak perlu dicari lagi, Barnard. Frans ada di balkon bersama Evan dan temannya yang lain."

"Rapat ini, cukup kita yang hadiri. Materi yang penting nanti bisa kau sampaikan sendiri pada Frans."

"Jadi ada laporan apa yang harus dibahas?" Ujar Lion yang langsung duduk di kursi utama dan membaca beberapa berkas. Dia juga mendengar laporan dari beberapa tuan muda dan menanggapi mereka.

"Tuan Muda Lion, saya Tony Carter dari Keluarga Carter di bawah kekuasaan Keluarga Lamboerge."

"Saya mendapat laporan dari daerah perbatasan antara Kerajaan Salvavor dan Salvador yang suasanannya kian hari semakin parah. Perkelahian di perbatasan bahkan kini membuat beberapa prajurit terluka parah."

"Saya berharap Tuan Muda bisa mengirim beberapa Prajurit Khusus untuk menjaga keamanan di wilayah perbatasan sehingga pertikaian tidak akan terjadi lagi di sana."

Lion mengangguk tanda persetujuan. "Baiklah, aku akan mengirim 30-50 prajurit khusus dan 1000 prajurit biasa untuk menghadapi orang-otrang Salvador itu. Akan aku pastikan mereka lebih babak belur dari pada prajurit kita. Kalian tidak perlu khawatir."

1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
ingat Lucia pria itu Oyen🤣🤣🤣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kaya mendadak🤣🤣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
wah² apa kh itu jodohnya Su Lu Xia🤭🤭🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Selir pencuri🤭🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
selir yg licik
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
cerita baru pula
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Sedihnya😭😭😭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
hebat
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
bgus klau d hukum penggal terus😌
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kakaknya Lois paling begok.. knp ngak diam saja😌
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kejahatan Ayah Lucia lagi teruk, selama 14thn d abaikn smpai Lucia asli meninggoi, Ayahnya memang ngak layak d maafkn..
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
sedihnya wajar sekali klau Lucia marah, mereka tau semua kejadian apa lagi saat hampir d perkosa, dan mereka buat tidak tau saja 😣😣😣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
aduiii kenapa bisa Thor kesian anat Emilia, kenapa ngak yg lain aja😣😣😣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
lucu pula nama kluarga Lee🤭🤭🤭sdh lucu licik lagi.
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
hebat
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
mesti c Sok cantik kegatalan tu😤
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
ceh percaya diri sungguh
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
🤣🤣🤣🤣Momo pengkhianat🤣🤣🤣🤣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Lois jgn terlalu benci adik mu🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
sepatutnya bgi Misi bagi Duke menderita ck ck 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!