NovelToon NovelToon
Aset Besar Milik Istri Kecilku

Aset Besar Milik Istri Kecilku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Cintapertama
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

Semua orang terkejut saat bos besar mereka muncul dengan menggandeng seorang wanita muda. Karyawan pria terpesona karena lekuk tubuh dan aset besar yang terpampang itu, sementara karyawan wanita merasa cemburu pada sosok yang berjalan bersama atasan mereka.

"Turunkan pandangan kalian!" desis Vino dengan nada dingin. Banyak yang berbisik-bisik tentang Sea menyebutnya sebagai perayu ulung. Mendengar itu, David merasa darahnya mendidih. Ia berhenti, berputar, dan menatap tajam mereka yang berani menggunjing istrinya.

"Berani-beraninya kalian menyebut istriku penggoda!Kalian ingin mencari masalah, ya?"

Semua orang kaget saat tahu bahwa wanita yang mereka bicarakan ternyata adalah istri dari atasan mereka.

"A-ampun, Tuan. Kami tidak tahu kalau Nyonya adalah istri Anda!" kata salah satu dari mereka dengan nada takut.

David mendengus kesal. Wajahnya menjadi lebih lembut saat merasakan usapan halus di tangannya.

"Jangan emosi, sayang. Nanti mereka bisa ketakutan," bisik Sea den

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

27

"Kak aku pulang dulu!" Ucap Sea.

"Ya. Nanti tunggu di bandara saja. Waktunya sangat mepet kalau masih harus nunggu kamu balik kesini."

"Baik kak, mari kak Arda." Ucap Sea sambil sedikit membungkukkan badan.

"Tidak usah ganjen kamu Sea, apa kamu lupa kalau Arda sahabatku?" Tuduh David saat Sea tersenyum dan menyapa Arda.

"Nggak usah cemburu bro." Sahut Arda dengan senyuman.

Sea sudah berlalu meninggalkan kedua pria itu dan segera pulang untuk menyiapkan pakaian David. Waktu sudah sangat mepet sehingga Sea harus segera ke bandara mengantarkan pakaian David.

*****

Sea terus berlari seraya menyeret koper suaminya. Sedari tadi David sudah beberapa kali menghubunginya dan menyuruhnya untuk segera tiba di bandara karena pesawat yang akan ia tumpangi akan segera lepas landas tigapuluh menit lagi.

"Apa aku terlambat?" Tanya Sea saat sudah sampai di depan David dengan nafas tersengal-sengal.

"Huh, kamu terlambat lima menit Sea." Decak David sebal.

David langsung merebut koper miliknya yang masih dipegang oleh Sea. Tanpa bicara lagi David langsung pergi meninggalkan istrinya. Namun saat ia baru berjalan beberapa langkah, David kembali menghentikan langkahnya.

"Ingat Sea, kamu sekarang sudah menjadi istriku. Aku tidak mengizinkan kamu untuk dekat dengan lelaki manapun termasuk Arda. Mulai saat ini kamu harus jaga jarak dengan dia."

"Apa kamu cemburu Kak?"

"Khayalan kamu terlalu tinggi Sea. Aku hanya tidak mau kalau sampai kamu menginjak-injak kehormatanku sebagai seorang suami." David langsung kembali melangkahkan kakinya tanpa menoleh ke belakang lagi.

Sementara Sea masih menatap langkah kaki dan punggung kokoh itu semakin menjauh. Dia hanya tersenyum kecut saat kembali teringat dan ucapan David barusan. Sea pun langsung membalikkan badannya untuk segera kembali pulang ke rumah.

Tanpa disadarinya, David kembali menoleh ke belakang dan melihat kepergian Sea. Laki-laki itu hanya tersenyum samar dengan pandangan yang tidak lepas dari Sea.

"Sekarang aku memang tidak mencintaimu Sea, tapi aku tidak suka berbagi sesuatu yang sudah menjadi milikku. Begitu juga dengan kamu yang sudah berstatus sebagai istriku."batin David.

Lamunan David kembali buyar saat melihat Sea akan kembali membalikkan badannya sebelum dia keluar dari ruangan itu. David kembali bersikap acuh tak acuh pada wanita cantik itu. Harga dirinya bisa terjun bebas saat wanita itu mengetahui bahwa dirinya masih memperhatikan kepergiannya.

Berbeda dengan Sea yang melihat David seperti membalikkan badan. Dia tersenyum sinis melihat suaminya yang sedang berakting di depannya. Akhirnya dia pun memilih untuk pergi dari bandara.

Wanita cantik itu segera naik ke dalam taksi yang tadi mengantarkannya ke bandara. Dia sengaja meminta sopir taksi untuk menunggunya karena ia yakin tidak akan lama di dalam bandara.

"Lesu amat Mbak? Apa suaminya marah?"tanya sopir taksi itu.

"Tidak Pak, suami saya memang tidak sabaran tapi sebenarnya dia orangnya baik kok." Sea tersenyum pada sopir taksi itu. Rasanya tidak etis jika dia harus menjelekkan suaminya sendiri dengan orang asing.

"Pintar sekali dia menyembunyikan kejelekan suaminya. Padahal tadi terdengar jelas kalau suaminya itu membentaknya karena dia telat datang ke bandara." Batin sopir taksi.

Selama perjalanan pulang, Sea hanya sesekali menanggapi ucapan pria paruh baya yang menjadi sopir taksi itu. Pikirannya justru melayang entah kemana sampai akhirnya dia sadar karena mendengar suara ponselnya berbunyi. Sea pun langsung mengambil ponselnya dan melihat Erna menelepon.

"Hallo Sea, kamu lagi dimana?" Tanya Erna diseberang sana.

"Aku dalam perjalanan pulang dari bandara.Kenapa kak?" Tanya Sea balik.

"Tidak papa, aku hanya ingin mengajakmu melihat perumahan Safira Indah. Yang aku dengar ditengah-tengah perumahan itu ada danau buatan dan taman bermain. Jadi aku ingin mengambil perumahan disana untuk investasi, daripada uangku habis buat jalan-jalan nggak jelas mending aku buat kredit rumah." Ucap Erna cerdas.

"Oke kalau gitu aku sekarang ke kantor. Kamu sudah siap untuk pulang?"

"Masih lama Sea, aku lagi sedikit santai satu jam ini jadi bisa menelponmu."

"Ya udah nanti aku tunggu di lobby. Aku males naik apalagi kalau harus kembali bertemu nenek lampir."

"Oke ibu bos, tunggu aku di lobby saja!" Titah Erna. Sea langsung memutuskan sambungan teleponnya saat taksi yang ia tumpangi berbelok ke arah kantor milik David suaminya. Dia pun langsung membayar ongkos taksi sebelum mobil itu pergi dari sana. Lalu Sea memesan makanan di kantin kantor tersebut sambil menunggu Erna datang.

"Sea, David sudah berangkat?" Tanya Arda tiba-tiba datang dari belakang tempat Sea duduk.

"Sudah Kak." Sahut Sea.

"Boleh aku duduk di sini?"

"Boleh Kak silakan, tumben ngopi di sini?"

"Iseng aja, tadi aku lihat kamu masuk ke sini. Kerjaan juga sudah selesai." Jawab Arda enteng.

"Kamu tenang aja mereka tidak akan tahu kalau kita ngopi di sini berdua." Imbuh Arda lagi.

"Eh bukan itu maksudku Kak."

"Sea, apa David sering menyakitimu? Jangan memaksakan diri, kalau kamu sudah tidak kuat menjalani pernikahan."

"Tidak kok Kak. Kak David tidak pernah menyakitiku. Hanya ucapannya saja yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan. Lagi pula orang tua kak David memperlakukanku dengan sangat baik."

"Syukurlah kalau begitu, aku lega mendengarnya. Kalau kamu kenapa-napa atau butuh bantuan jangan sungkan untuk minta tolong padaku ya."

"Iya kak terima kasih, sepertinya aku harus segera pergi karena Erna sudah menungguku di depan."pamit Sea.

Arda hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum hangat. Dia hanya bisa menatap punggung Sea sampai menghilang di balik tembok gedung bertingkat itu. Arda menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Entah kenapa semenjak dia bertemu dengan Sea, dia selalu teringat dengan gadis itu dan merasa khawatir jika gadis itu kenapa-napa. Padahal hubungan keduanya tidaklah dekat hanya sebatas percakapan biasa saja.

Tak jauh berbeda dengan Arda, Sea pun selalu merasa terlindungi jika ia berada di dekat laki-laki itu. Namun ia selalu menjaga jarak pada setiap laki-laki yang mendekatinya.

"Sea apa kamu dekat dengan Kak Arda?" Tanya Erna penasaran.

"Tidak dekat, tapi dia selalu menolongku saat aku sedang membutuhkan pertolongan tanpa perlu aku minta."

"Oh gitu? Kirain kamu ada hubungan dengan Kak Arda di belakang Kak David."

"Hus, sembarangan kamu. Jangan bikin gosip lho ya. Arda dan David itu sahabat dekat jadi mana mungkin aku seperti itu." Seru Sea.

"Bercanda Sea, kamu serius banget nanggepinnya."

Tidak butuh waktu lama kedua wanita itu sudah sampai di kantor pemasaran perumahan Safira Indah. Melihat model rumah serta lingkungan yang ditawarkan oleh pengembang, membuat Sea merasa tertarik untuk ikut mengambil rumah tersebut.

1
Midah Zaenudien
perasaan Bru start eh tau x udh hbis SJ double up boleh GK 🤭🤭
Atik's: insyallah nanti malam ya kakak 😍
total 1 replies
Midah Zaenudien
semangat nulis x jgn lupa up x aku penasaran
Midah Zaenudien
bgus wlu bnyk yg hrus d koreksi
Midah Zaenudien
mf Thor aku jdi binggung SM alur x
Kartini Davi
lucu kamu sea Tia gemes liat kamu sea
Kartini Davi
sea-sea kamu terlalu polos
Kartini Davi
ternyata David posesif juga
Kartini Davi
terlalu polol kau sea.....
azka
👋
Uji Coba
Mr p
Uji Coba
dari awal baca sampai bab 21 masih ok. alur masih nyambung. semoga kedepannya tidak ada pelakor ya Thor. semangat nulisnya. aku akan setia padamu seperti David ya g setia pada Sea. wkwkwk.. ku tunggu dobel update setiap hari
Uji Coba: dari awal sampai bab 21 dibikin senyum-senyum sama tingkah Sea dan David. semoga kedepannya tidak ada drama pelakor ya Thor. tapi ya terserah author lah. aku akan setia padamu.. wkwkwk.. seperti David yang setia pada istri kecilnya yang agak oon.. Ups... bukan ngejek ya Thor, ya. 😍😍
total 1 replies
Uji Coba
🤣
azka
Sea bikin ngakak brutal🤣🤣
sabun
Sea Sea😎😎
sabun
semangat💪💪
Mama Farez
buatlah karya dengan fikiran sendiri jangan menjiplak karya orang lain..
karna cerita anda sama dengan orang lain yg judulnya istri kecil sang pewaris cuma yg beda cm nama tokohnya...klu gak percaya cb cek dia udah ada bab 2 hargailah karya orang tor ...
jangan asal ketik kasihan orang yg udah mikir2 eh gak tau udah d jiplak
baru 2
nice
baru 2
😍
baru 2
sangat puas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!