NovelToon NovelToon
Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Duda
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putri Tanjung

Adinda Kinanti terpaksa menerima permintaan sang majikan untuk menjadi istri putra mereka karena pengantin wanitanya kabur sehari sebelum akad nikah dilakukan.
Selama satu bulan usia pernikahannya, Adinda tak pernah sekali pun dianggap sebagai seorang istri oleh Reza Madani melainkan tetap layaknya orang asing yang bahkan tak pernah disentuhnya.
Apakah Adinda akan tetap mempertahankan rumah tangganya? Ataukah memilih untuk pergi demi mencari kebahagiaan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Kau Harus Baik-baik Saja

Reza baru saja sampai di lantai bawah dan tidak bisa menemukan keberadaan istrinya, berlari dalam kondisi menuruni anak tangga ternyata membuat tubuhnya penuh keringat dengan napas sedikit tersengal. Sungguh ini merupakan hal yang baru pertama kali ia lakukan demi mengejar Adinda tapi sayangnya kepanikan membuatnya menjadi lelaki yang berpikiran bodo.

“Loh, Pak Reza … Anda menuruni anak tangga dari lantai lima?” tanya seorang pegawai yang merasa heran dengan perbuatan pimpinan  perusahaan tempatnya  bekerja itu.

“Hem!” jawab Reza dengan mata celingak celinguk mencari keberadaan sosok istrinya. Bisa masih berharap kalau sang istri berada di lobi atau mungkin masih berada di lantai satu, bukankah itu merupakan pemikiran yang mustahil? Bahkan tanpa ia ketahui, Reno malah baru saja balik dari depan perusahaan dengan wajah panik dan juga gusar.

“Kamu dari mana? Bukankah tadi kamu bersama dengan Kamila, Saya mau, mulai hari ini perempuan sialan itu dipecat!” titah Reza menyuruh sang asisten untuk segera menyingkirkan perempuan yang dirasanya sebagai pemicu pertengkarannya dengan Adinda.

Reza lupa kalau dirinyalah yang menyuruh sang sekretaris untuk masuk ke ruangannya dan membiarkan perempuan itu punya kesempatan untuk menggodanya tapi lihatlah sekarang, Reza hanya mau menyalahkan satu pihak lawannya saja tanpa mau disalhkan. Dasar pimpinan egois.

“Gue dari depan, puas lo!” teriak Reno tak jelas membuat Reza merasa bingung.

“Hei ini masih areal kantor, jaga bicaramu karena saya ini adalah bosmu!” Reza menepis kuat kedua tangan asistennya hingga terlepas, pria itu tentu saja tak terima diperlakukan tidak sopan oleh anak buahnya sendiri.

Bagaimanapun juga, dirinya tidak ingin diremehkan oleh pegawai lain karena sang asisten yang terlalu lancang bicara kasar padanya.

“Gue memang anak buah lo, brengsekk!! Gara-gara gue terlalu patuh jadi bawahan lo, Akhirnya sekarang Adinda tertabrak mobil tapi gue nggak bisa melakukan apa-apa. Parahnya gue belum sempat sampai di dekat kejadian Adinda malah udah dibawa sama orang yang menabraknya. Sekarang lo puaskan karena udah bebas mau main sama wanita mana saja karena mungkin bini lo saat ini udah MATIII!!! Ini semua gara-gara lo yang udah nyakitin Adindaaa!!!” raung Reno tak peduli.

Dia hanya ingat akan pesan pak Suryo agar dirinya menjaga Adinda dengan baik tapi apa yang telah dilakukannya? Reno malah membiarkan gadis itu melihat kelakuan menjijikkan suaminya hingga menghancurkan perasaannya dan pergi dengan terluka hingga ketabrak mobil.

Bugh!

Reza tak terima istrinya disumpahi mati, “Istri gue gak mungkin mati, Reno!”

Bugh!

Reno membalas pukulan itu, “Ini buat seorang suami yang bajiingan kayak lo!” teriak Reno meninju perut Reza hingga atasannya itu terhuyung ke belakang.

Bugh!

“Ini buat suami yang udah nyakitin istrinya sendirii!! Dasar lo suami sam— aaggh!” Hampir saja Reza mau mengatai sahabatnya itu lagi dengan sebutan sampah saking kesalnya tapi pria itu cepat tersadar, kalau perkataannya sejak tadi sudah keterlaluan pada seorang pimpinan di perusahaan ini.

Apa lagi dirinya marah pada Reza di depan gedung perusahaan, di mana beberapa orang melihat pertengkaran mereka. Beruntung sekarang merupakan jam kerja hingga tak ada satu pun karyawan yang mendengarnya selain satpam dan orang yang bukan pekerja di perusahaan itu.

Bugh!

“Mulai hari ini, gue berhenti jadi asisten lo!” Reno kembali melayangkan satu pukulan tepat di rahang atasannya sebelum benar-benar meninggalkan Reza yang mematung seperti orang bingung.

Tidak, Reza tidak boleh kehilangan Reno karena pria itu tak bisa menjalankan perusahaan tanpa lelaki sang multi talenta. Tersadar dirinya tak bisa mencari keberadaan Adinda tanpa Reno, pria itu langsung berlari mengejar sang asisten.

“Ren, tunggu dulu. Kamu nggak boleh mengundurkan diri dari perusahaan ini! Pokoknya saya akan menuntutmu satu milyar kalau sampai kamu pergi dari sini karena kepergianmu itu akan membuat perusahaan saya rugi!” teriak Reza sebelum sang asisten itu hilang di dalam kotak besi menuju lantai lima.

Reza menjambak rambutnya frustasi, berjalan ke ruang CCTV untuk melihat siapa yang telah menabrak sang istri agar dirinya bisa mengetahui kemana harus mencari Adinda.

“Kamu harus selamat, Adinda, harus! Maafkan kebodohanku!” cicitnya bicara sendiri sembari berjalan cepat.

“Cek kejadian di depan gedung kantor sejak setengah jam yang lalu!” titahnya pada pengawas CCTV.

“Baik, Pak.”

Reza memperhatikan dengan seksama rekaman CCTV mulai dari Adinda yang berlari keluar dari gedung kantor hingga perempuan itu tertabrak mobil.

“Zoom plat nomor mobil yang menabrak!” perintahnya tegas.

“Baik, Pak,” sahut pegawai itu lagi.

Reza langsung memerhatikan mobil dan juga plat nomornya lalu menghubungi seorang temannya yang kebetulan bekerja di pihak kepolisian.

Namun, setelah mendengar penjelasan dari seseorang itu, tubuh Reza luruh ke lantai karena orang yang menabrak sang istri dengan nomor polisis yang ditanyakannya tidak bisa diketahui, lebih tepatnya identitas orang yang menabrak tidak bisa diungkapkan.

“Ya Tuhan jangan jauhkan Adinda dariku.” Reza yakin saat melihat mobil BMW yang menabrak istrinya pastilah bukan orang sembarangan makanya identitas orang itu dirahasiakan, ditambah lagi yang tertangkap kamera pengawas hanya siluet punggung sang pemilik mobil.

‘Kau harus kembali dalam keadaan baik-baik saja, Adinda ... karena kau milikku!’

1
Zaidan
Biasa
Zaidan
Kecewa
Rina Delfita
Luar biasa
Ais Eka Prasyawati
geregetan banget sama si reza, rasa nya pengen tak getok aja kepala nya pakai gayung biar sadar
Wiwit Wilowati
ntar jodoh Aisyah dgn Rendy..😇😇😇
Wiwit Wilowati
gedein tuh gengsi nya.. ntar ditikung baru tau...😇
Wiwit Wilowati
makanya jgn semuanya bisa selesai dgn uang... penyesalan dtg terakhir..😭
Ricis
.
dewi rofiqoh
Apakah bu sundari akan memaafkan pak ramindra?
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
akhirnya up juga Uni. Gakpapa Uni mw disana apa disini, smoga sukses selalu yg penting aq masih bisa mengikuti 😊
we
sehat selalu uni🤗
Wiwit Wilowati
senjata makan tuan..😇😇
Wiwit Wilowati
enaknya kesedak tulang ayam..😇😇😇🤣🤣🤣 sok jual mahal...
Wiwit Wilowati
lebih baik jd janda muda terhormat drpd menderita...Krn kesombongan laki-laki yg gak py hati...
Wiwit Wilowati
rasakan tamparan papa mu...itu mmg pantas untuk mu yg py mulut gak pernah disekolah kan...😇😇😇
Wiwit Wilowati
orang baik hati itu mgkin sahabat Reza memberikan selamat dan yg jgn sentuh adinda klu tak mencintai nya... atau asisten Reza sendiri... nyesek kamu Reza lihat kenyataan nantinya kita tunggu ja waktunya akan tiba...😇😇😇
Wiwit Wilowati
Sabar Dinda biar kan si Reza berbuat sesuka hati nya... suatu saat dia pasti akan menyesal...org kok sombong nya amit2 deh...
Wiwit Wilowati
Reza manusia yg gak py hati.. pasti akhirnya kamu akan menyesal ditinggal adinda..
Anonim
Adindakan mc isterinya c reza napa dia harus ikut ke ruma org lain, tdk logik
dewi rofiqoh
Bu sundari lakukanlah apa yang menjadi pilihan dari hati terdalam udh, yakinlah anak dan menantimu akan selalu mendukungmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!