Sequel Cold Husband.
Elleora, tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan jatuh cinta pada pria ketus, angkuh dan menyebalkan.
Kennard Xavier Chin adalah putra sulung pasangan Dannis Chin dan Araabella Islean Frederic. Tanpa sengaja bertemu dengan gadis ceroboh seperti Elleora, yang ternyata adalah sekertaris barunya di kantor.
Karena suatu kejadian, membuat Ken berhutang budi pada Rara, entah kenapa dengan hatinya. Ken mulai merasakan ada yang aneh dengan hatinya.
Terlebih, Rara memiliki wajah yang begitu mirip dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal beberapa tahun silam.
Mungkinkah, Kennard menyukai sekertaris barunya itu? Lalu apa jadinya, jika gadis itu malah ingin menjauh darinya, hingga ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor Kennard.
Ikuti terus ceritanya ya 😅
LIKE
KOMEN
RATE BINTANG LIMA
gomawo 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MYDAH : Kekonyolan Ken
Ken mengacak rambutnya sendiri, ia segera tersadar dari lamunan.
kenapa aku malah seperti ini, tidak boleh begini, batinnya.
Ken segera mengetik balasan untuk Rara lagi.
Semoga kau segera menemukan jodohmu, semangat!
Ken malah tertawa saat mengirim pesan tersebut, "Mungkin aku sudah gila!" gumamnya.
Rara sedang di dapur membuat makan siang, ia lupa membawa handphone nya yang tertinggal di kamar, padahal ia ingat kalau tadi ia masih berkirim pesan dengan bossnya.
Ah sudah biarkan saja, sepertinya Tuan Ken tidak membalas lagi, pikirnya.
Ken masih memperhatikan ponselnya, ia menunggu balasan dari sekertarisnya itu.
"Kenapa dia tidak membalas, apa dia mau gajinya ku potong lagi?" mendadak ia malah kesal.
"Ah sudahlah, kenapa aku malah jadi menunggu balasan seperti ini, dia kan bukan siapa-siapa," gumamnya, ia lebih memilih tidur saja.
Rara sudah selesai memasak untuk makan siang, ia menyantap masaknnya seorang diri, kalau di pikir-pikir satu minggu tanpa Zhang Wei rasanya sepi juga, makan sendirian biasanya ia selalu bergurau dengan Wei ketika sedang makan bersama.
"Bahagianya kalau bisa memiliki keluarga yang lengkap, ada tempat berbagi, untuk sekedar melepas penat, aku rindu ibu dan ayah, semoga mereka bahagia di surga, sudah lama aku tidak berziarah ke makam mereka, sebaiknya minggu ini aku mengajak Wei kesana, sekalian menengok makam orangtua Zhang Wei juga," gumamnya.
Ia pun segera menyelesaikan makan siangnya, setelah itu mencuci piring dan kembali ke kamar.
Ia membaringkan tubuhnya diatas kasur, lalu pandangannya tertuju pada handphon miliknya yang ada di atas meja.
Rara meraih ponselnya, lalu terkejut ketika membuka pesan masuk, dan itu semua dari bossnya.
"Astaga, sepuluh pesan belum dibaca, dia sedang marah atau apa, mengirimi aku banyak sekali pesan."
Kenapa tidak membalas? 13:00 pm
Kau sedang tidur atau apa? 13:10 pm
Berani kau tidak membalasku? 13:15 pm
Gajimu akan ku potong sepuluh persen! 13:20 pm
Dan masih banyak pesan bernada ancaman lainnya, Rara mendengus ia tidak mengerti kenapa bissnya marah, padahal tadi ia sedang memasak dan makan siang, apa seperti ini saja harus memotong gaji? batinnya.
Rara segera membalas pesan dari bossnya itu, ia tidak mau kalau sampai gajinya di potong, pikirnya.
Maafkan saya tuan, saya tadi sedang memasak dan setelah itu makan siang, saya tidak membawa handphone, karena itu tertinggal di kamar, jadi saya minta maaf tolong jangan potong gaji saya, saya tidak akan mengulanginya.
Rara sejujurnya malas memohon, tapi ia tahu kalau bossnya itu memang ketus, kalau gajinya kali ini benar di potong bagaimana, pikirnya.
Ken yang sejak tadi tidak bisa tidur, karena belum mendapatkan balasan dari sekertarisnya itu, ia segera beranjak saat mendebgar bunyi nada dering pesan dari handphone miliknya.
Ia secepatnya membuka pesan tersebut.
Lagi-lagi ia tertawa saat membacanya, "Dasar bodoh! kenapa sangat menurut." gumamnya,
Ia segera mengetik balasan lagi, ak sabar ingin mengetahui reaksi Rara ketika membacanya.
Belikan aku bibimbap dan bawa ke apartemenku, aku belum makan siang.
Ken menunggu balasan Rara, ia penasaran apakah Rara mau menuruti permintaannya atau tidak.
"Apa? dia memintaku membawakannya makan siang? kenapa dia tidak meminta kurir restoran saja sih, kenapa harus aku yang repot kesana, kalau begini namanya aku tetap bekerja, bukannya dia yang bilang hari ini aku bisa libur, Astagaa... sabaar.. tenangkan dirimu.." Ia mau tidak mau harus mengikuti keinginan Ken, ia segera bersiap untuk pergi membelikan makan siang untuk bossnya itu, tidak lupa ia membalas pesan dari bossnya, cemas kalau nanti ia marah lagi.
Saya akan segera kesana, mohon di tunggu.
Ken tidak sabar membuka balasan pesan dari Rara, ia tertawa lagi saat membacanya.
"Astaga, manisnya ia bahkan tidak menolak, jangan-jangan dia memng menyukaiku, atau ia takut kalau gajinya di potong? padahal aku tidak benaran akan memotong gajinya, lumayan juga aku merasa sangat terhibur, kalau di pikir ini memang lucu, aku tidak sabar menunggu dia datang dan mepihat reaksinya." ucapnya sambil menaruh handphon miliknya.
Ken yang sudah merasa tubuhnya lebih segar saat ini, akhirnya memutuskan untuk mandi air hangat, sambil menunggu sekertarisnya datang membawakan makan siang untuknya.
Beberapa saat setelah ia mandi, dan ia masih mengenakan handuk tang terlilit di pinggang sampai ke sikunya, dengan bertelanjang dada ia keluar dari kamar mandi, sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Saat itu bel apartemennya berbunyi, "Cepat sekali sudah datang," gumamnya, ia segera membuka pintu, dan benar saja Rara sudah datang dengan membawa paperbag yang pastinya berisi makan siang untuk Ken.
Rata terkejut, ia reflek menutup matanya dengan kedua tangannya yang masih memegangi paperbag itu, "Tuan kenapa tidak berpakaian?" tanyanya masih belum membuka mata.
Ken cuek saja, ia tanpa merasa risih sama sekali.
"Masuklah, aku baru selesai mandi." ucapnya meninggalkan Rara yang masih menutup matanya dengan tangan.
"Mau sampai kapan kau berdiri disitu hah? cepat masuk dan siapkan aku makan siang, aku mau memakai baju dulu, atau kau lebih suka melihatku tanpa pakaian seperti ini?" tanya Ken sambil tersenyum tipis.
Rara menggeleng cepat.
"Tidak Tuan, saya akan siapkan makan siangnya dulu, Tuan silahkan memakai baju saja." sahutnya.
Ken menahan tawanya, ia segera masuk ke dalam kamar untuk memakai baju.
Rara mengelus dadanya, ia masih shock saat melihat pemandangan tadi, "Mata suciku sudah tercemar, dia juga yang sudah mengambil ciuman pertamaku dan sekarang dia muncul tidak berpakaian, Astaga mataku..." gumamnya sambil mencebik, ia mengeluarkan makanan yang sudah ia beli tadi, sesuai pesanan bossnya, bibimbap kesukaan Ken.
Setelah semuanya siap, Rara duduk di meja makan, ia masih menunggu bossnya selesai mengganti pakaian, kalau di pikir ia sangat lelah karena semalam ia kurang tidur, ia tidak bisa tidur nyenyak di kamar apartemen Ken, sehingga saat ini ia merasa mengantuk.
"Seharusnya aku tidur sekarang, tapi karena ia menyuruh membelikan makanan, aku jadi tidak bisa tidur siang," gumamnya sambil menguap berulang kali, karena terlalu mengantuk ia lagi-lagi ketiduran sambil menangkupkan wajahnya diatas meja makan.
Ken baru keluar dari kamarnya setelah selesai berpakaian.
"Kenapa ia malah tertidur disini, dasar gadis bodoh!" Ken mengernyitkan kening, ia duduk di hadapan Rara sambil memperhatikan makanan yang sudah di siapkan oleh Rara.
"Kalau ia mengantuk, kenapa tidak bilang saja, aku kan juga tidak akan memaksanya kesini." gumamnya.
Ken membiarkan Rara tertidur, sementara ia memakan bibimbap yang sudah di siapkan oleh Rara.
Ia makan sambil memperhatikan wajah gadis yang ada di hadapannya itu.
"Kalau tidur begitu apa badannya tidak sakit? dasar ceroboh! kenapa mudah sekali tertidurr dimanapun," gumamnya lagi, Ken menaruh sumpitnya, lalu ia berinisiatif menggendong Rara, memindahkannya ke kamar.
Karena Rara terlalu mengantuk, ia bahkan tidak sadar saat Ken menggendongnya, ia tertidur sangat pulas sekali.
Ken membaringkan Rara diatas tempat tidurnya, tak lupa ia menyelimutinya juga.
"Dasar gadis ceroboh!" gumamnya sambil merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik Rara.
_____________
Author : Gaes kalau periode ini vote nya masuk sepuluh besar terus aku bakalan sering up 😂😂😂🙄
Jadi jangan pelit like komen dan vote. oke readers... 😘😘😘😌