NovelToon NovelToon
Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pembantu / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:579.6k
Nilai: 4.4
Nama Author: Daisha.Gw

"Satu lagi, jangan pernah Lo berani menyentuh sedikitpun makanan yang ada di rumah gue, Lo boleh makan setelah gue selesai, Lo habiskan sisa makanan yang ada di piring bekas gue, sampai Lo ketahuan mencuri makanan di rumah gue, Lo tau sendiri apa akibatnya"

"Ii--iya tuan" Aliza mengangguk samar.

"tuhan akan balas semuanya, tuhan tidak tidur, ia akan balaskan sakit hatiku, anda akan mendapatkan balasan setimpal, ANDA AKAN MERASAKAN APA YANG SAYA RASAKAN, AND--"

BUGH!!!

bukan lagi tamparan, tapi bogeman yang bara berikan di wajah Aliza, bogeman itu tepat mengenai mata sebelah kiri Aliza, penglihatan perempuan itu mulai samar, tapi ia tahan, Aliza tetap berusaha menyadarkan dirinya, meski sakit semakin menyerang.

"ayah, ini Liza anak ayah, lizaa kangen ayah" Liza kembali berdiri berniat ingin memeluk Sadewa lagi, tapi nihil pria itu memilih membalik badan Tanpa mengatakan sepatah katapun.

"ayaaah " panggil Aliza

"jangan berani-berani kamu mendekat apalagi memeluk saya, Jika berani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisha.Gw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

curhat bersama sahabat

(07-13-2015) masa orientasi siswa

Aliza remaja melambai pada mobil orang tuanya yang sudah melaju, gadis cantik berhijab dengan kulit seputih susu, tubuhnya lebih mungil dari pada kedua sahabatku, Aliza lah yang paling kecil juga yang paling periang, Aliza berlari menghampiri sahabat-sahabatnya, hari ini adalah hari perkenalan sekolah untuk semua peserta didik baru.

"Inayah, Karina" teriak Aliza, sang empu yang di panggil namanya membalik badan, keduanya melambai pada Aliza, Aliza berlari dengan kencang tanpa memedulikan sekitar, tanpa sengaja kakinya justru tersandung batu yang ukurannya sebesar genggaman tangan yang membuatnya kehilangan keseimbangan.

"Astaghfirullah" mata Aliza terbuka lebar, tubuhnya tertahan, ada seseorang yang menahan perutnya, Aliza palingkan wajahnya untuk menatap Seseorang di sampingnya, Aliza liat seorang pria menaikan satu alisnya, wajahnya menatap Aliza bingung, Aliza terpana melihat wajah pria itu dengan dekat, Wajah pria itu begitu tampan, walaupun masih menggunakan seragam sekolah, pria itu terlihat begitu berwibawa.

"astagfirullah" cepat-cepat Aliza berdiri setelah sadar posisi mereka yang tidak seharusnya terjadi.

"ma--maaf kak, maaf"

"nggak papa, lain kali kamu lebih hati-hati, lagi ada renovasi gudang sekolah, jadi banyak material yang kemana-mana"

"iya kak, saya permisi" dengan kepala terus menunduk Aliza berjalan gugup.

"Lo nggak papa za" tanya Inayah dan Karina bersamaan

"Alhamdulillah nggak papa, gue cuman malu aja, malu Banget gue, rasanya gue mau pindah benua aja" Aliza menutup wajahnya dengan kedua tangan.

kedua sahabat Aliza menuntun gadis kecil itu karena terlihat jelas getaran di kakinya.

pria yang tadi menolong Aliza menyunggingkan senyum.

"menggemaskan" monolog pria itu

"Raga, ayo udah mau mulai" ajak wanita berambut sebahu

"ah iyaa, ayoo"

flashback off

pertemuan singkat yang akhirnya membuat Aliza terperosok jauh kedalam pesona seorang Raga Argantara, pertemuan pertama yang memberi kesan lucu juga memalukan untuknya.

"andai waktu dapat diulang, aku hanya ingin memutar waktu di mana aku mengiyakan permintaan ayah ibu untuk melanjutkan sekolah internasional saja, andai aku tau kisah cinta monyet itu akan berakhir tragis mengenaskan seperti ini" Aliza letakkan kepalanya di atas lutut. bayang-bayang juga kenangan semasa sekolah ingin sekali ia hilangkan dari pikirannya, tidak semua, hanya kenangan saat ia mengenal sosok Raga dengan pribadi yang berbeda.

"andai aku bersekolah di tempat yang berbeda apa nasibku akan lebih baik dari ini, yang jelas aku tidak pernah bertemu dengan Raga, aku tidak pernah tau ia siapa, aku tidak pernah mengenal cinta pertama, aku tidak pernah merasakan sakit saat tau pria yang aku sayang juga mencintai sahabat ku "

"haaah" Aliza menghela nafas panjang

"Karin, Lo lagi apa di sana, malam itu kenapa Lo ngejar gue Rin, Kenapa Lo susul gue, coba Lo biarin gue pergi nggak akan kaya gini kan jadinya, Lo tau... cowok Lo nyalahin gue atas kematian Lo, dia benci banget sama gue Rin, cowok Lo itu belum bisa melupakan Lo, dia ingin membalas dendam akan kematian Lo, coba aja Lo nurut apa kata gue, Nggak akan gini jadinya Rin, gue boleh marah nggak sih sama Lo, gue boleh benci nggak sih sama Lo, nggak bisa, gue nggak bisa benci sama Lo, gue sayang banget sama Lo dan Inayah, Lo yang tenang di sana ya, tunggu gue, sebentar lagi kita akan bertemu, kalau Lo ketemu ibu gue, peluk dia ya Rin" Aliza mengusap wajah Karin dari bingkai foto miliknya.

"cowok Lo itu jahat Rin, pengen gue cekik lehernya, pengen gue Jambak rambutnya, pengen gue tendang perutnya biar rasa, tapi yang ada gue yang di banting, bisa patah patah badan gue sama dia, nggak liat nih badan gue tinggal tulang sama kulit... nggak pernah di kasih makan soalnya, makan sih tapi dari sisa dia, itupun kalau ada sisanya kalau nggak ada... ya, siapa-siapa lapar sampai besok, eh btw gue hebat ya, ko bisa masih hidup, kerja dari pagi sampai malam nggak menentu, jarang makan, di pukuli tiap hari tapi kok masih bisa bernafas ya, hebat kan gue"Aliza menyunggingkan senyum, inilah kebiasaannya sekarang, mengajak benda mati itu untuk bercerita seolah dua sahabatnya itu ada di depannya.

"hey guys gue punya teman baru, cuman dia orang baik yang sekarang ada di sekitar gue, tapi gue nggak mau lagi ketipu ke-dua kalinya, gue juga bingung sih gimana ceritainnya, ah dah lah malas gue, selamat malam semuanya jangan lupa berdoa" Aliza letakkan lagi bingkai foto itu di tempatnya semula, malam ini cuaca tidak terlalu dingin, aliza bisa Tidur tanpa adanya kain penutup di atas tubuhnya, jika cuaca sedang tidak bersahabat, maka Aliza akan mengenakan pakaian dua lapis untuk terhindar dari rasa dingin.

....

Raga longgarkan dasi yang mencekat lehernya, tidak ia lihat Aliza di mana pun, biasanya wanita itu ada untuk menyambutnya tapi kemana dia, Raga berjalan menuju dapur, dan ternyata wanita itu ada di sana, Aliza tidur dengan menumpukan kepala di atas meja, Raga letakkan tasnya di salah satu kursi, kemudian ia tarik kursi yang tepat berada didepan Aliza untuk ia duduki, Raga letakkan kepalanya sama seperti posisi Aliza, Raga dapat menatap wajah tenang wanita itu di dalam tidur, pipi sebelah kiri Aliza lebam, itu ulah Raga yang tersulit emosinya karena Aliza tanpa sengaja menumpahkan air minum di jasnya, jadilah pipi Aliza yang ia gunakan untuk menyalurkan emosinya, Raga letakkan telapak tangan besar di pipi Aliza, satu telapak tangan Raga saja masih lebih besar dari pada lingkar wajah Aliza.

Aliza usap-usap pipi Aliza yang membengkak. menatap wajah Aliza setenang ini membuat perasaan Raga ikut tenang, rasa lelahnya seharian bekerja hilang seketika.

Raga tegakkan lagi tubuhnya ia raih ponsel di saku celananya, raga arahkan ponsel itu ke arah aliza.

*cek rek* satu foto Aliza tersimpan di memori ponsel milik Raga.

"cantik " gumam Raga.

Raga simpan lagi ponselnya di saku celana, pria itu berdiri dari sana, ia tidak berniat sama sekali menganggu Aliza dalam tidurnya.

perlahan Aliza membuka matanya saat ia rasa Raga sudah menjauh dari sana. Aliza terbangun saat Raga mengelus sisi wajahnya, Aliza bisa rasakan sentuhan lembut itu di wajah lebamnya.

"luka ini kamu yang kasih, dengan tangan yang sama yang kamu gunakan untuk mengelus pipi ku"

....

"Aliza "

"iya tuan " siapin barang-barang Lo ,ikut gue ke Lombok besok.

"di bawa semua tuan?"

"gue mau kerja, bukan mau pindahan tolol"

Aliza Mengangguk dan berlalu dari sana.

1
Ika Marbun
hari gini masih aja mau di tindas, masih ada ortu kenapa takut utk cerita pernikahan bukan utk ditindas
Aqqila Busni
masih penasaran
Vera Mahardika
judulnya apa thor
vhiehana
raga harus sad ending pokona soalnya dia jahat nya jahat banget
Akbar Razaq
Loh sdh sering di bikin setengah modar gitu loh koq masih cemburu saat Gara berciuman dg Clara.Klo wanita lain pasti uda muak dan gak ngaruh soal bermesraan dg siapa suami brengseknya
Akbar Razaq
Gatal juga ternyata sdh di bikin remuk masih tersenyum Raga menggemaskan katanya.
Menggemaskan ndasmu.
Bripah Hadrian
Luar biasa
Evy
kok meninggal sih..
Evy
Raga tidak bisa dijadikan suami panutan.mudah emosi dan tidak mencari tahu penyebab masalah..tapi langsung terpancing emosi nya.
Evy
pasti Clara penyebab kematian Karina karena dia terlalu terobsesi dengan Raga..jadi segala cara akan dilakukan untuk bisa mendapatkan Raga...
Evy
Harusnya Raga dan Liza cerai dulu sebelum nikahi Clara... setelah kehilangan istrinya pasti tuh menyesal...
Evy
jika nanti semuanya terungkap...boleh memaafkan suaminya tapi jangan pernah untuk kembali bersama... pasti ada kebahagiaan lain yang akan datang...
Evy
sakit banget Thor...secinta apapun pada seseorang kalo sudah melakukan kekerasan seperti itu...semua rasa itu akan hilang...benar2 hilang tak berbekas...
Evy
kejam banget Thor...
Mazz Jayoezz
q suka bngt ceritanya. walaupun ceritanya bolak balik. tp keseluruhan bgus semangan thor
hasda
crta.a gk gereget maaf ya kak author hbis.a terlalu dramatis jdi berasa kayak sinetron Indosiar gk dapat feel.a maaf ini cma pendapat aku✌️
riyani
nyesek thorr bacanya
Anonim
🥹🥹
Aditya Muhammad
penasaran bngt
Piyah
lanjut tp tetep alizah semoga aja matinya ngeprang si raga dr awal sdh menderita akhirnya mati g seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!