NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Faradiba

Di Balik Cadar Faradiba

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Dijodohkan Orang Tua / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:432.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: Wind Rahma

Menikah atas keinginan orang tua merupakan sesuatu yang tidak di inginkan oleh siapapun termasuk Taka Sanjaya. Terlebih ia tidak tahu seperti apa bentuk perempuan yang di jodohkan dengannya. Ia merasa seperti membeli kucing di dalam karung.

Namun, apa jadinya jika kucing tersebut merupakan kucing anggora? Bagaimanakah kisah di antara keduanya?

Follow ig @wind.rahma

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian di Coffeeshop

"Istri?" tanya seseorang yang membuat Taka, Diba, dan Ratih-pelayan itu menoleh.

Iris mata Taka seketika melebar. Ia di buat terkesiap dengan pertanyaan dari seseorang yang saat ini berdiri di hadapannya.

"Vina?"

Wanita yang di panggil Vina oleh Taka barusan melihat ke arah Diba. Sementara Diba sendiri di buat bertanya-tanya siapa wanita itu?

Pandangan Vina beralih pada Taka. "Sayang, tolong jelasin sama aku apa yang kamu maksud barusan?"

Diba terkejut mendengar wanita itu memanggil suami nya dengan sebutan demikian. Namun, ia memilih diam.

Tanpa berkelit, Taka menjelaskan apa adanya. "Aku sudah menikah dan ini istri aku."

"What?" Vina benar-benar terkejut sekaligus marah mendengar pria yang selama ini ia anggap masih kekasihnya menikah dengan wanita lain.

"Aku tahu kamu pasti lagi bercanda, sayang. Aku tahu kamu pasti lagi bikin surprise kan buat aku? Kamu gak mungkin menikah sama wanita sama orang lain. Karena cuma aku satu-satunya wanita yang kamu cintai, sayang. Cuma aku pacar kamu."

Sekarang Diba tahu siapa wanita itu. Namun, apakah benar jika mereka masih berpacaran. Rasanya tidak mungkin, ia tidak pernah melihat suami nya diam-diam menghubungi wanita lain ataupun keluar menemui seseorang tanpa sepengetahuannya.

"Aku bukan pacarmu lagi dan kamu bukan pacarku lagi, Vina. Di antara kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi. Aku rasa di antara kita sudah selesai. Jadi jangan pernah datang lagi ke kehidupan aku."

Vina merasa tidak terima dengan keputusan Taka yang secara sepihak. Sementara ia masih ingin bersama dengan pria itu.

"Aku tidak pernah merasa kita mengakhiri hubungan kita, sayang. Dan sepertinya kamu memang terpaksa menikahi dia kan? Kamu tidak cinta sama dia kan? Ayolah katakan, sayang. Jika kamu hanya mencintai aku."

Taka menggeleng. "Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun untukmu. Aku sudah tahu seperti apa kamu di belakang aku selama kita masih ada hubungan. Kamu tidak lebih dari wanita yang suka melayani banyak pria demi uang. Jadi aku rasa jika di antara kita sudah selesai setelah aku tahu kamu tidak lebih dari seorang pengkhianat."

Vina mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak dengan tuduhan Taka.

"Apa kamu bilang? Kamu pikir aku wanita yang suka jual diri apa?"

"Iya. Kamu menjual diri pada banyak pria dan aku melihat kamu dengan om-om masuk ke hotel sambil berciuman. Itu bukan jual diri namanya?"

"Mas .." Diba berusaha memperingati suami nya agar tidak sampai mengucapkan kata-kata kasar di depan banyak orang.

Sebab saat ini mereka tengah menjadi pusat perhatian para pengunjung di sana.

"Sial, ternyata dia pernah memergoki aku. Tapi kenapa aku bisa tidak tahu?" umpat Vina.

"Sayang, aku tidak seperti yang kamu katakan. Aku cinta sama kamu, sayang. Dan aku yakin kamu pasti masih cinta sama aku kan?" Vina berusaha menyangkal.

Taka menggeleng. "Aku bahkan tidak menginginkan kehadiran kamu lagi di hidupku. Aku harap kamu mati di telan bumi."

Emosi Vina kian membesar. Itu semua pasti gara-gara wanita bercadar yang katanya sudah menjadi istri Taka.

"Kamu pasti sudah di pengaruhi oleh dia, kan? Padahal dulu kamu bertekuk lutut meminta agar aku tidak pernah meninggalkanmu."

"Jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan dirimu sendiri."

"Apa istimewanya dia, Taka? Aku cantik, aku sekksi. Sedangkan dia, wanita yang menggunakan cadar untuk menutupi kejelekan wajahnya saja."

"Jaga bicaramu!"

"Akan aku buktikan sama semua orang yang ada di sini jika aku jauh lebih cantik dari dia."

"Aagghh .." Diba memekik saat dengan kurang ajarnya Vina menarik cadarnya hingga semua orang bisa melihat wajahnya.

Diba menatap ke sekeliling. Ia tidak suka orang-orang melihat wajahnya.

Sementara Vina di buat ketar-ketir lantaran wajah perempuan di balik cadar itu jauh lebih cantik di banding dirinya dan ia mengakui hal itu. Ia menatap orang-orang yang ada di sana yang mulai bisik-bisik dan mentertawakan dirinya.

"Aarrghh .. Sial. Ternyata dia cantik juga." ujar Vina dalam hati.

"Kenapa diam? Istriku jauh lebih cantik dari pada kamu kan?" seru Taka merasa puas.

Vina merremmas cadar Diba untuk melampiaskan kekesalannya.

"Ok, fine. Kamu boleh menang. Tapi kamu harus ingat, kalau wanita yang pertama kali Taka sentuh adalah aku dan aku merasa sangat senang dan puas. Sementara kamu, belum pernah Taka sentuh kan? Karena apa? Karena dia cuma cinta sama aku."

Plakk ..

Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Vina dan membuat orang-orang tercengang sekaligus merasa puas karena ikut geram.

"Jaga bicaramu! Aku sama sekali tidak pernah menyentuh wanita murahhan sepertimu!"

"Oh, baiklah jika kamu tidak mau mengakuinya di depan istri kamu. Terima kasih ya sayang untuk malam itu, aku senang sekali bisa berhubungan dengan kamu."

Taka hendak memberi tamparan untuk yang kedua kalinya. Tapi Diba cegah agar Taka bisa mengontrol emosi, tidak perlu mengotori tangan untuk wanita kotor.

"Mas, udah, mas. Istighfar .."

Vina melipir pergi dari sana. Sementara Diba dan Taka masih di sana.

"Istighfar ya, mas."

"Iya, Diba. Maafin mas, ya. Kamu tidak perlu mendengarkan apa yang di katakan oleh dia tadi. Itu semua tidak benar."

Diba tidak tahu harus bersikap bagaimana. Ia hanya bisa menunduk ketika wajahnya masih menjadi pusat perhatian banyak orang.

"Diba kenapa?" Taka merasa istrinya tidak nyaman menjadi pusat perhatian banyak orang. Seketika ia ingat alasan Diba bercadar.

Ia pun membawa wajah Diba ke dalam pelukan dan membawanya pergi dari sana. Mereka mengurungkan niat untuk ngopi karena kejadian kurang mengenakan.

_Bersambung_

1
Boby
kesannya Diba murah banget
Tri Novita Kusumawati
cerita mu agak aneh ini thor dari awal jugak, meskipun bercadar klo mau nikah calon suami di izinkan melihat wajah calon istri Lo bukan seperti ini.. yaa meskipun cerita fiktif yaa tapi paling gak masih masuk di logika gitu
Mamah F4
kok kesannya jadi s Diba yg agresip ya..
Mamah F4
kok gak ada malu2nya ya.ku aja yg gak islami banget malulah ma suami d malam pertama.
Defi
Ma keren, pokoknya hajar aja Vina sampai gak berani mengganggu Diba dan Taka lagi
Defi
pokoknya usaha dulu ya Ma 😂
Defi
mau sampai kapan Taka, belajarlah mencintai Diba..
Defi
setuju Ma, karena Taka lemah dengan Vina jadi Mama harus gerak cepat biar Vina gak semena-mena
Defi
Tahan Taka apalagi gengsimu begitu besar 😄
Defi
udah mulai masuk konflik inih, tapi gak apa-apa mungkin dengan adanya konflik ini Taka dan Diba bisa memperbaiki dirinya
Defi
sudah saatnya kamu terbuka Taka bukan hanya komunikasi tapi juga hatimu.. akan lebih indah bila kamu mencintai wanita halalmu
Defi
Setuju dengan Mama Hartati, tapi memang lebih bagus Taka sendiri yang berjuang untuk mendapatkan kepercayaan Diba karena jika diam-diam seperti itu bisa timbul asumsi lain dari diri Diba terhadap Taka suaminya
Defi
Jujur aja Taka sama Diba biar tidak ada salah paham
Defi
Vina ini udah salah masi juga gak sadar diri 😵‍💫, belum lagi Taka yang lambat lihat cadar istrinya ditarik diam saja
Emma W
Luar biasa
Suhaimi Haimi
Buruk
Vitha Vivi
Luar biasa
Efvi Ulyaniek
sesama cewek kan gpp harusnya dibuka cadarnya..apa LG sama mama mertua...iya ga sih...
Efvi Ulyaniek
ya jelas datang lg lah kan belum putus gimana sih ni laki
Efvi Ulyaniek
ini aneh bgt sih sama suaminya didlm kamar jg msh pake cadar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!