NovelToon NovelToon
Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super

Status: tamat
Genre:Time Travel / Sistem / Kebangkitan pecundang / Aplikasi Ajaib / Tamat
Popularitas:277.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Naladhipa

Ken Shankara (25 tahun) seorang kurir pengiriman barang mendapat sebuah kacamata super dari seorang kakek.

Kacamata itu akan menjadi barang yang dapat menaikan drajat dirinya.

Bagaimana Ken memanfaatkan sistem dari kacamata super yang dia dapat?

Baca kelanjutan ceritanya 'Sistem Kacamata Super' eksklusif hanya di Noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naladhipa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : 2 diantara 3?

Ken selesai mandi, dia mengambil sedikit minyak zaitun yang dicampur dengan air mata gunung, dia membalurkan ke wajah, tangan dan kakinya.

"Hmm.. benar-benar ajaib, noda bekas jerawatku semakin pudar." Ken puas dengan efek yang dihasilkan oleh air mata gunung pada dirinya.

Kini wajahnya terlihat jauh lebih bersih dan berseri.

Pagi tadi Marina juga sudah heboh mencari Ken yang baru saja pulang dari masjid, dia merasakan wajahnya kenyal dan semakin cerah. Sama seperti ibu kost, Marina minta diberi lagi, tapi Ken hanya menjawab tidak punya lagi.

"Andai bisa memancungkan hidung pasti lebih wow lagi ya, haha.." 

Ken mengambil kacamata super, lalu memakainya.

Hologram muncul.

...[Selamat datang kembali User 802 Ken! Check-in hari ke-7 berhasil.]...

...[Teka-teki 07 : Kepalanya merah, berjalan mundur, beraroma khas. Apakah aku?]...

"Waduh.. apa nih?" Ken duduk di ujung tempat tidur sambil mengeringkan rambutnya.

“Hmm.. call a friend!” Ken menghubungi Beno, sebagai master teka-teki aneh.

“Assalamualaikum Bapak Ken Shankara, ada yang bisa saja bantu? Kenapa sepagi–”

“Sst.. berisik, aku ada pertanyaan teka-teki buat kamu nih Ben, kalau benar nanti aku beliin kamu action figure yang tergolong langka.”

“WHAT? Ini semacam asah otak pagi-pagi buta gitu? Ckck.. baru juga mau mandi Ken.”

“Udah jawab aja. Kepalanya merah, berjalan mundur, beraroma khas. Apa Ben jawabannya?” Ken menggerak-gerakan kakinya, dia gelisah karena belum menjawab teka-teki itu.

“Gampang Bro! Janji ya kalau aku benar kamu bakal beliin aku action figure yang tergolong langka?”

“Iya Beno! Buruan jawab!” Ken tidak sabar.

“Obat nyamuk dong! Benar kan?”

“Obat nyamuk?”

...[Anda benar! Enam puluh empat juta rupiah sudah masuk ke akun anda. ]...

...[ Teka-teki hari ini telah selesai. Misi 07 : Mendonorkan darah di rumah darah nasional.// Reward : Bertambah daya tarik terhadap lawan jenis.// Jika menerima misi angkat tangan kanan anda atau angkat tangan kiri anda untuk menarik dana ke rekening.]...

Ken tersenyum puas melihat apa yang dia dapat.

“Hello Ken Shankara? Masih hidup?” Suara Beno mengembalikan kesadaran Ken.

“Eh.. iya Ben, sorry, sorry. Aku bakal transfer kamu uang buat beli action figurenya ya. Kamu beli sendiri aja deh, aku nggak paham soal begituan.” 

“Hahaha.. gembel memang teman aku satu ini! Bercandanya pagi-pagi nggak asik ah, haha.. lupain soal itu! Aku bawain bubur ayam aja deh, oke?” Beno tidak mempercayai janji Ken.

“Chh.. oke deh, sampai ketemu di kantor orang pintar!” Ken menutup pembicaraan.

“Hmm.. semakin hari mungkin Aira, Beno dan Ares bakal semakin curiga. Aku juga nggak bisa terus membohongi dan menutup-nutupi dari mereka. Gimana kalau aku cerita ama mereka soal kacamata super ini?”

Hologram muncul.

...[Peraturan 104 : Maksimal hanya dua orang yang boleh anda beritahu soal sistem kacamata super ini.]...

“APA?? Dua orang? Kalau aku memberitahu lebih dari dua orang apa ada hukumannya?” Tanya Ken pada hologram.

...[Hukumannya adalah dicabutnya semua reward yang berhubungan dengan badan user.]...

“Wahh.. bisa gila aku. Temanku kan ada tiga, jadi siapa yang harus aku beritahu?” Ken mengacak-acak kepalanya, dia membanting badan ke kasur, mengetahui fakta ini membuatnya tidak bersemangat berangkat kerja.

......................

“KEN SHANKARAAAAAA…” Baru saja Ken masuk ke gerbang kantor Beno sudah berlari lalu memeluk Ken yang masih diatas motor.

“Eh.. eh… lepas! Apa-apaan sih!” Ken risih dan sesak dipeluk Beno yang berbadan sedikit gempal itu.

“Kamu baru gila ya Ken? Lima juta?? Itu lebih dari gaji sebulan kita lho.” Beno menarik tangan Ken, memaksa Ken turun dari motor.

“Sebentar.. sebentar ini helm belum dicopot woy!” Ken berusaha melepaskan helmnya namun sulit karena tangannya ditarik Beno.

Beno membawanya ke ruang mesin absensi.

“Ken aku mau tanya serius, kamu harus jawab.” Wajah Beno berubah serius, rasanya Ken belum pernah melihat ekspresi seperti ini diwajah Beno.

“Apaan sih Ben? Nggak cocok banget tau nggak muka kamu disetting muka serius gitu. Krek.. krek.. krek.. bimsalabim! Kembali ke wajah jenaka Beno Artomoro.” Ken menjewer telinga Beno, seolah sedang memutar tuas boneka agar bisa berubah ekspresinya.

“Heh! Jangan bercanda dulu!”

“Ini bubur ayamnya gimana? Keburu adem nggak enak lho.” Ken berusaha mengalihkan pembicaraan. dia sudah  memiliki feeling pertanyaan apa yang kan keluar dari mulut temannya itu.

“Ihh.. jangan mengalihkan pembicaraan! Kalau kamu begitu aku semakin curiga sama kamu.” Beno masih dalam mode serius.

“Huft.. oke, apa yang mau kamu tau dari aku?” Ken akhirnya memasrahkan diri pada Beno.

“Dari mana kamu dapat uang banyak belakangan ini? Awalnya aku nggak begitu curiga tapi lama kelamaan, emm.. sorry to say ya Ken. Aku nggak percaya kamu punya uang sebanyak itu kalau kamu bilang itu tabungan gaji kamu. Jadi jawab jujur Ken, dari mana kamu dapat uang belakangan ini?”

‘Mati aku! Beno kelihatan serius banget tanyanya. Apa aku mengaku aja? Tapi kalau aku mengaku artinya aku cuman punya satu kesempatan lagi untuk menceritakan soal sistem ini ke orang lain.’ Ken semakin galau menghadapi kenyataan payah ini.

“Hmm.. oke Ben u bakal cerita semua nanti malam, kamu datang ke kostku atau kita ketemuan dimanalah terserah. Tapi jangan beritahu siapa-siapa, termasuk Aira da Ares!” Ken mengangkat telunjuk kanannya, memberi isyarat pada Beno bahwa dia serius dengan kata-katanya.

“Tunggu deh Ken, perasaanku semakin nggak enak. Jangan bilang semua itu uang haram?”

“Hah.. aku berani bersumpah demi mamakku yang sudah di surga kalau uang itu bukan uang haram dan aku nggak melakukan kejahatan ataupun sesuatu yang melanggar agama dan norma kehidupan. Kamu percaya kan sama aku Ben?” Ken menatap Beno.

“Ah.. tau ah.. aku udah kembaliin ke kamu uangnya. Aku nggak mau terima kalau kamu belum cerita semua. Kalau kamu udah cerita juga aku belum tentu mau terima uang itu Ken.” 

“Yakin?”

“Hmm.. yakin.” Jawab Beno mantap.

Hologram muncul

...[Pendeteksi perasaan aktif! Tingkat kecurigaan Beno terhadapmu mencapai 76%]...

“Hahh.. ya udah deh Ben. Yuk kerja dulu.” Ken keluar dari ruang mesin absensi dia berpapasan dengan Yoga yang baru saja turun dari mobilnya.

“Ini dia karyawan teladan kita!” Sindir Yoga pada Ken.

“Selamat pagi pak.” Ken menundukan badan untuk memberi hormat.

“Ikut aku ke ruang staff!” Wajah Yoga terlihat kesal, tidak ada keramahan sama sekali.

“Hmm..”

Beno menepuk lengan Ken.

“Semangat ya Ken! Apapun yang kamu dengar jangan diambil hati, oke?” Beno menyemangati Ken.

Ken merasa senang, terharu dan lega Beno kembali seperti semula, ia kira Beno bersikap lain padanya, ternyata tidak. Kecurigaan Beno memang wajar karena Ken memang bukan orang yang memiliki harta melimpah, bahkan dia bisa tergolong dalam manusia fakir.

Ken memberikan bubur ayam ke Beno lalu mengikuti Yoga masuk ke ruang staff.

***Bersambung..

Jangan lupa like, komen, vote dan beri nilai, terima kasih***..

1
Tahir Note
terus batangan emasnya di kemanakan
Kurniawan Khang
MC masih polos.pdhal udh dikasih contoh
Kanda Prabu
Dipikir pikir percuma dpt uang banyak dan mudah tp GK bisa punya keluarga sendiri,cerita author ini rada rada membagongkan
Kanda Prabu
Emang bodoh s bgt sih MC nya,sudah tau yg berbuat jahat dia knp GK diputus ajh kontrak kerjanya keliatan begonya 🤦
Budiarto Taman Roso
baru ini ada kisah sistem yg mc nya goblok.. dah lah cukup.. erosi gue
Budiarto Taman Roso
emas hibah dikemanain.. lupa nih author nya... novel sendiri ditulis sendiri ... kreak banget lu thor
Budiarto Taman Roso
guoblok .. kan ada emas dari pak lambang... koq malah ngasi tau kacamata nya .. guoblok blok blok
Jung kookie😘😘🥰
knapa nggak dberitahu aja soal emas nya yg di dapat dri hibah itu..jadi nggak perlu certa soal kaca mata nya../Doubt/
Ryuda
iya bikin usaha kek ..kan dpt air ajaib tuh bisa bikin usaha skincare
Ryuda
bikin usaha aja dri duit yg di dapat biar yg lain ga curiga ...gmn sih ini ceritanya mc nya rada2
Max Dillon
mc naif adalah org bodoh.. spoil mood nak terus baca mc bodoh
Putra_Andalas
Dan cerita inipun berakhir tdk memuaskan pemirsa...
Putra_Andalas
nombok 100 juta donk..
Putra_Andalas
dpet reward mulu tapi gk jelas ada berapa TOTAL SALDO nya.... hadeewhh 😵
Putra_Andalas
sekali² dijabarkan udah brpa TOTAL SALDO , ini terima duit mulu tpi gk tau udah berapa banyak...gk jelas jadinya 😵
Putra_Andalas
sblum scrool ke bawah :

jawabannya HURUP "i"
Putra_Andalas
ada brpa emang SALDO nya...kog gk pernah di jelasin TOTAL nya brapa !??
Putra_Andalas
(selisih 6 thn)**
Putra_Andalas
nanggung amat ngasihnya...buletin aja 500 rebu ,lebih manis liatnya 😁
Rainbow Scorpion Venom
Dewi Kwan im nggak tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!