NovelToon NovelToon
Menjadi Penguasa Dengan Sistem Misterius

Menjadi Penguasa Dengan Sistem Misterius

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Tamat
Popularitas:575.7k
Nilai: 4.4
Nama Author: Ikki Kurunia

[Jangan dibaca, novel berisi adegan++. Harap bijak dalam membaca. MC bisa bikin darah tinggi!]

[3-25 : Plot MC hidup sendiri bersama sistem, mungkin agak membosankan dan bertele-tele]

[26 keatas: Plot berubah. MC menjadi konglomerat, banyak pelayan, pengawal setia, banyak musuh, pengkhianatan, penyesalan. serta kemunculan tokoh-tokoh lainnya]

Pemuda yang baik hati, tiba-tiba dituduh lalu di usir dari rumah keluarga angkatnya, sampai berniat bunuh diri.

Ia akhirnya mendapatkan sebuah sistem, setelah menolong nenek-nenek misterius, yang dimana sistem itu akan membantunya menjadi seorang penguasa tertinggi.

Kepribadiannya yang naif dan bertele-tele, perlahan berubah, menjadi kejam tanpa ampun dalam melenyapkan musuhnya. Simak terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikki Kurunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Menjadi Penembak Jitu Bersama Sistem!

"Kenapa tidak diangkat juga?! Untuk apa dia malam-malam menyuruhku kesini!" batin Aulia dengan mendecih berulangkali, seraya menatap penuh kecemasan pada layar ponselnya.

Ditengah sunyinya tempat bangunan, yang merupakan bekas pergudangan itu, Aulia tengah bergulat dengan rasa khawatirnya, karena belum jua mendapati kehadiran Alexa yang telah menyuruhnya datang ke tempat tersebut.

Dinginnya semilir angin malam yang mulai menerjang tubuhnya, semakin membuat Aulia terhanyut dalam rasa cemas. "Brengsek! Janjinya jam sepuluh bakal datang!" umpatnya dalam hati, dan mulai melangkahkan kakinya dengan perlahan.

Namun, perhatian Aulia tetap tertuju pada layar ponsel, hingga membuatnya tak menyadari beberapa orang pemuda, yang tengah berjalan menuju dirinya.

Aulia sempat menghentikan langkah kakinya, saat wajahnya tak sengaja menoleh kearah orang-orang itu. "S-s-siapa mereka?!" ucapnya dalam hati, seraya beringsut mundur kebelakang.

"Jangan lari kau! Atau kutembak!" ancam salah seorang dari pemuda tersebut, sambil mengarahkan laras pistolnya kearah Aulia.

Karena merasa takut, Aulia berbalik badan dan mulai melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa, tanpa menghiraukan ancaman dari pemuda itu.

(Dor!)

Gadis itu seketika jatuh tersungkur keatas tanah lalu mengerang kesakitan, saat mendapati betisnya tertancap timah panas, yang ditembakkan oleh pemuda tersebut.

"Sudah kubilang, aku tak main-main dengan perkataanku!" seru sang pemuda, sambil berjalan menghampiri Aulia. "Gotong tubuhnya dan bawa masuk kedalam gudang, cepat!" perintah sang pemuda, kepada seluruh teman komplotannya.

Aulia pun tak dapat mengelak, dan membiarkan mereka menggotong tubuhnya menuju gudang, yang terletak tak jauh dari tempatnya tersungkur. "Lepaskan aakuu ...." lirihnya, dengan merintih kesakitan.

"Kita akan bersenang-senang dengannya terlebih dahulu, sebelum membunuhnya, dan membuangnya ke laut, sesuai perintah bos Alexa," kata sang pemuda sambil berjalan, selagi teman-teman komplotannya menggotong tubuh Aulia, yang membuat gadis itu sempat tercengang, dan mulai memberontak sekuat tenaga.

"Lepaskan! Lepaskan aku, kalian para biadaaab!!!" bentak Aulia, sambil menghentak-hentakkan kedua tangannya, karena merasa tak terima dengan perkataan pemuda tersebut.

"Diam kau!"

(Brugh!)

Kedua pemuda yang tidak berperikemanusiaan itu, sontak melempar tubuh Aulia kearah depan, yang membuatnya kembali mengerang kesakitan, saat punggungnya membentur lantai gudang dengan sangat keras.

Salah seorang dari mereka lalu menguasai tubuh Aulia. "Buatlah kami puas, dengan keindahan tubuhmu ini," hina sang pemuda, sambil menggenggam erat wajah Aulia. Ia sontak merobek kaus yang dikenakan Aulia, yang membuat b*ah dadanya tersingkap lebar.

(Prak!)

Namun, Aulia tetap berjuang melindungi dirinya, dan menjaga Kesuciannya, dengan memberikan tamparan keras pada pipi pemuda tersebut, yang membuat pemuda berambut ikal itu semakin murka karenanya.

"Breeengsek kauuu!!!" Sang pemuda pun sontak mencekik leher Aulia sekuat-kuatnya, karena merasa muak dengan perlakuannya. "Aku akan membuatmu mati secepatnyaa!" Ia semakin mengencangkan cengkeramannya, hingga membuat Aulia menjadi sesak tak tertolong, dan hampir tiba diujung kematian.

"Mungkin, ini adalah karma untukku, karena telah membunuh seseorang yang tak berdosa. Andai waktu dapat terulang kembali," batin Aulia, selagi nafasnya semakin sesak, hingga lidahnya mulai menjulur keluar.

(Ncep!)

Namun kematian terlebih dahulu menjemput pemuda biadab itu, saat peluru berkaliber 12.7 x 99 milimeter, seketika melesat dan menancap tepat pada kepalanya.

[Headshot! Tuan, bidikan anda benar-benar luar biasa akurat!]

"Ini belum seberapa. Masih ada tiga orang lagi," batin Zevan, yang tengah tiarap di suatu tempat tersembunyi, dan kembali memusatkan pandangannya kearah dalam gudang, melalui scope teleskopik senapan anginnya.

(Ncep!)

Seorang pemuda lainnya pun ikut tumbang, saat Zevan menembaknya tepat mengenai kepala, yang membuat dua orang lainnya menjadi panik.

"Brengsek! Menembak dengan peredam?! Keluarlah kau pengecut!!" gertak salah seorang pemuda lainnya, sambil menembakkan pistolnya kearah setiap sisi luar gudang.

(Dor! Dor! Dor! Dor!)

Pemuda tersebut benar-benar tak dapat melihat keberadaan Zevan, karena anak itu menggunakan sebuah peredam pada ujung laras senapannya, yang membuat suara tembakkannya tak terdengar, dan tak dapat dilacak oleh mereka.

(Ncep!)

"Pengecut? Lalu bagaimana dengan kalian, yang telah menyiksa seorang gadis tak berdosa tanpa ampun?! Kalianlah yang pengecut!" batin Zevan, setelah berhasil melumpuhkan salah seorang pemuda lainnya, hingga hanya menyisakan satu orang pemuda.

Zevan seketika berdiri dari tempatnya tiarap, dan mulai menunjukkan batang hidungnya pada pemuda tersebut. "Heeeei!! Sebelah siniii!!" soraknya dari kejauhan, yang mampu menarik perhatian sang pemuda, dan mulai mengarahkan laras pistolnya kearah anak tersebut.

(Ncep!)

Kemenangan akhirnya berada dipihak Zevan, setelah peluru senapan anginnya, melesat lebih cepat menuju kepala pemuda itu. "Terlalu lambat! Belajarlah menembak dengan cara yang benar, di alam neraka sana!" sindirnya, seraya beranjak dari tempat persembunyiannya.

[Tuan, darimana anda mendapatkan skill menembak yang sangat luar biasa hebat itu?!]

Zevan dengan sigap melompat dari tempatnya bersembunyi, lalu melangkahkan kakinya menuju gudang tersebut. "Dari game Battle Royal yang sedang viral saat ini," jawabnya dengan penuh kepercayaan diri.

[Wow! Padahal dalam sekejap, aku bisa saja membuat mereka kejang-kejang! Tuan benar-benar hebat!]

"Tidak sistem! Jika berurusan dengan Alexa, biar aku sendiri yang mengatasinya. Cukuplah bertindak saat aku mulai terdesak," pinta Zevan dalam hatinya. Ia lalu memusatkan perhatiannya pada tubuh Aulia, yang hampir setengah tela*jang bagian atasnya.

[Tuan, apa yang ingin anda lakukan dengan gadis ini? Setelah dirinya terbukti melakukan percobaan pembunuhan pada Tuan]

Zevan seketika melepaskan jaket hoodie-nya, seraya melangkahkan kakinya mendekati Aulia. "Aku ingin menyelamatkannya. Tidak! Aku akan membuatnya terbebas dari belenggu Alexa!" tegasnya dalam hati.

Aulia lalu mendapati kehadiran seseorang, yang tengah berjalan menuju dirinya. Meski tubuhnya lemah tak berdaya, ia tetap mencoba untuk beringsut mundur dari orang itu, karena masih menyimpan rasa trauma yang amat mendalam.

"S-s-siapa kau?!" tanya Aulia yang telah terduduk dengan rasa takut, sambil menutupi bagian dadanya. Matanya membelalak lebar, seiring dengan seluruh tubuh yang bergetar-getar, penuh kepanikan.

"Jangan takut! Aku tidak berniat jahat." Zevan bertekuk lutut dihadapan Aulia. "Pakai ini, untuk menutupi tubuhmu," ucapnya seraya menyodorkan jaketnya pada gadis itu.

Aulia mencoba untuk menenangkan dirinya, dan mulai mengarahkan tangannya pada jaket tersebut. Ia pun sontak meraih jaket Zevan, lalu menutupi dadanya dengan jaket itu.

"Jangan takut. Semua sudah aman," ucap Zevan, yang berusaha meyakinkan Aulia, untuk tidak takut kepadanya, meski sebagian wajahnya telah tertutupi oleh masker.

Zevan seketika berdiri. "Aku menjamin." Ia lalu berbalik badan, dan melangkahkan kakinya meninggalkan sang gadis. "Takkan ada yang berani, mengganggumu lagi," ucapnya sambil berjalan menuju pintu gudang, yang sedari awal telah terbuka lebar.

"Tunggu!" Aulia sempat mencegah kepergian Zevan, dengan menjulurkan tangannya kearah anak itu. "Jangan tinggalkan aku sendiri! Aku takut!" mohon Aulia dengan sungguh-sungguh.

Namun, Zevan tak menghiraukan perkataannya, dan tetap meneruskan langkah kakinya, menjauh dari tempat tersebut. "Sistem, sembuhkan luka dikakinya, dan pindahkan dia ketempat yang aman," perintah Zevan.

[Baik Tuan!]

[Sistem! Mengunci target: Aulia Maharani, diaktifkan!]

[Pemulihan kesehatan: diaktifkan!]

[Menghilangkan seluruh luka: diaktifkan!]

[Menghilangkan seluruh rasa sakit dan nyeri: diaktifkan!]

[Mengembalikan struktur jaringan kulit betis: diaktifkan!]

[Merapatkan pori-pori betis: diaktifkan!]

[Laporan: Target telah pulih dari segala luka dan rasa nyeri di betisnya]

[Ada yang ingin Tuan sampaikan pada Aulia?]

"Tidak ada. Aku harus cepat-cepat pulang dan beristirahat. Karena besok ada ujian sekolah," tegas Zevan dalam hatinya.

Aulia belum menyadari, bila betisnya telah pulih seperti semula, yang membuatnya seketika bangkit, lalu berusaha mengejar kepergian Zevan.

[Sistem! Mendoktrin pikiran target: Aulia Maharani, diaktifkan!]

[Sistem! Mengendalikan pikiran target: Aulia Maharani, diaktifkan!]

Namun, belum sempat Aulia keluar dari gudang, langkah kakinya pun sontak terhenti, seiring dengan tubuh yang tiba-tiba mematung.

[Sistem! Teleportasi target: Aulia Maharani, diaktifkan!]

Sekumpulan cahaya putih seketika muncul mengerubungi Aulia, hingga menutupi tubuhnya. Setelah cahaya itu menghilang, tubuh Aulia pun turut menghilang, dan berpindah kedalam kamar penginapan dengan sendirinya.

[Tuan, semua sudah beres!]

"Baik. Terimakasih sistem," Zevan semakin mempercepat langkahnya menuju gedung apartemen pribadinya, yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari tempatnya berjalan.

{Aku merasa ada yang aneh dengan Tuan. Tadi memintaku memunculkan senapan angin, tapi tak memintaku untuk memindahkan tubuhnya ketempat Aulia. Apa jangan-jangan, Tuan sudah tidak membutuhkanku lagi?! Tidak! Aku harus bertindak tanpa menunggu perintah darinya!}

[Sistem! Mengunci target: Tuan Zevan Ardiansyah, diaktifkan!]

[Sistem! Teleportasi target: Tuan Zevan Ardiansyah, diaktifkan!]

Meski kakinya tengah melangkah, Zevan tak merasa heran dengan apa yang telah dilakukan sistem kepadanya. Ia lalu mendapati tubuhnya telah berpindah, kedalam kamar apartemen pribadinya.

Zevan akhirnya merebahkan punggungnya keatas ranjang, seraya melepaskan sebuah masker dari mulutnya. "Huufftt ... semoga besok aku bisa fokus ujian, tanpa harus memikirkan apapun," ucapnya, dan mulai memejamkan kedua matanya dengan perlahan.

[Selamat malam, dan selamat tidur Tuanku]

...****TBC****...

1
oppoA18 Siapat
apa author mau buat adegan lucu?
tapi aku merasa koq nggak lucu sama sekali setiap MC bertengkar dg sistem nya sendiri?
oppoA18 Siapat
MC gegabah dan boros, sebaiknya buat amal saja menyumbang ke panti asuhan misalnya
Tahir Note
MC setan, sd punya sistem masih aja bego.
Tahir Note
host yg tolol bego..
Dewa Koplak
mc nya TOLOL
Xtramz
naif parahhh jinkkk
Xtramz
naif banget sattt
Ali
😄😄😄😄😄
Ali
broo bukan host nya yg diancuk tapi si othor yg bikin alur cerita ini yg gelo
Sang M
Tahi....... cerita sampah
Sang M
Gak suka Host ini. terlalu otak bocil gak dewasa sama sekali payah. fuckkk.
Sang M
Perbaiki karakter Host, Thor. .!!!!!!!!! system nya bagus tapi Host nya tahi sampah. dancokkkkk
Sang M
Host payah dancokkkk lu...
EmDeen
authornya keliatan banget urat miskinnya .
sampe bikin tokoh utama yang ga jelas.

maaf.. saya stop baca. aliran cerita terhambat dan terantuk2 sepanjang jalan karena pemaksaan karakter tsb
Lapega Dari Tbs
mc-nya naif bin goblok....
Pendekar Rajawali
Bingung dgn novel ini jalan ceritanya, seperti nya Novel ga jelas
Hary
CERITA PALING JELEK....!!!
Hary
PENULIS KACANG...BUKU TERJEMAHAN....
NGAKU2 TULISAN SENDIRI
Hary
SULAP... PERBAIKI MANSION DG CARA SULAP...
Hary
SOK PAHLAWAN...
SEHARUSNYA DATANG BERSAMA POLISI,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!