"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Xavier vs genderuwo
Xavier menatap liar ketika dia melihat bayangan melintas begitu saja di depan mata dan kini dia telah berhadapan dengan sesuatu yang begitu besar serta tinggi sekali, tidak lain dan tidak bukan sosok itu adalah genderuwo yang pernah menemui Yasmin di tempat ini dan dia sama sekali tidak mengetahui siapa yang sudah datang untuk mengusik rumah dia.
Sebab sejak tadi Dewa iblis itu memang terus saja membuat masalah dengan cara menendang seluruh pohon kapur itu berkeliling agar penghuni segera keluar, sudah bertemu seperti ini bukan ada rasa takut di dalam hati Dewa iblis karena dia memang sengaja memancing dan akan berbicara empat mata secara langsung dengan penghuni pohon Kapuk itu.
Bukan hanya tentang iblis tanpa kepala saja tapi dia juga ingin banyak bertanya kenapa sampai genderuwo ini memiliki hubungan dekat dengan Yasmin, padahal sebenarnya juga tidak sedekat Itu karena Dewa itu hanya terpancing dengan rasa cemburu yang ada di dalam hati.
Jeno juga sudah berusaha keras untuk mengatakan kepada Dewa iblis bahwa mereka pasti tidak memiliki hubungan serius, namun tetap saja Dewa iblis tidak percaya Karena dia tetap beranggapan bahwa Ini semua adalah manipulasi genderuwo itu saja karena ingin mendekati sang kekasih agar memiliki perasaan lebih untuk dia dan hubungan ini selanjutnya nanti.
Kini mereka sudah bertatap mata secara langsung dan Dewa iblis tidak berkedip walau lawan memiliki ukuran tubuh yang begitu tinggi, jelas untuk pangkat serta kekuatan Dewa iblis jauh lebih besar karena dia juga pernah mengalami tubuh yang seperti ini ketika baru saja lahir ke dunia sebagai anak setan.
''Kalian siapa sehingga berani membuat keributan seperti ini?'' genderuwo itu bertanya kepada Xavier.
''Apa aku masih perlu mengatakan siapa diri ini kepada makhluk rendah seperti dirimu?'' Dewa iblis berkata dengan sangat angkuh.
''Hem kalau sudah untuk pamer seperti itu maka tidak akan ada yang bisa meragukan dia.'' Jeno kembali duduk karena dia hanya memantau saja.
''Aku tidak pernah mencari masalah dengan kalian dan kenapa membuat masalah di rumahku ini?'' genderuwo itu kembali bertanya.
''Tidak perlu banyak omongan karena sekarang aku hanya bertanya kau memiliki hubungan apa dengan kekasihku?'' Dewa iblis bertanya langsung pada poin.
''Kekasi mu?'' genderuwo ini bertanya ulang karena dia memang tidak paham.
''Wanita yang bertanya tentang iblis penghuni tempat ini kemarin malam.'' Jeno langsung menjelaskan saja.
''Oh dia, dia adalah Kekasihmu?'' genderuwo ini bertanya balik sembari menatap Dewa iblis.
''Kau sebaiknya menjaga jarak dari dia dan jangan sampai kau berani jatuh cinta kepada dia!'' Xavier langsung memberikan peringatan.
Namun peringatan keras itu justru membuat genderuwo itu tertawa seolah dia mengejek dan tidak takut sama sekali atas ancaman yang telah diberikan oleh Dewa iblis, Tentu saja itu mengundang kekesalan antara Dewa iblis dan juga Jeno, sudah di beri peringatan seperti itu namun dia tertawa dan memberikan tantangan besar sehingga mereka berdua terbawa emosi yang cukup tinggi.
''Aku sudah memberikan peringatan kau dengan baik dan bila kau tidak bisa menerima itu maka aku tidak akan berbicara baik lagi.'' Dewa iblis berkata dengan sangat serius.
''Aku tidak peduli dengan itu karena aku juga memiliki kekuatan dan siap untuk melawan dirimu.'' genderuwo itu tertawa kecil.
''Wah aku lihat kau begitu angkuh juga.'' Jeno kembali bangkit karena dia sangat kesal mendengar percakapan itu sejak tadi.
''Kalian berdua adalah pengganggu di sini dan jadi tolong jangan banyak tingkah, sebaiknya segera pergi sebelum aku memberikan kalian pelajaran.'' ancam genderuwo itu sehingga membuat emosi Dewa iblis semakin tinggi.
Seolah dia tidak mampu memberikan perlawanan sehingga genderuwo itu meremehkan mereka dengan ucapan yang begitu menusuk, bahkan tanpa jenuh turun tangan sekali pun itu tidak akan membuat Dewa iblis merasa kalah dari genderuwo penghuni pohon Kapuk ini, jelas kekuatan debat biasanya setingkat di bawah Ratu Ular itu.
Wuuuuusssh.
Swoooooh.
''Apa yang kau lakukan pada rumahku itu?!'' genderuwo tersebut berteriak keras karena dia kaget.
''Hah bukan hanya rumah ini saja yang akan aku bakar tapi beserta dengan dirimu juga!'' ancam Dewa iblis.
''Berani sekali kau mencari masalah dengan aku disini dan sampai membakar rumah yang telah aku tinggali selama bertahun-tahun.'' genderuwo itu terlihat sangat marah.
Kedua mata memancar berwarna merah kehitaman sehingga siapa yang melihat pasti akan ketakutan, tapi untuk Dewa iblis Itu bukan sebuah ancaman karena dia juga bisa berubah menjadi wujud yang sangat seram sehingga para iblis lain tidak akan berani mendekat kepada dirinya saat ini.
Terlebih lagi dia turun ke bumi bukan menjadi siluman baik tapi menjadi anak setan yang siap memakan bayi di dalam kandungan manusia, Jadi kalau untuk kejahatan tentu saja dia sudah merasa sangat puas dan tidak akan kaget dengan perbuatan genderuwo ini yang menurut Dewa iblis hanya masalah simpel saja.
Wuuutt.
Duaaaak.
Duaaaak.
''Ya adu saja kekuatan yang ada di dalam diri kalian saat ini.'' Jeno mencari tempat duduk yang aman.
Terserah mereka ingin bertengkar dengan cara apa saja karena dia datang ke tempat ini hanya menemani dan bila memang Dewa iblis tidak sanggup maka baru dia akan turun tangan, namun menurut Jeno tidak mungkin bila Dewa iblis itu tidak sanggup menghadapi genderuwo penuh pohon Kapuk ini.
Duaaaarrrr.
''Ah buset, belum juga apa apa tapi sudah meledak saja.'' Jeno kaget bukan main.
''Hahahaaaa mati kan kau sekarang!'' genderuwo tertawa dengan sangat bangga ketika dia melihat sepotong arang jatuh di depan mata.
''Hah Gampang sekali Dewa iblis kalah seperti itu!'' Jeno saja sampai kaget dan dia segera mendekat.
''Hei kau, Ayo maju sini agar aku bisa membantai dirimu juga sekarang!'' genderuwo itu menantang dengan sangat angkuh sekali.
''Hei selesaikan dulu urusanmu dengan aku ini, kenapa kau harus menantang dia.'' Xavier duduk anteng di cabang pohon sambil mengejek pada genderuwo itu.
''Hah kenapa dia tetap utuh dan sekarang duduk di atas sana?!'' genderuwo yang melihat Dewa iblis tentu saja menjadi kaget bukan main.
''Aku sudah memberikan dirimu peringatan bahwa Aku adalah Dewa iblis dan harusnya kau sujud sungkem kepada diriku.'' Xavier melayang di udara.
Belum sempat lagi genderuwo itu memberikan reaksi ketika melihat Dewa iblis terbang, malah mendadak saja tendangan maut Dewa iblis menghantam tepat pada bagian leher sehingga mau tidak mau tumbuh genderuwo yang tinggi besar itu terpental jauh menabrak pepohonan yang ada di sana, bahkan debu berterbangan ke mana-mana sehingga membuat suasana semakin seru.
Alhamdulillah up tiga bab ya besti, jangan lupa like dan komen nya ya sayaaaaang.
ada yg sama ga ya,yg judul sebelah kok di aku ilang ya,yg pembunuh bayaran itu Zora/zena🤔
teman2 gimana?