NovelToon NovelToon
Memilikimu Dalam Hati 2

Memilikimu Dalam Hati 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: Lhanly

"Memilikimu Dalam Hati 2" merupakan kelanjutan kisah Velix dan Jesi pada novel "Memilikimu Dalam Hati" sebelumnya. Dalam kisah ini, cinta Velix dan Jesi pun kembali diuji meski mereka sudah hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga yang bahagia. Dibandingkan dengan versi 1, di versi ini akan lebih banyak konflik yang menguras emosi pembaca.
Nanti keseruan ceritanya... Dan selalu tunggu updatenya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhanly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan

Tapi kali ini sikap Jessi sangat berbeda. Seolah tidak lagi bertoleran atas sikap Velix terhadap Wandy, Jessi malah memilih untuk tidak tidur seranjang dengan suami nya itu.

Perasaan Velix juga sangat sakit saat melihat sikap istrinya terhadapnya menjadi seperti tidak bisa di atur lagi. Dari awal sejak menikah Velix sangat mengenal sikap baik istrinya itu. Namun kali ini sikap istrinya itu benar benar membuat nya kebingungan. Jessi tidak selembut dulu.

Begitu keras usaha keduanya melewati malam yang panjang itu sendirian, sampai akhirnya matahari pagi datang menyapa membangunkan tidur Velix.

"Astaga, aku kesiangan." Ucap Velix saat terbangun dari tidurnya.

Dilihatnya jam dinding yang tergantung di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Velix harus cepat bersiap untuk ke kantor.

Setelah mandi dan berpakaian rapih, Velix keluar menuju ruang makan untuk sarapan. Di lihat nya sarapan sudah tersedia seperti biasa di meja makan. Tapi ada yang aneh, istrinya Jessi tidak berada di situ untuk menemaninya sarapan.

"Nyonya di mana bi?" Tanya Velix pada asisten rumah tangga nya itu.

"Setelah menyiapkan sarapan untuk tuan, nyonya buru buru berangkat ke kantor tuan." Jawab asisten rumah tangga.

"Oh begitu." Jawab Velix sangat kecewa.

"Aku pikir setelah malam tadi dia akan kembali bersikap baik lagi padaku pagi ini. Ternyata sikapnya semakin tidak bisa ku prediksi." ucap Velix dalam hatinya.

"Assalamualaikum." Sahut Jessi saat masuk ke ruangannya.

"Waalaikumsalam Jess." Jawab Wandy membalas salam Jessi.

"Kau sudah datang Wan?" Tanya Jessi.

"Aku sengaja datang lebih awal agar aku bisa menyambut kedatangan mu." Jawab Wandy.

"Apa tidak terbalik, harusnya aku yang melakukan itu. Karena ini hari pertama mu masuk kantor lagi." Jawab Jessi.

"Kalau kau menyambut ku, Velix suami mu itu akan sangat cemburu dan marah besar pada mu. Jadi biarkan dia membenci ku saja." Jawab Wandy.

Raut wajah Jessi berubah cemberut saat mendengar nama suaminya itu di ucapkan oleh Wandy.

"Ada apa Jess, kau baik baik saja kan?" Tanya Wandy saat menyadari senyum di wajah Jessi seketika hilang.

"Iya, aku baik baik saja." Jawab Jessi.

"Oh, baiklah. Kalau begitu, ayo siapkan berkas berkas yang harus ku tanda tangani. Lalu siapkan rapat dengan semua karyawan. Aku akan memeriksa kesiapan team kerja kita hari ini." Jawab Wandy bersemangat.

"Baiklah." Jawab Jessi.

"Dimana tuan Wandy?" Tanya Velix pada salah satu staf.

Velix tiba tiba saja datang ke devisi penjualan hanya untuk menemui Wandy. Dia tahu istrinya pasti bersama Wandy saat ini.

"Tuan Wandy sedang ada pertemuan dengan team kerja di ruang rapat." Jawab Staf itu.

"Suruh dia keluar, katakan aku ingin menemui nya." Jawab Velix.

Dengan segera staf itu berlari masuk ke ruang rapat untuk menyampaikan pesan Velix pada managernya itu.

"Kau lajutkan saja rapat nya. Biar aku yang menemui nya." Jawab Jessi pada Wandy.

"Ada apa? Kau kesini mau mencari Wandy atau mau mencari ku?" Tanya Jessi saat bertemu dengan Velix di ruang tunggu manager.

"Hanya karena pria itu sekarang kau sudah tidak menghargai suami mu lagi. Kau berani terang terangan menentang ku." Jawab Velix.

"Jangan membuat keributan di sini, kami sedang ada pekerjaan." Jawab Jessi.

"Kami? Kau menyebut kalian berdua itu kami?" Tanya Velix.

"Lalu kenapa, apa yang salah dengan kata kami?" Tanya Jessi.

"Semalam aku menjemput mu untuk kembali ke kamar kita, tapi kau menolak. Padahal aku berharap masalah kita akan selesai jika kita melewati malam itu bersama. Bukannya ingin memperbaiki hubungan hari ini, kau malah pergi ke kantor tanpa menunggu ku. Apa kau masih ingin hubungan kita baik baik saja." Jawab Velix.

"Kau yang selalu memperkeruh keadaan." Jawab Jessi.

"Jika kau masih ingin memperbaiki hubungan kita ayo ikut dengan ku sekarang. Kita harus menyelesaikan masalah ini." Jawab Velix.

"Sudah ku bilang aku masih bekerja. Kau tidak bisa memaksakan kehendak mu seperti ini." Jawab Jessi.

"Jadi, kau memilih untuk tetap bersama si brengsek itu di sini?" Tanya Velix semakin kesal.

"Pergi dari sini." Usir Jessi.

"Apa? Kau mengusir ku?" Tanya Velix.

"Pergi, atau aku akan sangat membenci mu." Jawab Jessi.

"Kau mengamcam ku lagi?" Tanya Velix.

"Jika kau tidak pergi dari sini, aku bisa melakukan lebih dari sekedar pisah kamar dengan mu." Ancam Jessi.

"Apa maksud mu." Tanya Velix.

"Maksud ku kau harus segera pergi dari sini jika kau masih ingin aku menjadi istri mu." Jawab Jessi.

Jawaban Jessi yang terakhir ini benar benar membuat Velix sakit hati. Jantungnya seperti sedang teriris iris perih mendengar ucapan Jessi. Kali ini Jessi tambah berani lagi mengancamnya dengan perpisahan.

"Kau berani mengatakan itu pada ku?" Tanya Velix.

"Pergi aku bilang, pergi." Jawab Jessi sambil menunjukkan pintu keluar.

Mata Velix berkaca kaca melihat sikap istrinya yang sudah sangat berubah terhadapnya. Velix akhirnya pergi tanpa bicara lagi. Hatinya sangat hancur melihat sikap Jessi yang tidak pernah bisa berkompromi dengan nya lagi seperti dulu.

Tak terasa air mata pun mengalir di pipi Jessi sesaat setelah Velix pergi meninggalkan nya di ruangan itu. Jessi hanya bisa terduduk dan memejamkan wajahnya di dalam kedua telapak tangan nya sambil terus menangis menyesalkan hubungan mereka berdua yang kini menjadi berantakan.

Jessi sendiri tidak mengerti apa yang terjadi pada diri nya. Apa yang membuat hatinya menjadi sekeras batu, dan seakan tidak mau lagi menerima sikap ke kanak kanakan Velix.

"Sampai kapan kau akan berhenti curiga pada Wandy sahabat mu sendiri." Ujar Jessi.

"Jess, ada apa dengan mu?" Tanya Wandy saat menemukan Jessi sedang menangis di ruangan nya.

"Tidak apa apa." Jawab Jessi sambil menghapus air mata nya.

"Tapi kau menangis kan? Di mana Velix? Apa dia yang membuat mu seperti ini?" Tanya Wandy.

"Tidak Wan, aku tidak apa apa. Velix juga sudah pergi dari tadi. Apa rapatnya sudah selesai? Maaf aku tidak sempat kembali ke ruangan itu." Jawab Jessi.

"Tidak apa, aku sudah menyelesaikan nya. Pekerjaan mu juga sudah akan berkurang, karena sekarang ada Vina yang akan membantu mu." Jawab Wandy.

"Vina?" Tanya Jessi.

"Iya, salah satu staf di devisi ini. Kebetulan dia karyawan baru juga di sini. Aku menugaskan nya untuk membantu mu dalam setiap pekerjaan proyek ini. Agar kau tidak akan terlalu sibuk." Jawab Wandy

"Tadinya aku ingin menunjuk Jemmy, kerja kalian dalam team waktu itu sangat bagus. Tapi aku khawatir jika itu akan memicu kemarahan Velix lagi." Sambung Wandy.

BERSAMBUNG...

1
CebReT SeMeDi
lanjut
CebReT SeMeDi
next ya
CebReT SeMeDi
semangat berkarya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ 80'™
udah end kah?🤔🤔
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
CebReT SeMeDi
lanjut kak
CebReT SeMeDi
cemburu ya
CebReT SeMeDi
semangat
CebReT SeMeDi
lanjut
CebReT SeMeDi
jesyy dih
love💕
Semangat thor
🎀ᵀᵗᵇ'ˢAni Rhoma❤️
semangat berjuang vina 😍 kamu pasti bisa mendapatkan Wandy 💪
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
T!@n9α£it
samawa buat jefri dan sesil😍

trs semangat ka Lhanly🤗😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!