Naruto tidak dapat mengingat apa yang terjadi ketika dia terbangun di kamar yang bukan miliknya. Naruto ditemukan oleh Alicia, seorang gadis berambut hitam, putri kepala desa, gadis ceria berusia 12 tahun yang membantu Naruto dengan segala hal tentang Desa Pembatas. Dunia yang benar-benar berbeda di mana ada monster, dan ada orang-orang dengan kemampuan berbeda dari apa yang dia ketahui, ironisnya juga tidak ada Shinobi di dunia tempat dia berada saat ini. Dia bukan lagi Jinchuriki, selama dia merasakannya— aliran Chakra yang dia rasakan sebelumnya, dia hanyalah anak laki-laki normal dengan kekuatannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan Otodidak
Saat Vivian dan Caroline sadar, mereka berdua terlihat sangat pucat memikirkan yang sulit untuk mereka hadapi. Mereka hanya punya pilihan untuk pulang ke Kekaisaran Ethan. Samuel memberikan support supaya mereka tidak terlalu terpuruk dengan kejadian yang telah berlalu. Naruto bersemangat untuk pulang, ia menunjukkan kalau ia tidak sedih.
"Kamu masih mampu tersenyum lebar pada waktu seperti ini," kata Vivian.
"Yang terpenting kita bisa selamat," jawab Naruto.
"Mungkin peringkat kita akan turun nanti?" Caroline melihat Samuel.
"Kurasa tidak, mana mungkin mereka langsung menurunkan peringkat kita begitu saja."
"Kita harus menjadi lebih kuat," gumam Naruto. "Aku terlalu lemah..." Naruto melihat ke langit.
Sesampainya pada tujuan, mereka melaporkan semua pada Mayer yang hanya tersenyum. Dia melihat kalau dengan begitu sudah tahu bagaimana tingkat Party yang dipimpin oleh Vivian. Robert tidak banyak bicara selama Naruto dan kawan-kawan mendapatkan perlakuan layaknya seorang murid yang sedang diceramahi.
"Kalian sudah tahu apa saja kelemahan kalian?"
"Kami kurang kuat," sahut Naruto yang menjawab.
"Mulai sekarang kalian akan ada di bimbingan Robert selama tiga tahu, aku memberikan perlakuan khusus untuk kalian yang memang berbakat."
"Tiga tahun, bukannya terlalu lama untuk kami hanya untuk latihan?!" Vivian panik.
"Tambang Kristal ED, akan jadi tempat yang diutamakan untuk kalian, di masa depan nanti kalian kembali ke sana," kata Mayer, ia melihat Vivian.
"Kalau begini bagaimana dengan kebutuhan kami selama tiga tahun..." Samuel mengeluh.
"Bukannya sudah punya cukup tabungan, kamu sudah punya pencapaian bagus dengan yang lainnya," kata Robert.
"I—itu..." Samuel gelagapan.
"Ini buka kerugian untuk kalian yang bisa sesekali menjadi permintaan yang paling mudah untuk kebutuhan sehari-hari, kalian juga bisa menjual bahan material dari para monster." Mayer menjelaskan.
"Sangat memusingkan, aku akan melakukannya, aku ingin menjadi lebih kuat!" Naruto tidak patah semangat.
"Bolehkah selama tiga tahun untuk pergi, aku akan menemui seseorang untuk berlatih." Vivian angkat bicara.
"Tidak masalah," jawab Mayer.
Robert merasa kecewa karena semua memilih untuk pergi menemui seseorang yang mereka kenal. Naruto merasa kalau dia harus berlatih secara otodidak, ia tidak mungkin bisa berkembang dengan bantuan orang lain, selain kemampuan untuk bertarung dengan tangan kosong tanpa Jutsu. Semua yang Naruto rencana tidak sesuai dengan dipikirkan, pilihannya hanya untuk pulang ke Desa Pembatas. Dia bisa berlatih secara bebas selama berada di sana. Khusus untuk mereka, Mayer mengizinkan mereka untuk tidak menjalani kewajiban sebagai Petualang sebagai mana mestinya.
"Kita pulang?" Alicia terkejut dengan yang Naruto katakan.
"Pertama kalinya Guild Master Mayer punya ide seperti ini," gumam Camila, tapi ia tahu apa tujuan dari Mayer.
Smith tidak ingin kembali seperti Naruto, Smith ingin lebih lama berada di kota. Smith punya pemikiran sendiri kalau kembali ke desa tidak akan menjadikan dirinya semakin kuat. Alicia pulang dengan senang hati, ia bisa punya banyak waktu bersama dengan Naruto selama tiga tahun adalah keberuntungan untuknya.
Desa Pembatas...
Kesehatan Naruto lewati dengan latihan keras, tidak hanya dari bimbingan Master Eric. Naruto melakukan banyak hal yang pernah ia ingat dalam pelajaran di masa lalu. Naruto tidak banyak bisa mengingat, tapi ia terus berusaha untuk menjadi lebih kuat dalam mengolah fisiknya menjadi lebih kuat.
Pada waktu musim panas, ia tidak bermalas-malasan karena sesuai petunjuk dari Eric kalau musim panas waktu yang paling baik pelatihan fisik. Kloning ia perintah untuk menyerangnya sendiri, Naruto ingin lebih lihat menghadapi musuh dengan jumlah yang banyak. Setelah Chakra miliknya hampir habis ia melakukan latihan fisik—, berlari menyusuri hutan yang tak jauh dari desa.
"Sudah waktunya kamu istirahat!" Alicia memanggilnya.
"Sudah siang ternyata..."
"Kamu terlalu memaksa dirimu."
"Aku ingin bisa membantu yang lainnya, aku akhir-akhir ini sering berpikir kalau mereka mungkin jauh lebih kuat dariku."
"Andai saja aku bisa ikut denganmu," gumam Alicia.
"Lebih baik jangan ikut, karena berbahaya." Naruto tersenyum.
"Setelah tiga tahun, kamu akan sibuk lagi..."
Suatu ketika Camila datang ke desa untuk menjenguk Naruto. Camila punya suatu yang harus ia bicara dengan Naruto tentang energi Mana yang bisa ditingkatkan daya tampungnya. Sihir suatu yang tak jauh berbeda dengan yang Naruto gunakan. Elemen Angin dikendalikan jauh lebih mudah dari semua elemen, karena angin berada di manapun.
"Kalau kau berhasil memadatkannya akan jauh lebih kuat daya hancurnya?"
"Seingatku seperti itu..." Naruto memberitahukan pada Camila.
"Cara kalian sangat sulit dan tidak praktis, tapi bagaimanapun kamu tidak bisa mempelajari kekuatan yang tak berasal dari duniamu." Camila berpikir sejenak.
"Andai saja aku bisa sihir seperti yang lainnya."
Hanya memperkuat kapasitas produksi Mana. Naruto mendapatkan beberapa petunjuk dari Camila, awalnya tidak berjalan lancar karena banyak perbedaan sampai ketika Naruto menggunakan banyak metode yang ia buat sendiri. Metode yang paling dapat diterima oleh Naruto semacam meditasi, ia merasa jumlah energi alam yang kuat dari sekitar. Keseharian hanya untuk makan, tidur dan berlatih. Naruto mencoba banyak cara untuk memperkuat Rasengan dan Odama Rasengan. Selama satu tahun berlatih Naruto secara tidak sengaja menciptakan Chou Odama Rasengan, setelah berlatih memperbanyak jumlah Chakra, dan kapasitasnya. Naruto selalu membayangkan jika menghadapi monster yang berukuran besar.
"Chou Odama Rasengan!" Naruto puas dengan latihan selama setahun.
Naruto langsung tumbang setelah berhasil, ia harus sungguh-sungguh bekerja keras untuk dua tahun ke depan. Dia melakukan latihan yang ia persulit sampai dua kali lipat hingga tiga kali lipat. Naruto sempat sakit selama seminggu karena ulahnya sendiri. Master Eric yang sering melihat kerja keras Naruto, Eric sampai tak bisa banyak bicara. Eric bisa mengukur bagaimana kuat Naruto nanti dalam dua tahun.
"Aku selalu penasaran kenapa kau selalu berjalan dengan dua tanganmu?"
"Hehehe, aku hanya teringat seseorang waktu pertama kali melakukannya. Dan..., yang paling sulit, a-aku akan menggunakan satu tangan!"
"Latihan yang kau lakukan sangat gila, kau bisa sakit lagi dengan latihan yang kau buat sendiri."
Satu tahun kemudian...
Naruto banyak berubah dari fisiknya yang mulai lebih tinggi dan kini bisa melakukan yang ia inginkan. Satu tangan berada di tanah, menopang berat tubuhnya. Naruto belajar Taijutsu secara otodidak, ia hanya menggabungkan yang pernah ia lihat dan pelajari beladiri dari Master Eric.
"Kau yakin akan mempersulit latihan sebanyak sepuluh kali lipat mulai sekarang?" tanya Eric pada Naruto.
"Waktuku tinggal setahun lagi, Master Eric. Aku pasti akan tertinggal dari Vivian, Samuel dan Caroline."
"Tetaplah ingat jangan sampai jatuh pingsan lagi," kata Eric.
"Hehehe, aku tidak bisa janji kalau tentang itu," balas Naruto, ia garuk-garuk kepala.