NovelToon NovelToon
Mahar 1 Miliar: Menikahi Pria Tuli

Mahar 1 Miliar: Menikahi Pria Tuli

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Orang Disabilitas
Popularitas:44.4k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dara Calya Sania, seorang gadis pincang yang hidupnya penuh dengan penderitaan. Dara dijual pamannya untuk menikahi Gavin Mahardika Abyakta, pria tuli cucu dari pemilik perkebunan teh, Juragan Darmawan, dengan mahar satu miliar rupiah.

Dara yang sejak kecil sudah yatim-piatu, tidak bisa menolak. Terlebih lagi uang mahar itu untuk bayar biaya hidupnya selama tinggal bersama Rama dan Tina.

Bagaimana reaksi Dara ketika tahu Gavin adalah orang yang pernah ditolongnya dahulu dan membuat kakinya pincang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Setelah makan siang bersama di sebuah restoran, Sherly kembali mengajak Dara berkeliling mal. Langkah wanita paruh baya itu terlihat begitu bersemangat. Sesekali ia berhenti di depan etalase toko yang menarik perhatiannya, lalu mengajak Dara masuk.

Mereka mendatangi satu toko demi satu toko. Sherly memilih berbagai pakaian untuk menantunya, mulai dari kaus kasual, kemeja, celana panjang, rok, blazer, hingga beberapa pasang sepatu, sandal, dan tas. Menurutnya, semua itu akan dibutuhkan Dara ketika mulai kuliah beberapa bulan lagi.

Sementara itu, Dara hanya bisa mengikuti dari belakang sambil membawa beberapa kantong belanja yang jumlahnya semakin banyak. Semakin lama, wajahnya justru semakin cemas.

"Ma," panggil Dara pelan.

Sherly yang sedang memperhatikan sebuah blazer langsung menoleh. "Iya, Sayang?"

Dara menunjuk tumpukan kantong belanja di tangan mereka. "Kayaknya sudah cukup, deh."

"Kenapa?"

"Ini sudah banyak."

Sherly tersenyum tipis. "Kebanyakan menurut siapa?"

"Menurut aku" Dara tersenyum kikuk. "Aku masih punya baju yang kemarin. Yang dibelikan Aa Gavin juga masih bagus semua."

Sherly menggeleng pelan sambil menggantung kembali blazer yang tadi dipegangnya. "Tidak bisa begitu."

Dara mengernyit. "Kenapa, Ma?"

Sherly menggandeng lengan menantunya, lalu mengajak berjalan perlahan keluar dari toko. "Dara, sebentar lagi kamu akan masuk ke lingkungan yang baru. Teman-temanmu nanti berasal dari berbagai macam latar belakang. Akan ada dosen, mahasiswa, bahkan orang-orang yang belum mengenalmu."

Dara mendengarkan dengan saksama.

"Penampilan memang bukan ukuran seseorang," lanjut Sherly lembut. "Tetapi berpakaian rapi dan pantas adalah salah satu bentuk menghargai diri sendiri dan juga menghargai orang lain."

Dara mengangguk pelan. "Aku mengerti, Ma."

Sherly tersenyum bangga. "Mama tidak ingin kamu menjadi perempuan yang suka bermewah-mewahan. Tapi Mama juga tidak ingin kamu terus hidup seperti dulu, selalu mengalah untuk dirimu sendiri."

Kalimat itu membuat hati Dara terasa hangat. Selama ini memang tidak pernah ada orang yang memikirkan kebutuhannya. Bahkan sejak kecil, ia terbiasa memakai pakaian bekas pemberian Kiara atau tetangga. Baginya, selama pakaian itu masih layak dipakai, ia tidak pernah meminta lebih.

Kini, untuk pertama kalinya, ada seseorang yang benar-benar ingin membuatnya tampil lebih baik.

Tak lama kemudian, Sherly berhenti di depan sebuah butik khusus wanita.

"Ayo, masuk!"

Dara mengikuti langkah ibu mertuanya. Namun, baru beberapa langkah memasuki butik, ia langsung menghentikan langkah. Matanya membulat menatap pakaian-pakaian yang dipajang di etalase.

"Ma, itu?!"

Sherly menoleh. "Iya?"

Dara mendekat sambil berbisik pelan agar tidak terdengar pegawai toko. "Kenapa bajunya seksi semua?"

Sherly mengikuti arah pandangan Dara.

Beberapa detik kemudian ia langsung tertawa kecil. "Oh, yang itu?"

Dara mengangguk polos. "Iya."

"Itu bukan baju untuk dipakai keluar rumah."

"Oh." Dara mengangguk pelan, meski wajahnya masih terlihat bingung.

Sherly pun mulai memilih beberapa pakaian tidur dengan bahan yang lembut dan model yang elegan.

"Yang warna krem ini bagus. Yang biru muda juga. Hmm ... yang warna merah muda juga lucu."

Seorang pegawai butik segera membantu mengambil pakaian-pakaian pilihan Sherly.

Dara yang melihat jumlahnya langsung panik. "Mama."

"Iya?"

"Aku tidak usah dibelikan baju itu."

Sherly menoleh heran. "Kenapa?"

Dara menundukkan kepala. Suaranya mengecil.

"Malu."

"Malu kenapa?"

"Soalnya ...." Dara melirik sekilas pakaian yang sedang dipegang pegawai butik. "Aku belum pernah memakai yang seperti itu."

Sherly tersenyum geli melihat wajah menantunya yang sudah memerah sampai ke telinga. "Dara."

"Iya, Ma?"

"Ini pakaian tidur."

"Setiap istri pasti membutuhkannya."

Ucapan itu membuat wajah Dara semakin merah. Ia buru-buru menundukkan kepala hingga dagunya hampir menyentuh dada.

"Tapi ...."

Sherly tertawa pelan, lalu mengusap lembut punggung tangan Dara. "Tidak apa-apa. Kamu tidak harus langsung memakainya kalau memang belum nyaman."

Dara mengangkat wajahnya perlahan. "Benarkah?"

"Tentu." Sherly tersenyum hangat. "Yang paling penting, kamu merasa nyaman dengan dirimu sendiri."

Sherly berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. "Tapi sesekali tampil lebih manis dan seksi di depan suami juga bukan hal yang salah."

Jantung Dara langsung berdegup lebih cepat. Tanpa sengaja, bayangan Gavin muncul di kepalanya. Ia membayangkan suaminya melihat dirinya mengenakan pakaian tidur itu. Seketika wajahnya semakin merah.

"Astaga," gumam Sherly sambil menahan tawa. "Kamu ini benar-benar polos."

Dara buru-buru menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Ma, aku jadi malu."

Melihat tingkah Dara yang begitu menggemaskan, beberapa pegawai butik ikut tersenyum kecil. Mereka sering melayani pelanggan dari kalangan atas yang sudah terbiasa memilih berbagai pakaian tanpa rasa canggung. Baru kali ini mereka melihat seorang wanita cantik yang begitu malu hanya karena diajak membeli pakaian tidur.

Salah seorang pegawai bahkan berbisik kepada temannya. "Ibu muda itu lucu sekali."

"Iya. Cantik, tapi benar-benar lugu."

Sherly yang mendengar bisikan itu hanya tersenyum bangga. Menurutnya, kepolosan Dara bukanlah kekurangan. Justru ketulusan itulah yang membuat menantunya begitu istimewa.

Sementara itu, beberapa kilometer dari sana, di ruang rapat perusahaan, Gavin sedang memimpin pertemuan bersama beberapa manajer. Tatapannya tertuju pada layar presentasi di depan ruangan.

"Untuk laporan distribusi bulan ini—"

"Hatsyii!" Ucapan Gavin terhenti. Ia bersin cukup keras.

Belum sempat melanjutkan pembicaraan. "Hatsyii!" Ia kembali bersin untuk kedua kalinya.

Beberapa orang di ruang rapat saling berpandangan.

"Pak Gavin, masuk angin?" tanya salah seorang manajer dengan nada khawatir.

Gavin mengambil tisu, lalu mengusap hidungnya pelan. "Tidak. Aku baik-baik saja."

Gavin kembali menatap layar presentasi seolah tidak terjadi apa-apa. Sementara itu, jauh di dalam pusat perbelanjaan, Sherly sedang tersenyum puas melihat tumpukan kantong belanja yang semakin banyak.

Tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi, Gavin sama sekali tidak sadar bahwa kartu miliknya hari itu benar-benar sedang "bekerja keras" di tangan ibu dan istrinya. Bahkan, petugas kasir sampai dua kali memastikan limit kartu itu karena jumlah belanja Sherly yang membuat mereka terkejut.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
astagaahhhb
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
apa2an itu
Sribundanya Gifran
lanjut
Risma Hye Chan
sudah aku ksih vote yaa kak aku bacanya sampe nangis
Ummee
Dara dan Gavin poloosss sekaliii, ya Allah lucunya...
Ummee
suruh bulan madu aja Ma...
Aditya hp/ bunda Lia
rasain kau anak lampir berasa jadi korban padahal kamu penjahatnya
Ita rahmawati
mantab dara,, orang seperti Kiara SM ortunya emang harus dikasih faham walaupun GK akan berubah sih tp segknya mereka harus dibantah biar GK makin makin 😏
Ita rahmawati
ucul bgt sih mereka berdua 🤣🤣
Ita rahmawati
payah lah kalo masih sm2 polos mah,,harusnya lgsg tubruk kan 🤣🤣
Mutaharotin Rotin
gitu Dara,balas ucapan Kiara biar tau rasa 👍👍👍
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut 🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹
Risma Hye Chan
lucu banget mrka brdua sumpah wkwkwk
Nar Sih
istri kecil mu yg polos pinter kan ,jdi kmu bnr,,beruntung dan pilihan jodoh yg tepat untuk mu gavin👍🥰
Mutaharotin Rotin
🌹🌹🌹🌹🥰🥰🥰🥰
Nar Sih
hahaha😂😂kencan ala internet sedang di mulai
Sugiharti Rusli
semoga cakrawala berpikir kamu semakin bertambah dengan melihat siapa Dara sekarang yah,,,
Sugiharti Rusli
kamu benar Vin, kamu ga salah pilih istri, karena di balik kepolosan dan sifat sederhana Dara, dia pribadi yang kuat dan pantang menyerah oleh keadaan,,,
Nar Sih
psngn yg bnr,,bikin ngakak ,gavin dan dara yg sama,,msih polos
Sugiharti Rusli
jadi sebetulnya sejak kecil Dara sudah struggle sendiri, dan mereka hanya mendampingi kan sebagai orang dewasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!