NovelToon NovelToon
[TLS#2] Crazy Dare

[TLS#2] Crazy Dare

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:296.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Zakinah

Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.

Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.

Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN # 23

Dita berjengit ketika sesuatu yang dingin tiba-tiba menempel di pipi kanannya.

"Makasih, Kak," ucap Dita kemudian membuka tutup botol air mineral yang tadi Bagus tempelkan pada pipinya.

Cowok itu mengangguk kemudian duduk di samping Dita. Saat ini, keduanya tengah berada di sebuah taman mini yang terlihat ramai di malam hari.

Semuanya berawal ketika Dita menelfonnya di warung bakso tadi. Dugaannya benar, Rio yang katanya pacar cewek ini kembali berbuat kasar. Sebagai bukti, pipi kiri Dita yang memerah dengan sudut bibirnya yang sedikit terluka.

Bagus heran, kenapa bisa Rio sebegitu kejam pada pacarnya sendiri?

Menengok ke arah Dita, Bagus berdehem membersihkan tenggorokannya. Hal itu membuat Dita yang baru saja selesai meneguk beberapa air menoleh menatapnya.

"Gue boleh nanya, Ta?" tanya Bagus.

Dita mengangguk pelan lalu menaruh botol mineral tadi ke sampingnya. "Mau nanya apa, Kak?"

"Ini sebenarnya agak pribadi, sih. Tapi jujur aja gue udah penasaran sejak dulu." Bagus mengusap tengkuknya. "Tapi kalau lo keberatan gue gakpa-pa, kok, lo gak ngejawab."

"Aku pasti jawab, kok."

Bagus menghela napas kecil lalu kembali melihat Dita yang menunggunya. "Kenapa lo pacaran sama Rio?"

Butuh waktu beberapa saat Dita berdiam diri. Hanya satu pertanyaan namun mampu menjawab semua masalah yang terjadi di hidupnya.

Dita menunduk lalu menatap ke depan. Banyak anak sebaya dengannya yang tengah kasmaran dan ada juga yang hanya sekadar temu kangen.

"Karna papa kandung aku."

"Bokap lo kenapa?" tanya Bagus cepat, sesaat kemudian ia langsung meringis lirih. "Sorry, gue jadi kepo."

Dita mengeluarkan kekehannya. Meski cewek berjaket rajut biru langit itu terlihat manis, hal tersebut tidak dapat menyembunyikan kesenduhan dalam kekehannya.

"Perusahaan papa hampir gulung tikar karna kena tipu sama orang yang beliau ajak kerja sama." Jari Dita saling bertaut di atas pangkuannya sendiri. "Papa Rio yang notabene temen bisnis papa yang paling deket nawarin bantuan, beliau mau bantu papa kalau papa bisa ngasih setengah sahamnya ke perusahaan papa Rio dalam waktu sebulan."

Bagus diam mendengarkan. Walau Dita baru menceritakannya setengah, ia sudah paham betul kemana ujungnya cerita Dita.

"Papa gak bisa nyanggupin karna perusahaan benar-benar collaps. Akhirnya papa Rio nawarin penawaran lain." Helaan napas Dita terdengar, bahunya yang merosot menandakan bahwa cewek itu benar-benar menanggung beban yang menyulitkannya.

"Beliu bilang, perusahaan papa akan dengan cepat bangkit kalau kedua perusahaan terikat sebuah hubungan. Dan hubungan itu ya, ini-" Dita menunduk menatap ujung sepatu putihnya. "-aku sama Rio dijodohin." Ia lalu menatap Bagus yang terdiam menatapnya. "Kakak pasti tau, kan, seberapa besar keuntungannya kalau dua perusahaan terikat hubungan resmi?"

Walau berat mengakui, Bagus mengangguk. Keluarganya memang tidak ada yang berbisnis, semuanya sibuk dengan rumah sakit dan pasien. Namun, ruang lingkup pertemanannya yang rata-rata anak pebisnis, Bagus sudah tahu betul.

"Jadi itu lo pacaran sama Rio?" ucap Bagus setelah diam menyimak. Ada rasa menggebu-gebu dalam hatinya untuk merebut Dita dari Rio.

Melihat betapa tersiksanya cewek yang masih bertahta di hatinya ini, rasanya Bagus ingin sekali membantu papa Dita. Namun apa daya, ia sama sekali tidak bisa.

Bagus menarik Dita ke pelukannya. Tangis Dita langsung terdengar. Ia sudah lelah dengan semuanya. Pura-pura bahagia bersama Rio, pura-pura bersikap biasa-biasa saja pada Bagus, pura-pura menerima keadaan di depan papanya dan pura-pura baik-baik saja mendapat kebencian dari saudari tirinya. Krystal.

"Bilang ke gue, Ta. Apa yang harus gue lakuin biar lo keluar dari zona ini?" gumam Bagus lirih. Sebagian hatinya ikut perih mendengar tangis cewek tomboy ini yang baru pertama kali ia dengar.

Dita menggelengkan kepala di dada Bagus. Cowok itu tidak harus berbuat apa-apa. Ia tidak ingin Bagus ikut terseret ke lingkaran merah masalah keluarganya. Apalagi ketika mengingat papa Rio yang begitu berkuasa.

Cukup Bagus ada ketika ia sedih dan pelukan Bagus tersedia untuk airmatanya, itu sudah lebih dari cukup untuk Dita.

Terlalu lama larut dalam kesedihan Dita, Bagus tiba-tiba teringat sesuatu dan kontan melepaskan pelukannya dari Dita dengan cepat hingga Dita sedikit tersentak.

Bagus merogoh ponsel di saku celana abunya kamudian menelfon seseorang namun tidak diangkat.

To : Krystal

Maaf, gue tadi ada urusan penting

Lo udah nyampe rumah, kan?

####

Krystal menahan diri untuk tidak menangis ketika tangannya bergetar hebat, bahkan ponselnya yang baru saja memperlihatkan chat seseorang langsung jatuh ke lantai apartemennya.

Dengan susah payah, cewek berkaos hitam over size dipadu jeans selutut itu mendekat menggapai sofa.

Deringan dari ponselnya yang tergeletak agak jauh dari sofa membuat Krystal menghela napas kasar lalu meraihnya dengan susah payah. Ia menggunakan tangan kirinya yang tidak bergetar seperti tangan kanannya.

"Ha-halo, Bun?"

"Tal, kamu baik-baik aja, kan? Tadi Bunda dapet kabar kalau kamu pingsan di sek-"

Krystal tidak bisa lagi mendengar perkataan Bunda Hana di seberang akibat kakinya yang tidak bisa menopang tubuhnya, ia terjembab ke sofa dengan kaki yang mulai ikut bergetar.

"Tal? Krystal? Kamu kenapa? Kamu gak- Bunda kesana, ya! Jangan kemana-mana!"

Krystal menetralkan napasnya yang terengah-engah. Kini, kedua tangannya mulai bergetar lalu sesaat kemudian tubuhnya mengalami kejang hebat.

Selang beberapa menit, pintu apartemennya dibuka agak kasar, Bunda Hana datang dengan raut khawatir. Wanita berkemeja putih itu memekik kaget.

"Krystal, hey. Krystal ya ampun!" Ia menepuk-nepuk pipi Krystal ketika kepala cewek itu sudah berada di atas pangkuannya.

"Kenapa bisa gini, sih?" Bunda Hana membuka tas hitamnya lalu mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.

"Halo, Dokter Idris. Ini saya, Hana."

"Iya. Anak saya mengalami kejang, Dok."

"Baik. Terima kasih."

Bunda Hana menaruh ponselnya sembarangan lalu menghadapkan wajah Krystal ke samping sesuai arahan Dokter serta memastikan bahwa di mulutnya tidak terdapat makanan.

"Tal, jangan gini, dong ... Bunda panik. Kamu habis makan apa bisa kayak gini?"

Tidak lama kemudian, kejang Krystal terhenti. Menyisakan napasnya yang memburu. Bunda Hana menghela napas lega lalu memeluk Krystal yang mulai terisak.

"Kamu kenapa bisa kayak gitu, Tal?"

Krystal menggeleng pelan di pelukannya.

Sebagai psikiater, ia tahu pasti bahwa Krystal tengah menyembunyikan sesuatu darinya. Namun, Bunda Hana tidak ingin mendesak jika memang Krystal belum siapa untuk menceritakannya.

"Kamu duduk dulu, gih." Ia membantu Krystal untuk duduk di sofa dengan pelan. "Udah makan?" Krystal mengangguk lemah.

Bunda Hana ikut duduk di samping Krystal lalu merapikan anak rambut cewek itu yang merambat ke wajah.

"Kamu ingat, kan, Tal, kalau Bunda selalu siap dengerin cerita kamu?"

Senyum lirih Krystal terbit menatap wanita cantik di depannya. "Iya, Bun." Meski kenyataannya ia benar-benar tidak siap untuk cerita.

Bunda Hana sudah terlalu banyak tahu tentang hidupnya. Ia tidak ingin membebani ibu dari cowok yang ia sukai ini sekalipun wanita itu sendiri yang minta.

Krystal sadar dan cukup tahu diri.

Baik Bagus ataupun Bunda Hana, Krystal bukan siapa-siapa di antara mereka.

.

.

.

Krystal kenapa hayoo??

Sampe sini, ada yang kasian gak sama Dita?

Kepo dong, tau cerita ini dari mana aja selain dari Senior?

follow ig @nurulzaknh_ dan @_nurulzstory12

Buat yang punya W4ttp4d bisalah baca karya saya yang berjudul ARTHUR dan MANTAN TAPI MENIKAH. Temukan di user @**nurulzakinaah (a-nya dua)

Cu**~~

Tertanda, Nyai Ndoro Kanjeng Ratu The Lion

1
Teguh wira admaja
thor... ini cerita selanjutnya atau cerita awal yah
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Risa Aprilia
sad ending
Risa Aprilia
pohon togenya semaput duluan mah klo yg digantung cowok ganteng,😅
Kokom Mala
aq sih emang lebih setuju bagus sma dita,soal nya dari awal di senior emang udh klik nya sma dita,,knpa ada kristal,kurang dpt fil nya
Yenni Efita
😭😭😭😭
dhara chantika
pindah kemana thor? aq ingin ngikut
Yenni Efita
ksh mukjizat thorr buat Kristal, terlalu bnyk kepedihan airmata dlm unurny yg msh belia.... beri ksh syg n kebhgiaan sm org yg syg m dia dg tulus
Sisti Yanti
Galau..
Sisti Yanti
Karna aku suka yg menantang aku pilih bagus... Hahaha
octa
MO NANGIS TAPI ADA MAK GW😭
rhmbrt_s
mata gue sampe hmpir bengkak thor
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuut
Ana Ana Bae
season 2 dong thor....krystal lahir kembali dengan karakter baru dong thor...pliss....
Partiah Yake
nangis aku....., sewajarnya ya begitu ya masa sdh tau sakit tuva tuba sembuh kan agak lucu ya thor
embun pagi
seru layaknya Thor,,,tapi lupa sama nama2 tokonya,,,🙈🙈
Khanza💟💟
Nangis tengah malam ini mah
Nyesek sumpah😭😭
رح يسف
sad bnget sih kamu gus😭😭😭
Nur Sifa
😭😭😭😭
LyLa_LyLa
thor gue nangis terharu banget 🥺😭😭😭😭
key
😭😭😭😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭

sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!