Pernikahan atas dasar cinta adalah pilihan setiap umat manusia, tetapi bagaimana jadinya jika di dalam kata cinta dan pernikahan itu ada orang ketiga?
Begitulah kisah Bima dan Nadia, kehidupan rumah tangga yang sangat harmonis telah mereka rasakan hingga pada akhirnya Bima memutuskan untuk mendua lalu membuat pernikahan mereka berujung perceraian.
Disaat sedang patah hati, Nadia di pertemukan oleh seorang pria dewasa dan karena kebersamaan mereka akhirnya benih-benih cinta pun mulai tumbuh. Namun, sebuah kejutan mengangetkan Nadia yang mana ternyata pria itu adalah Ayah dari selingkuhan Bima.
Bagaimana kisah Nadia selanjutnya?
So Stay Tune 🥰
Follow Ig: ningsihartono ❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Pembalasan Untuk Suamiku
Selesai prosesi pemakaman, sekarang tinggallah Nadia dan beberapa para tetangga yang masih berada di rumah Ibu. Nadia tidak ada henti-hentinya menangis, di satu sisi dia sedih akan kepergian Ibunya dan disisi lain Nadia sedih karena suaminya tidak ada disampingnya ketika dia rapuh dan hancur seperti sekarang. Untung saja ada Irena yang mendampingi Nadia dan selalu menguatkan hati Nadia agar tabah menghadapi semuanya.
Nadia sangat beruntung karena memiliki sahabat seperti Iren yang sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri.
"Makasih ya, Ir. Aku beruntung punya sahabat seperti kamu yang selalu ada disaat aku bersedih seperti ini, aku benar-benar gak tau gimana cara berpikir Mas Bima saat ini." Nadia menitikkan air mata.
"Apa kamu sudah mencoba menghubungi Mas Bima?"
Nadia mengangguk. "Tidak ada jawaban sama sekali, panggilan dariku malah diabaikan,"
Ting.
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel milik Nadia.
[Aku masih dijalan, tunggu aku dirumah karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu.] pesan dari Bima.
Dahi Nadia mengerut, dia penasaran hal apa yang ingin Bima sampaikan.
'Mengapa perasaanku tidak enak?' ucap Nadia dalam hati karena memang feeling nya tidak enak.
"Ada apa, Nad?" Iren menepuk pundak Nadia karena melihat Nadia yang hanya diam saja sambil memandangi ponsel.
"Mas Bima hari ini pulang dan dia masih dijalan, sepertinya setelah pengajian nanti aku akan segera pulang dan besok baru aku menginap disini." keputusan yang sudah Nadia pikirkan.
Iren hanya mengangguk karena paham akan kondisi Nadia.
Malam hari.
Nadia telah sampai di rumah Bima dan dia segera masuk ke dalam rumah tersebut. Sesampainya di dalam, Nadia terus masuk dan menaiki anak tangga.
"Mas!" teriaknya saat langkah kakinya menapaki anak tangga satu persatu.
Nadia telah sampai di depan kamar tetapi ada yang janggal dari arah kamarnya, suara wanita yang mampu membuat bola mata Nadia membulat sempurna. Nadia dengan cepat membuka pintu dan untungnya pintu itu tidak dikunci, pemandangan pertama yang Nadia lihat adalah suaminya sedang berpelukan dengan wanita lain di atas ranjang.
Meskipun sepasang manusia itu masih sama-sama berpakaian lengkap tetapi hal tersebut mampu membuat darah Nadia naik mendidih dan matanya memerah menahan emosi.
"Apa-apaan ini, Mas!" teriak Nadia dengan amarah, dirinya masih setia berdiri di ambang pintu karena langkah kakinya terasa berat untuk diangkat.
Bima dan Aira hanya menatap biasa saja ke arah Nadia, tidak ada raut takut sedikitpun yang terlihat dari wajah mereka.
"Akhirnya kamu sampai juga." ucap Bima.
"Jawab pertanyaanku, apa-apaan ini!" Nadia berjalan dengan langkah berat menghampiri Bima dan wanita yang tidak dia kenal itu.
Bima hanya tersenyum tipis dan Aira tersenyum lebar.
"Dia calon istriku."
Deg!
Sesak sekali rasanya dada Nadia saat ini ketika dia mendengar ucapan Bima, Nadia tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Bima sehingga dia dengan seenaknya mengatakan wanita lain sebagai calon istrinya sementara Nadia masih sah menjadi istri Bima.
"Istri? Gila kamu, Mas! Aku ini istri kamu, istri sahmu!" bentak Nadia dengan suara meninggi.
Bima hanya tersenyum miring sambil merangkul pundak Aira sementara Aira membalas dengan melingkarkan tangan di pinggang milik Bima.
Pemandangan yang sangat menyakitkan bagi Nadia tetapi sebisa mungkin dia mencoba untuk tetap kuat dan tidak akan meneteskan air mata meskipun sebenarnya semua itu ingin dia lakukan.
"Apa kamu lupa kalau kamu masih memiliki istri, Mas? Aku ada di hadapanmu dan kamu malah mengatakan dia sebagai calon istrimu! Dimana hatimu, Mas?" suara Nadia melemah.
"Sebelumnya maaf karena aku tidak bisa datang ke pemakaman Ibu kamu karena calon istriku sedikit lama berdandan, aku ingin mengucapkan Turut berduka cita atas meninggalnya Ibumu, Nadia."
Nadia hanya diam saja, matanya sudah perih karena ingin segera mengeluarkan kesedihannya.
"Kamu jahat, Mas." ujar Nadia dengan lirih seraya menahan tetesan air mata.
Nadia menatap wanita seksi nan muda yang berada di sisi Bima, dia mengingat-ingat karena seperti pernah melihat wanita itu.
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 😘
🏵️🏵️🏵️🏵️
MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR YUK 🤗**
**BLURB:
Istri Siri Tuan Bryant
Author: Asma Khan
Setiap pernikahan mengharapkan kebahagiaan. Namun, tidak dengan pernikahanku.
Siapa sangka. Pernikahan yang kuanggap pemujaan ternyata semu belaka. Ucapan talak di depan rumah pojok dari bibir mas Akbar menyadarkanku arti diriku selama setahun ini.
Hujan belati menusuk hatiku, dengan penghianatan suami beserta sahabat baikku.
"Kamu hanyalah penebus hutang judi ku. Tidak lebih!"
Sesak, hingga gelap menyapa. Ketika kesadaran ku kembali, kertas putih menyambut dunia malang ku.
"Pilihanmu hanya dua, menjadi istri siri atau menjadi wanita malam!"
Hitam di atas putih. Kini hidupku hanya untuk menjadi penebus hutang mantan suamiku.
Sanggupkah Ara menjalani hidup sebagai istri siri pria asing? Apakah hidup Ara akan selalu dibawah kekuasaan orang lain?
Ikuti kisah perjuangan Ara mencari kebahagiaan sederhana dalam sebuah ikatan suci pernikahan**.