NovelToon NovelToon
MARRIED TO STRANGER

MARRIED TO STRANGER

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Sensen_se.

Frisha Natalia, kabur dari rumah ketika dipaksa menikah dengan pria beristri, sebagai penebus hutang ayahnya. Di jalan, Frisha mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan gadis itu lumpuh.

Clyton Xavier Sebastian, pria yang tidak sengaja menabraknya, bersedia bertanggung jawab memberi kompensasi dan menjamin pengobatannya.

Akan tetapi, Frisha menolak. Dia menuntut tanggung jawab dalam bentuk lain, yakni menikahinya.

Apakah Xavier, seorang CEO perusahaan besar, mau menerima pernikahan dengan wanita asing begitu saja? Ikuti kisahnya yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 : SEBUAH PROSES

Detik demi detik terus terlampaui, hingga tak terasa genap dua bulan Frisha mengelola toko bunganya dengan sangat baik. Kerja sama dengan para vendor dekorasi pengantin, para pengusaha dan klien acara-acara besar lainnya berjalan dengan sangat baik.

Meskipun dengan kekurangannya, kemampuannya dalam menggaet klien dan hasil kerja yang maksimal, tentu sangat memuaskan. Sehingga mereka terus menggunakan jasa dan layanan pada Sky Flower.

Frisha memang selalu turun tangan sendiri selama menangani pekerjaannya. Ide-ide cemerlangnya ditambah sentuhan cinta di setiap pekerjaan, mampu mempersembahkan karya terbaiknya dan berbeda dari toko bunga lainnya. Sesuatu yang dikerjakan dari hati, tentu hasilnya akan sampai ke hati pula.

Keuntungan yang diraup pun, sudah bisa mengembalikan modal yang diberikan oleh Xavier. Tentu berkat manajemen keuangan yang bagus dari Jena, juga kepemimpinan Tania dalam mengarahkan para karyawan. Tiga perempuan itu, begitu kompak dalam mencapai kesuksesan Sky Flower.

“Frisha!” panggil Xavier setelah memasuki ruang kerja Frisha.

“Eh, Xavier. Kok kamu ke sini?” tanya Frisha menatap jam di pergelangan tangannya. Masih pukul 9 pagi, heran kenapa suaminya menghampiri sepagi ini.

“Kamu lupa, ini jadwal terapi?” tanya Xavier mendekat. Kedua lengannya mengungkung tubuh Frisha yang duduk di kursi kerja.

Frisha tersenyum lebar, “Oiyaa! Yaudah aku panggil Jena dulu ya. Kamu geser sana dikit dong,” ucap Frisha mendorong dada suaminya. Selain mengganggu pergerakannya, posisi yang sedekat itu tentu mengganggu detak jantungnya.

“Enggak mau! Maunya di sini,” seru Xavier yang justru membungkuk mengikis jarak di antara mereka.

Frisha menahan napas sesaat, wajahnya memanas, tidak berani menatap suaminya. Ia memalingkan muka sembari meraih gagang telepon.

Namun, dengan cepat Xavier menahan tangan Frisha. Meletakkan kembali telepon tersebut, meraih tangan Frisha dan menciumnya.

“Tidak perlu! Jena dan Tania sudah tahu!” sahut Xavier mendaratkan kecupan di kening istrinya.

“Ayo!” lanjutnya membantu Frisha berdiri.

Ya, perkembangan terapi yang cukup cepat. Frisha sudah berhasil berdiri di atas kedua kakinya. Meski masih lemas saat melangkah. Hubungan mereka pun semakin dekat.

Frisha langsung melingkarkan lengannya pada pinggang sang suami. Kemudian, Xavier segera menggendongnya keluar menuju mobil. Para karyawan sudah terbiasa melihat kemesraan bossnya itu. Mereka hanya saling melempar senyum dan pura-pura tidak melihat saja.

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menggeram kesal sembari mengepalkan tangannya. Seorang wanita paruh baya yang mengenakan gaun hitam selutut, disertai kerudung panjang berwarna senada untuk menutupi wajahnya yang cacat.

Setelah mobil Xavier melesat pergi, ia segera menyusul dengan taksi yang sudah dia pesan sedari tadi. Langkahnya terseok, karena memang salah satu kakinya juga mengalami kecacatan. Sudah lama sekali ia mengintai kehidupan Xavier, dengan berpura-pura menjadi pelanggan membeli buket bunga di sana. Buket untuk dibawa ke pusara.

“Gissel! Cepat datang ke RS Sebastian. Bawa semua yang sudah kita siapkan!” geram wanita tua itu setelah melihat mobil Xavier masuk ke sana.

“Baik, Bu!” sahut Gissel bersemangat di seberang sana.

Wanita tua itu menatap remeh buket bunga crysant di sebelahnya, meremasnya dengan sangat kuat. “Sebentar lagi! Sebentar lagi, kamu tidak akan bisa membuat buket ini lagi. Tetapi, akan kukirimkan ini di atas pusaramu. Tidak akan ada yang bisa menghalangi misiku kali ini!” geramnya menggertakkan gigi-giginya.

Dia masih mengikuti langkah Xavier yang bersenda gurau dengan istrinya. Xavier mendorong kursi roda sang istri dengan langkah pelan, karena sesekali menggodanya.

“Sayang!” panggil Khansa yang tidak sengaja berpapasan dengan putra dan menantunya itu. Ia hendak kembali ke ruangan.

“Mom!” sahut Xavier dan Frisha serentak.

Frisha langsung mencium tangan Khansa, dibalas dengan ciuman di kedua pipinya. Begitupun dengan Xavier yang langsung memeluk sang mama.

“Gimana? Sudah ada kemajuan ‘kan? Ah kalian ingkar, sekarang setiap weekend enggak pernah mengunjungi mommy!” keluh Khansa mencebikkan bibirnya.

“Maaf, Mom. Sekarang Sky Flower semakin banyak kliennya. Jadi Frisha semakin sibuk. Apalagi setiap weekend, toko juga ramai, Mom!” sahut Frisha tak enak menggenggam tangan ibu mertua.

“Apa kamu bahagia, Nak? Tidak dipaksa Xavier untuk bekerja, ‘kan?” tanya Khansa sedikit bercanda.

“Mana ada seperti itu, Mom?” kilah Xavier mengelak dengan cepat.

Frisha terkekeh, “Enggak, Mom. Ini murni keinginan Frisha, karena Frisha bosan setiap ditinggal Xavier kerja. Frisha sangat bahagia, Mom,” jelasnya.

“Syukurlah, yaudah sana. Udah ditunggu Dokter Tita!” perintah Khansa menepuk halus bahu menantunya.

Mereka pun berpisah, mengambil jalur yang berbeda. Mata Khansa memicing ketika menatap seseorang yang mencurigakan menurutnya.

Wanita yang menyeret satu kakinya, mengenakan kerudung dan kacamata hitam. Sadar tengah diperhatikan, wanita tua itu pura-pura mendesis sembari berpegangan pada dinding. Ia segera melanjutkan jalannya.

“Apa Anda butuh bantuan?” tanya Khansa lembut.

Wanita itu hanya menggeleng, lalu meninggalkan Khansa yang masih menatapnya.

Tanpa ia ketahui, wanita tua itu tengah menahan amarahnya saat ini. “Bagaimana bisa kamu sebahagia ini, Khansa?! Seharusnya aku yang berada di posisimu!” geram wanita itu.

Yenny, saudara tiri Khansa, wanita yang pernah menyandang nama Isvara di belakangnya, namun segera dihapus ketika Khansa berhasil merebut kembali semua yang menjadi miliknya.

Yenny mengalami luka di wajah ketika terjadi kebakaran hebat di sebuah penjara kota. Salah satu kakinya pun tertindih balok kayu hingga membuatnya cacat pula.

Setelah menjalani hukuman selama belasan tahun, Yenny keluar dari penjara. Kondisinya lontang lantung di jalanan. Sampai suatu ketika, ada seorang duda yang kasihan padanya. Duda yang tidak terlalu kaya, dan sudah memiliki seorang anak perempuan bernama Gissel.

Tidak ada pilihan lain, Yenny menerima tawaran itu. Tidak ada yang meliriknya sama sekali karena kondisinya yang mengenaskan. Tak berapa lama, duda tersebut meninggal dunia. Tidak banyak warisan yang ditinggalkan. Sehingga Yenny memaksa Gissel untuk mendekati para lelaki kaya.

“Bodoh sekali memang Gissel! Kalau tahu dari dulu itu anakmu, aku tentu akan mengancam Gissel agar mendapatkan putramu, sialan!”

Tinggal di lingkungan terpencil membuat Yenny tidak tahu menahu kehidupan di luar sana. Yang ia tahu, Xavier adalah kandidat yang sangat kaya raya. Apalagi, dia tidak begitu peduli siapa keluarga kekasih putrinya. Yang ada di otaknya hanyalah, harus kaya raya.

...\=\=\=\=000\=\=\=\=...

“Bagus, Nona!” pekik dokter bertepuk tangan. Karena Frisha berhasil menggerakkan kakinya untuk melangkah.

Frisha mengatur napasnya dengan senyum bangga. “Aku bisa!” ujarnya berkaca-kaca.

“Tentu saja, Nona! Kalau sudah bisa banyak melangkah, nanti ganti pakai tongkat saja ya. Semakin sering digerakkan, akan semakin cepat pulih!” ucap dokter tersebut.

Xavier berdiri berlawanan arah dengan Frisha. Wanita itu berbalik, menatap suaminya yang kini tersenyum padanya. Kemudian Xavier merentangkan kedua lengannya, “Sini!” pintanya bersiap menangkap istrinya.

Frisha mengatur napasnya, mulai melangkah sedikit demi sedikit pada lintasan, sembari berpegangan kuat di kedua tangannya. Antusias dan perjuangannya, kini Frisha hampir mencapai suaminya.

Xavier sengaja membuat jarak dengan lintasan yang dipakai Frisha untuk latihan. Sempat terlihat keraguan di mata Frisha, melangkah tanpa pegangan.

“Jangan takut jatuh, kamu pasti bisa. Bukankah hidup itu harus melalui proses untuk mencapai tujuannya?” kata Xavier dengan bijak.

Frisha mengangguk, fokus pada tubuh suaminya sembari mengembuskan napas kasar. Perlahan tapi pasti, kakinya melangkah dengan sangat pelan.

Kening Frisha mengernyit, keringat di wajahnya semakin banyak. Napasnya tertahan sesaat, berhasil menopang tubuhnya tanpa bantuan. Namun saat langkah berikutnya, tubuhnya terhuyung. Frisha sudah pasrah jika harus terjungkal dan berdebam di lantai.

Akan tetapi, Xavier dengan sigap melangkah panjang dan menangkap tubuh Frisha. Keduanya terjatuh ke lantai, dengan posisi Frisha menindih tubuh Xavier. Manik mata mereka saling menatap lekat, diiringi debaran jantung yang berlarian.

 

Bersambung~

ayang mode manieess... ngopi tanpa gula aja udah berasa kalo sambil liatin senyum ayang 🤣

1
Merda
maaf thor sy nek dgn kalimat melenggang...
Merda
Entah dr mn muncul lg tokoh2 baru, suka2 kaullah thor...
Merda
Ya mbok jgn ada kata melenggang thor, klo pun ada, penempatannya di saat bgm dan sedang apa..
con; ketika panik, terburu2, kan gak mungkin memakai kata melenggang.
Melenggang itu lbh ke arah berjalan santai...
Merda
Koq berjalan melenggang sih thor..
sdh terburu2 mosok pakai kata melenggang..
Zain malik
baca udah yang ke berapa y lupa,,, apalagi ada papa macan uuuuuh so hot daddy banget
Zain malik: semangat berkarya ka sensen
total 2 replies
Su pendi
sangat bagus
Ellia Mardiana
frisha g terapi ya?
Bastian Sipahutar
keren
Milah Milah
Hooh manut, sakarepmu wae Thor🤭🤭
Milah Milah
Zico apa Rico ya?
Khairul Azam
aku sudah baca novelnya khansa dan lion, bagus ceritanya
merti rusdi
udah bener brarti baca novel ini. aktor korea yang paling aku tahu ya doi 😂
Nur Khikmah
ayah laknat😠
Mariati Jawani
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
@ni
mantap karyamu Thor❤️❤️❤️❤️❤️
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Sama kasih kak thor,sukses selalu 😘
total 2 replies
Yunerty Blessa
cie dapat ciuman dari Frisha 🤭
Yunerty Blessa
meluapkan kekesalan Xavier melalui tiket sehingga menjadi bola kecil 🤣
Yunerty Blessa
sabar, seperti nya Xavier dan Frisha stok banyak sabun mandi buat pelepasan Xavier 🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!